SELONG – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN kembali menunjukkan komitmennya dalam program kepedulian sosial. Sebanyak 15 lansia dhuafa di Desa Jeruk Manis, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, menerima santunan sebagai bagian dari penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para pegawai PLN UIW NTB. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian YBM PLN terhadap kelompok masyarakat yang rentan dan membutuhkan perhatian khusus, khususnya para lansia yang seringkali menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Penyaluran bantuan di Desa Jeruk Manis ini merupakan kelanjutan dari serangkaian program serupa yang telah dilaksanakan di berbagai wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Selaparang. Sebelumnya, kegiatan serupa telah menjangkau masyarakat di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Selong, ULP Pringgabaya, ULP Kopang, hingga ULP Praya. Secara kumulatif, program santunan lansia dhuafa ini telah berhasil memberikan manfaat bagi puluhan penerima di wilayah Lombok Timur dan sekitarnya, mencerminkan upaya berkelanjutan PLN dalam menyentuh berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Semangat Kartini dalam Aksi Nyata Kepedulian Sosial

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa kegiatan penyaluran santunan ini dimaknai sebagai refleksi dari semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini. Lebih dari sekadar perjuangan emansipasi, semangat Kartini di mata PLN UIW NTB juga diartikan sebagai dorongan kuat untuk terus menghadirkan manfaat dan kepedulian bagi sesama, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi rentan.

"Semangat Kartini kami maknai sebagai dorongan untuk terus menghadirkan manfaat dan kepedulian bagi masyarakat. Melalui YBM PLN, kami memastikan bahwa amanah zakat pegawai dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para lansia dhuafa," ujar Sri Heny Purwanti. Beliau menambahkan bahwa program ini bukan hanya sekadar pemberian bantuan materiil, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan atas kontribusi para lansia dalam kehidupan bermasyarakat, serta upaya untuk meringankan beban hidup mereka di usia senja.

YBM PLN sendiri merupakan lembaga amil zakat yang dibentuk oleh PLN untuk mengelola dan menyalurkan dana ZIS yang disumbangkan oleh seluruh insan PLN di seluruh Indonesia. Dengan fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial, YBM PLN berupaya untuk mewujudkan visi PLN sebagai perusahaan yang tidak hanya unggul dalam penyediaan energi listrik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Respons Positif dari Pemerintah Desa dan Masyarakat

Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dan kontribusi PLN UIW NTB melalui program santunan lansia dhuafa ini. Beliau menilai bahwa bantuan yang disalurkan sangat relevan dan tepat sasaran, mengingat banyak warganya, terutama para lansia, yang hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan dan sangat membutuhkan uluran tangan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai PLN yang telah menyalurkan zakatnya melalui YBM PLN. Ini menjadi bukti nyata kepedulian PLN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa," ungkap Nasipudin. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan berbagai pihak, termasuk badan usaha seperti PLN, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Nasipudin menambahkan bahwa di Desa Jeruk Manis, terdapat sejumlah lansia yang tidak memiliki keluarga dekat atau memiliki anggota keluarga yang juga dalam kondisi kurang mampu, sehingga mereka sangat bergantung pada bantuan dari luar. Program seperti ini, menurutnya, tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan dukungan moral dan rasa kebersamaan bagi para lansia, membuat mereka merasa diperhatikan dan tidak terabaikan.

Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Zakat

Ketua YBM PLN UIW NTB secara terpisah menegaskan komitmen lembaganya terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan dan penyaluran dana ZIS. Seluruh dana yang berhasil dihimpun dari para pegawai PLN UIW NTB telah melalui mekanisme pengelolaan yang cermat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang disalurkan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak dan memberikan manfaat yang optimal.

"Kami sangat menjaga amanah yang diberikan oleh para muzakki (pemberi zakat) dari PLN UIW NTB. Proses identifikasi calon penerima manfaat dilakukan dengan teliti, melibatkan tim lapangan yang bekerja sama dengan perangkat desa setempat untuk memastikan data yang akurat dan valid. Kami juga secara berkala melaporkan realisasi program kepada para muzakki dan publik, sehingga transparansi ini terjaga," jelas Ketua YBM PLN UIW NTB.

Pihaknya juga terus berinovasi dalam program-program YBM PLN untuk memastikan keberlanjutan dan dampak yang lebih luas. Selain santunan langsung, YBM PLN juga memiliki program-program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, serta program kesehatan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat.

Implikasi dan Peran Strategis PLN dalam Pembangunan Sosial

Program santunan lansia dhuafa yang digagas oleh PLN UIW NTB melalui YBM PLN ini memiliki implikasi yang lebih luas dari sekadar pemberian bantuan finansial. Kegiatan ini mencerminkan peran strategis PLN sebagai entitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial yang aktif berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks Hari Kartini, program ini secara cerdas mengaitkan semangat perjuangan emansipasi dengan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian kepada sesama. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berupaya menanamkan nilai-nilai luhur tersebut di kalangan karyawannya, yang kemudian diterjemahkan dalam aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

Semangat Kartini, PLN Hadirkan Kepedulian bagi 15 Lansia Dhuafa di Lombok Timur

Lebih lanjut, keberhasilan program ini juga menggarisbawahi pentingnya dana ZIS sebagai salah satu instrumen yang efektif dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial. Dengan pengelolaan yang profesional dan penyaluran yang tepat sasaran, dana ZIS dapat menjadi katalisator perubahan positif, membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

PLN UIW NTB melalui YBM PLN berharap dapat terus memperluas jangkauan manfaat sosialnya di masa mendatang. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat citra positif perusahaan di mata masyarakat, tetapi juga secara berkelanjutan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan program-program sosial yang lebih komprehensif, sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam solusi energi dan mendukung kemajuan masyarakat Indonesia.

Latar Belakang Program dan Kebutuhan Lansia Dhuafa

Program santunan lansia dhuafa ini berakar pada kesadaran PLN UIW NTB akan tingginya angka kemiskinan di beberapa wilayah, termasuk di Lombok Timur, serta kondisi spesifik yang dihadapi oleh lansia yang tidak memiliki jaminan ekonomi yang memadai. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di berbagai tahun menunjukkan bahwa angka kemiskinan di NTB masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Kelompok lansia, terutama yang berstatus dhuafa (miskin dan tidak mampu), seringkali menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak oleh kemiskinan.

Lansia dhuafa kerap kali dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan fisik yang menyulitkan mereka untuk bekerja, tidak memiliki sumber pendapatan tetap, biaya kesehatan yang meningkat seiring usia, serta minimnya dukungan dari keluarga. Dalam kondisi seperti ini, bantuan sosial yang diberikan oleh berbagai pihak, termasuk YBM PLN, menjadi sangat krusial untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, dan perawatan kesehatan.

Desa Jeruk Manis, seperti banyak desa lain di Lombok Timur, memiliki karakteristik demografis di mana sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Fluktuasi hasil panen, perubahan iklim, serta akses terbatas terhadap pasar, dapat memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga. Bagi lansia, kondisi ini semakin diperparah jika mereka tidak memiliki aset produktif atau tanggungan keluarga yang memadai.

Kronologi Penyaluran Zakat dan Dampak yang Dirasakan

Proses penyaluran zakat oleh YBM PLN UIW NTB umumnya mengikuti alur yang terstruktur. Pertama, dilakukan penghimpunan dana ZIS dari seluruh pegawai PLN UIW NTB secara sukarela melalui sistem potong gaji atau transfer langsung. Dana yang terkumpul kemudian dikelola oleh YBM PLN yang memiliki tim khusus untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program sosial.

Tahap identifikasi penerima manfaat biasanya melibatkan koordinasi dengan unit-unit PLN di daerah, seperti ULP, yang memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi masyarakat di wilayah kerjanya. Selain itu, YBM PLN juga seringkali bekerja sama dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat untuk memverifikasi data calon penerima manfaat, memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Di Desa Jeruk Manis, proses identifikasi lansia dhuafa kemungkinan telah dilakukan beberapa waktu sebelum tanggal 21 April 2026. Tim YBM PLN UIW NTB, bersama dengan perwakilan PLN UP3 Selaparang dan ULP Selong, kemudian melakukan kunjungan langsung ke desa tersebut pada atau menjelang Hari Kartini. Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan kepada 15 lansia penerima manfaat, disaksikan oleh perwakilan pemerintah desa dan masyarakat.

Dampak langsung yang dirasakan oleh para penerima manfaat adalah kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bantuan yang diterima dapat digunakan untuk membeli beras, lauk-pauk, obat-obatan, atau kebutuhan primer lainnya yang mungkin sulit mereka penuhi dengan keterbatasan pendapatan yang ada. Lebih dari itu, perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan oleh PLN melalui program ini memberikan kehangatan emosional dan rasa dihargai bagi para lansia, yang seringkali merasa terasing atau terlupakan.

Data Pendukung Potensi Dampak Sosial dan Ekonomi

Meskipun data spesifik mengenai dampak ekonomi langsung dari santunan ini tidak tersedia dalam artikel sumber, secara umum, penyaluran bantuan sosial kepada kelompok rentan memiliki beberapa potensi dampak:

  • Peningkatan Konsumsi Rumah Tangga: Bantuan tunai atau barang pokok dapat langsung meningkatkan daya beli lansia, yang berujung pada peningkatan konsumsi barang-barang kebutuhan dasar. Hal ini, meskipun dalam skala kecil, dapat memberikan dorongan pada perekonomian lokal melalui peningkatan permintaan.
  • Pengurangan Beban Pengeluaran: Dengan adanya bantuan, lansia dhuafa dapat mengurangi alokasi pengeluaran mereka untuk kebutuhan pokok, sehingga mereka memiliki sedikit ruang untuk kebutuhan lain, seperti kesehatan atau perawatan diri.
  • Peningkatan Kesejahteraan Psikologis: Merasa diperhatikan dan didukung dapat meningkatkan kualitas hidup lansia secara psikologis. Ini dapat mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan rasa bahagia serta kepuasan hidup.
  • Stimulus bagi Karyawan PLN: Program ZIS ini juga memberikan dampak positif bagi para pegawai PLN yang menyumbang. Merasa turut berkontribusi dalam aksi sosial dapat meningkatkan moral, rasa kepemilikan terhadap perusahaan, dan kebanggaan. Hal ini sejalan dengan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak hanya berdampak eksternal tetapi juga internal.

Analisis Dampak Jangka Panjang dan Peran CSR Perusahaan

Program seperti yang dijalankan oleh PLN UIW NTB melalui YBM PLN ini dapat dipandang sebagai elemen penting dari strategi Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi. CSR tidak lagi hanya sekadar kewajiban hukum, tetapi telah berkembang menjadi sebuah pendekatan strategis yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Dalam kasus ini, PLN UIW NTB secara efektif mengaitkan kegiatan CSR-nya dengan momen peringatan hari besar nasional (Hari Kartini) dan dengan memanfaatkan instrumen keagamaan (Zakat) untuk mencapai tujuan sosial. Pendekatan ini menunjukkan beberapa hal:

  1. Relevansi dan Koneksi Budaya: Mengaitkan program dengan Hari Kartini memberikan narasi yang kuat dan mudah diterima oleh masyarakat luas, menghubungkan nilai-nilai perjuangan pahlawan nasional dengan aksi nyata kepedulian sosial kontemporer.
  2. Efektivitas Pengelolaan Dana: Penggunaan YBM sebagai lembaga pengelola dana ZIS memastikan bahwa dana tersebut dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan standar pengelolaan amil zakat.
  3. Dampak Berkelanjutan: Meskipun santunan lansia bersifat langsung, keberlanjutan program ZIS dari YBM PLN secara keseluruhan dapat dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang melalui program-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Ini berarti PLN tidak hanya memberikan "ikan", tetapi juga berupaya mengajarkan cara "memancing".
  4. Pembangunan Reputasi Perusahaan: Program-program CSR yang konsisten dan berdampak positif dapat membangun reputasi perusahaan sebagai entitas yang bertanggung jawab secara sosial dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat. Ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, menarik investor, serta mempermudah hubungan dengan pemangku kepentingan lainnya.

Secara keseluruhan, inisiatif PLN UIW NTB ini merupakan contoh baik bagaimana sebuah perusahaan dapat mengintegrasikan tanggung jawab sosialnya dengan operasional bisnis dan nilai-nilai yang dianut, menciptakan dampak positif yang luas dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

(rl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *