SUMBAWA – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memberikan jaminan penuh terkait ketersediaan stok beras di wilayah tersebut. Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berpotensi meningkatkan permintaan, Bulog NTB mengumumkan bahwa stok beras yang saat ini tersimpan mencapai angka impresif, yakni sekitar 279 ribu ton. Jumlah ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat NTB bahkan hingga 27 bulan ke depan, sebuah angka yang jauh melampaui kebutuhan jangka pendek. Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menegaskan bahwa cadangan beras yang melimpah ini menjadi modal utama dan fondasi kuat bagi Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan serta mengendalikan harga beras di pasaran. Situasi ini menjadi sangat krusial mengingat lonjakan permintaan yang lazim terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan, termasuk Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 22 September 2026. "Stok beras kita saat ini kurang lebih 279 ribu ton. Cukup aman sampai 27 bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu waswas dan panik," ujar Mara Kamin Siregar pada Sabtu (22/8/2026) saat mendampingi Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) NTB dalam kegiatan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Bima dan Sumbawa. Upaya Berkelanjutan Bulog dalam Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Mara Kamin Siregar menjelaskan bahwa strategi Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan tidak hanya terbatas pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sering menjadi sorotan publik. Bulog secara konsisten dan rutin menyalurkan beras ke berbagai kanal distribusi. Penyaluran ini dilakukan setiap hari, menjangkau pasar-pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, gerai ritel modern yang semakin berkembang, hingga melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan program binaan Bulog untuk mendekatkan pasokan pangan berkualitas dengan harga terjangkau kepada masyarakat. "Kami setiap hari berkoordinasi dengan teman-teman di pasar dan TPID untuk menggelontorkan beras ke pasaran," imbuhnya, menegaskan komitmen Bulog dalam memastikan aliran pasokan yang lancar. Hasil pemantauan langsung di lapangan bersama TPID NTB mengkonfirmasi bahwa secara umum, harga beras di sejumlah pasar yang dikunjungi masih berada dalam rentang yang normal dan stabil. Namun demikian, tim pemantau mengidentifikasi adanya beberapa titik di mana harga beras, khususnya untuk jenis premium, mulai menunjukkan tren kenaikan yang perlu diwaspadai. Menanggapi temuan tersebut, Mara Kamin Siregar memberikan jaminan bahwa Bulog siap mengambil tindakan intervensi yang diperlukan jika tren kenaikan harga ini terus berlanjut dan berpotensi mengganggu stabilitas. Intervensi tersebut akan dilakukan dengan menambah pasokan beras ke pasar secara lebih masif, guna menyeimbangkan kembali antara ketersediaan stok yang melimpah dengan tingkat permintaan yang ada. Langkah proaktif ini merupakan bagian integral dari upaya Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang perayaan Maulid Nabi yang dapat memicu peningkatan konsumsi. Bantuan Pangan dan Peran Strategis NTB dalam Distribusi Nasional Selain fokus pada stabilisasi harga melalui pasokan di pasar, Bulog NTB juga terus aktif dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk wilayah NTB, alokasi bantuan pangan tercatat mengalami penambahan yang signifikan, yakni sekitar 6.000 ton. Penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 dilaporkan telah mencapai realisasi hampir 80 persen. "Untuk bantuan pangan ada penambahan untuk NTB kurang lebih 6 ribuan. Realisasi penyaluran sampai saat ini sudah hampir 80 persen untuk alokasi Juli, Agustus, dan September," ungkap Mara Kamin Siregar. Lebih lanjut, Mara Kamin Siregar menyoroti posisi NTB dalam konteks pengelolaan cadangan beras nasional. Kekuatan stok beras yang dimiliki oleh Bulog secara nasional memberikan fleksibilitas yang besar bagi Bulog untuk melakukan redistribusi pasokan ke daerah-daerah yang mengalami defisit atau kekurangan stok. Dengan cadangan yang kuat, NTB tidak hanya diposisikan sebagai penerima pasokan, tetapi juga berpotensi menjadi daerah pemasok bagi wilayah lain yang membutuhkan. "Cadangan kita cukup. Stok yang ada ini nanti juga bisa kita kirim ke daerah-daerah defisit, seperti Bali dan NTT. Kita juga pernah menyalurkan ke DKI," tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pengelolaan cadangan beras saat ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan lokal semata, namun juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan pasokan pangan di tingkat regional bahkan nasional. Imbauan kepada Masyarakat dan Proyeksi Jangka Panjang Menyikapi ketersediaan stok yang melimpah dan upaya stabilisasi yang terus dilakukan, Bulog NTB melalui Pimpinan Wilayahnya mengimbau masyarakat NTB untuk tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan atau menimbun barang menjelang perayaan Maulid Nabi. Dengan stok yang dipastikan aman dan mekanisme distribusi yang berjalan lancar, kebutuhan masyarakat akan terpenuhi dengan baik tanpa perlu adanya kepanikan atau spekulasi. "Harapannya dengan stok yang ada ini masyarakat tidak perlu waswas. Insya Allah stok kita cukup aman," tutup Mara Kamin Siregar, memberikan rasa tenang kepada masyarakat NTB. Situasi ini mencerminkan kesiapan Bulog dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan menjelang hari besar keagamaan, sekaligus menunjukkan sinergi yang baik antara Bulog, pemerintah daerah, dan TPID dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di NTB. Cadangan beras yang melimpah ini juga menjadi bukti nyata dari keberhasilan program ketahanan pangan yang terus digalakkan oleh pemerintah pusat, yang memungkinkan daerah-daerah surplus pangan untuk turut serta dalam menopang kebutuhan daerah lain yang mengalami tantangan dalam produksi. Dalam konteks yang lebih luas, ketersediaan stok beras yang kuat dan pengelolaan distribusi yang efisien seperti yang ditunjukkan oleh Bulog NTB, memiliki implikasi penting terhadap stabilitas ekonomi makro. Harga pangan yang stabil merupakan salah satu faktor kunci dalam pengendalian inflasi, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kemampuan NTB untuk berpotensi menjadi daerah pemasok bagi wilayah lain juga memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor komoditas pangan pokok. Data historis menunjukkan bahwa lonjakan harga beras menjelang hari raya keagamaan seringkali menjadi momok bagi rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, langkah proaktif Bulog dan TPID NTB dalam memantau dan siap melakukan intervensi pasar menjadi sangat krusial. Berdasarkan pantauan dari Kementerian Pertanian, produksi padi di NTB pada tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan yang cukup baik, memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan gabah dan beras di tingkat lokal. Dengan adanya tambahan stok dari program serapan gabah petani dan cadangan strategis dari Bulog, proyeksi ketersediaan pangan untuk tahun-tahun mendatang terlihat semakin kokoh. Kegiatan pemantauan harga yang dilakukan oleh Wakil Gubernur NTB bersama jajaran Bulog dan TPID pada 21-22 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian upaya rutin untuk memastikan kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan berjalan efektif di lapangan. Kehadiran pimpinan daerah secara langsung di pasar memberikan sinyal kuat bahwa isu pangan menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan stok yang melimpah dan strategi distribusi yang terencana, Bulog NTB menunjukkan kesiapannya untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi peningkatan permintaan jelang hari besar keagamaan. Komitmen untuk menjaga harga tetap terjangkau dan pasokan tetap tersedia menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di NTB. Kepercayaan diri Bulog terhadap ketersediaan stok hingga 27 bulan ke depan juga dapat menumbuhkan rasa optimisme di kalangan masyarakat, mengurangi kecemasan terkait ketersediaan pangan pokok. Post navigation PLN UIW NTB Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan Sumbawa Melalui Pemeliharaan Infrastruktur Transmisi yang Terencana dan Berkelanjutan PLN UP3 Sumbawa Perkuat Komitmen Pelayanan Melalui Aksi Kepedulian Sosial pada Hari Pelanggan Nasional