Dinamika politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat meski perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) masih tersisa tiga tahun lagi. Berdasarkan analisis terbaru dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, sosok Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW Partai NasDem NTB, Mori Hanafi, disebut-sebut sebagai kandidat dengan modal politik paling mengilap untuk memimpin NTB pada periode 2029-2034. Penilaian ini didasarkan pada kombinasi rekam jejak, jejaring nasional, dan kemampuan manajerial yang dianggap relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, yang akrab disapa Didu, dalam keterangannya di Mataram pada Senin, 1 Juni 2026, menegaskan bahwa kepemimpinan NTB ke depan tidak lagi bisa sekadar mengandalkan popularitas permukaan atau sentimen kewilayahan semata. Menurutnya, NTB membutuhkan figur yang memiliki kapasitas untuk melakukan diplomasi kebijakan di tingkat pusat, kemampuan konsolidasi kekuatan politik, serta ketahanan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang berdampak langsung pada daerah.

Rekam Jejak Politik yang Matang

Perjalanan karier Mori Hanafi mencerminkan proses pendewasaan politik yang bertahap dan teruji. Sebelum melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI, Mori telah menempuh jalur panjang dalam birokrasi dan legislatif daerah. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTB, sebuah posisi strategis yang memberinya pemahaman mendalam mengenai tata kelola anggaran daerah serta mekanisme legislasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan konstituen.

Tidak hanya di ranah legislatif, Mori juga menunjukkan kemampuannya di ranah eksekutif partai dan organisasi olahraga. Sebagai Ketua DPW Partai NasDem NTB, ia bertanggung jawab dalam memenangkan suara partai dan mengoordinasikan kader-kader di tingkat kabupaten/kota. Sementara itu, perannya sebagai Ketua KONI NTB memberinya akses luas dalam membangun hubungan dengan berbagai elemen masyarakat melalui jalur prestasi olahraga. Kombinasi pengalaman ini membentuk profil Mori sebagai politisi yang memahami teknis pemerintahan sekaligus memiliki kepekaan terhadap isu sosial.

Ujian Besar: Tuan Rumah PON 2028

Salah satu variabel penting yang akan menentukan citra Mori Hanafi menjelang 2029 adalah perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. NTB, bersama dengan Nusa Tenggara Timur (NTT), telah ditetapkan sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Sebagai Ketua KONI NTB, posisi Mori Hanafi menjadi sangat krusial dalam sukses atau tidaknya penyelenggaraan acara tersebut.

PON 2028 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan panggung besar untuk menunjukkan kapasitas manajerial seorang pemimpin. Keberhasilan dalam mengoordinasikan logistik, mengelola pendanaan yang melibatkan kemitraan dengan sektor swasta, serta peningkatan prestasi atlet daerah akan menjadi bukti nyata bagi publik mengenai kemampuan manajerial Mori. Jika ia mampu mengawal PON 2028 dengan raihan prestasi atlet yang gemilang dan penyelenggaraan yang efisien, hal ini akan menjadi modal leverage politik yang sangat kuat, sekaligus membuktikan bahwa ia adalah administrator yang mampu bekerja di bawah tekanan skala nasional.

Transformasi Ekonomi dan Tantangan NTB 2029

Provinsi NTB di tahun 2029 diprediksi akan menghadapi tantangan baru yang menuntut pemimpin dengan pemikiran strategis. Isu utama yang akan mewarnai masa depan NTB meliputi hilirisasi industri pertambangan, optimalisasi sektor pariwisata pasca-pandemi, serta penguatan konektivitas antarwilayah.

Dalam pandangan Mi6, gubernur NTB selanjutnya harus mampu menjadi "negosiator ulung" di Jakarta. Artinya, pemimpin tersebut harus memiliki akses kuat ke kementerian dan lembaga pusat untuk memperjuangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) serta investasi strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Mori Hanafi, dengan posisinya sebagai anggota legislatif pusat, dinilai sudah memiliki modal jejaring tersebut. Kemampuannya dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program-program yang aplikatif bagi masyarakat NTB dianggap sebagai keunggulan kompetitif yang belum dimiliki oleh banyak kandidat lain.

Mi6: Mori Hanafi Figur Paling Lengkap untuk Masuk Bursa Pilgub NTB 2029

Mendobrak Sekat Kewilayahan dalam Demokrasi

Salah satu poin krusial yang diangkat oleh Mi6 adalah mengenai isu asal-usul kedaerahan yang seringkali masih menjadi hambatan bagi sebagian calon pemimpin. Bambang Mei Finarwanto menekankan bahwa dalam demokrasi modern, asal daerah (seperti latar belakang Mori yang berasal dari Bima) seharusnya tidak menjadi penghalang.

Menurut analisis Mi6, membatasi pemimpin hanya berdasarkan asal-usul geografis adalah kemunduran bagi demokrasi NTB. Fokus utama masyarakat seharusnya tertuju pada integritas, rekam jejak, dan kemampuan untuk merangkul seluruh elemen masyarakat di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Dengan memimpin DPW Partai NasDem, Mori dianggap telah berhasil menunjukkan kemampuannya dalam melakukan konsolidasi lintas kelompok dan menjaga soliditas organisasi di wilayah yang memiliki demografi sangat beragam.

Pentingnya Pilkada Langsung

Mi6 juga menyoroti wacana terkait mekanisme pemilihan kepala daerah. Dalam diskursus politik nasional, sempat muncul gagasan mengenai pemilihan gubernur melalui DPRD. Namun, Mi6 secara tegas menolak wacana tersebut dan mendukung penuh mekanisme Pilkada langsung oleh rakyat.

Menurut Didu, legitimasi seorang pemimpin hanya akan kuat jika ia dipilih secara langsung melalui suara rakyat. Pemilihan melalui mekanisme DPRD dinilai dapat mereduksi legitimasi politik dan menjauhkan pemimpin dari aspirasi nyata masyarakat. Oleh karena itu, Mi6 mendesak agar Pilgub NTB 2029 tetap menjaga marwah kedaulatan rakyat, di mana setiap anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkontestasi dan masyarakat memiliki kebebasan penuh untuk menentukan arah masa depan provinsinya.

Analisis Implikasi Politik

Secara objektif, posisi Mori Hanafi saat ini berada dalam posisi yang menguntungkan secara strategis. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana ia menjaga momentum politik ini tetap stabil hingga 2029. Politik adalah arena yang dinamis; perubahan koalisi partai, pergeseran isu nasional, hingga kemunculan figur-figur baru yang belum terpetakan dapat mempengaruhi peta elektoral.

Keuntungan Mori dibandingkan calon lainnya adalah ia memiliki "laboratorium kepemimpinan" yang lengkap. Sebagai Ketua Partai, ia mengelola manajemen konflik. Sebagai Ketua KONI, ia mengelola manajemen event skala nasional. Dan sebagai anggota DPR RI, ia mengelola kebijakan publik. Ketiga pilar ini jika dikelola dengan baik akan membentuk profil seorang negarawan yang siap mengemban amanah sebagai Gubernur.

Kesimpulan: Proyeksi Menuju 2029

Kesimpulan dari analisis Mi6 menunjukkan bahwa Mori Hanafi adalah salah satu figur yang paling memenuhi kriteria kepemimpinan untuk NTB masa depan. Kebutuhan akan pemimpin yang tidak hanya berwawasan lokal tetapi juga memiliki akses nasional, serta kemampuan untuk menyeimbangkan energi muda dengan kematangan pengalaman politik, menjadikan nama Mori Hanafi layak diperhitungkan secara serius dalam percakapan publik.

Ke depan, langkah-langkah Mori Hanafi dalam mengonsolidasikan dukungan politik dan keberhasilannya dalam mengawal berbagai agenda strategis daerah akan menjadi penentu apakah ia dapat mempertahankan posisi sebagai kandidat terdepan dalam bursa Pilgub NTB 2029. Bagi masyarakat NTB, transisi kepemimpinan mendatang akan menjadi momen krusial untuk menentukan apakah daerah ini akan mampu melompat lebih jauh dalam persaingan investasi dan pembangunan nasional, atau justru tertahan oleh pola-pola lama yang tidak lagi relevan dengan tantangan zaman.

Dalam kacamata Mi6, Mori Hanafi telah menunjukkan daya tahan politik yang konsisten, sebuah kualitas yang sangat diperlukan untuk menahkodai daerah dengan tantangan geografis dan sosial yang unik seperti NTB. Kini, publik tinggal menunggu bagaimana strategi politik yang akan dimainkan oleh sang politisi asal Bima tersebut dalam membangun koalisi dan meyakinkan pemilih di seluruh pelosok NTB.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *