BEIJING – Rombongan muhibah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Keagamaan Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Bali melakukan kunjungan mendalam ke jantung inovasi teknologi Tiongkok, Beijing E-Town (Beijing Economic-Technological Development Area) di Yizhuang, pada Kamis, 17 September 2026. Kunjungan ini menjadi jendela bagi delegasi untuk menyaksikan secara langsung agresivitas dan kemajuan pesat Tiongkok dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika, seiring ambisinya menjadi pusat inovasi AI terdepan di dunia pada tahun 2030.

Beijing E-Town, yang merupakan salah satu zona pengembangan ekonomi dan teknologi terkemuka di Tiongkok, memfokuskan riset dan pengembangan pada beberapa pilar utama: integrasi sirkuit, kendaraan otonom, kecerdasan buatan, dan bioteknologi. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem AI terpadu yang mendukung penelitian, pengembangan, dan komersialisasi teknologi mutakhir. Strategi ini merupakan bagian dari peta jalan Tiongkok yang ambisius untuk mendominasi lanskap teknologi global dalam dekade mendatang.

Kunjungan dimulai dengan peninjauan ke Kawasan Percontohan Kendaraan Tanpa Pengemudi (Beijing Innovation Demonstration Zone for Coordinated Development of Smart City and Intelligent Connected Vehicle). Di fasilitas ini, delegasi mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai proses verifikasi teknologi dan perumusan kebijakan yang krusial sebelum kendaraan tanpa pengemudi dapat dioperasikan secara legal di jalan umum.

Perjalanan Uji Coba Kendaraan Otonom Tiongkok: Jarak Tempuh Milyaran Kilometer dan Ekspansi Infrastruktur

Lembaga pengelola kawasan ini bertanggung jawab atas kajian mendalam serta penyiapan infrastruktur pendukung yang meliputi kendaraan, jalan, sistem komputasi awan (cloud), jaringan komunikasi, dan pemetaan kawasan. Petugas setempat, melalui penerjemah Chen Yucheng dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Bali, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, total jarak uji coba mengemudi tanpa pengemudi telah mencapai angka fantastis sebesar 6.314.855.000 kilometer. Angka ini dicapai melalui kolaborasi dengan 40 perusahaan mobil terkemuka dan melibatkan 1.553 unit mobil uji coba.

"Sekarang uji coba mengemudi (tanpa pengemudi) sudah dilakukan sampai 6.314.855.000 kilometer dengan melibatkan 40 perusahaan mobil dan 1.553 mobil," jelas petugas setempat.

Infrastruktur yang mendukung operasional kendaraan tanpa pengemudi ini terus diperluas. Saat ini, area yang dilengkapi dengan perangkat pendukung seperti radar dan kamera pengawas telah mencakup seluas 60 kilometer persegi. Rencana ekspansi untuk tahun berikutnya sangat ambisius, menargetkan peningkatan hingga 400 kilometer persegi, dengan proyeksi peningkatan berkelanjutan di masa mendatang. Keberhasilan dalam tahap uji coba ini telah membuka jalan bagi beberapa perusahaan ternama untuk memasuki tahap perizinan operasional komersialisasi. Di antaranya adalah Pony.ai, WeRide, Baidu-Apollo Go, Didi, Neolix, dan Jingdong, yang semuanya merupakan pemain kunci dalam ekosistem kendaraan otonom global.

Pengalaman Langsung: Menguji Mobil Tanpa Sopir di Jalanan Beijing

Momen paling menarik bagi rombongan muhibah adalah kesempatan untuk mencoba langsung pengalaman berkendara menggunakan mobil tanpa pengemudi di jalanan kawasan Beijing E-Town. Pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam bagi para anggota delegasi.

Kunjungi Beijing E-Town, Kendaraan Tanpa Sopir dan Robot Humanoid X Pukau Rombongan Muhibah

Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) NTB, H Lalu Daud Nurjadi, SH, MKn, mengungkapkan kekagumannya. "Saya pribadi sangat terkesan dengan pengalaman ini. Untuk pertama kalinya kita naik mobil tanpa pengemudi di dalam kawasan ini. Luar biasa," ujarnya, menekankan betapa revolusioner teknologi ini.

Senada dengan itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Prof Dr H Subhan A Achim, MA, melihat mobil tanpa pengemudi sebagai representasi kemajuan sains dan teknologi. "Ini mobil masa depan dari pengembangan ilmu pengetahuan. Mobil-mobil (tanpa pengemudi) ini bisa mengantar manusia kemanapun dia mau. Inilah kemajuan teknologi," tegasnya, menggarisbawahi potensi transformatif dari inovasi ini.

Menjelajahi Dunia Robotika: Beijing Humanoid Robot Innovation Center dan Visi X-Humanoid

Setelah mendalami sektor kendaraan otonom, rombongan melanjutkan kunjungan ke Beijing Humanoid Robot Innovation Center Co, Ltd., yang dikenal dengan merek dagangnya, X-Humanoid. Fasilitas ini merupakan pusat pengembangan robot humanoid yang mengintegrasikan teknologi embodied AI.

Keunikan X-Humanoid tidak hanya terletak pada produknya, tetapi juga pada cara presentasi. Berbeda dengan lembaga sebelumnya yang presentasinya disampaikan oleh staf, di sini, para robotlah yang mengambil alih panggung. Robot-robot ini memamerkan berbagai kemampuan, mulai dari atraksi tarian yang dinamis hingga simulasi gerakan tentara yang melakukan latihan merangkak di bawah rintangan. Lebih jauh, robot-robot tersebut mendemonstrasikan kemampuan mereka dalam melakukan tugas-tugas rumah tangga, menunjukkan potensi robotika dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Ketua PW NU NTB, Prof Dr M Saleh Ending, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihasilkan oleh generasi muda Tiongkok. "Hebat, ini hasil inovasi anak-anak muda. Lihat mereka masih muda-muda tapi cerdas, mampu membuat robot seperti itu dan ini terus berinovasi," komentarnya, menyoroti peran penting talenta muda dalam mendorong kemajuan teknologi.

Menurut informasi dari Robots Asia, perusahaan ini telah sukses memproduksi seri robot utama bernama Tiangong. Varian yang telah dikembangkan meliputi Tiangong 1.0/Standard, Tiangong Ultra, serta generasi Tiangong 2.0 dan 3.0. Robot-robot industri dan komersial ini dirancang untuk melakukan koordinasi dua tangan yang presisi (bimanual manipulation). Aplikasinya sangat luas, mulai dari perakitan di pabrik, otomatisasi logistik, inspeksi jaringan listrik, hingga peran sebagai pemandu di pameran.

CVTE: Inovasi Teknologi Tinggi untuk Beragam Sektor

Kunjungan terakhir rombongan di kawasan Beijing E-Town adalah ke kantor perusahaan CVTE, sebuah perusahaan teknologi tinggi terkemuka di Tiongkok. CVTE bergerak dalam perancangan, pengembangan, dan penjualan komponen elektronik pintar. Portofolio perusahaan ini sangat beragam, mencakup pengembangan alat-alat medis canggih, peralatan olahraga inovatif, hingga berbagai solusi robotik.

Kunjungi Beijing E-Town, Kendaraan Tanpa Sopir dan Robot Humanoid X Pukau Rombongan Muhibah

Keberagaman fokus CVTE mencerminkan ekosistem inovasi Tiongkok yang komprehensif, di mana berbagai sektor teknologi saling terintegrasi dan mendorong kemajuan secara holistik.

Konteks dan Implikasi: Ambisi Tiongkok dalam Lanskap AI Global

Kunjungan rombongan Ormas Keagamaan NTB ke Beijing E-Town memberikan gambaran nyata tentang komitmen Tiongkok dalam memajukan teknologi AI dan robotika. Strategi agresif Tiongkok, yang didukung oleh investasi besar dalam infrastruktur riset dan pengembangan, serta pembentukan zona inovasi khusus, menunjukkan keseriusan negara ini dalam mencapai tujuannya menjadi pemimpin global dalam AI pada tahun 2030.

Data yang dipaparkan mengenai uji coba kendaraan otonom, misalnya, menunjukkan skala dan kedalaman riset yang dilakukan. Jarak tempuh miliaran kilometer bukan sekadar angka, melainkan representasi dari ribuan jam pengujian di berbagai skenario, demi memastikan keamanan dan keandalan teknologi. Ekspansi infrastruktur pendukung yang masif juga mengindikasikan kesiapan Tiongkok untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kehidupan sehari-hari dan sektor industri.

Pengembangan robot humanoid oleh X-Humanoid, yang mengintegrasikan AI canggih, membuka potensi aplikasi yang luas, mulai dari manufaktur hingga pelayanan. Kemampuan robot untuk berinteraksi, belajar, dan melakukan tugas-tugas kompleks, seperti yang didemonstrasikan, menandakan lompatan signifikan dalam evolusi robotika.

Bagi Indonesia, dan khususnya NTB, kunjungan ini memberikan wawasan berharga mengenai arah perkembangan teknologi global. Paparan langsung terhadap kemajuan di Tiongkok dapat menjadi stimulus untuk memperkuat kolaborasi, studi banding, dan adopsi teknologi yang relevan di masa depan. Potensi integrasi AI dan robotika dalam berbagai sektor di Indonesia, mulai dari pertanian, kesehatan, hingga pendidikan, perlu terus dieksplorasi dan didukung melalui kebijakan yang pro-inovasi.

Langkah Tiongkok ini juga menjadi pengingat akan pentingnya investasi dalam sumber daya manusia dan infrastruktur riset dan pengembangan di dalam negeri. Mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang relevan dan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi inovasi adalah kunci untuk tetap kompetitif di era disrupsi teknologi. Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan muhibah, melainkan sebuah ekspedisi pembelajaran yang dapat membekali para pemimpin ormas keagamaan dengan perspektif baru mengenai masa depan teknologi dan potensinya dalam pembangunan bangsa.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *