MATARAM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tanggal 1 Juli, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Serangkaian kegiatan sosial dan kemasyarakatan telah dilancarkan, dan puncaknya adalah penyelenggaraan Bazar Murah dan Pasar Rakyat yang diselenggarakan di Lapangan Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda NTB pada Selasa, 23 Juni 2026. Acara ini disambut antusias oleh masyarakat, yang melihatnya sebagai kesempatan emas untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mendapatkan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Bazar dan Pasar Rakyat ini menjadi salah satu agenda yang paling dinanti karena secara langsung menjawab kebutuhan masyarakat akan bahan pangan dan produk lokal berkualitas dengan harga yang bersaing. Puluhan stan yang didirikan oleh berbagai Satuan Kerja (Satker) dan Satuan Wilayah (Satwil) jajaran Polda NTB, serta binaan UMKM Polda NTB, terlihat ramai dipadati pengunjung sejak pagi hingga sore hari. Beragam produk ditawarkan, mulai dari kebutuhan pokok esensial seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga produk makanan olahan dan kerajinan tangan khas Nusa Tenggara Barat yang kaya akan nilai seni dan budaya. Keberagaman produk ini mencerminkan kekayaan lokal dan upaya Polda NTB dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara ke-80: Menjalin Kedekatan dengan Masyarakat Penyelenggaraan Bazar Murah dan Pasar Rakyat ini merupakan bagian integral dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang telah dipersiapkan Polda NTB sejak beberapa waktu lalu. Inisiatif ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah manifestasi nyata dari filosofi Polri yang senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dan kesejahteraan warga. Kapolda NTB, Inspektur Jenderal Polisi Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., beserta seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, Ketua Bhayangkari Daerah NTB beserta jajaran pengurus, serta Ketua Bhayangkari Cabang se-NTB turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran para pimpinan Polri dan Bhayangkari ini memberikan semangat tersendiri bagi para panitia dan pengunjung, sekaligus menegaskan dukungan institusi terhadap kegiatan positif yang berorientasi pada masyarakat. Manfaat Ganda: Kesejahteraan Masyarakat dan Pemberdayaan UMKM Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa bazar dan pasar rakyat ini dirancang dengan dua tujuan utama yang saling berkaitan. Pertama, untuk memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini merupakan respons Polda NTB terhadap dinamika harga kebutuhan pokok yang terkadang fluktuatif, terutama menjelang momen-momen besar. Dengan adanya bazar murah ini, masyarakat dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga di pasar tradisional. Kedua, kegiatan ini menjadi platform strategis bagi para pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk mereka kepada khalayak yang lebih luas. Bagi banyak UMKM, terutama yang baru merintis, akses pasar seringkali menjadi kendala utama. Bazar yang diselenggarakan oleh Polda NTB ini membuka peluang baru bagi mereka untuk menjangkau konsumen yang lebih banyak, mendapatkan umpan balik langsung, serta membangun jaringan bisnis yang lebih kuat. “Bazar dan Pasar Rakyat ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Polda NTB dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid. “Tujuannya adalah membantu masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat luas.” Beliau menambahkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang positif. “Tahun ini usia Polri telah mencapai 80 tahun. Keberadaan Polri harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya melalui terciptanya harkamtibmas yang kondusif dan penegakan hukum yang berkeadilan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti yang kita laksanakan hari ini,” tegasnya. Konteks Latar Belakang dan Data Pendukung Penyelenggaraan bazar murah dan pasar rakyat dalam rangka HUT Polri bukan kali pertama dilakukan oleh Polda NTB maupun kepolisian di daerah lain. Tradisi ini telah berkembang menjadi salah satu bentuk kontribusi Polri kepada masyarakat, sejalan dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Secara umum, kegiatan serupa seringkali dipadukan dengan program lain seperti pasar pangan murah, penjualan sembako bersubsidi, atau bahkan pelayanan publik terpadu seperti pembuatan SIM, SKCK, atau layanan kesehatan gratis. Hal ini menunjukkan upaya sinergis Polri untuk memberikan pelayanan komprehensif kepada masyarakat. Dalam konteks NTB, yang sebagian besar wilayahnya masih bergantung pada sektor pertanian dan perikanan, keberadaan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian kerakyatan. Menurut data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB (perkiraan data 2025), terdapat lebih dari 200.000 unit UMKM yang aktif di NTB, yang menyerap jutaan tenaga kerja. Dukungan dalam bentuk fasilitasi pemasaran seperti bazar ini sangat krusial bagi kelangsungan dan pertumbuhan sektor ini. Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan di bazar ini diklaim lebih rendah rata-rata 10-20% dibandingkan harga pasar umum. Misalnya, beras premium yang biasanya dijual Rp13.000 per kilogram di pasar, di bazar ini bisa didapatkan dengan harga Rp11.000 hingga Rp12.000. Gula pasir dari Rp16.000 menjadi Rp14.000, dan minyak goreng curah dari Rp15.000 menjadi Rp13.000. Perbedaan harga ini, meskipun terlihat kecil per satuan barang, akan terasa signifikan bagi rumah tangga yang berbelanja dalam jumlah lebih besar. Kronologi Kegiatan Juni 2026 (Awal): Polda NTB mulai merancang dan menggodok serangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80, termasuk berbagai program sosial dan kemasyarakatan. Pertengahan Juni 2026: Koordinasi intensif dilakukan antara Polda NTB, jajaran Satwil, dan para pelaku UMKM binaan untuk memastikan kesiapan partisipasi dalam bazar. Persiapan logistik dan perizinan mulai dilakukan. 23 Juni 2026 (Selasa): Pagi: Pembukaan Bazar Murah dan Pasar Rakyat di Lapangan Sat Brimob Polda NTB. Pintu bazar dibuka untuk umum. Siang: Puncak keramaian pengunjung. Kapolda NTB beserta PJU dan jajaran Bhayangkari meninjau langsung jalannya bazar, berdialog dengan pengunjung dan pedagang. Sore: Bazar mulai ditutup setelah seluruh stok barang dagangan habis atau sesuai jadwal yang ditentukan. Selanjutnya: Hasil evaluasi dari kegiatan ini akan menjadi bahan masukan untuk penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang. Tanggapan dan Reaksi Pihak Terkait Selain pernyataan resmi dari Kabid Humas Polda NTB, antusiasme masyarakat terlihat jelas dari ramainya stan-stan bazar. Salah seorang pengunjung, Ibu Sari (45 tahun), warga Kecamatan Ampenan, Mataram, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, sangat terbantu sekali dengan adanya bazar ini. Harga-harga barang kebutuhan pokok jauh lebih murah. Saya bisa berhemat banyak untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya sambil membawa beberapa kantong belanjaan. Seorang pelaku UMKM yang menjual keripik singkong khas Lombok, Bapak Ridwan (30 tahun), juga merasakan dampak positifnya. “Ini kesempatan bagus bagi kami para pelaku UMKM. Dagangan saya lumayan laku hari ini. Bisa dikenal lebih banyak orang. Terima kasih Polda NTB yang sudah memberikan ruang seperti ini,” tuturnya dengan senyum lebar. Para pedagang yang tergabung dalam UMKM binaan Polda NTB juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Mereka mengaku bahwa partisipasi dalam bazar ini tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam berinteraksi langsung dengan konsumen dan memahami preferensi pasar. Implikasi dan Dampak yang Lebih Luas Penyelenggaraan Bazar Murah dan Pasar Rakyat ini memiliki implikasi dan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Secara langsung, kegiatan ini meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Hal ini berkontribusi pada stabilitas ekonomi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Penguatan UMKM Lokal: Pemberian ruang promosi dan penjualan yang luas bagi UMKM lokal membantu mereka untuk berkembang, meningkatkan pendapatan, dan memperluas jaringan bisnis. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Mempererat Hubungan Polri dan Masyarakat: Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk membangun dan mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran Polri yang tidak hanya sebagai penegak hukum tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Promosi Produk Unggulan Daerah: Bazar ini juga menjadi ajang promosi produk-produk unggulan NTB, baik dari segi kuliner maupun kerajinan tangan, yang berpotensi menarik minat wisatawan atau investor di masa depan. Peningkatan Kesadaran Sosial: Pelaksanaan kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan anggota Polri dan masyarakat tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, terutama dalam momen-momen penting seperti peringatan hari besar. Dengan demikian, Bazar Murah dan Pasar Rakyat yang diselenggarakan Polda NTB dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah inisiatif strategis yang memberikan manfaat ganda bagi masyarakat dan UMKM, sekaligus memperkuat sinergi positif antara Polri dan masyarakat NTB. (rl) Post navigation Holiday Resort Lombok Hadirkan Pengalaman Nonton Bareng World Cup 2026 yang Semarak di Gecko’s Steak & Sports Bar Penahanan Sertifikat Hak Milik Setelah Lunas Berpotensi Timbulkan Masalah Hukum Serius bagi Perbankan