Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) tahun 2026. Acara akbar yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat hingga Minggu, 10-12 Juli 2026, ini diproyeksikan akan dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan dari 19 Kantor Perwakilan BI di seluruh wilayah KTI. Penyelenggaraan FESyar KTI 2026 di Kota Mataram ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi serta keuangan syariah yang berkelanjutan di wilayah timur Indonesia, dengan fokus pada transformasi digital.

Pembukaan Tingkat Tinggi dan Keterlibatan Luas

Seremoni pembukaan FESyar KTI 2026 akan menjadi ajang penting yang dihadiri oleh pejabat tinggi negara dan daerah. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dijadwalkan akan membuka secara resmi festival ini. Kehadirannya akan didampingi oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, serta seluruh Kepala Perwakilan BI se-Kawasan Timur Indonesia.

Sebanyak 22 provinsi yang berada di bawah cakupan Kawasan Timur Indonesia akan mengirimkan delegasi mereka melalui 19 Kantor Perwakilan BI. Para delegasi ini akan terlibat aktif dalam tiga pilar utama yang menjadi inti dari FESyar KTI 2026: sharia fair (pameran produk dan layanan syariah), sharia forum (diskusi dan seminar), dan sharia education (edukasi mengenai ekonomi syariah). Keterlibatan lintas provinsi ini menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia bagian timur.

Tema dan Lokasi Strategis: Mengangkat Potensi Lokal Melalui Transformasi Digital

Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026 ini akan mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi ekonomi saat ini, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.” Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi dan pemanfaatan teknologi digital sebagai katalisator kemajuan ekonomi syariah.

Acara utama FESyar KTI 2026 akan berpusat di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, sebuah pusat perbelanjaan modern yang diharapkan mampu menarik perhatian publik luas. Selain itu, beberapa lokasi strategis lainnya di Mataram juga akan turut menjadi tempat penyelenggaraan rangkaian acara, termasuk Islamic Center NTB, Poltekpar Lombok, Hotel Lombok Raya, dan Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB. Pemilihan lokasi-lokasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang beragam dan mendalam bagi para peserta serta pengunjung.

FESyar KTI 2026: Momentum Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah

Deputi Kepala Perwakilan BI NTB, Andhy Wahyu Riyadno, menekankan bahwa FESyar KTI 2026 memiliki arti strategis yang mendalam. Acara ini menjadi momen krusial untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan. Pihak-pihak yang diharapkan bersinergi meliputi pemerintah daerah, regulator seperti Bank Indonesia, lembaga perbankan syariah, lembaga amil zakat, infak, sedekah, wakaf, dan sosial keagamaan (ZISWAF), akademisi, institusi pendidikan keagamaan seperti pesantren, serta para pelaku usaha.

“Melalui FESyar KTI 2026, kita ingin menunjukkan bagaimana ekonomi syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan bagi wilayah KTI,” ujar Andhy Wahyu Riyadno dalam sebuah keterangan pers pada Rabu, 8 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini penting untuk mengatasi berbagai tantangan dan membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi syariah.

Visual Utama yang Menginspirasi: Tenun Renda Bima dan Filosofi Lokal

Sebagai bagian dari upaya mengangkat kearifan lokal, visual utama FESyar KTI 2026 tahun ini menampilkan motif Tenun Renda Bima dengan desain Bunga Kakando. Motif ini memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu kesabaran dan keuletan dalam menghadapi berbagai tantangan. Pemilihan motif ini tidak hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai simbol semangat juang dan ketangguhan yang relevan dengan upaya pengembangan ekonomi syariah.

Ratusan UMKM dari 22 Provinsi Bakal Ramaikan FESyar KTI 2026 di Lombok

FESyar KTI 2026 ini juga merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, yang merupakan perhelatan ekonomi syariah terbesar di Indonesia. Melalui FESyar KTI 2026, Bank Indonesia mengimplementasikan empat program unggulan di wilayah KTI yang dirancang untuk memperkuat berbagai aspek ekonomi syariah.

Empat Program Unggulan Bank Indonesia untuk KTI

Empat program unggulan yang akan diimplementasikan dalam FESyar KTI 2026 dan menjadi fokus pengembangan di wilayah KTI meliputi:

  1. AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan): Program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Fokusnya adalah memberdayakan santri dan pengurus pesantren agar memiliki kemampuan wirausaha dan mengelola unit-unit bisnis yang produktif.
  2. AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal): Program ini berfokus pada percepatan proses sertifikasi produk halal serta pengembangan ekosistem halal yang lebih luas. Hal ini mencakup fasilitasi bagi UMKM untuk mendapatkan sertifikat halal, sehingga produk mereka memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar domestik maupun internasional.
  3. BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor): Program ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan rantai pasok komoditas halal yang siap untuk diekspor. Dengan fokus pada produk-produk unggulan KTI yang memiliki potensi pasar global, program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor daerah.
  4. MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf): Program ini berfokus pada optimalisasi dan mobilisasi aset wakaf untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah. Melalui percepatan pengelolaan wakaf, diharapkan aset-aset ini dapat dimanfaatkan secara produktif untuk berbagai kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keempat program ini mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat, inovatif, dan berkelanjutan di KTI, mulai dari basis pesantren hingga penetrasi pasar global.

Rangkaian Acara yang Edukatif dan Menghibur

Selama tiga hari penyelenggaraannya, FESyar KTI 2026 akan menyajikan beragam program yang dirancang untuk memberikan manfaat edukatif, bisnis, maupun hiburan bagi seluruh peserta dan pengunjung. Menurut Andhy Wahyu Riyadno, agenda yang disiapkan meliputi:

  • Seminar dan Talkshow: Diskusi mendalam mengenai berbagai isu terkini dalam ekonomi syariah, peluang investasi, serta tantangan dan solusi pengembangan UMKM syariah.
  • Pameran UMKM: Kesempatan bagi para pelaku UMKM binaan untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka, menjalin relasi bisnis, dan memperluas jangkauan pasar.
  • Halal Mart: Area khusus yang menjual produk-produk halal dari berbagai UMKM.
  • Business Matching: Sesi pertemuan bisnis yang memfasilitasi kolaborasi antara UMKM dengan calon investor, pembeli, atau mitra strategis lainnya.
  • Sertifikasi Nazhir: Pelatihan dan fasilitasi bagi nazhir (pengelola wakaf) untuk meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan aset wakaf.
  • Training of Trainers (ToT): Program pelatihan untuk mencetak agen-agen perubahan yang dapat menyebarkan pengetahuan dan praktik ekonomi syariah di lingkungan masing-masing.
  • Wakafein: Inisiatif yang kemungkinan merujuk pada pengembangan produk atau layanan berbasis wakaf dan infak.
  • Halal Corner: Sudut informasi dan edukasi mengenai pentingnya produk halal.
  • Berbagai Kompetisi: Ajang kompetisi yang dirancang untuk mengasah kreativitas dan inovasi para pelaku ekonomi syariah, terutama di kalangan muda.
  • Hiburan Islami: Pertunjukan seni dan budaya bernuansa Islami yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung.
  • Bazar Kuliner Halal: Pilihan kuliner lezat dan terjamin kehalalannya.
  • ZAWA (Zakat & Wakaf) Walk: Kegiatan jalan santai yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat dan wakaf serta potensi pengembangannya.

Perayaan Budaya dan Spiritualitas

Selain agenda yang bersifat bisnis dan edukatif, FESyar KTI 2026 juga akan dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan religi dan seni Islami. Pengunjung akan dihibur oleh penampilan spesial di Lombok Epicentrum Mall dan Islamic Center NTB. Pada tanggal 10 Juli 2026, akan ada sesi Stand Up Comedy bersama Mukmin, yang diharapkan dapat memberikan hiburan segar dengan sentuhan Islami.

Puncak kemeriahan religi akan terjadi pada tanggal 11 Juli 2026 dengan diadakannya Tabligh Akbar bersama Ustadz Hanan Attaki, seorang dai muda yang memiliki banyak pengikut. Acara ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dan spiritualitas peserta. Hari terakhir festival, 12 Juli 2026, akan ditutup dengan persembahan Syiar & Syair bersama Haddad Alwi, seorang musisi religi yang karyanya telah dikenal luas.

Dampak dan Harapan ke Depan

Bank Indonesia memiliki harapan besar terhadap penyelenggaraan FESyar KTI 2026. Melalui sinergi yang terjalin, BI optimis dapat mencapai beberapa tujuan utama. Pertama, memperluas literasi masyarakat mengenai prinsip-prinsip ekonomi syariah dan manfaatnya. Kedua, meningkatkan daya saing industri halal di KTI agar mampu bersaing di pasar global. Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, yang berarti melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Kami berharap FESyar KTI 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pameran atau pertemuan, tetapi benar-benar menjadi katalisator untuk perubahan positif dalam pengembangan ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia,” tutup Andhy Wahyu Riyadno. Dengan fondasi yang kuat dari kolaborasi, inovasi digital, dan pemanfaatan potensi lokal, FESyar KTI 2026 diharapkan dapat membuka era baru pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih pesat dan berkelanjutan di wilayah timur Nusantara.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *