Perum Damri Cabang Mataram telah mengambil langkah strategis dengan menyiapkan total 118 unit kendaraan yang siap menggerakkan mobilitas penonton selama ajang MotoGP Mandalika 2026. Armada ini akan difokuskan untuk melayani kebutuhan layanan shuttle dalam sirkuit dan area pendukungnya, memastikan pengalaman menonton yang lancar dan nyaman bagi ribuan penggemar yang akan memadati Sirkuit Mandalika. Persiapan matang ini mencakup tidak hanya ketersediaan unit kendaraan, tetapi juga kesiapan tim operasional dan para pengemudi yang akan bertugas melayani para tamu internasional maupun domestik.

General Manager Perum Damri Cabang Mataram, Zuryani, menyatakan optimisme dan kesiapan penuh jajarannya dalam menghadapi perhelatan akbar ini. "Untuk kesiapan MotoGP 2026, kami nyatakan cukup siap. Mengingat event ini berskala internasional dan merupakan gawe nasional, tentunya kami mempersiapkan cukup matang, baik kesiapan unit maupun tim," ujar Zuryani pada Rabu (22/9). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Damri sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung suksesnya agenda nasional yang berkelas dunia.

Detail Armada dan Cakupan Layanan Shuttle

Dari total 118 unit kendaraan yang disiagakan, komposisinya terbagi atas 114 unit bus medium dan empat unit kendaraan jenis HiAce. Bus medium dipilih karena kapasitasnya yang memadai untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar, sementara HiAce akan memberikan fleksibilitas tambahan untuk rute yang lebih spesifik atau kebutuhan khusus.

Selain layanan shuttle dalam yang dikelola langsung oleh Damri, perusahaan pelat merah ini juga akan memberikan dukungan untuk layanan shuttle luar. Layanan shuttle luar ini akan dikelola dan dikoordinasikan secara intensif dengan Dinas Perhubungan setempat. Zuryani menjelaskan, "Untuk 118 unit itu untuk shuttle dalam. Kami juga mendukung shuttle luar yang dikelola oleh Dinas Perhubungan." Sinergi antar lembaga pemerintah dan BUMN ini menjadi kunci untuk menciptakan sistem transportasi terintegrasi yang efisien.

Lebih lanjut, Zuryani memberikan jaminan penting terkait biaya layanan. Ia memastikan bahwa baik layanan shuttle dalam maupun shuttle luar yang disediakan untuk penonton MotoGP tidak akan dipungut biaya. "Zuryani memastikan layanan shuttle dalam maupun shuttle luar bagi penonton MotoGP tidak dipungut biaya," tegasnya. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi bagi para penonton, sehingga mereka dapat lebih fokus menikmati jalannya balapan. Bagi penonton yang berencana menggunakan layanan shuttle luar, dihimbau untuk senantiasa memantau informasi terkini dari Dinas Perhubungan mengenai titik-titik pemberhentian dan rute yang tersedia.

Lebih dari Sekadar Transportasi: Citra Daerah dan Keamanan Penumpang

Zuryani menekankan bahwa dukungan transportasi untuk MotoGP Mandalika 2026 bukan sekadar tentang penyediaan armada. Ia melihat gelaran internasional ini sebagai momentum krusial untuk menjaga dan meningkatkan citra daerah, Nusa Tenggara Barat, serta Indonesia di mata dunia sebagai tuan rumah yang mampu menyelenggarakan acara berskala besar dengan baik. Oleh karena itu, aspek keamanan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan layanan. "Keselamatan penumpang, kata dia, harus menjadi prioritas selama pelayanan berlangsung."

Komitmen terhadap keselamatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perawatan rutin armada, pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum beroperasi, hingga pelatihan intensif bagi para pengemudi mengenai standar keselamatan berkendara, etika pelayanan, dan penanganan situasi darurat. Damri juga akan memastikan bahwa setiap unit armada dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai, seperti alat pemadam api ringan, kotak P3K, dan jalur evakuasi darurat.

Sinergi dengan Transportasi Lokal: Keterlibatan Perusahaan Otobus Lokal

Menyadari bahwa kebutuhan armada untuk gelaran sebesar MotoGP akan sangat besar dan berpotensi melampaui kapasitas yang dimiliki Damri sendiri, strategi inklusif diterapkan. Damri berencana untuk melibatkan perusahaan otobus (PO) lokal dalam memenuhi kebutuhan transportasi selama ajang tersebut. Keterlibatan operator transportasi daerah ini dianggap penting untuk memastikan ketersediaan armada yang memadai dan sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal.

Damri Siapkan 118 Armada untuk Angkut Penonton MotoGP Mandalika 2026

"Damri bukan untuk dirinya sendiri. Kami akan melibatkan transport lokal," ujar Zuryani. Pendekatan ini mencerminkan semangat kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi daerah. Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan oleh Damri Cabang Mataram, terdapat potensi untuk melibatkan sekitar 50 unit bus medium milik PO lokal. Sementara itu, Damri Cabang Mataram sendiri memiliki sekitar 21 unit armada yang siap untuk dikerahkan.

Namun, jika gabungan armada Damri dan PO lokal masih belum mencukupi kebutuhan, langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan cabang Damri lainnya di luar daerah, termasuk dari Bali, untuk mendatangkan tambahan armada. "Kami prioritaskan unit dari PO lokal karena mengingat PO lokal ini tidak bisa mencukupi kebutuhan. Selebihnya, kekurangan armada akan didukung dari luar," pungkas Zuryani. Strategi ini memastikan bahwa ketersediaan transportasi tidak akan menjadi kendala utama bagi para penonton yang datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan keseruan MotoGP Mandalika 2026.

Latar Belakang dan Konteks MotoGP Mandalika

MotoGP Mandalika adalah salah satu seri balap motor paling bergengsi di dunia yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada tahun 2022. Sirkuit Mandalika, yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah menjadi magnet bagi para pecinta olahraga otomotif. Keberhasilan penyelenggaraan seri balap ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga pada peningkatan infrastruktur dan kesiapan daerah dalam menyambut acara internasional.

Penyelenggaraan MotoGP secara rutin di Indonesia merupakan hasil dari upaya pemerintah untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta untuk membuktikan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah acara olahraga kelas dunia. Setiap penyelenggaraan MotoGP membutuhkan kesiapan infrastruktur yang matang, termasuk sistem transportasi yang andal untuk mendukung pergerakan ribuan penonton, pebalap, tim, dan awak media.

Garis Waktu dan Persiapan Lebih Lanjut

Meskipun MotoGP Mandalika 2026 masih beberapa tahun lagi, persiapan yang dilakukan oleh Damri Cabang Mataram saat ini menunjukkan tingkat keseriusan dan perencanaan jangka panjang. Persiapan ini biasanya melibatkan beberapa tahapan krusial:

  1. Perencanaan Awal (Saat ini – 2025): Identifikasi kebutuhan armada, koordinasi dengan pemangku kepentingan (Pemerintah Daerah, Dinas Perhubungan, ITDC selaku pengelola KEK Mandalika), serta pendataan potensi armada dari PO lokal.
  2. Pra-Operasional (2025 – awal 2026): Peremajaan dan perawatan intensif armada, pelatihan pengemudi dan tim operasional, penyusunan jadwal dan rute shuttle, serta finalisasi koordinasi dengan pihak terkait.
  3. Pelaksanaan (Selama rangkaian MotoGP 2026): Operasionalisasi layanan shuttle harian, pemantauan kondisi lalu lintas, penyesuaian rute jika diperlukan, dan penanganan kendala operasional secara cepat dan efektif.
  4. Evaluasi Pasca-Acara (Setelah MotoGP 2026): Penilaian kinerja operasional, identifikasi area perbaikan, dan penyusunan rekomendasi untuk penyelenggaraan di masa mendatang.

Perum Damri sebagai operator transportasi publik memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung berbagai acara nasional dan internasional, termasuk Asian Games, PON, dan event-event keagamaan besar. Pengalaman ini menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan logistik MotoGP Mandalika 2026.

Implikasi dan Dampak yang Lebih Luas

Kesiapan Damri dalam menyediakan layanan transportasi yang memadai untuk MotoGP Mandalika 2026 memiliki beberapa implikasi positif:

  • Meningkatkan Daya Tarik Wisata: Sistem transportasi yang efisien dan gratis akan memberikan pengalaman positif bagi penonton, mendorong mereka untuk kembali mengunjungi Lombok di masa mendatang.
  • Mengurangi Kemacetan: Dengan tersedianya layanan shuttle yang terintegrasi, diharapkan akan ada pengurangan jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke area sirkuit, sehingga meminimalkan potensi kemacetan lalu lintas.
  • Mendukung Ekonomi Lokal: Keterlibatan PO lokal tidak hanya memastikan ketersediaan armada, tetapi juga mendistribusikan manfaat ekonomi dari gelaran MotoGP kepada pelaku usaha transportasi di NTB.
  • Penguatan Citra Indonesia: Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP, termasuk dalam aspek logistik, akan semakin memperkuat citra Indonesia sebagai tuan rumah yang mampu menyelenggarakan acara berskala internasional dengan baik.

Perencanaan yang matang dan kolaborasi yang solid antara Damri, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa mobilitas penonton MotoGP Mandalika 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman, sehingga event ini dapat memberikan kesan terbaik bagi seluruh pengunjung dan dunia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *