PRAYA – Inspektur Jenderal Polisi Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., selaku Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB dan jajaran Pejabat Utama Polda NTB, telah melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah pada Jumat, 19 Juni 2026. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin pembinaan organisasi, melainkan sebuah momentum krusial yang dirancang untuk memperkuat integritas institusi kepolisian, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempererat jalinan hubungan harmonis antara Polri dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Inisiatif ini menegaskan komitmen Polda NTB dalam mewujudkan institusi Polri yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel di mata publik.

Memperkuat Integritas dan Pelayanan: Misi Utama Kunjungan Kapolda

Kunjungan kerja Kapolda ke Polres di wilayah hukumnya merupakan bagian integral dari fungsi pembinaan dan pengawasan pimpinan yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja memfokuskan kunjungannya pada beberapa pilar utama: memastikan kesiapan operasional, mengevaluasi kinerja personel, serta memperkokoh kepercayaan publik melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Lombok Tengah, sebagai salah satu kabupaten strategis di NTB dengan potensi pariwisata yang signifikan dan dinamika sosial yang kompleks, membutuhkan kehadiran Polri yang adaptif dan responsif. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas internal dan penguatan hubungan eksternal menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kronologi Kunjungan: Dari Inspeksi hingga Bakti Sosial dan Penghijauan

Kedatangan Kapolda NTB beserta rombongan di Markas Polres Lombok Tengah disambut hangat oleh Kapolres Lombok Tengah, seluruh Pejabat Utama Polres, serta Ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Lombok Tengah, bersama dengan para perwira lainnya. Penyambutan ini mencerminkan kesiapan dan kehormatan jajaran Polres terhadap kunjungan pimpinan tertinggi Polda NTB.

  • Penyambutan dan Inspeksi Fasilitas Kritis:
    Sebelum memulai rangkaian kegiatan formal, Kapolda langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas dan sarana pendukung operasional kepolisian. Fokus pemeriksaan meliputi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), gudang senjata api, gudang amunisi, gudang barang bukti, hingga ruang tahanan Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti). Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah vital untuk memastikan bahwa seluruh sistem pelayanan publik, pengamanan aset kepolisian yang berisiko tinggi, dan pengelolaan barang bukti serta tahanan, berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Kesiapan SPKT, misalnya, adalah cerminan wajah Polri dalam melayani masyarakat secara cepat dan efektif, sedangkan pemeriksaan gudang senjata dan amunisi menjamin keamanan dan akuntabilitas penggunaan alat negara. Peninjauan ruang tahanan juga menjadi indikator penting dalam memastikan hak-hak asasi manusia para tahanan terpenuhi sesuai ketentuan hukum. Kapolda menekankan pentingnya perawatan fasilitas secara berkala dan peningkatan kualitas pelayanan di setiap lini.

  • Jejak Kepedulian Sosial: Menjangkau Warakawuri dan Masyarakat:
    Tidak hanya berfokus pada aspek internal organisasi, kunjungan Kapolda NTB juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada para warakawuri (janda purnawirawan/anggota Polri yang gugur) serta masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian institusi Polri terhadap keluarga besar kepolisian yang telah berjasa, maupun masyarakat luas yang memerlukan perhatian dan dukungan. Kehadiran Kapolda bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTB dalam momen penyerahan bantuan ini disambut dengan antusiasme dan rasa syukur oleh para penerima. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan empati yang diberikan, yang secara langsung memperkuat ikatan emosional antara Polri dan komunitas. Bakti sosial semacam ini juga menjadi salah satu cara Polri mendekatkan diri dengan masyarakat, membangun citra positif, dan menunjukkan bahwa polisi adalah bagian integral dari masyarakat yang selalu siap membantu.

  • Sinergi Lintas Sektor: Silaturahmi dengan Forkopimda:
    Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan koordinasi yang efektif, Kapolda NTB juga melaksanakan silaturahmi dengan pemerintah daerah dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Tengah. Pertemuan ini menjadi platform penting untuk membangun sinergitas yang lebih kokoh antara Polri, pemerintah daerah, dan unsur TNI dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung program pembangunan daerah, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Isu-isu strategis terkait keamanan, potensi konflik, penanganan bencana, serta program-program pembangunan yang memerlukan dukungan Kamtibmas, menjadi topik diskusi utama. Kapolda menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan hanya dengan kerja sama yang solid antarinstansi, tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

  • Komitmen Lingkungan: Aksi Penanaman Pohon Pelindung:
    Menariknya, kunjungan kerja kali ini juga dirangkai dengan kegiatan penanaman pohon pelindung di lingkungan Markas Polres Lombok Tengah. Aksi penghijauan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk dukungan konkret Polri terhadap pelestarian lingkungan dan implementasi program pembangunan berkelanjutan. Penanaman pohon tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sejuk, dan sehat, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda nasional dan global terkait mitigasi perubahan iklim serta edukasi pentingnya menjaga ekosistem. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menginspirasi instansi lain dan masyarakat luas untuk turut serta dalam gerakan penghijauan.

Arah Kebijakan dan Penguatan Internal Polri

Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan internal, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja memberikan arahan strategis kepada seluruh personel Polres Lombok Tengah. Arahan tersebut menitikberatkan pada pentingnya profesionalisme, integritas, disiplin, dan pelayanan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kunker ke Polres Lombok Tengah, Kapolda NTB Tekankan Sinergitas Dalam Mewujudkan Harkamtibmas
  • Penegasan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis:
    Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja secara tegas mengingatkan bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Polisi tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. "Polri harus hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Profesionalisme, integritas, dan pelayanan yang humanis harus terus ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi semakin kuat," tegas Kapolda. Beliau menambahkan bahwa tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, mulai dari kejahatan konvensional, transnasional, hingga kejahatan siber, menuntut seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas diri, menguasai teknologi, serta menjaga kepercayaan publik yang telah dibangun dengan susah payah selama ini. Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan personel selalu relevan dengan dinamika sosial dan ancaman keamanan yang berkembang.

  • Pakta Integritas: Benteng Melawan Narkoba dan Pelanggaran:
    Sebagai bentuk penguatan komitmen internal terhadap reformasi birokrasi dan peningkatan integritas, dalam kunjungan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh personel Polres Lombok Tengah. Pakta integritas ini memuat komitmen bersama yang kuat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, mencegah berbagai bentuk pelanggaran disiplin, serta menjaga kehormatan institusi melalui kepatuhan terhadap kode etik profesi Polri. Langkah ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan Polda NTB dalam mewujudkan institusi Polri yang bersih dari praktik-praktik koruptif, penyalahgunaan wewenang, dan perilaku tidak profesional. Penandatanganan pakta integritas secara kolektif mengirimkan pesan yang jelas kepada seluruh anggota mengenai konsekuensi serius jika melanggar komitmen tersebut, sekaligus menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh untuk melakukan pembersihan internal demi mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari masyarakat.

Peran Pembinaan dan Harapan Ke Depan

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa kunjungan kerja Kapolda merupakan bagian esensial dari fungsi pembinaan pimpinan. Kunjungan ini juga berfungsi sebagai sarana efektif untuk memperkuat komunikasi dua arah dengan satuan kewilayahan.

  • Penjelasan Kabid Humas: Fungsi Pembinaan dan Motivasi:
    Menurut Kombes Pol. Mohammad Kholid, berbagai agenda yang dilaksanakan selama kunjungan tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja Polres, tetapi yang tak kalah penting adalah memberikan motivasi dan semangat baru kepada personel agar semakin gigih dan berdedikasi dalam menjalankan tugas. "Berbagai kegiatan dalam kunjungan kerja ini meliputi bakti sosial yang menunjukkan empati Polri, penandatanganan pakta integritas terkait pencegahan narkoba dan kedisiplinan sebagai upaya reformasi internal, serta penyampaian arahan strategis untuk meningkatkan kinerja Polri secara keseluruhan," jelasnya. Beliau berharap, kehadiran Kapolda secara langsung dapat memberikan energi positif yang signifikan dan memicu semangat baru bagi seluruh personel Polres Lombok Tengah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi personel di tingkat bawah untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

  • Implikasi Jangka Panjang: Polres Lombok Tengah yang Responsif:
    Melalui kunjungan kerja yang komprehensif ini, Polda NTB menaruh harapan besar agar Polres Lombok Tengah semakin solid dalam internal, profesional dalam bertindak, dan responsif dalam menjawab kebutuhan serta dinamika masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lombok Tengah diharapkan dapat tetap terjaga dalam kondisi aman, damai, dan kondusif. Implikasi jangka panjang dari kunjungan ini adalah terbentuknya institusi kepolisian yang lebih adaptif, humanis, dan berintegritas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui jaminan keamanan dan ketertiban yang stabil.

Konteks Keamanan dan Tantangan di NTB/Lombok Tengah

Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Tengah, memiliki karakteristik unik yang menghadirkan tantangan tersendiri bagi aparat keamanan. Sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas dengan Mandalika sebagai ikonnya, keamanan menjadi prasyarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi. Ancaman keamanan tidak hanya berasal dari kejahatan konvensional seperti pencurian dan kekerasan, tetapi juga potensi gangguan dari tindak pidana terorisme, peredaran narkoba, hingga isu-isu agraria dan konflik sosial yang kerap muncul di tengah pembangunan pesat.

Polri di NTB secara kontinu menghadapi tugas berat dalam menjaga keseimbangan antara mendukung pengembangan pariwisata dan memastikan keamanan warganya. Program-program seperti "Polisi Pariwisata" dan patroli siber untuk mencegah kejahatan online menjadi relevan. Di sisi lain, isu narkoba juga menjadi perhatian serius, mengingat posisinya sebagai jalur transit atau pasar potensial. Oleh karena itu, penandatanganan pakta integritas anti-narkoba oleh personel Polri sendiri menjadi sangat vital, menunjukkan komitmen internal untuk memerangi musuh bersama ini tanpa kompromi.

Selain itu, program penghijauan juga relevan dengan isu keberlanjutan lingkungan yang semakin mendesak, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti kekeringan atau banjir. Keterlibatan Polri dalam isu-isu lingkungan menunjukkan bahwa peran mereka melampaui sekadar penegakan hukum, mencakup tanggung jawab sosial yang lebih luas.

Dengan demikian, kunjungan Kapolda NTB ke Polres Lombok Tengah bukan sekadar agenda formal, melainkan sebuah pernyataan kuat tentang visi dan misi Polri yang lebih holistik: menjadi institusi yang tidak hanya menjaga hukum dan ketertiban, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial, pelindung lingkungan, dan mitra strategis bagi pembangunan daerah. Harapannya, upaya-upaya ini akan terus berlanjut dan menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat di Lombok Tengah dan NTB secara umum.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *