GIRI MENANG – Dinamika internal PT Tripat (Patuh Patut Patju), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang krusial bagi sektor pariwisata Kabupaten Lombok Barat, kembali menjadi sorotan setelah pengunduran diri direktur sebelumnya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat memberikan atensi serius terhadap kekosongan posisi strategis ini, mendesak pemerintah daerah untuk segera memulai proses rekrutmen figur definitif secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Harapan besar disematkan agar pemimpin baru mampu membawa PT Tripat menuju era kemajuan, utamanya dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengoptimalkan potensi pariwisata daerah.

Kekosongan Jabatan dan Harapan DPRD

Anggota Komisi II DPRD Lombok Barat, Munawir Haris, menyampaikan pandangannya mengenai situasi terkini di PT Tripat. Menurut politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, pengunduran diri mantan direktur adalah hak pribadi yang harus dihormati. Namun, lebih dari sekadar menghormati keputusan tersebut, prioritas utama kini adalah memastikan kesinambungan operasional dan arah bisnis BUMD agar tidak terganggu. Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat untuk segera menyiapkan mekanisme rekrutmen direktur definitif yang profesional dan teruji.

“Kami berharap Pemda melakukan fit and proper test atau beauty contest dan pendaftaran secara transparan. Kita harus mencari figur-figur yang betul-betul profesional di bidangnya,” tegas Munawir Haris pada Senin (3/8), menyoroti pentingnya integritas dan kompetensi dalam proses pemilihan pemimpin BUMD. Permintaan akan proses yang terbuka ini bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejak beberapa BUMD di berbagai daerah yang seringkali diwarnai isu penunjukan politis atau kurangnya profesionalisme, yang pada akhirnya menghambat kinerja perusahaan dan potensi kontribusinya kepada daerah.

Prinsip Profesionalisme dan Visi Bisnis yang Kuat

Munawir Haris menekankan bahwa calon pimpinan PT Tripat mendatang wajib memenuhi prinsip the right man on the right place, the right man on the right job. Ini berarti figur terpilih harus memiliki kombinasi ideal antara keahlian manajerial, pemahaman mendalam tentang tata kelola perusahaan, dan yang tak kalah penting, penguasaan terhadap potensi sektor pariwisata. PT Tripat bukan sekadar perusahaan biasa; ia mengelola aset strategis daerah seperti Taman Narmada, yang merupakan kawasan cagar budaya dan situs bersejarah, serta Taman Suranadi, destinasi wisata alam yang memiliki nilai penting.

Pengelolaan aset-aset vital ini menuntut pemimpin yang tidak hanya piawai dalam mengurus administrasi dan keuangan, tetapi juga visioner dalam mengembangkan potensi pariwisata secara berkelanjutan. Kemampuan menjalin kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata, seperti operator tur, agen perjalanan, hingga pemangku kepentingan lokal seperti pemandu wisata (tour guide), menjadi kunci untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dan pada gilirannya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kolaborasi yang sinergis antara BUMD, pemerintah, dan swasta adalah fondasi untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang kuat dan berdaya saing.

Kronologi dan Langkah Interim

Pengunduran diri direktur PT Tripat sebelumnya menandai babak baru dalam pengelolaan salah satu BUMD vital di Lombok Barat. Meskipun detail spesifik mengenai alasan atau waktu pasti pengunduran diri tidak diuraikan secara luas, keputusan tersebut secara otomatis menciptakan kekosongan kepemimpinan yang perlu segera diisi. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengambil langkah cepat dengan menunjuk Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Lombok Barat, Bapak Abubakar, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Tripat.

Langkah ini dinilai oleh Komisi II DPRD sebagai jembatan yang tepat dan strategis menjelang penetapan pimpinan definitif. Penunjukan seorang pejabat dari lingkungan Pemda diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional dan memastikan roda perusahaan tetap berjalan sembari menunggu proses seleksi direktur definitif. Apresiasi juga disampaikan oleh DPRD atas jalinan komunikasi dan pembenahan awal yang telah dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya, menunjukkan adanya upaya perbaikan yang sedang berlangsung. Penunjukan Plt adalah praktik umum dalam tata kelola pemerintahan untuk menghindari kevakuman kepemimpinan dan menjaga kesinambungan fungsi organisasi. Namun, Plt memiliki batasan wewenang dan masa jabatan, sehingga penunjukan direktur definitif melalui proses yang kredibel menjadi sangat mendesak.

Urgensi Pemimpin yang Paham Kearifan Lokal dan Komitmen Kuat

Selain aspek profesionalisme dan visi bisnis, Munawir Haris juga menyoroti pentingnya pemahaman pemimpin baru terhadap kearifan lokal (local wisdom). Lombok Barat, dengan kekayaan budaya dan masyarakatnya yang beragam, memerlukan pemimpin yang bijak dan empatik, terutama saat berhadapan dengan para pedagang maupun masyarakat sekitar kawasan wisata. Interaksi yang harmonis antara pengelola wisata, masyarakat lokal, dan pelaku usaha kecil di sekitar destinasi adalah kunci keberlanjutan pariwisata. Konflik sosial atau ketidakpahaman terhadap adat istiadat setempat dapat menghambat pengembangan pariwisata, bahkan merusak citra destinasi.

Terkait latar belakang calon pimpinan, Munawir menegaskan bahwa DPRD tidak membatasi apakah kandidat harus berasal dari lokal atau luar daerah. Fokus utama adalah pada komitmen kuat yang dimiliki oleh individu tersebut untuk memajukan perusahaan dan berkontribusi nyata bagi daerah. Perspektif yang lebih luas, ide-ide inovatif, dan pengalaman dari luar daerah dapat menjadi nilai tambah, asalkan diimbangi dengan kepekaan terhadap konteks lokal. Keterbukaan terhadap kandidat dari berbagai latar belakang ini mencerminkan keinginan untuk mendapatkan yang terbaik tanpa membatasi potensi hanya pada faktor geografis.

Data Pendukung: Peran Vital BUMD dan Potensi Pariwisata Lombok Barat

“Beauty Contest” untuk Posisi Direktur PT Tripat 

PT Tripat sebagai BUMD memegang peran strategis dalam struktur ekonomi Kabupaten Lombok Barat. BUMD secara umum dibentuk dengan tujuan untuk memberikan pelayanan publik, meningkatkan PAD, dan menjadi agen pembangunan ekonomi daerah. Di Lombok Barat, sektor pariwisata adalah salah satu pilar utama perekonomian, dengan destinasi-destinasi ikonik seperti Taman Narmada dan Taman Suranadi yang dikelola oleh PT Tripat.

Taman Narmada, yang dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Anak Agung Ngurah Karangasem, adalah replika Gunung Rinjani dan danau Segara Anak. Situs ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki nilai religius bagi umat Hindu. Keberadaannya sebagai cagar budaya menuntut pengelolaan yang sangat hati-hati, memadukan aspek konservasi, edukasi, dan pariwisata. Sementara itu, Taman Suranadi menawarkan keindahan alam, mata air suci, dan hutan lindung yang kaya akan flora dan fauna. Kedua destinasi ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, asalkan dikelola dengan profesionalisme dan strategi pemasaran yang tepat.

Lombok Barat, sebagai bagian dari Pulau Lombok yang dikenal sebagai "Pulau Seribu Masjid" dan "Destinasi Halal Dunia", memiliki pertumbuhan sektor pariwisata yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan BPS menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebelum pandemi, dengan kontribusi yang substansial terhadap PDRB daerah. Namun, pandemi COVID-19 memberikan pukulan telak bagi sektor ini, sehingga upaya pemulihan pascapandemi menjadi prioritas. Keberadaan direktur PT Tripat yang visioner dan mampu beradaptasi dengan tren pariwisata global, termasuk pariwisata berkelanjutan dan digital, akan sangat menentukan kecepatan pemulihan dan pertumbuhan sektor ini di Lombok Barat.

PAD Kabupaten Lombok Barat sangat bergantung pada berbagai sumber, termasuk pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (termasuk BUMD), dan lain-lain. Kontribusi BUMD, meskipun seringkali belum maksimal di banyak daerah, memiliki potensi besar untuk ditingkatkan. Dengan pengelolaan yang efektif dan efisien, PT Tripat dapat menjadi salah satu penyumbang PAD yang signifikan, yang kemudian dapat dialokasikan kembali untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program kesejahteraan masyarakat.

Tanggapan dan Harapan dari Pihak Terkait

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat:
Meskipun belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan secara terperinci oleh Pemkab Lombok Barat terkait proses rekrutmen direktur definitif PT Tripat, dapat diasumsikan bahwa Pemkab akan menanggapi serius desakan DPRD. Proses seleksi yang transparan dan akuntabel adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Penunjukan Plt Abubakar adalah bukti keseriusan Pemkab untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Ke depan, Pemkab diharapkan akan segera membentuk panitia seleksi, menyusun jadwal, dan mengumumkan persyaratan secara luas untuk menjaring kandidat terbaik.

Pelaku Industri Pariwisata dan Komunitas Lokal:
Kalangan pelaku industri pariwisata di Lombok Barat, seperti pemilik hotel, restoran, agen perjalanan, dan komunitas pemandu wisata, tentu memiliki harapan besar terhadap pemimpin baru PT Tripat. Mereka mengharapkan direktur baru mampu menjadi mitra strategis yang proaktif dalam mengembangkan promosi, meningkatkan kualitas fasilitas di destinasi yang dikelola, dan menciptakan paket-paket wisata yang inovatif. Kerjasama yang erat dengan BUMD dapat membantu mengidentifikasi tren pasar, mengatasi tantangan, dan memanfaatkan peluang baru.

Sementara itu, masyarakat dan pedagang di sekitar Taman Narmada dan Suranadi berharap pemimpin baru dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka. Kebijakan yang adil terkait sewa lahan, harga tiket, dan pemberdayaan ekonomi lokal akan sangat diapresiasi. Pemimpin yang mampu merangkul dan memahami aspirasi komunitas lokal akan menciptakan iklim pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Akademisi dan Pengamat Tata Kelola BUMD:
Dari sudut pandang akademisi dan pengamat, proses rekrutmen direktur BUMD harus didasarkan pada prinsip meritokrasi. Penekanan pada fit and proper test dan beauty contest adalah langkah yang tepat untuk memastikan kandidat memiliki kompetensi manajerial, integritas, dan visi strategis. BUMD seringkali menghadapi tantangan ganda: sebagai entitas bisnis yang harus mencari keuntungan, sekaligus sebagai agen pembangunan yang harus memberikan manfaat sosial. Oleh karena itu, pemimpin BUMD harus mampu menyeimbangkan kedua peran ini dengan baik, menghindari intervensi politik yang berlebihan, dan menerapkan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

Dampak dan Implikasi yang Lebih Luas

Pemilihan direktur PT Tripat yang baru memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi Kabupaten Lombok Barat. Pertama, keberhasilan PT Tripat dalam mengelola aset pariwisata akan secara langsung memengaruhi citra dan daya saing Lombok Barat sebagai destinasi wisata. Pemimpin yang kuat dapat memicu inovasi, meningkatkan standar pelayanan, dan menarik investasi lebih lanjut di sektor pariwisata.

Kedua, peningkatan kinerja PT Tripat akan berkorelasi positif dengan peningkatan PAD. Dana yang dihasilkan dari sektor pariwisata dapat digunakan untuk membiayai program-program pembangunan lainnya, menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal. Ketiga, proses rekrutmen yang transparan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah. Ini menunjukkan komitmen Pemkab dan DPRD untuk menempatkan profesionalisme di atas kepentingan politik, yang merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.

Di sisi lain, jika proses rekrutmen tidak dilakukan secara profesional atau jika pemimpin yang terpilih tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan, ada risiko stagnasi atau bahkan kemunduran bagi PT Tripat. Aset-aset strategis seperti Taman Narmada dan Suranadi bisa kehilangan daya tariknya, potensi PAD tidak termanfaatkan secara optimal, dan kepercayaan publik terhadap BUMD akan menurun. Oleh karena itu, taruhan dalam pemilihan direktur baru ini sangatlah tinggi.

Penutup

Desakan DPRD Lombok Barat agar proses rekrutmen Direktur PT Tripat dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel adalah sebuah langkah progresif yang patut didukung. Pemilihan pemimpin BUMD bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan penentuan arah masa depan sebuah entitas yang memegang kunci bagi pengembangan sektor vital daerah. Dengan visi yang jelas, kompetensi yang mumpuni, dan komitmen yang kuat, direktur baru PT Tripat diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pariwisata Lombok Barat, meningkatkan PAD, dan pada akhirnya membawa kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat. Proses seleksi yang akan datang akan menjadi ujian bagi komitmen Pemkab Lombok Barat dalam mewujudkan tata kelola BUMD yang bersih dan berdaya saing.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *