MATARAM – Menjelang periode libur panjang empat hari yang dimulai pada Kamis, 14 Mei hingga Minggu, 17 Mei 2026, Pertamina Patra Niaga secara tegas menyatakan kesiapan dan jaminan penuh atas ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Periode libur panjang ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan, termasuk merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026, sebuah momen keagamaan penting bagi umat Kristiani.

Kesiapan Infrastruktur dan Stok Energi

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga telah melakukan antisipasi matang guna memastikan pasokan energi tidak terganggu selama periode puncak aktivitas masyarakat ini. "Kami memastikan bahwa stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat NTB selama libur panjang ini. Seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari terminal BBM, depot pengisian pesawat udara (DPPU), SPBU, hingga agen dan pangkalan LPG, telah disiagakan penuh," ujar Ahad.

Lebih lanjut, Ahad menjelaskan bahwa tim Pertamina Patra Niaga akan tetap siaga di lapangan untuk memantau dan memastikan kelancaran proses penyaluran BBM dan LPG. Kesiapan ini mencakup optimalisasi operasional fasilitas penyimpanan dan distribusi, serta penambahan personel di titik-titik strategis yang diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan.

LPG sebagai Produk Primadona dan Antisipasi Lonjakan Permintaan

Dalam momen libur panjang, produk LPG, khususnya ukuran 3 kilogram, diprediksi akan menjadi salah satu kebutuhan energi utama yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Aktivitas memasak di rumah tangga, usaha kuliner skala kecil, dan berbagai kegiatan sosial lainnya seringkali mengandalkan LPG. Menyadari potensi lonjakan permintaan ini, Pertamina Patra Niaga telah menerapkan strategi mitigasi yang proaktif.

"Untuk menghadapi lonjakan permintaan LPG yang diperkirakan terjadi selama periode ini, kami telah memitigasi dengan pelaksanaan penyaluran fakultatif. Ini adalah penyaluran tambahan di luar jadwal penyaluran reguler kami, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan ekstra masyarakat," jelas Ahad.

Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan alokasi penyaluran fakultatif yang signifikan, mencapai 60 persen di atas rata-rata penyaluran harian normal. Secara spesifik untuk wilayah NTB, total tambahan pasokan LPG yang disiapkan mencapai 89.960 tabung. Jumlah ini diyakini akan mampu menopang kebutuhan aktivitas masyarakat selama empat hari libur panjang, sehingga mereka dapat menikmati waktu istirahat tanpa kekhawatiran akan ketersediaan energi.

Optimalisasi Layanan BBM dan Pengawasan Kualitas

Selain fokus pada LPG, Pertamina Patra Niaga juga memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan pasokan BBM. Untuk sektor BBM, strategi yang diterapkan meliputi "build up stock" atau peningkatan stok di fasilitas penyimpanan sesuai dengan proyeksi kebutuhan.

"Untuk layanan BBM, kami akan melaksanakan ‘build up stock’ sesuai dengan proyeksi kebutuhan yang telah kami hitung. Selain itu, kami juga melakukan pengecekan intensif terhadap seluruh sarana dan prasarana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pengecekan ini mencakup aspek ‘Quantity and Quality’ (QQ) atau takaran dan kualitas BBM yang disalurkan kepada konsumen," tambah Ahad.

Pemeriksaan QQ BBM merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menjaga standar layanan dan kepercayaan konsumen. Hal ini memastikan bahwa setiap liter BBM yang dibeli masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan takarannya akurat, mencegah potensi kerugian bagi konsumen.

Data Pendukung dan Proyeksi Kebutuhan

Siaga Libur Panjang, Pertamina Patra Niaga Tambah 89 Ribu Tabung LPG 3 Kg di NTB

Meskipun angka spesifik rata-rata penyaluran harian tidak dirinci dalam pernyataan awal, penambahan 89.960 tabung LPG untuk wilayah NTB mengindikasikan skala operasi yang signifikan. Sebagai gambaran, jika rata-rata penyaluran harian adalah X tabung, maka total penyaluran selama libur panjang dengan tambahan 60% dapat diperkirakan mencapai sekitar 1,6X tabung per hari, atau jika diakumulasikan selama empat hari, akan ada penambahan stok yang sangat substansial.

Peningkatan stok ini tidak hanya dilakukan di tingkat agen dan pangkalan, tetapi juga didukung oleh optimalisasi operasional di Terminal BBM dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) jika ada penerbangan yang meningkat aktivitasnya selama libur panjang. Data historis dari periode libur panjang sebelumnya biasanya menunjukkan peningkatan konsumsi BBM jenis tertentu, seperti pertalite dan pertamax, terutama di jalur-jalur wisata dan perkotaan.

Himbauan kepada Masyarakat: Hindari Panic Buying

Menyikapi kesiapan pasokan energi yang telah dijamin, Ahad Rahedi mengimbau seluruh masyarakat NTB untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian energi secara berlebihan, terutama LPG. Fenomena "panic buying" atau pembelian panik seringkali muncul akibat informasi yang tidak akurat atau kekhawatiran yang berlebihan, yang justru dapat mengganggu stabilitas pasokan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Kekhawatiran masyarakat jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mungkin berupaya menciptakan kelangkaan buatan atau menaikkan harga secara tidak wajar," tegas Ahad.

Ia menekankan bahwa ketersediaan stok energi saat ini dalam kondisi aman dan tercukupi. Pembelian secara bijak sesuai kebutuhan masing-masing rumah tangga atau usaha akan sangat membantu kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan bagi semua orang.

Implikasi dan Peran Pertamina dalam Mendukung Aktivitas Masyarakat

Jaminan ketersediaan pasokan energi oleh Pertamina Patra Niaga memiliki implikasi yang luas bagi masyarakat NTB selama libur panjang. Pertama, ini memastikan kelancaran aktivitas rumah tangga, terutama dalam penyediaan pangan melalui penggunaan LPG. Kedua, ketersediaan BBM yang memadai akan mendukung mobilitas masyarakat untuk bepergian, mengunjungi sanak saudara, berwisata, atau melakukan kegiatan keagamaan.

Peran Pertamina Patra Niaga tidak hanya sebatas penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan memastikan pasokan energi yang lancar, Pertamina turut berkontribusi pada kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan menikmati waktu libur mereka.

Situasi ini juga menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif antara badan usaha negara seperti Pertamina dengan masyarakat. Melalui penyampaian informasi yang jelas dan transparan mengenai kesiapan pasokan, Pertamina berupaya membangun kepercayaan dan mencegah disinformasi yang dapat merugikan.

Penutup

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus berkomitmen untuk terus melayani masyarakat NTB dengan optimal, terutama pada momen-momen penting seperti libur panjang. Dengan persiapan yang matang, monitoring yang ketat, dan komunikasi yang terbuka, perusahaan memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat akan terpenuhi, sehingga libur panjang kali ini dapat dinikmati dengan penuh suka cita dan tanpa hambatan.

Masyarakat dihimbau untuk terus mendukung upaya Pertamina dengan melakukan pembelian yang bijak dan melaporkan apabila menemukan praktik penyalahgunaan atau kelangkaan yang tidak semestinya. Kolaborasi antara Pertamina dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan energi di NTB.

(LUK/RN)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *