PRAYA – Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB), bekerja sama dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Selaparang dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kopang, telah menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan penyaluran bantuan yang berlangsung di Kantor Camat Batukliang Utara ini merupakan manifestasi komitmen PLN dalam memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan kepada masyarakat, yang diwujudkan melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara profesional. Penyaluran santunan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN terhadap sesama, khususnya bagi anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan ekstra untuk menunjang kelangsungan hidup dan akses pendidikan mereka. Program ini selaras dengan semangat berbagi yang diusung oleh YBM PLN untuk memperkuat peran sosial perusahaan di tengah-tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan secara langsung kepada para penerima manfaat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta memberikan dorongan moral dan motivasi bagi anak-anak yatim untuk terus bersemangat dalam menempuh pendidikan dan mengejar cita-cita mereka di masa depan. Kehadiran YBM PLN bersama jajaran UP3 Selaparang dan ULP Kopang dalam kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh hubungan baik antara PLN dengan masyarakat di wilayah cakupan layanan mereka. Latar Belakang dan Mekanisme Pengelolaan ZISWAF YBM PLN Sebagai lembaga resmi yang beroperasi di lingkungan internal PLN, YBM PLN memiliki mandat untuk mengelola potensi ZISWAF secara optimal. Pengelolaan ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan syariah Islam. Dana yang berhasil dihimpun dari para muzakki (pemberi zakat) yang merupakan karyawan dan jajaran di lingkungan PLN, kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program yang terstruktur dan terencana. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang krusial, mulai dari bantuan sosial, dukungan pendidikan, pengembangan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas kesehatan, hingga aksi kemanusiaan. Tujuannya adalah untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas dan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Kronologi Penyaluran Santunan Kegiatan penyaluran santunan kepada 10 anak yatim di Kecamatan Batukliang Utara ini merupakan puncak dari serangkaian upaya yang telah dilakukan oleh YBM PLN UIW NTB bersama unit-unit PLN di tingkat daerah. Proses identifikasi dan verifikasi calon penerima manfaat dilakukan dengan cermat untuk memastikan bantuan sampai kepada pihak yang paling membutuhkan. Tahap Persiapan: Identifikasi Kebutuhan: YBM PLN UIW NTB, berkoordinasi dengan UP3 Selaparang dan ULP Kopang, melakukan identifikasi kebutuhan anak yatim di wilayah Kecamatan Batukliang Utara. Pendataan Penerima Manfaat: Dilakukan pendataan rinci terhadap anak-anak yatim yang memenuhi kriteria sebagai penerima santunan. Proses ini melibatkan kerjasama dengan pihak pemerintah daerah setempat, seperti kantor desa atau kecamatan, serta tokoh masyarakat untuk memastikan akurasi data. Penggalangan Dana: Dana yang dialokasikan untuk santunan ini berasal dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari seluruh insan PLN di lingkungan UIW NTB, dikelola secara profesional oleh YBM PLN. Perencanaan Teknis: Rencana pelaksanaan penyaluran disusun, termasuk penentuan lokasi, waktu, dan mekanisme penyerahan santunan. Tahap Pelaksanaan: Acara Penyaluran: Kegiatan utama dilaksanakan di Kantor Camat Batukliang Utara. Acara ini dihadiri oleh perwakilan YBM PLN UIW NTB, jajaran manajemen UP3 Selaparang dan ULP Kopang, Camat Batukliang Utara, serta perwakilan tokoh masyarakat setempat. Penyerahan Santunan: Santunan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim penerima manfaat. Dalam kesempatan ini, diberikan pula bingkisan dan motivasi. Silaturahmi dan Dialog: Selain penyerahan santunan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pihak PLN dengan masyarakat, serta dialog untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari masyarakat. Tahap Tindak Lanjut: Evaluasi Program: YBM PLN UIW NTB akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini untuk mengukur efektivitas dan dampak yang ditimbulkan. Perencanaan Program Mendatang: Berdasarkan hasil evaluasi, YBM PLN akan terus merancang dan melaksanakan program-program serupa di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas. Pernyataan Resmi dari Manajemen PLN General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan penyaluran santunan ini merupakan bagian integral dari upaya PLN untuk tidak hanya menyediakan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Keberadaan YBM PLN, menurutnya, menjadi sarana penting untuk menyalurkan amanah dan kepedulian dari seluruh insan PLN kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan. "PLN percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kebermanfaatan bagi masyarakat," ujar Sri Heny Purwanti. "Melalui YBM PLN, amanah zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang dihimpun dari insan PLN dapat disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap santunan ini dapat memberikan kebahagiaan, semangat, dan manfaat bagi anak-anak yatim di Batukliang Utara." Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi perusahaan yang mengintegrasikan tanggung jawab sosial dalam setiap lini operasionalnya. PLN tidak hanya berfokus pada aspek bisnis semata, tetapi juga memiliki kesadaran mendalam akan peranannya sebagai agen perubahan sosial yang positif. Pengelolaan ZISWAF melalui YBM menjadi salah satu instrumen strategis dalam merealisasikan visi tersebut. Data Pendukung dan Konteks Sosial Lombok Tengah, sebagai salah satu kabupaten di NTB, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sektor pendidikan dan kesejahteraan anak, khususnya bagi mereka yang kurang beruntung, menjadi prioritas pembangunan. Anak yatim piatu seringkali menghadapi tantangan ganda, yaitu kehilangan figur orang tua dan potensi kendala dalam akses terhadap pendidikan serta pemenuhan kebutuhan dasar. Program santunan seperti yang diselenggarakan oleh YBM PLN ini berperan krusial dalam mengisi kesenjangan tersebut. Menurut data dari Kementerian Agama RI, zakat yang dikelola secara profesional dan transparan memiliki potensi besar untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. YBM PLN, dengan jaringannya yang luas di seluruh Indonesia, memiliki kapasitas untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana ZISWAF dalam skala besar, menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan. Di NTB sendiri, sinergi antara YBM PLN dengan unit-unit PLN di daerah merupakan strategi efektif untuk memastikan program-program sosial dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Analisis Implikasi dan Dampak Jangka Panjang Penyaluran santunan kepada anak yatim ini memiliki implikasi yang signifikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak Jangka Pendek: Pemenuhan Kebutuhan Mendesak: Santunan yang diberikan dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok anak-anak yatim, seperti pangan, sandang, dan perlengkapan sekolah. Peningkatan Semangat Belajar: Dukungan materiil dan perhatian yang diberikan dapat memotivasi anak-anak untuk lebih giat belajar dan tidak merasa tertinggal dari teman-temannya. Penguatan Ikatan Sosial: Kehadiran perwakilan PLN di tengah masyarakat mempererat hubungan baik dan menunjukkan kepedulian nyata perusahaan. Dampak Jangka Panjang: Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Dengan dukungan pendidikan yang berkelanjutan, anak-anak yatim memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan mereka, meraih keterampilan, dan menjadi individu yang produktif di masa depan. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB. Penguatan Citra Positif Perusahaan: Program-program sosial yang konsisten dan berdampak positif akan membangun citra PLN sebagai perusahaan yang tidak hanya profesional dalam bisnisnya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan dukungan masyarakat. Model Pemberdayaan Masyarakat: Program YBM PLN dapat menjadi model bagi lembaga atau perusahaan lain untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial, menciptakan efek domino positif di masyarakat. Pengembangan Potensi ZISWAF: Pengelolaan dana ZISWAF yang profesional dan transparan oleh YBM PLN dapat mendorong lebih banyak karyawan PLN untuk berpartisipasi aktif dalam penyaluran zakat, sehingga potensi dana umat dapat dimaksimalkan untuk kebaikan. Komitmen Keberlanjutan dan Perluasan Jangkauan Ke depan, YBM PLN UIW NTB berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai unit PLN di wilayahnya, serta menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan di tingkat daerah. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan. Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN secara keseluruhan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat, sekaligus menghadirkan "energi kebaikan" yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial di Nusa Tenggara Barat. Upaya ini mencerminkan pandangan PLN bahwa pertumbuhan bisnis harus selaras dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan, menciptakan keseimbangan yang harmonis antara kemajuan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui konsistensi dalam program-program seperti ini, PLN tidak hanya menjalankan misinya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang berkontribusi pada kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. (rl) Post navigation Bulog NTB Percepat Penyaluran Beras Stabilisasi dan Bantuan Pangan untuk Jaga Ketersediaan dan Harga di Pasaran PLN UIW NTB Perkuat Komitmen Pemerataan Akses Energi Melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 2026