MATARAM – Sinergi kuat antara Bank Indonesia (BI) perwakilan NTB dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kembali membuktikan efektivitasnya dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar berdaya saing dan berkelanjutan. Puncak komitmen ini ditandai dengan penutupan ajang Karya Kreatif NTB (KK-NTB) 2026 yang mengusung tema "Harmoni Kreatif Sasambo". Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 15 hingga 17 Mei 2026, di Lombok Epicentrum Mall, berhasil mengukuhkan posisinya sebagai platform strategis untuk mempromosikan produk unggulan UMKM NTB di berbagai sektor. Momen Penutupan dan Capaian Gemilang Acara penutupan resmi KK-NTB 2026 dilangsungkan pada Minggu, 17 Mei 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, beserta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas. Kehadiran para petinggi ini menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dan otoritas moneter terhadap sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Dalam sambutannya pada acara penutupan, Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi aktif dari berbagai pihak yang telah menyukseskan KK-NTB 2026. Ia menyoroti bahwa ajang ini bukan sekadar pameran produk, melainkan sebuah wadah strategis yang berfungsi ganda: sebagai sarana promosi produk unggulan UMKM NTB dan sebagai ajang interaksi bisnis yang menghasilkan kesepakatan konkret. "KK-NTB 2026 ini menjadi arena yang sangat penting bagi UMKM kita untuk menampilkan keunggulan produk mereka, mulai dari wastra dan busana siap pakai (ready to wear), kriya dan kerajinan tangan yang sarat akan nilai seni, produk dekorasi rumah (home decor) yang inovatif, hingga kekayaan kuliner dan makanan olahan khas NTB, serta tentu saja, kopi lokal NTB yang semakin mendunia," ujar Hario. Capaian yang diraih selama penyelenggaraan KK-NTB 2026 sungguh menggembirakan dan melampaui ekspektasi. Data yang dihimpun hingga hari terakhir penutupan, tepatnya pukul 15.30 WITA, menunjukkan angka yang impresif. Total omzet penjualan dari seluruh UMKM yang berpartisipasi mencapai Rp645,9 juta. Angka ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 64,67 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan daya tarik produk UMKM NTB yang semakin kuat di mata konsumen, baik lokal maupun regional. Tidak hanya dari sisi transaksi penjualan langsung, dampak positif KK-NTB 2026 juga terlihat jelas pada sisi pembiayaan. Realisasi business matching yang difasilitasi oleh Bank Indonesia dan perbankan mitra menunjukkan angka yang membanggakan. Total nilai business matching pembiayaan perbankan yang berhasil disepakati mencapai Rp20,55 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp19,31 miliar. Hal ini mengindikasikan semakin terbukanya akses UMKM terhadap sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk ekspansi usaha. Lebih lanjut, sebagai bentuk kepedulian sosial dan keberlanjutan, panitia KK-NTB 2026 juga berhasil menghimpun dana wakaf produktif senilai Rp2,4 juta. Dana ini dihimpun melalui mekanisme penyisihan 2,5 persen dari omzet penjualan yang dilakukan secara non-tunai, sebuah inisiatif yang patut diapresiasi karena menggabungkan aspek ekonomi dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan. Tiga Pelajaran Penting untuk UMKM NTB Dalam evaluasinya terhadap penyelenggaraan KK-NTB 2026, Hario K. Pamungkas merangkum tiga pelajaran penting yang dapat menjadi bekal berharga bagi para pelaku UMKM di NTB untuk menghadapi tantangan di masa depan. Pertama, Hario menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem UMKM. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, hingga komunitas dan masyarakat umum. Sinergi yang terjalin erat akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM. Kedua, Hario menyoroti perlunya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan selera pasar yang semakin dinamis. Di era digital ini, UMKM dituntut untuk melek teknologi, baik dalam hal produksi, pemasaran, maupun manajemen. Selain itu, pemahaman mendalam terhadap tren pasar dan preferensi konsumen yang terus berubah menjadi kunci agar produk UMKM tetap relevan dan diminati. Ketiga, dan yang tak kalah penting, adalah konsistensi pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk dan keberlanjutan bisnis. Hario menegaskan bahwa kualitas produk yang prima dan praktik bisnis yang berkelanjutan adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan konsumen dan memastikan kelangsungan usaha dalam jangka panjang. Apresiasi dan Komitmen untuk Masa Depan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi Bank Indonesia dalam memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM di NTB. Beliau secara khusus menyoroti sektor wastra, kriya, home decor, dan kuliner yang dinilainya memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. "Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia atas segala upaya dan komitmennya dalam membina dan membesarkan UMKM kita. Sektor-sektor seperti wastra, kriya, home decor, dan kuliner bukan hanya sekadar produk, tetapi juga merupakan warisan budaya yang memiliki daya tarik ekonomi tinggi. Potensi mereka untuk berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB sangatlah besar," ujar Wagub Indah. Penutupan KK-NTB 2026 ini tidak hanya menandai berakhirnya sebuah gelaran acara, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen seluruh pemangku kepentingan. Semangat "Bersama Kita Kuat, NTB Semakin Jaya II" yang digaungkan dalam acara ini menjadi pengingat akan kekuatan kolaborasi dalam mewujudkan NTB yang lebih maju dan sejahtera. Bank Indonesia, melalui berbagai program dan inisiatifnya, menegaskan kembali komitmennya untuk terus melakukan pendampingan yang intensif kepada UMKM binaan. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas manajemen, akses pembiayaan, hingga strategi pemasaran yang efektif. Tujuannya jelas: agar UMKM binaan mampu "naik kelas", memiliki daya saing yang tinggi di pasar domestik maupun internasional, serta tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian NTB. Latar Belakang dan Konteks Penyelenggaraan Karya Kreatif NTB (KK-NTB) merupakan agenda tahunan yang digagas oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB. Acara ini memiliki tujuan strategis untuk memamerkan dan mempromosikan produk-produk unggulan UMKM NTB yang memiliki potensi pasar besar. Pelaksanaan KK-NTB secara rutin dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan dampak positif yang signifikan, baik dalam hal peningkatan omzet penjualan UMKM, perluasan akses pasar, maupun penguatan jejaring bisnis. Tema "Harmoni Kreatif Sasambo" yang diusung pada KK-NTB 2026 mencerminkan semangat persatuan dan kekayaan budaya masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo yang mendiami Pulau Lombok dan Sumbawa. Tema ini juga menggarisbawahi upaya untuk mengintegrasikan potensi kreativitas lokal dengan daya saing ekonomi, menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki keunikan budaya yang kuat. Pelaksanaan ajang ini juga merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui penguatan sektor riil, khususnya UMKM yang memiliki peran vital dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan memberikan platform bagi UMKM untuk berkembang, BI turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan ekonomi yang lebih kokoh di tingkat regional. Data Pendukung dan Tren Pasar Peningkatan omzet penjualan sebesar 64,67 persen pada KK-NTB 2026 menunjukkan tren positif yang berkelanjutan dalam minat konsumen terhadap produk-produk UMKM NTB. Kategori produk yang paling diminati umumnya meliputi produk wastra (tenun dan batik khas NTB), kerajinan tangan bernilai seni tinggi, produk kuliner olahan dengan kemasan menarik, serta kopi yang semakin dikenal kualitasnya. Pertumbuhan pasar untuk produk-produk kreatif dan warisan budaya juga terlihat semakin meningkat secara global. Konsumen modern semakin mencari produk yang memiliki cerita di baliknya, yang mencerminkan keunikan budaya dan keberlanjutan produksi. Inilah celah yang berhasil dimanfaatkan oleh UMKM NTB melalui ajang seperti KK-NTB. Peningkatan realisasi business matching pembiayaan perbankan sebesar Rp20,55 miliar mengindikasikan adanya peningkatan kepercayaan dari lembaga keuangan terhadap potensi bisnis UMKM yang ditampilkan di KK-NTB. Hal ini juga mencerminkan keberhasilan BI dalam menjembatani kebutuhan modal UMKM dengan kesediaan perbankan untuk memberikan fasilitas pembiayaan. Implikasi Jangka Panjang Keberhasilan penyelenggaraan KK-NTB 2026 memberikan implikasi yang luas bagi perekonomian NTB. Pertama, peningkatan pendapatan UMKM secara langsung akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha dan keluarga mereka. Kedua, perluasan pasar dan akses pembiayaan akan mendorong ekspansi usaha, yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat NTB. Ketiga, penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas produk dan daya saing akan berkontribusi pada diversifikasi produk ekspor NTB di masa depan, mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tertentu. Keempat, keberhasilan ajang ini akan semakin memotivasi UMKM lain untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka, menciptakan ekosistem bisnis yang lebih sehat dan kompetitif. Kelima, sinergi yang kuat antara BI dan Pemprov NTB dalam mendukung UMKM menjadi model kolaborasi yang efektif dan dapat direplikasi untuk pengembangan sektor-sektor ekonomi lainnya di masa mendatang. Komitmen berkelanjutan untuk mendampingi UMKM "naik kelas" akan memastikan bahwa dampak positif dari ajang ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi akan terus dirasakan dalam jangka panjang. Dengan terus beradaptasi terhadap perubahan, berinovasi, dan menjaga kualitas, UMKM NTB diproyeksikan akan semakin kokoh menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. (luk/red) Post navigation Nusa Tenggara Barat Siap Jadi Tuan Rumah HUT Ke-55 REI 2027, Targetkan Ribuan Pelaku Usaha dan Promosi Wisata BRI Mataram Perkuat Sinergi Digital BRIMOLA Bersama Agen LPG, Pertamina, dan Hiswana Migas NTB