GIRI MENANG – Aruna Senggigi Resort & Convention secara proaktif mengintegrasikan program sosial ke dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-10. Salah satu inisiatif penting yang dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan dan gizi balita yang diselenggarakan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah bentuk komitmen nyata dari resor tersebut dalam upaya mendukung program pemerintah daerah untuk mencegah dan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Lombok Barat. Inisiatif ini mencerminkan kesadaran sektor swasta akan peran krusialnya dalam kesehatan masyarakat, khususnya pada usia emas tumbuh kembang anak.

Stunting, yang didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Data dari Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada balita di Indonesia masih cukup tinggi, meskipun terdapat penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kabupaten Lombok Barat, seperti banyak wilayah lain di Indonesia, juga menghadapi tantangan dalam upaya menurunkan angka stunting. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia usaha seperti Aruna Senggigi Resort & Convention, menjadi sangat vital.

Rangkaian Kegiatan Komprehensif untuk Pencegahan Stunting

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan gizi balita yang digagas oleh Aruna Senggigi Resort & Convention dirancang secara komprehensif untuk memberikan manfaat maksimal bagi para peserta. Rangkaian kegiatan ini meliputi tiga pilar utama: edukasi mendalam mengenai stunting, pemeriksaan kesehatan dan gizi balita secara langsung, serta pemberian bantuan paket kebutuhan gizi.

Program ini tidak dapat terlaksana tanpa adanya kolaborasi strategis. Aruna Senggigi Resort & Convention menggandeng Siloam Hospital dan Puskesmas Meninting sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi ini memastikan bahwa kegiatan tidak hanya bersifat bantuan fisik, tetapi juga memberikan pemahaman yang kuat kepada orang tua mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini dan bagaimana memenuhi kebutuhan gizi esensial. Edukasi yang diberikan mencakup informasi terkini mengenai penyebab stunting, dampak jangka panjangnya terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak, serta praktik terbaik dalam pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dan pola asuh yang benar.

Keterlibatan tenaga profesional dari Siloam Hospital dan Puskesmas Meninting sangat krusial dalam pelaksanaan teknis. Petugas dari Siloam Hospital bertugas memberikan sesi edukasi yang interaktif kepada para orang tua yang hadir. Materi yang disampaikan difokuskan pada pemenuhan gizi seimbang, pentingnya stimulasi perkembangan anak, serta deteksi dini terhadap potensi masalah tumbuh kembang. Sementara itu, tim medis dari Puskesmas Meninting bertanggung jawab penuh dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan gizi terhadap 44 balita yang menjadi peserta kegiatan. Pemeriksaan ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, serta penilaian status gizi secara umum.

Sebagai bentuk dukungan nyata dan berkelanjutan, Aruna Senggigi Resort & Convention turut berkontribusi dalam bentuk paket bantuan kebutuhan gizi. Paket ini dirancang untuk membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi asupan gizi tambahan bagi balita mereka. Setiap paket berisi vitamin Maltofer, yang penting untuk mencegah dan mengatasi anemia defisiensi besi; beras seberat 2 kilogram; telur, sebagai sumber protein hewani yang kaya; serta biskuit, yang dapat menjadi alternatif camilan bergizi. Pemberian paket bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap asupan gizi balita peserta.

Komitmen Jangka Panjang Aruna Senggigi untuk Masyarakat

Yeyen Heryawan, General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, menegaskan bahwa menjadikan isu stunting sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-10 adalah sebuah refleksi dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat. Ia menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, melainkan isu sosial yang membutuhkan perhatian dan kepedulian dari semua pihak.

"Kami ingin berkontribusi secara nyata dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan edukasi yang tepat, melakukan pemeriksaan kesehatan yang akurat, serta memberikan dukungan gizi bagi anak-anak yang membutuhkan," ujar Yeyen Heryawan.

Lebih lanjut, Yeyen menambahkan bahwa Aruna Senggigi Resort & Convention tidak ingin kegiatan sosial ini hanya sekadar menjadi bagian dari sebuah perayaan. Sebaliknya, perusahaan ingin menjadikan inisiatif ini sebagai fondasi untuk membangun hubungan jangka panjang yang harmonis dan saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar. Komitmen ini diharapkan dapat terwujud melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak.

"Kami berharap ke depan dapat terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan menghadirkan lebih banyak kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi komunitas yang berada di sekitar resor kami. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kami," tambahnya.

Aruna Senggigi Adakan Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Baiita untuk Pencegahan Stunting

Apresiasi dan Penekanan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Erni Suryana, dalam kegiatan ini menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif yang dilakukan oleh sektor swasta. Erni Suryana menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas langkah proaktif yang diambil oleh Aruna Senggigi Resort & Convention dalam turut serta dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di wilayahnya.

"Penanganan stunting merupakan upaya yang sangat kompleks dan membutuhkan sinergi dari berbagai sektor. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari dunia usaha, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat," ujar Erni Suryana.

Beliau menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Upaya ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemenuhan gizi yang memadai sejak dini, pemberian stimulasi tumbuh kembang yang optimal, hingga pemantauan kesehatan secara berkala.

"Tujuan utama kita adalah memastikan bahwa setiap anak di Lombok Barat dapat tumbuh sehat, cerdas, dan optimal. Oleh karena itu, edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi dan pola asuh yang baik, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin, pemeriksaan kesehatan yang memadai, serta penyediaan akses terhadap pemenuhan kebutuhan gizi merupakan komponen kunci dalam upaya pencegahan stunting," jelas Erni Suryana.

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi seperti yang dicontohkan oleh Aruna Senggigi Resort & Convention sangat berharga karena dapat memperluas jangkauan program, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memberikan dukungan konkret dalam mengatasi tantangan stunting. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target penurunan stunting yang ambisius.

Implikasi dan Harapan ke Depan

Kegiatan yang diinisiasi oleh Aruna Senggigi Resort & Convention ini memiliki implikasi yang luas. Pertama, kegiatan ini secara langsung memberikan manfaat kesehatan bagi 44 balita yang mengikuti pemeriksaan, baik melalui deteksi dini masalah kesehatan maupun melalui pemberian suplemen gizi. Kedua, edukasi yang diberikan kepada orang tua berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting. Pengetahuan ini diharapkan dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari di rumah tangga masing-masing.

Ketiga, inisiatif ini menjadi contoh positif bagi perusahaan lain di sektor pariwisata dan sektor lainnya untuk turut berkontribusi dalam program-program sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan program ini dapat mendorong terciptanya model kemitraan yang lebih kuat antara sektor swasta dan pemerintah daerah dalam menangani isu-isu sosial krusial.

Ke depan, diharapkan Aruna Senggigi Resort & Convention dapat terus mengembangkan program-program serupa, tidak hanya terbatas pada isu stunting, tetapi juga isu-isu lain yang relevan dengan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan dinas terkait, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas lokal akan menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan dan dampak program yang lebih besar.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sendiri terus berupaya keras dalam menurunkan angka stunting melalui berbagai program intervensi yang terintegrasi. Data dari Dinas Kesehatan Lombok Barat menunjukkan adanya tren penurunan prevalensi stunting dalam beberapa tahun terakhir, namun upaya ekstra masih diperlukan untuk mencapai target nasional. Program-program yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta, diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut.

Penting untuk dicatat bahwa pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh optimal tanpa stunting akan memiliki potensi lebih besar untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial di masa depan. Oleh karena itu, setiap upaya, sekecil apapun, yang dilakukan untuk memerangi stunting memiliki nilai strategis yang sangat tinggi.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan gizi balita yang diselenggarakan oleh Aruna Senggigi Resort & Convention ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara sektor pariwisata dan pembangunan sosial dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, diharapkan Kabupaten Lombok Barat dapat mencapai status bebas stunting di masa mendatang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *