MATARAM – Bank NTB Syariah mengambil langkah strategis untuk mempercepat agenda transformasi digitalnya dengan fokus pada tiga pilar utama: penguatan tata kelola teknologi informasi (IT), peningkatan kapabilitas keamanan siber, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang digital. Upaya komprehensif ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap inovasi dan layanan perbankan digital yang diluncurkan tidak hanya memenuhi standar kepatuhan regulator, tetapi juga menjamin keamanan, transparansi, dan memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Teknologi Informasi (IT) Bank NTB Syariah, Rully Feranata, menegaskan bahwa esensi dari transformasi digital tidak semata-mata terletak pada pengembangan aplikasi atau fitur-fitur digital terbaru. Sebaliknya, pondasi yang kokoh dari tata kelola IT yang efektif menjadi prasyarat mutlak. Menurut Rully, tata kelola yang baik adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap inisiatif teknologi berjalan secara terukur, akuntabel, dan pada akhirnya berkontribusi positif terhadap kinerja dan tujuan strategis perusahaan.

"Sebelum saya bergabung dengan Bank NTB Syariah, saya memiliki rekam jejak yang terbukti dalam membangun tata kelola IT. Di Alo Bank, kami berhasil mencapai tingkat kematangan IT (IT Maturity) berdasarkan sertifikasi COBIT 2019 sebesar 4,21 dari skala 5, dan itu kami capai dalam kurun waktu yang relatif singkat. Pengalaman ini meyakinkan saya bahwa tata kelola IT yang solid adalah fondasi esensial untuk kesuksesan transformasi digital," jelas Rully Feranata dalam sebuah wawancara eksklusif.

Tata Kelola IT sebagai Pilar Strategis Transformasi Digital

Rully Feranata merinci bahwa konsep tata kelola IT yang diusungnya mencakup seluruh siklus hidup pengembangan layanan digital. Ini meliputi tahap awal seperti perumusan inisiatif strategis yang selaras dengan visi perusahaan, dilanjutkan dengan studi kelayakan yang mendalam untuk memastikan potensi keberhasilan dan manfaat yang diharapkan. Proses pengadaan teknologi dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sementara pengembangan sistem dilakukan secara cermat untuk menghasilkan solusi yang andal dan efisien.

Tahap pasca-implementasi menjadi krusial, di mana evaluasi berkala dilakukan secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memverifikasi bahwa setiap investasi teknologi yang telah dikeluarkan mampu memberikan manfaat nyata. Manfaat ini dapat diukur melalui berbagai indikator kinerja utama (KPI), termasuk peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang merupakan sumber pendanaan utama bank, pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) dari layanan digital, serta peningkatan efisiensi operasional yang dapat menekan biaya.

"Setiap rupiah yang diinvestasikan dalam teknologi harus dapat dipertanggungjawabkan secara utuh. Di akhir siklus, kami akan mengevaluasi secara kuantitatif dan kualitatif, apakah manfaat yang berhasil kami raih benar-benar lebih besar dibandingkan dengan biaya yang telah kami keluarkan. Jika analisis menunjukkan hasil yang positif, barulah investasi tersebut dinyatakan layak untuk terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya," tegas Rully.

Pengembangan SDM Digital: Investasi Jangka Panjang

Selain memperkuat kerangka kerja tata kelola IT, Bank NTB Syariah juga menempatkan prioritas tinggi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor teknologi informasi. Rully Feranata melihat potensi besar dalam talenta digital yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Potensi ini perlu digali dan dikembangkan secara optimal, khususnya dalam bidang-bidang yang krusial seperti pengembangan aplikasi mobile yang inovatif, integrasi sistem yang kompleks, hingga pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk berbagai fungsi perbankan.

Bank berkomitmen untuk menyediakan pelatihan dan pengembangan yang berkelanjutan bagi para karyawannya. Hal ini mencakup program peningkatan keterampilan teknis, pemahaman mendalam tentang tren teknologi terbaru, serta penanaman budaya inovasi dan adaptasi. Dengan SDM yang kompeten dan adaptif, Bank NTB Syariah yakin dapat menghadapi tantangan di era digital yang terus berubah dengan lebih baik.

Keamanan Siber: Garda Terdepan Kepercayaan Nasabah

Dalam lanskap perbankan digital yang semakin kompleks, isu keamanan siber menjadi agenda strategis yang tidak bisa ditawar. Rully Feranata menekankan bahwa penguatan keamanan siber telah menjadi salah satu prioritas utama sejak dirinya mengemban amanah sebagai Direktur IT. Ia sangat menyadari bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital sangat bergantung pada seberapa aman sistem yang ditawarkan.

Perkuat Tata Kelola IT dan Keamanan Siber

"Keamanan sistem adalah faktor fundamental yang menjadi penentu utama dalam menjaga dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital perbankan yang kami sediakan. Tanpa rasa aman, nasabah tidak akan merasa nyaman untuk bertransaksi secara digital," ujar Rully.

Menyadari hal ini, Bank NTB Syariah secara proaktif tengah menyiapkan dan merencanakan sejumlah peningkatan signifikan pada sistem keamanan siber yang akan diterapkan di berbagai lini layanan digital. Salah satu aplikasi unggulan yang akan mendapatkan perhatian khusus adalah Rinjani Mobile, aplikasi mobile banking Bank NTB Syariah yang telah menjadi andalan nasabah untuk berbagai transaksi perbankan sehari-hari.

Peningkatan keamanan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan infrastruktur jaringan, implementasi teknologi enkripsi terkini, penerapan otentikasi multifaktor yang lebih robust, hingga pengawasan sistem secara real-time untuk mendeteksi dan merespons potensi ancaman siber secara cepat dan efektif. Bank juga berencana untuk meningkatkan kesadaran dan literasi keamanan siber di kalangan nasabah melalui edukasi berkala, agar nasabah juga dapat berperan aktif dalam melindungi akun dan transaksi mereka.

Konteks dan Latar Belakang Transformasi Digital Perbankan

Transformasi digital di sektor perbankan bukanlah tren baru, melainkan sebuah keniscayaan yang didorong oleh perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi yang pesat, serta meningkatnya persaingan dari pemain baru, termasuk perusahaan teknologi finansial (fintech). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah berulang kali menekankan pentingnya industri perbankan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan era digital guna meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi layanan.

Bank-bank di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, berlomba-lomba untuk mengadopsi teknologi baru, mulai dari cloud computing, big data analytics, hingga AI dan blockchain. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan proses bisnis, menawarkan pengalaman nasabah yang lebih personal dan mulus, serta menciptakan model bisnis baru yang lebih resilien.

Dalam konteks Bank NTB Syariah, transformasi digital ini juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat posisinya di pasar perbankan syariah di NTB dan sekitarnya. Dengan menyediakan layanan digital yang unggul, bank berharap dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas, termasuk generasi muda yang melek digital dan nasabah yang membutuhkan akses perbankan yang cepat dan mudah kapan saja, di mana saja.

Implikasi dan Dampak yang Lebih Luas

Penguatan tata kelola IT, keamanan siber, dan SDM digital oleh Bank NTB Syariah diperkirakan akan memberikan dampak positif yang signifikan. Pertama, peningkatan efisiensi operasional akan memungkinkan bank untuk menekan biaya dan mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal. Kedua, layanan digital yang lebih aman dan andal akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah. Ketiga, pengembangan kompetensi SDM akan menciptakan tim yang lebih inovatif dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi di masa depan.

Secara lebih luas, langkah-langkah ini berkontribusi pada penguatan ekosistem digital di NTB. Bank NTB Syariah, sebagai salah satu lembaga keuangan terbesar di provinsi tersebut, memiliki peran penting dalam mendorong digitalisasi ekonomi lokal. Dengan menjadi pelopor dalam penerapan teknologi perbankan yang canggih, bank ini diharapkan dapat memacu inovasi di sektor lain dan meningkatkan daya saing daerah.

Selain itu, fokus pada keamanan siber juga menjadi sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Dalam era di mana ancaman siber semakin canggih, bank yang memiliki pertahanan siber yang kuat akan menjadi benteng terakhir dalam melindungi data dan aset nasabah, serta menjaga integritas sistem keuangan nasional.

Keberhasilan Bank NTB Syariah dalam mentransformasi digitalnya tidak hanya akan berdampak pada kinerja internal bank, tetapi juga akan menjadi studi kasus yang berharga bagi lembaga keuangan lain, baik di tingkat daerah maupun nasional, dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital. Komitmen Bank NTB Syariah untuk membangun fondasi yang kuat melalui tata kelola IT, keamanan siber, dan pengembangan SDM, menunjukkan visi jangka panjang yang jelas untuk masa depan perbankan syariah yang modern, aman, dan berorientasi pada nasabah.

(Reporter: [Nama Reporter jika ada, atau bisa dikosongkan])

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *