MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan studi lapangan mendalam ke Koperasi Produsen Agro Niaga Syariah (KAN) Jabung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis (18/6). Kunjungan strategis ini bertujuan untuk membedah dan mempelajari model pengembangan koperasi yang telah terbukti berhasil membangun ekosistem agribisnis yang terintegrasi secara vertikal dan horizontal, sekaligus secara berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya OJK NTB untuk mencari terobosan dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di NTB, sejalan dengan program pemerintah yang mendorong pembentukan koperasi berdaya saing.

KAN Jabung: Pilar Agribisnis Terintegrasi dan Kesejahteraan Anggota

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, dalam keterangannya usai kunjungan, menekankan bahwa KAN Jabung merupakan contoh nyata bagaimana sebuah koperasi dapat bertahan, berkembang pesat, dan memberikan dampak positif signifikan bagi kesejahteraan anggotanya melalui pengelolaan usaha yang cerdas dan terintegrasi. "Kami sengaja datang ke KAN Jabung untuk belajar. Bagaimana koperasi ini bisa bertahan, terus berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara konsisten. Kami ingin memastikan bahwa program-program penguatan koperasi yang saat ini sedang digalakkan pemerintah tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang," ujar Rudi Sulistyo.

Model pengembangan KAN Jabung, sebagaimana dipaparkan oleh jajaran pengurusnya, bertumpu pada tiga pilar utama yang saling menguatkan: pertama, kepastian pasar yang stabil bagi seluruh produk yang dihasilkan oleh anggota; kedua, ketersediaan akses pembiayaan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan petani serta peternak; dan ketiga, penguatan kapasitas produksi dan manajemen para anggota. Ketiga elemen krusial ini diyakini menjadi fondasi yang kokoh dalam menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan usaha koperasi.

Relevansi Model KAN Jabung dengan Potensi Ekonomi NTB

Rudi Sulistyo melihat adanya kesamaan potensi ekonomi yang signifikan antara Kabupaten Malang dan Provinsi NTB, terutama dalam sektor pertanian dan peternakan. Ia menyoroti bahwa komoditas unggulan NTB, seperti sapi Bali dan jagung, memiliki peluang pasar yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui pembentukan koperasi produsen yang profesional dan terintegrasi. "Kami melihat banyak kesamaan potensi antara Malang dan NTB. Jika di sini ada sapi perah, tebu, dan jagung yang menjadi komoditas unggulan, maka di NTB kita memiliki sapi Bali dan jagung yang produksinya bahkan sudah mampu memenuhi kebutuhan daerah lain. Potensi luar biasa ini bisa kita perkuat dengan membangun koperasi yang sehat, profesional, dan memiliki daya saing," jelas Rudi.

Lebih lanjut, Rudi menambahkan bahwa model bisnis KAN Jabung sangat relevan untuk diadopsi di NTB, mengingat kesamaan karakteristik geografis dan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Ia berpendapat bahwa koperasi yang kuat dan terorganisir dengan baik dapat menciptakan ekosistem usaha yang jauh lebih efisien bagi para petani dan peternak. Dalam skema ini, anggota koperasi dapat sepenuhnya memfokuskan diri pada aktivitas inti produksi, sementara koperasi mengambil alih peran krusial dalam penyediaan sarana produksi, pengelolaan pembiayaan, hingga pemasaran hasil usaha. "Koperasi harus benar-benar menjadi instrumen yang efektif untuk peningkatan kesejahteraan anggota. Ketika koperasi berkembang, maka petani dan peternak yang menjadi anggotanya juga akan ikut berkembang, karena mereka memiliki kepastian pasar yang jelas dan dukungan pembiayaan yang memadai," tegasnya.

Strategi OJK NTB dalam Memperkuat Koperasi Daerah

Menindaklanjuti hasil studi lapangan ini, OJK NTB berencana untuk secara proaktif mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Pihak-pihak yang akan dilibatkan meliputi lembaga jasa keuangan, perbankan daerah, pemerintah daerah, serta pelaku usaha lainnya. Salah satu langkah konkret yang akan ditempuh adalah memfasilitasi skema business matching yang lebih intensif. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan akses pembiayaan bagi koperasi-koperasi yang memiliki prospek usaha menjanjikan namun terkendala dalam mendapatkan dukungan finansial.

Rudi Sulistyo juga menyatakan harapannya bahwa model bisnis KAN Jabung dapat menjadi referensi berharga dalam pengembangan koperasi produsen berbasis agribisnis di NTB. Upaya ini diharapkan tidak hanya mampu mengonsolidasikan potensi ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat desa, tetapi juga memperkuat rantai pasok komoditas unggulan daerah secara keseluruhan. Pada akhirnya, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di NTB.

OJK NTB Pelajari Keberhasilan KAN Jabung, Dorong Penguatan Koperasi Agribisnis

Sejarah dan Perkembangan KAN Jabung: Dari KUD Menjadi Koperasi Modern

Presiden Direktur KAN Jabung, Eva Marliyanti, dalam sesi pemaparan, memberikan gambaran historis mengenai perjalanan panjang koperasi yang dipimpinnya. KAN Jabung didirikan pada tahun 1979 dengan nama awal Koperasi Unit Desa (KUD) Jabung. Seiring waktu, koperasi ini mengalami transformasi signifikan dan berkembang menjadi KAN Jabung seperti saat ini, dengan berbagai unit usaha yang terintegrasi dan saling mendukung. "Rantai nilai pertanian kami sudah terbangun cukup baik dan teruji. Mulai dari penyediaan input produksi melalui unit usaha Jab Farm, kegiatan budidaya, proses pascapanen, hingga pengolahan produk susu dan tebu, semuanya terintegrasi hingga pemasaran produk yang siap masuk ke pasar," jelas Eva Marliyanti.

Penguatan permodalan koperasi menjadi salah satu kunci keberhasilan KAN Jabung. Eva menjelaskan bahwa koperasi ini secara aktif menghimpun dana dari masyarakat luas yang kemudian diberikan status sebagai anggota luar biasa. Dana yang terkumpul ini selanjutnya disalurkan kembali kepada para anggota untuk mendukung kebutuhan modal usaha mereka, baik dalam skala kecil maupun besar. Pendekatan ini menciptakan siklus pendanaan yang sehat dan berkelanjutan.

Data Anggota dan Skala Usaha KAN Jabung

Hingga data terakhir yang tercatat pada tahun 2025, KAN Jabung memiliki jumlah anggota dan mitra yang sangat signifikan, mencapai total 55.927 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.041 orang adalah peternak sapi perah yang menjadi tulang punggung salah satu unit usaha utama koperasi. Sisanya, terdiri dari anggota dan mitra yang aktif bergerak di berbagai sektor usaha lain yang dikelola oleh koperasi.

Di sektor pertanian, KAN Jabung memiliki 91 anggota dan 157 mitra yang mengelola lahan pertanian seluas total 1.247 hektare, ditambah dengan lahan mitra seluas 284 hektare. Sementara itu, pada sektor peternakan sapi perah, populasi ternak yang dikelola oleh koperasi mencapai sekitar 7.900 ekor. Angka ini menunjukkan skala operasi yang besar dan terorganisir dengan baik.

Namun, Eva Marliyanti juga mengakui adanya tantangan. Jumlah populasi sapi perah saat ini masih sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kondisi sebelum merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa waktu lalu. Sebelum wabah tersebut, populasi sapi perah yang dikelola koperasi tercatat mencapai sekitar 11.500 ekor. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi koperasi dalam mengelola risiko dan membangun ketahanan terhadap ancaman penyakit ternak.

Implikasi dan Harapan ke Depan

Studi lapangan OJK NTB ke KAN Jabung ini tidak hanya sekadar kunjungan observasi, melainkan merupakan langkah strategis untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi. Keberhasilan KAN Jabung dalam membangun ekosistem agribisnis yang kuat dan berkelanjutan menawarkan sebuah blueprint yang sangat berharga bagi pengembangan koperasi di NTB.

Dengan mengadopsi prinsip-prinsip pengelolaan yang profesional, diversifikasi usaha, integrasi rantai pasok, serta fokus pada peningkatan kesejahteraan anggota, koperasi-koperasi di NTB berpotensi untuk bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang lebih kuat dan berdaya saing. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani dan peternak, stabilitas pasokan komoditas pangan, serta percepatan pembangunan ekonomi pedesaan secara keseluruhan.

OJK NTB berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi proses penguatan koperasi di daerahnya. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan NTB dapat melahirkan koperasi-koperasi unggul yang mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *