BIMA, NTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui PLN Unit Pelaksana Pembangkit (UPK) Tambora, berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Bima, menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang signifikan di kawasan Pantai Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Aksi ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, sekaligus menjadi bagian integral dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) perusahaan selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini menegaskan komitmen PLN dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mendukung pariwisata berkelanjutan di wilayah NTB. Acara puncak yang diselenggarakan di Aula Pondok Wisata Kolo ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, termasuk Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, yang didampingi oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Bima. Turut hadir pula Camat Asakota, para lurah dari seluruh kelurahan di Kecamatan Asakota, serta jajaran manajemen PLN UPK Tambora. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam upaya pelestarian lingkungan. Sebagai bentuk konkret dari komitmen terhadap kebersihan dan kelestarian ekosistem pesisir, kegiatan ini mencakup penanaman sebanyak 40 pohon dari jenis Tabebuya dan Ketapang Kencana. Pohon-pohon ini ditanam secara strategis di sepanjang area Pantai Kolo, sebuah lokasi yang memiliki potensi wisata sekaligus merupakan ekosistem yang rentan terhadap degradasi lingkungan. Pemilihan jenis pohon ini didasarkan pada kemampuan adaptasinya yang baik di lingkungan pesisir serta kontribusinya dalam memberikan keteduhan dan estetika bagi kawasan tersebut. Selain aksi penghijauan, PLN juga menunjukkan perhatiannya terhadap isu pengelolaan sampah yang krusial di kawasan wisata. Dalam kesempatan tersebut, PLN menyerahkan bantuan berupa tempat sampah khusus untuk sampah plastik. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung upaya pengurangan sampah sekali pakai yang seringkali menjadi masalah utama di destinasi wisata. Dengan tersedianya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, diharapkan kesadaran masyarakat dan pengunjung Pantai Kolo akan meningkat dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya, sehingga mengurangi beban lingkungan. Komitmen PLN untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Sinergi dengan Daerah Sri Heny Purwanti, General Manager PLN UIW NTB, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen PLN untuk mendukung agenda keberlanjutan lingkungan nasional. Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencapai tujuan pelestarian lingkungan. "PLN tidak hanya hadir untuk memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, tetapi kami juga memiliki komitmen mendalam untuk mendorong praktik-praktik keberlanjutan lingkungan di seluruh wilayah operasional kami. Kolaborasi yang terjalin erat dengan Pemerintah Kota Bima melalui kegiatan ini adalah langkah konkret yang kami ambil untuk bersama-sama menciptakan kawasan pesisir yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," ujar Sri Heny. Ia menambahkan bahwa momentum Hari Peduli Sampah Nasional yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan ini menjadi sebuah refleksi yang sangat penting bagi seluruh insan PLN. "Bulan Ramadan mengajarkan kita nilai-nilai kepedulian, kebersihan, dan kebermanfaatan bagi sesama. Kegiatan penghijauan dan pengelolaan sampah ini selaras dengan semangat yang diajarkan dalam bulan suci ini, sekaligus menjadi kontribusi kami dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Kota Bima," tambahnya. Membangun Budaya Peduli Lingkungan dan Partisipasi Masyarakat Doddy Rizqi, Manager PLN UPK Tambora, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam membangun dan menumbuhkan budaya peduli lingkungan di wilayah sekitar operasional pembangkit. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong partisipasi aktif dari masyarakat lokal dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir Pantai Kolo. "Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui program penghijauan dan penyediaan sarana kebersihan ini, kami berharap Pantai Kolo dapat menjadi ruang publik yang tidak hanya nyaman dan asri bagi para wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat lokal. Lebih dari itu, kami ingin meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar untuk masa depan," jelas Doddy. Ia juga menggarisbawahi bahwa partisipasi aktif masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan area masing-masing hingga turut serta dalam kegiatan pelestarian lingkungan, adalah kunci keberhasilan program jangka panjang ini. PLN UPK Tambora berkomitmen untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam berbagai inisiatif yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Implikasi dan Proyeksi Jangka Panjang Pelaksanaan kegiatan penghijauan dan pengelolaan sampah di Pantai Kolo ini memiliki implikasi yang luas, tidak hanya bagi lingkungan fisik tetapi juga bagi aspek sosial dan ekonomi Kota Bima. Dari sisi lingkungan, penanaman pohon akan membantu mencegah erosi pantai, meningkatkan kualitas udara, serta menyediakan habitat bagi satwa lokal. Pengelolaan sampah yang lebih baik akan mengurangi pencemaran laut dan darat, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya tarik Pantai Kolo sebagai destinasi wisata. Secara sosial, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi semacam ini dapat menjadi model bagi program-program CSR di masa depan, yang tidak hanya bersifat filantropis tetapi juga partisipatif dan berkelanjutan. Dari sisi ekonomi, peningkatan kualitas lingkungan dan kenyamanan di Pantai Kolo diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada sektor pariwisata, seperti pedagang makanan, penyedia jasa, dan pengrajin lokal. PLN UIW NTB sendiri telah menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat di seluruh wilayah NTB. Upaya-upaya ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Nusa Tenggara Barat. Diharapkan, inisiatif seperti yang dilakukan di Pantai Kolo dapat terus direplikasi dan dikembangkan di berbagai wilayah lain, sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Fakta bahwa kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional dan Bulan Ramadan memberikan makna tambahan. HPSN menjadi pengingat tahunan akan pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab, sementara Ramadan mengajarkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan berbagi. Sinergi kedua momentum ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk aksi nyata yang berdampak positif. Data pendukung menunjukkan bahwa masalah sampah, khususnya sampah plastik, terus menjadi tantangan global. Menurut laporan dari berbagai lembaga lingkungan, sebagian besar sampah plastik yang berakhir di lautan berasal dari aktivitas darat. Oleh karena itu, program pengelolaan sampah di kawasan pesisir seperti Pantai Kolo menjadi sangat krusial. Dengan menanam 40 pohon, ini bukan sekadar menambah vegetasi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk ekosistem yang lebih sehat. Pohon Tabebuya dikenal karena keindahannya dan kemampuannya menyerap polusi, sementara Ketapang Kencana memiliki peran dalam menjaga garis pantai dan memberikan keteduhan. Dengan adanya sarana pengelolaan sampah yang lebih baik, Pemerintah Kota Bima dan PLN UPK Tambora berupaya meminimalisir potensi pencemaran mikroplastik yang dapat merusak ekosistem laut dan mengancam keanekaragaman hayati. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dan internasional terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Ke depannya, PLN UIW NTB berencana untuk terus mengidentifikasi area-area lain yang memerlukan intervensi lingkungan serupa. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, LSM lingkungan, dan sektor swasta lainnya, akan terus ditingkatkan untuk memperluas jangkauan dan dampak positif dari program-program CSR perusahaan. Komitmen PLN tidak hanya terbatas pada penyediaan energi yang andal, tetapi juga pada penciptaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Melalui inisiatif ini, PLN menegaskan posisinya sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi pada pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga pada pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan. Aksi di Pantai Kolo ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan. (rl) Post navigation Polda NTB Geledah Kantor Dikbudpora Bima, Sita Puluhan Dokumen Terkait Dugaan Pungli dan Pemerasan Tunjangan Guru Daerah Terpencil