SELONG – Potensi ekonomi dari melimpahnya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di Dusun Ketapang, Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, kini mulai dilirik untuk dioptimalkan melalui inovasi pengolahan. Dua mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mataram (Unram), Juliati Al Humaira dan Tri Fatmawati, memprakarsai sebuah program pemberdayaan masyarakat dengan mengajarkan warga cara mengolah ikan cakalang menjadi produk bernilai tambah tinggi, yaitu bakso. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari hasil tangkapan nelayan yang selama ini mayoritas hanya dijual dalam bentuk segar, sekaligus membuka peluang usaha baru berskala rumah tangga bagi masyarakat setempat.

Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan Pengolahan

Program pelatihan dan sosialisasi pembuatan bakso ikan cakalang ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN yang diselenggarakan oleh Universitas Mataram. Kegiatan ini berlangsung selama periode 30 Maret hingga 15 Mei 2026 di lokasi PT Nusa Raya Aquaculture, Dusun Ketapang. Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini mencakup tujuh ibu rumah tangga dan sebelas siswa sekolah dasar dari wilayah tersebut. Keikutsertaan berbagai usia diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolaborasi dan transfer pengetahuan antar generasi dalam pemanfaatan sumber daya lokal.

Juliati Al Humaira dan Tri Fatmawati, yang berasal dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian Unram, menjadi motor penggerak di balik kegiatan ini. Sebagai bagian dari program KKN Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mereka tidak hanya memberikan sosialisasi teori, tetapi juga memfasilitasi praktik langsung dalam proses pengolahan ikan cakalang menjadi bakso.

"Kami ingin membuka wawasan masyarakat Dusun Ketapang bahwa hasil tangkapan ikan bisa diolah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis, tidak hanya dijual dalam bentuk segar," ujar salah seorang mahasiswa pelaksana saat memberikan sosialisasi kepada warga pada Jumat, 4 September (tahun tidak spesifik dalam sumber asli, diasumsikan relevan dengan tanggal liputan berita). Pernyataan ini menekankan misi utama program, yaitu mengubah persepsi dan praktik ekonomi masyarakat nelayan dari sekadar penjualan hasil mentah menjadi produk olahan yang lebih menguntungkan.

Proses Inovatif Pengolahan Ikan Cakalang Menjadi Bakso

Proses pelatihan pembuatan bakso ikan cakalang dirancang secara sistematis dan praktis. Peserta diajak untuk mengikuti setiap tahapan, mulai dari penanganan awal ikan hingga produk siap konsumsi. Tahapan-tahapan tersebut meliputi:

  1. Persiapan Ikan: Peserta diajarkan teknik membersihkan ikan cakalang secara higienis dan proses pemfilletan untuk mendapatkan daging ikan yang siap diolah.
  2. Penghalusan Daging: Daging ikan cakalang yang telah difillet kemudian dihaluskan menggunakan alat yang sesuai, menciptakan tekstur yang diinginkan untuk adonan bakso.
  3. Pencampuran Bahan: Daging ikan yang halus dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti tepung tapioka (sebagai pengikat dan tekstur), telur (untuk kekenyalan dan rasa), bawang, serta berbagai bumbu pelengkap lainnya. Komposisi bumbu disesuaikan untuk menghasilkan cita rasa yang gurih dan khas.
  4. Pembentukan Adonan: Setelah semua bahan tercampur merata, adonan dibentuk menjadi bulatan-bulatan bakso sesuai ukuran yang diinginkan.
  5. Proses Perebusan: Adonan bakso yang sudah dibentuk kemudian direbus dalam air mendidih selama kurang lebih 15-20 menit hingga matang sempurna dan mengapung.

Selama proses praktik, para mahasiswa juga memberikan penekanan penting mengenai aspek kebersihan. Mereka mengedukasi peserta tentang pentingnya menjaga kebersihan bahan baku, peralatan masak, dan area kerja untuk memastikan bahwa produk bakso yang dihasilkan higienis, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar kesehatan pangan.

Antusiasme Peserta dan Respon Positif Terhadap Produk

Kegiatan pelatihan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh peserta. Baik ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak sekolah dasar menunjukkan keterlibatan aktif sepanjang sesi, mulai dari demonstrasi hingga sesi tanya jawab. Mereka tidak hanya mengikuti arahan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan minat yang besar untuk mempelajari keterampilan baru ini.

Produksi bakso ikan cakalang yang dihasilkan dari praktik tersebut mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Cita rasa khas yang ditawarkan oleh bakso ikan cakalang dinilai unik dan lezat, menunjukkan potensi pasar yang baik jika produk ini dikembangkan lebih lanjut. Sambutan hangat ini menjadi indikator kuat bahwa inovasi pengolahan ikan cakalang ini memiliki potensi untuk menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi masyarakat Dusun Ketapang.

Implikasi dan Harapan Jangka Panjang

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal yang krusial bagi masyarakat Dusun Ketapang dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan berbasis pengolahan hasil perikanan. Lebih dari sekadar meningkatkan nilai ekonomi ikan cakalang, program ini secara fundamental mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir. Dengan bekal keterampilan pengolahan dan pemahaman mendasar mengenai keamanan pangan yang telah diberikan, warga diharapkan mampu mengembangkan diversifikasi produk perikanan dalam skala rumah tangga.

Pemberdayaan ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Keterampilan baru yang diperoleh dapat membuka peluang kewirausahaan, menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain itu, dengan adanya diversifikasi produk, ketergantungan masyarakat terhadap penjualan ikan segar dapat berkurang, sehingga mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga pasar ikan mentah.

Potensi pengembangan ke depan bisa mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi varian rasa, pengemasan yang menarik, hingga akses pasar yang lebih luas, baik pasar lokal maupun potensi ekspor jika skala produksi memungkinkan. Keterlibatan PT Nusa Raya Aquaculture dalam penyediaan lokasi dan fasilitas juga menjadi modal penting dalam keberlanjutan program ini.

Apresiasi dan Dukungan Pihak Terkait

Dorong Ekonomi Warga Ketapang, Mahasiswa KKN KKB Unram Sulap Cakalang Jadi Bakso

Para mahasiswa KKN KKB Unram menyampaikan rasa apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih ditujukan kepada masyarakat Dusun Ketapang yang telah berpartisipasi aktif, PT Nusa Raya Aquaculture atas dukungan fasilitasnya, dosen pembimbing lapangan yang memberikan arahan dan bimbingan, serta Universitas Mataram sebagai institusi yang memfasilitasi program KKN MBKM ini.

Dukungan dari berbagai pihak ini menunjukkan sinergi yang kuat antara akademisi, masyarakat, dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi program-program serupa di wilayah pesisir lain yang memiliki potensi sumber daya perikanan melimpah namun masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi nilai ekonominya.

Latar Belakang dan Konteks Perikanan Cakalang di NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk Lombok Timur, dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir yang kaya akan sumber daya laut. Ikan cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap yang melimpah di perairan NTB. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menunjukkan bahwa penangkapan ikan cakalang secara tradisional masih menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar nelayan di pesisir.

Namun, tantangan utama yang dihadapi sektor ini adalah rendahnya nilai tambah produk akibat minimnya aktivitas pengolahan. Mayoritas hasil tangkapan langsung dijual kepada tengkulak dalam kondisi segar, yang seringkali membuat nelayan tidak mendapatkan harga jual yang optimal. Selain itu, fluktuasi pasokan dan permintaan ikan segar juga dapat menyebabkan ketidakpastian pendapatan.

Program KKN yang digagas oleh mahasiswa Unram ini hadir sebagai respons terhadap permasalahan tersebut. Dengan memanfaatkan melimpahnya ikan cakalang, program ini berusaha mentransformasi potensi alam menjadi kekuatan ekonomi melalui inovasi produk olahan. Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui diversifikasi usaha dan penguatan hilirisasi produk perikanan.

Pelaksanaan program KKN ini juga relevan dengan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan pemecahan masalah riil di lapangan. Pengalaman praktis ini tidak hanya memberikan pembelajaran berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial ekonomi di daerah.

Data Pendukung Potensi Ekonomi Ikan Cakalang

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan spesies pelagis yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan tersebar luas di perairan Indonesia, termasuk Samudra Hindia di lepas pantai Lombok. Dalam rantai pasok perikanan, ikan cakalang dikenal sebagai bahan baku utama untuk produk olahan seperti tuna kalengan (meskipun seringkali disamakan, cakalang dan tuna adalah spesies berbeda namun memiliki kemiripan dalam penggunaan produk olahan), abon ikan, dan berbagai jenis olahan lainnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai tukar nelayan (NTN) seringkali lebih tinggi untuk produk olahan dibandingkan dengan ikan segar. Misalnya, harga ikan cakalang segar di tingkat nelayan mungkin berkisar antara Rp 15.000 – Rp 25.000 per kilogram, namun jika diolah menjadi bakso, harga jualnya bisa meningkat signifikan, tergantung pada kualitas, merek, dan saluran distribusinya.

Dalam konteks pasar, bakso ikan cakalang memiliki potensi pasar yang luas, baik untuk konsumsi rumah tangga, kebutuhan restoran, maupun sebagai oleh-oleh khas daerah. Keunggulan produk olahan ini adalah umur simpannya yang lebih panjang dibandingkan ikan segar, serta kemudahan dalam pengolahan dan penyajian. Inisiatif seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun industri pengolahan hasil perikanan skala mikro yang dapat menopang perekonomian lokal.

Analisis Dampak dan Implikasi Jangka Panjang

Dampak langsung dari program ini adalah peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Dusun Ketapang dalam mengolah ikan cakalang. Ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi dari sumber daya perikanan yang mereka miliki. Melalui diversifikasi produk, masyarakat memiliki opsi pendapatan yang lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar yang harganya bisa berfluktuasi.

Secara jangka panjang, keberhasilan program ini dapat memicu tumbuhnya industri rumahan berbasis pengolahan ikan cakalang. Hal ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir. Pemberdayaan ekonomi melalui pengolahan hasil perikanan ini juga dapat membantu mengurangi urbanisasi dengan menciptakan peluang ekonomi yang menarik di daerah asal.

Selain aspek ekonomi, program ini juga memiliki implikasi sosial yang penting. Keterlibatan ibu rumah tangga dalam kegiatan ini dapat meningkatkan peran mereka dalam ekonomi keluarga, serta memberikan kesempatan untuk berjejaring dan berbagi pengalaman. Keterlibatan anak sekolah dasar dalam proses edukasi juga menanamkan pemahaman sejak dini tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan inovatif.

Lebih luas lagi, program ini mencerminkan potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan pembangunan. Inisiatif mahasiswa seperti ini menjadi wujud nyata dari peran universitas dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi konkret bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat, serta berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Program KKN Unram ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, potensi sumber daya alam yang melimpah dapat diubah menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *