Dompu, NTB – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), PT Sumbawa Timur Mining (STM) menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dengan menanam 250 bibit pohon alpukat. Kegiatan kolaboratif ini berlangsung di Dusun Nangadoro, Desa Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan melibatkan partisipasi aktif dari pemerintah daerah serta warga setempat. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program penghijauan berkelanjutan perusahaan yang beroperasi di tahap eksplorasi pertambangan tembaga, dikenal sebagai Proyek Hu’u. Penanaman pohon yang dilaksanakan di sekitar area kerja STM ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk pejabat kecamatan dan desa setempat, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, serta ratusan warga dari komunitas sekitar. Dari pihak STM, turut hadir Manajer Community Relations Ulya Defretes, Principal Government Relations Zulaikha, serta tim Sustainability yang menjadi ujung tombak implementasi program-program lingkungan perusahaan. Memperkuat Komitmen Lingkungan dan Ekonomi Lokal Ulya Defretes, Manajer Community Relations PT STM, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia merupakan manifestasi dari upaya pelestarian lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan, yang menjadi pilar penting dalam operasi perusahaan. "Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan ekologis yang esensial. Pohon memiliki peran vital dalam menahan air, mencegah erosi, menjaga kelestarian lingkungan, dan secara umum berkontribusi positif bagi alam sekitar," ujar Ulya. Ia menambahkan dimensi ekonomi yang signifikan, khususnya dengan pemilihan bibit alpukat. "Tanaman alpukat ini dipilih secara strategis karena diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga di masa mendatang, melalui hasil panen buahnya," imbuhnya, menyoroti pendekatan holistik STM dalam menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan tema Hari Menanam Pohon Indonesia yang setiap tahunnya selalu menekankan pentingnya peran masyarakat dan swasta dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Hari Menanam Pohon Indonesia sendiri diperingati setiap tanggal 28 November, merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, khususnya melalui penanaman pohon. Gerakan ini telah dicanangkan sejak tahun 2008, menyusul Deklarasi Bogor pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim di Bali, sebagai respons terhadap isu pemanasan global dan degradasi hutan. Di Indonesia, laju deforestasi menjadi perhatian serius, dengan hilangnya jutaan hektare hutan setiap tahunnya. Oleh karena itu, kontribusi perusahaan seperti STM dalam program penghijauan menjadi sangat krusial dalam mendukung upaya pemerintah dan masyarakat sipil. Reklamasi Lahan Melampaui Target dan Manajemen Berkelanjutan Komitmen PT STM terhadap lingkungan tidak hanya terbatas pada penanaman pohon. Dalam Laporan Keberlanjutan perusahaan terkini, tercatat bahwa STM telah berhasil mereklamasi lahan seluas 11,51 hektare sepanjang tahun 2024. Angka ini menunjukkan pencapaian yang luar biasa, yakni 43,3 persen lebih tinggi dari target tahunan yang telah ditetapkan. Proses reklamasi ini terus berlanjut di area-area yang telah selesai digunakan untuk keperluan eksplorasi pertambangan tembaga Proyek Hu’u. Reklamasi adalah proses penting dalam industri pertambangan yang bertujuan untuk memulihkan fungsi ekologis dan produktivitas lahan pasca-operasi. Ini melibatkan serangkaian kegiatan mulai dari penataan lahan, pengembalian lapisan tanah atas (topsoil), hingga penanaman vegetasi asli dan spesies yang sesuai untuk mengembalikan keanekaragaman hayati. Keberhasilan STM dalam melampaui target reklamasi menunjukkan dedikasi perusahaan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, bahkan di fase eksplorasi. Perencanaan dan seluruh proses reklamasi ini senantiasa dilaporkan secara berkala oleh STM kepada pemerintah, memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku. Nurseri Berenergi Terbarukan: Jantung Keberlanjutan Untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, PT STM mengoperasikan sebuah nurseri (pembibitan) seluas 0,44 hektare. Fasilitas vital ini memiliki kapasitas produksi hingga 30.000 bibit tanaman. Bibit-bibit yang dihasilkan didominasi oleh tanaman pionir, yaitu spesies tumbuhan yang memiliki kemampuan untuk tumbuh cepat di lahan yang terganggu atau baru, serta berperan penting dalam mempercepat proses suksesi alami. Tanaman pionir ini membantu menciptakan kondisi tanah yang lebih baik, memberikan naungan, dan menarik organisme lain, sehingga mendukung pertumbuhan komunitas tanaman lokal yang lebih beragam dan stabil. Yang menarik, fasilitas pembibitan ini tidak hanya berfokus pada produksi bibit, tetapi juga didukung oleh energi terbarukan yang berasal dari panel surya. Pemanfaatan energi surya ini merupakan wujud nyata dari komitmen PT STM terhadap pengurangan emisi karbon dan penggunaan sumber energi yang bersih, sejalan dengan visi perusahaan untuk mencapai alam yang lestari dan mendukung upaya global dalam mitigasi perubahan iklim. Integrasi teknologi hijau seperti panel surya dalam operasional pertambangan, bahkan di tahap eksplorasi, menunjukkan pendekatan progresif STM dalam meminimalkan jejak karbonnya. Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Komunitas Lokal Camat Hu’u, Muhammad Iswan, secara terbuka menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap berbagai kegiatan penghijauan yang diinisiasi oleh PT STM. "Menanam pohon sama dengan menjaga bumi. Akar pohon memiliki fungsi krusial dalam menahan dan menyerap air, sehingga secara efektif dapat mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, yang kerap menjadi ancaman di beberapa wilayah Indonesia, termasuk NTB," tegas Muhammad Iswan. Ia menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, "Mari kita tanam pohon ini untuk menjaga dan melestarikan alam kita demi generasi mendatang." Pernyataan Camat ini mencerminkan pemahaman mendalam pemerintah lokal tentang pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi masyarakat dari dampak negatif perubahan lingkungan. Selain aktivitas penanaman pohon yang bersifat rutin, perusahaan juga secara berkala mengadakan program pembagian bibit kepada warga. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas tutupan hijau di area-area strategis, termasuk kebun-kebun milik warga dan permukiman penduduk. Dengan memberdayakan masyarakat untuk ikut menanam dan merawat pohon di lingkungan mereka sendiri, STM tidak hanya memperluas dampak positif programnya tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab lingkungan di kalangan komunitas. Pendekatan ini merupakan bagian dari strategi Community Development perusahaan yang berupaya menciptakan kemandirian dan kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput. Standar Global dalam Pengelolaan Lingkungan PT STM tidak hanya berfokus pada implementasi program lingkungan di lapangan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses manajemen lingkungan perusahaan dilakukan berdasarkan standar internasional tertinggi. Perusahaan secara berkala melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan-hutan di sekitar area eksplorasinya, dengan melibatkan pihak independen dan terakreditasi. Keterlibatan pihak ketiga ini menjamin objektivitas dan validitas data yang dikumpulkan, serta memastikan bahwa penilaian dampak lingkungan dilakukan secara komprehensif. Upaya ini dilakukan guna mendukung program manajemen lingkungan yang terstandardisasi secara global. Sebagai bukti komitmennya, PT STM telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015, meskipun perusahaan ini belum memasuki tahapan produksi. ISO 14001:2015 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang membantu organisasi mengidentifikasi, mengelola, memantau, dan meningkatkan kinerja lingkungan mereka. Pencapaian sertifikasi ini di fase eksplorasi menunjukkan keseriusan dan pendekatan proaktif STM dalam mengelola dampak lingkungan, menempatkannya sebagai salah satu perusahaan pertambangan yang berkomitmen tinggi terhadap praktik terbaik lingkungan sejak dini. Hal ini juga membangun kepercayaan di kalangan pemangku kepentingan bahwa STM beroperasi dengan standar etika dan lingkungan yang tinggi. Edukasi Digital dan Kesadaran Lingkungan Selain kegiatan fisik di lapangan, tim Sustainability STM juga memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ini, karyawan dan mitra kerja diajak untuk berpartisipasi dalam Twibbon Challenge, sebuah kampanye foto berbingkai digital yang mengusung tagar #NationalTreePlantingDay2025 dan #MadaJagaPohonMadaJagaBumi. "Mada Jaga Pohon, Mada Jaga Bumi" merupakan slogan lokal yang memiliki makna mendalam, menekankan pentingnya menjaga pohon sebagai bentuk menjaga bumi secara keseluruhan. Kampanye digital ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pesan pelestarian lingkungan, melampaui batas geografis lokasi proyek. Dengan melibatkan karyawan dan mitra dalam ranah digital, STM berupaya menciptakan efek domino kesadaran lingkungan yang lebih luas, tidak hanya di internal perusahaan tetapi juga di antara jaringan personal dan profesional mereka. Ini adalah strategi modern dalam Corporate Social Responsibility (CSR) yang menggabungkan aksi nyata dengan advokasi digital untuk memperkuat dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. Implikasi Jangka Panjang dan Prospek Masa Depan Kegiatan penanaman pohon dan seluruh program lingkungan yang dijalankan oleh PT Sumbawa Timur Mining memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan. Pertama, secara ekologis, peningkatan tutupan hijau akan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida, perlindungan keanekaragaman hayati, dan peningkatan kualitas air serta tanah. Kedua, secara sosial, program ini memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat lokal, membangun "social license to operate" yang krusial bagi keberlanjutan proyek pertambangan. Manfaat ekonomi dari penanaman alpukat juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi warga, mengurangi ketergantungan pada sektor tunggal dan meningkatkan ketahanan ekonomi lokal. Ketiga, secara reputasi, komitmen STM terhadap standar lingkungan global (ISO 14001:2015) dan praktik berkelanjutan, bahkan di tahap eksplorasi, menempatkan perusahaan sebagai pelopor dalam industri pertambangan yang bertanggung jawab. Hal ini penting untuk menarik investor yang semakin peduli terhadap faktor Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam keputusan investasi mereka. Proyek Hu’u, yang masih dalam tahap eksplorasi, akan terus diawasi ketat dalam hal dampak lingkungan dan sosialnya. Dengan fondasi komitmen yang kuat sejak awal, PT STM menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan di masa depan, mewujudkan visi pertambangan yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi tetapi juga melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat. Inisiatif seperti penanaman pohon ini adalah langkah kecil namun fundamental dalam perjalanan panjang menuju pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Dompu dan Nusa Tenggara Barat. Post navigation Dompu, Harapan Swasembada Gula Nasional di NTB: Antara Potensi Raksasa dan Gelar Tanpa Makna Kapolda NTB Kunjungi Polres Dompu, Tegaskan Profesionalisme, Integritas, dan Pelayanan Prima Melalui Pakta Integritas dan Bakti Sosial