SELONG – Kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Farida Farichah, ke Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani di Desa Rarang, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, pada Minggu (28/6) lalu, menjadi momentum penting dalam menggarisbawahi peran vital koperasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya yang berbasis prinsip syariah. Kunjungan ini tidak hanya menegaskan apresiasi pemerintah pusat terhadap keberhasilan koperasi lokal, tetapi juga menjadi ajang penegasan komitmen untuk terus mengembangkan sektor perkoperasian di Indonesia, sejalan dengan program-program pemerintah yang berfokus pada inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam agenda yang padat, Wakil Menteri Farida Farichah disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taofik, beserta jajaran pimpinan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Lombok Timur. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mendiskusikan berbagai program unggulan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang selaras dengan visi pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta bagaimana Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani menjadi salah satu pionir dalam implementasinya.

Program Unggulan Pemkab Lombok Timur: Lotim Berkembang dan Percepatan Akses Keuangan Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Juaini Taofik, dalam paparannya, menyoroti keberhasilan program unggulan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya dalam bidang percepatan akses keuangan daerah yang bahkan telah meraih predikat juara pertama di tingkat nasional. Salah satu program yang paling disorot adalah "Lotim Berkembang". Program ini dirancang secara inovatif dengan memberikan fasilitas kredit tanpa bunga kepada masyarakat. Tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan yang terpenting, memberantas praktik rentenir yang seringkali menjerat masyarakat dalam lingkaran utang yang tidak menguntungkan.

"Kami memiliki program unggulan bernama Lotim Berkembang, yaitu program pemberian kredit tanpa bunga yang bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberantas praktik rentenir. Nilai-nilai kawasan bebas riba ini terus kami kembangkan," ujar Juaini Taofik. Penekanan pada nilai-nilai bebas riba ini sangat relevan dan selaras dengan mayoritas penduduk Lombok Timur yang beragama Islam, menjadikan prinsip syariah sebagai landasan utama dalam setiap program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan.

Juaini menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah banyak belajar dan mengambil inspirasi dari Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani. Koperasi ini, yang pada awalnya berdiri sebagai Koperasi Serba Usaha (KSU) pada tahun 2022, telah mengalami transformasi signifikan menjadi koperasi konsumen yang mengedepankan prinsip syariah dan konsep kawasan bebas riba. Perubahan model bisnis ini dinilai sangat tepat dan sesuai dengan karakteristik sosial dan keagamaan masyarakat Lombok Timur, sehingga mampu menarik minat dan kepercayaan anggota.

"Program ini mendapat pengakuan di tingkat nasional dan dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya. Semua butuh proses, tidak ada yang instan. Kami berharap kehadiran Ibu Wakil Menteri dapat menjadi semangat bagi para anggota koperasi, yang sebagian besar adalah generasi pertama. Dari satu anggota, dapat berkembang menjadi tiga, lalu sembilan, dan seterusnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Koperasi Karya Terpadu Madani," tandas Juaini, seraya menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan dan regenerasi dalam kepengurusan koperasi.

Apresiasi Wakil Menteri untuk Perjuangan dan Inovasi Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Ketua Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani, Baiq Rusmiati. Perjuangan Rusmiati dalam membangun koperasi sejak tahun 1993 hingga saat ini dinilai sangat inspiratif, terutama bagi kaum perempuan, termasuk para ibu rumah tangga. Keterlibatan dan keberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi melalui koperasi menjadi salah satu fokus penting pemerintah.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas manfaat yang dirasakan masyarakat. Koperasi ini memiliki surat izin resmi dari kementerian dan benar-benar memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peminjaman modal, tetapi juga pemberdayaan masyarakat," ungkap Farida. Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi ini tidak lepas dari semangat gotong royong yang kuat di antara para anggota, serta komitmen terhadap penyelenggaraan program koperasi yang sehat dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang transparan dan bersih. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa para pengurus koperasi telah menjalankan amanah dengan baik, baik sebagai pemilik maupun pengelola.

Dalam era digitalisasi yang serba cepat, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi menjadi semakin penting, terutama di tengah maraknya tawaran pinjaman online ilegal yang seringkali berujung pada kerugian finansial. Wakil Menteri Farida Farichah melihat Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani sebagai contoh koperasi yang mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan yang sehat dan kepatuhan pada aturan.

"Di era serba digital ini, memilih koperasi berarti memilih kepatuhan pada aturan dan sistem yang sehat," tegasnya. Ia mengidentifikasi dua kunci utama kesuksesan sebuah koperasi untuk dapat berkembang pesat: pertama, pengurus yang amanah dan memiliki integritas tinggi; kedua, anggota yang memiliki kepercayaan penuh terhadap pengelolaan dana yang dijalankan oleh pengurus untuk kepentingan pemberdayaan bersama.

Dikunjungi Wamen, Koperasi Rarang Tekan Rentenir

"Koperasi Karya Terpadu Madani dipercaya telah memiliki dua kunci tersebut. Saat ini, modal atau aset koperasi tercatat lebih dari Rp16,5 miliar," imbuh Wakil Menteri Farida, seraya memberikan gambaran kuantitatif tentang skala keberhasilan koperasi tersebut.

Literasi Keuangan dan Koperasi Desa Merah Putih: Pilar Pemberdayaan Masa Depan

Lebih lanjut, Wakil Menteri Farida Farichah juga menyoroti krusialnya peningkatan literasi keuangan di kalangan masyarakat, termasuk para ibu rumah tangga. Pemahaman yang mendalam mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan rumah tangga dinilai sebagai benteng pertahanan utama agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh iming-iming pinjaman online ilegal yang berisiko tinggi, serta agar terhindar dari berbagai bentuk penipuan finansial. Ia mendorong agar para anggota koperasi yang telah memiliki pemahaman literasi keuangan dapat berperan aktif dalam menyebarkan pengetahuan ini kepada anggota masyarakat lainnya, sehingga tercipta efek edukasi yang meluas.

"Terlebih sekarang kita juga punya program pemerintah yakni Koperasi Desa Merah Putih, yang merupakan koperasi milik masyarakat untuk masyarakat," ungkapnya, memperkenalkan salah satu program prioritas pemerintah yang dirancang untuk memperluas jangkauan koperasi hingga ke tingkat desa. Program Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi wadah yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Program Koperasi Desa Merah Putih ini ditargetkan untuk berkembang secara signifikan dalam kurun waktu satu hingga lima tahun ke depan. Fungsinya akan mencakup berbagai aspek kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan simpan pinjam yang terjangkau, hingga penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari seperti sembako.

"Program ini hadir untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan pangan murah, akses modal yang mudah, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok," tutup Wakil Menteri Farida, menggarisbawahi misi utama dari program ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan daya beli masyarakat.

Sejarah Panjang dan Jangkauan Luas Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani

Ketua Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani, Baiq Rusmiati, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dan kehadiran Wakil Menteri Koperasi RI. Ia melihat kunjungan ini sebagai bentuk pengakuan dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya-upaya pemberdayaan ekonomi yang telah dilakukan oleh koperasi di Desa Rarang.

Perjalanan Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani dimulai dari sebuah kelompok kecil yang beranggotakan 10 orang petani dan nelayan pada tahun 1993. Setelah melalui berbagai tahapan pengembangan, koperasi ini secara resmi didirikan pada tahun 1998. Hingga kini, koperasi ini telah berkembang pesat dengan anggota mencapai 4.902 orang. Total aset yang berhasil dihimpun diperkirakan mencapai lebih kurang Rp20 miliar, yang terdiri dari simpanan anggota, dana cadangan, serta aset fisik berupa bangunan dan fasilitas lainnya.

Sepanjang sejarahnya, Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani telah mencatat berbagai prestasi dan menerima penghargaan dari pemerintah pusat, mulai dari era kepemimpinan Presiden Soeharto hingga Presiden Joko Widodo. Penghargaan-penghargaan ini menjadi bukti nyata kontribusi koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Lebih dari sekadar bergerak di bidang ekonomi, koperasi ini juga menunjukkan komitmennya dalam aspek sosial dengan merambah sektor kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat secara umum. Koperasi ini telah memiliki aula serbaguna dan fasilitas pelatihan yang difungsikan sebagai pusat berbagi pengetahuan dan keterampilan. Komitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman terlihat dari upaya mereka untuk mengikuti perkembangan teknologi digital dan menjalin kemitraan strategis, baik dengan pemerintah pusat, lembaga-lembaga di tingkat daerah, hingga jaringan internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan dan kebermanfaatan koperasi bagi masyarakat luas.

Kunjungan Wakil Menteri Koperasi RI ini tidak hanya menjadi sebuah seremoni, tetapi merupakan penegasan kembali peran strategis koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan zaman, serta menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang profesional.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *