SELONG – Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Inspektur Jenderal Polisi Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) strategis ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lombok Timur pada Kamis, 9 Juli. Kunjungan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat pembinaan internal di jajaran kepolisian, sekaligus memastikan kesiapan personel dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah tersebut. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian dari rangkaian evaluasi kinerja menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kunjungan Kapolda NTB didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Widhy Kalingga, serta Wakapolda NTB beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda NTB. Kedatangan rombongan pimpinan tertinggi kepolisian NTB ini disambut langsung oleh Kapolres Lombok Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi I Komang Sarjana, S.I.K., beserta Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Timur dan seluruh personel jajaran Polres Lombok Timur. Memperkuat Soliditas dan Profesionalisme Jajaran Dalam arahannya, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menekankan bahwa kunjungan kerja ini bukanlah sekadar agenda seremonial atau pertemuan silaturahmi biasa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting dalam pembinaan organisasi yang bertujuan untuk memperkuat soliditas dan meningkatkan profesionalisme jajaran kepolisian di tingkat resor. "Selain sebagai ajang silaturahmi, kunjungan kerja ini juga merupakan bentuk pembinaan langsung terhadap seluruh jajaran di lingkungan Polda NTB," ujar Irjen Pol. Kalingga kepada awak media yang meliput kegiatan tersebut. Ia menambahkan bahwa penguatan pembinaan internal ini menjadi kunci utama dalam memastikan setiap anggota Polri dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Kapolda juga menyoroti pentingnya momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai pijakan untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh. Tujuannya adalah agar komitmen pelayanan kepada masyarakat terus meningkat kualitasnya dan mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Tiga Pilar Utama dalam Pelaksanaan Tugas Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel Polres Lombok Timur untuk senantiasa menjaga tiga pilar utama dalam setiap pelaksanaan tugas mereka: loyalitas, integritas, dan profesionalisme. Ketiga prinsip ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi setiap anggota Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat. "Saya berharap pengabdian kita kepada masyarakat harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Semangat ‘Polri untuk Masyarakat’ harus benar-benar kita implementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tegas Jenderal Bintang Dua tersebut. Penekanan ini menggarisbawahi komitmen Polda NTB untuk senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Aksi Sosial dan Pembinaan Bhayangkari Kunjungan kerja Kapolda NTB ke Polres Lombok Timur tidak hanya fokus pada aspek internal kepolisian, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan pembinaan organisasi pendukung. Rangkaian agenda mencakup kegiatan Bakti Sosial dan Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos). Dalam sesi ini, Kapolda NTB secara simbolis menyerahkan paket bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di wilayah Lombok Timur. Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Polri terhadap masyarakat, sekaligus upaya untuk meringankan beban mereka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang mungkin menantang. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan Bhayangkari. Ketua Bhayangkari Daerah NTB, Ny. Widhy Kalingga, memimpin langsung tatap muka dan pembinaan kepada pengurus serta anggota Bhayangkari Cabang Lombok Timur. Pembinaan ini bertujuan untuk memperkuat peran serta dukungan para istri anggota Polri dalam mendukung tugas suami, yang seringkali membutuhkan pengorbanan dan dedikasi tinggi. Dukungan dari keluarga merupakan elemen penting yang dapat memotivasi personel Polri dalam menjalankan tugas negara. Komitmen Polri yang Humanis, Modern, dan Tepercaya Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun institusi Polri yang humanis, modern, dan tepercaya di mata masyarakat. Penguatan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif di seluruh wilayah hukum Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Lombok Timur. Keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah tidak terlepas dari sinergi antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Dengan personel yang profesional, berintegritas, dan loyal, serta didukung oleh keluarga yang solid, Polri optimis dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan menjadi institusi yang dicintai dan dipercaya oleh rakyat. Kunker ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi tersebut. Konteks Hari Bhayangkara ke-80 Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2023 (meskipun dalam berita disebutkan tanggal 9 Juli sebagai momen kunker, ini menunjukkan bahwa evaluasi kinerja terkait peringatan Hari Bhayangkara terus berlanjut) menjadi momen penting bagi institusi Polri untuk merefleksikan perjalanan panjangnya dalam melayani bangsa dan negara. Didirikan pada 1 Juli 1946, Polri telah mengalami berbagai transformasi dan tantangan, namun tetap berupaya menjaga amanah sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Dalam usianya yang ke-80, Polri dituntut untuk terus beradaptasi dengan dinamika sosial, teknologi, dan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Evaluasi kinerja yang dilakukan melalui kunjungan kerja seperti ini menjadi bagian integral dari upaya Polri untuk terus berbenah diri, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan publik. Data Pendukung dan Implikasi Lebih Luas Kunjungan kerja Kapolda ke Polres Lombok Timur ini mencerminkan pentingnya kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan. Data menunjukkan bahwa peningkatan soliditas internal dan profesionalisme personel kepolisian berkorelasi positif dengan efektivitas penegakan hukum dan pemeliharaan kamtibmas. Implikasi dari penguatan pembinaan internal ini mencakup beberapa aspek. Pertama, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Ketika personel Polri dinilai profesional dan berintegritas, masyarakat akan lebih merasa aman dan nyaman untuk berinteraksi serta melaporkan setiap permasalahan. Kedua, penurunan angka kriminalitas. Personel yang siap siaga dan memiliki loyalitas tinggi akan mampu merespons setiap ancaman kamtibmas dengan cepat dan efektif. Ketiga, peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan adanya pembinaan yang terstruktur, personel Polri diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, mulai dari penerbitan SIM, STNK, SKCK, hingga penanganan laporan masyarakat. Analisis singkat menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang bagi institusi Polri. Dengan memperkuat akar rumput, yaitu jajaran kepolisian di tingkat resor, Polda NTB berupaya menciptakan efek domino positif yang akan dirasakan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Komitmen terhadap tiga pilar utama – loyalitas, integritas, dan profesionalisme – menjadi kunci untuk mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan). Secara keseluruhan, kunjungan kerja Kapolda NTB ke Polres Lombok Timur ini merupakan bukti nyata dari upaya berkelanjutan untuk membangun institusi Polri yang lebih kuat, lebih dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab setiap tantangan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Post navigation Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Seleksi Ketat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 30 Peserta Lolos Administrasi dan Rekam Jejak Jenazah Pekerja Migran Indonesia Asal Lombok Timur Tiba di Kampung Halaman, Disambut Isak Tangis Keluarga