MATARAM – Komitmen Astra Motor Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menanamkan budaya keselamatan berkendara di kalangan generasi muda kembali dipertegas melalui penyelenggaraan Safety Riding Academy Booth Camp yang berlangsung pada 27 September 2026 di kantor Astra Motor NTB. Acara ini secara khusus diikuti oleh siswa dan guru pendamping dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Mataram, menandai langkah strategis dalam memberikan edukasi komprehensif dan pengalaman langsung mengenai urgensi keselamatan, keterampilan, serta pembentukan perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab di jalan raya.

Program unggulan Astra Motor NTB ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi lebih jauh sebagai sarana pembekalan mendalam. Peserta dibekali pengetahuan esensial seputar keselamatan berkendara, yang kemudian diuji melalui serangkaian kompetisi yang mengukur berbagai aspek kemampuan. Penilaian yang diterapkan mencakup explain skill (kemampuan menjelaskan konsep keselamatan berkendara), braking (teknik pengereman), slalom course (manuver menghindar), dan static balance (keseimbangan statis). Lebih dari sekadar penguasaan teknik, kompetisi ini juga menuntut peserta untuk menunjukkan kapasitas mereka dalam mengkomunikasikan pesan keselamatan berkendara secara efektif dan persuasif kepada audiens.

Perjalanan Menuju Kompetisi Nasional: Tiga Perwakilan NTB Terpilih

Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian yang ketat dan objektif, tiga individu terbaik berhasil terpilih dari SMKN 3 Mataram untuk mewakili NTB dalam program yang lebih lanjutan. Ketiga perwakilan tersebut adalah Rezal M. Jasin, yang berperan sebagai Guru/Task Force, Putra Ade Irawan yang meraih predikat Juara 1/Agent, dan Lalu Faros Maulana yang menduduki posisi Juara 2/Agent. Mereka akan melanjutkan perjalanan mereka dalam Safety Riding Academy yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026 di Astra Motor Jawa Tengah, Semarang. Di sana, mereka akan mengikuti serangkaian pembekalan intensif dan pengembangan kompetensi keselamatan berkendara di tingkat yang lebih tinggi, yang melibatkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Terpilihnya ketiga perwakilan ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan program Astra Motor NTB dalam mengidentifikasi dan membina talenta muda yang memiliki potensi besar dalam bidang keselamatan berkendara. Mereka tidak hanya akan mendapatkan pengalaman berharga, tetapi juga akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat mereka tularkan kembali kepada komunitas sekolah dan masyarakat luas.

Dukungan Penuh dari Pihak Sekolah dan Harapan ke Depan

Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, menyambut baik kesempatan emas yang diberikan kepada sekolahnya dan para peserta terpilih untuk berpartisipasi dalam Safety Riding Academy di Semarang. Beliau menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap inisiatif Astra Motor NTB.

"Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kesempatan berharga ini," ujar Sulman Haris. "Kami berharap para peserta yang telah terpilih dapat memanfaatkan setiap momen dalam kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Kami berharap mereka dapat menyerap ilmu pengetahuan baru, memperkaya pengalaman, dan yang terpenting, menjadi agen perubahan serta teladan dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara di lingkungan sekolah kita. Kami ingin melihat mereka menjadi pionir yang menginspirasi teman-teman sebaya mereka untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan."

Lebih lanjut, Sulman Haris mengungkapkan harapannya agar kolaborasi yang telah terjalin erat antara SMKN 3 Mataram dan Astra Motor NTB dalam bidang edukasi keselamatan berkendara dapat terus diperkuat dan diperluas cakupannya. Ia percaya bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan sektor swasta seperti Astra Motor memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para pelajar dan masyarakat secara umum.

"Kami berharap kemitraan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terus berlanjut dan menghasilkan program-program inovatif lainnya yang dapat memberikan manfaat lebih luas, khususnya dalam membentuk generasi penerus yang sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas," tambahnya.

Tiga Perwakilan SMKN 3 Mataram Lolo ke Safety Riding Academy di Semarang

Safety Riding Academy: Lebih dari Sekadar Kompetisi

Marketing Sub Dept Head Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menegaskan bahwa Safety Riding Booth Camp ini memiliki tujuan yang jauh melampaui sekadar kompetisi pencarian bakat. Program ini merupakan bagian integral dari strategi Astra Motor NTB untuk secara proaktif membangun kesadaran dan menumbuhkan keterampilan keselamatan berkendara sejak usia dini, tepatnya di kalangan pelajar.

"Kami tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi dan meraih prestasi, meskipun itu penting," jelas Yehezkiel Felix. "Namun, yang menjadi prioritas utama kami adalah bagaimana setiap peserta dapat memperoleh pengalaman yang mendalam dan pemahaman yang utuh mengenai konsep safety riding. Pengetahuan dan pengalaman ini diharapkan dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berkendara sendiri maupun saat membagikannya kepada lingkungan sekolah dan masyarakat luas."

Yehezkiel Felix juga menyoroti peran krusial para guru yang terlibat dalam program ini. Keterlibatan guru dianggap sebagai elemen fundamental dalam memperkuat dan menginternalisasi edukasi keselamatan berkendara di lingkungan sekolah secara lebih efektif dan terstruktur.

"Kami percaya bahwa dengan melibatkan guru, pesan keselamatan berkendara akan memiliki daya jangkau yang lebih luas dan lebih mendalam di dalam ekosistem sekolah," katanya. "Guru memiliki posisi strategis untuk terus mengingatkan dan membimbing siswa dalam menerapkan prinsip-prinsip keselamatan."

Membangun Ekosistem Keselamatan Berkendara yang Berkelanjutan

Astra Motor NTB memiliki visi jangka panjang untuk membangun sebuah ekosistem keselamatan berkendara yang kuat dan berkelanjutan. Yehezkiel Felix menjelaskan bahwa inti dari upaya ini adalah memastikan bahwa baik siswa maupun guru memiliki pemahaman yang sama dan mendalam mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan.

"Kami ingin menciptakan sebuah budaya di mana setiap individu, baik siswa maupun guru, memiliki pemahaman yang sama dan mendalam mengenai pentingnya konsep #Cari_Aman," ungkap Yehezkiel Felix. "#Cari_Aman bukan sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi berkendara yang mengedepankan kewaspadaan, kehati-hatian, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Dengan pemahaman yang seragam ini, kami optimis bahwa pesan keselamatan berkendara akan terus berkembang, mengakar kuat, dan bertransformasi menjadi kebiasaan positif yang mendarah daging."

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui program ini, Astra Motor NTB berupaya untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan yang akan dibawa oleh para peserta ke mana pun mereka pergi. Harapannya, mereka akan menjadi duta keselamatan yang aktif, menyebarkan kesadaran dan praktik berkendara yang aman kepada keluarga, teman, dan komunitas mereka.

Dengan terpilihnya Rezal M. Jasin, Putra Ade Irawan, dan Lalu Faros Maulana, Astra Motor NTB tidak hanya bangga atas pencapaian mereka, tetapi juga menaruh harapan besar agar ketiganya dapat membawa nama baik SMKN 3 Mataram dan Provinsi NTB di kancah nasional. Lebih dari itu, Astra Motor NTB berharap pengalaman berharga yang akan mereka peroleh di Semarang dapat menjadi bekal penting untuk terus berkontribusi dalam menciptakan budaya keselamatan berkendara yang lebih baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas. Keberhasilan mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut peduli dan aktif dalam upaya mewujudkan keselamatan berkendara bagi semua.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *