Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam praktik bisnis berkelanjutan dengan memborong 69 penghargaan prestisius di ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026. Acara penghargaan yang diselenggarakan oleh PT Sucofindo (Persero) ini merupakan platform bergengsi yang mengapresiasi inovasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen jangka panjang perusahaan dalam mewujudkan operasional yang ramah lingkungan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penghargaan yang berhasil diraih mencakup berbagai kategori dan tingkatan, menunjukkan luasnya jangkauan dan kedalaman inovasi yang diterapkan oleh berbagai unit operasi di bawah naungan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. Rincian penghargaan tersebut adalah sebagai berikut: 11 predikat Platinum, 18 predikat Gold, 39 predikat Silver, dan 1 penghargaan khusus Local Hero Inspiratif. Penganugerahan ini dilaksanakan dalam sebuah seremoni megah yang bertempat di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, pada hari Kamis, 10 September 2026. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi dari seluruh jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus yang terus berinovasi demi menciptakan solusi berkelanjutan. Puluhan penghargaan yang diraih oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus merupakan kontribusi signifikan dari berbagai unit operasi yang secara konsisten menjalankan program-program inovasi dan keberlanjutan. Unit-unit yang mendapatkan pengakuan ini antara lain Fuel Terminal Maumere, Fuel Terminal Tuban, Fuel Terminal Sanggaran, Fuel Terminal Madiun, Fuel Terminal Malang, Integrated Terminal Surabaya, Integrated Terminal Tenau, Integrated Terminal Tanjung Wangi, Integrated Terminal Ampenan, Integrated Terminal Bima, Aviation Fuel Terminal Lombok (BIL), Aviation Fuel Terminal Juanda, Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai, serta Bitumen Plant Gresik. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan telah terintegrasi secara mendalam di seluruh lini operasional perusahaan. ENSIA 2026: Mendorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Komunitas Tangguh Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) telah memasuki tahun penyelenggaraannya yang keenam pada 2026. Ajang ini dirancang sebagai wadah apresiasi terhadap berbagai inisiatif dan inovasi yang dilakukan oleh sektor dunia usaha dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tema yang diusung pada ENSIA 2026, yaitu "Innovation for Sustainable Business and Resilient Community" (Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Komunitas Tangguh), secara jelas mencerminkan tujuan utama acara ini. Tema ini menekankan pentingnya inovasi tidak hanya untuk memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang, tetapi juga untuk membangun ketahanan sosial dan lingkungan yang lebih kuat di tengah berbagai tantangan global. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bapak Moh. Jumhur Hidayat, dalam sambutannya pada acara tersebut, menegaskan kembali urgensi peran sektor swasta dalam melampaui sekadar kewajiban regulasi terkait lingkungan. Beliau menyatakan bahwa ENSIA 2026 menjadi salah satu bentuk nyata dari praktik "beyond compliance", sebuah upaya di mana perusahaan tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar minimum yang ditetapkan oleh peraturan, melainkan secara proaktif mengambil langkah-langkah inovatif untuk memberikan kontribusi positif yang lebih besar. "ENSIA 2026 merupakan salah satu bentuk praktik beyond compliance, yaitu upaya dunia usaha untuk tidak berhenti pada pemenuhan regulasi lingkungan," ujar Moh. Jumhur Hidayat. Penegasan ini menggarisbawahi bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan sebuah strategi bisnis yang krusial untuk menghadapi masa depan. Lebih lanjut, Menteri Jumhur Hidayat juga menekankan bahwa upaya menjaga dan memulihkan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Beliau menyerukan sebuah gerakan yang lebih luas, yang tidak hanya ditujukan kepada korporasi, tetapi juga kepada setiap individu. "Gerakan Tobat Ekologis bukan hanya ditujukan kepada perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Pemerintah, korporasi, maupun individu memiliki peran dalam memperbaiki perilaku terhadap lingkungan," lanjutnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa kesuksesan dalam mencapai kelestarian lingkungan dan ketahanan sosial memerlukan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pembuat kebijakan, pelaku usaha, hingga masyarakat luas. Kolaborasi dan Inovasi sebagai Kunci Keberhasilan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Menanggapi pencapaian gemilang ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Bapak Ahad Rahedi, menyampaikan apresiasinya yang mendalam. Beliau mengaitkan keberhasilan ini dengan konsistensi dan semangat kolaborasi yang tertanam kuat di antara seluruh insan Pertamina. Menurutnya, 69 penghargaan yang diraih merupakan buah dari dedikasi yang berkelanjutan dalam menghadirkan inovasi-inovasi yang memberikan dampak nyata, baik secara lingkungan maupun sosial. "Penghargaan ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan representasi dari kerja keras dan semangat seluruh insan Pertamina dalam menghadirkan perubahan. Setiap inovasi lahir dari kepedulian, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat," ujar Ahad Rahedi. Pernyataannya ini menegaskan bahwa budaya inovasi di Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus berakar pada kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program inovasi yang diajukan dan diakui dalam ENSIA 2026 mencakup spektrum yang sangat luas, mencerminkan komprehensivitas pendekatan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terhadap isu-isu keberlanjutan. Kategori-kategori inovasi yang diperlombakan meliputi: Perlindungan Keanekaragaman Hayati: Inisiatif yang berfokus pada pelestarian spesies flora dan fauna, serta ekosistem di sekitar wilayah operasi. Pengelolaan Sampah: Program-program inovatif dalam mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah, termasuk pengelolaan sampah plastik dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Efisiensi Air: Upaya-upaya untuk mengurangi konsumsi air bersih dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya air melalui teknologi dan praktik yang inovatif. Penurunan Emisi: Program yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan udara lainnya dari kegiatan operasional. Efisiensi Energi: Inisiatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi, baik energi fosil maupun energi terbarukan, serta mengurangi jejak karbon. Pengurangan Limbah B3: Strategi dan teknologi untuk meminimalkan produksi limbah B3 serta pengelolaan dan pembuangan yang aman dan bertanggung jawab. Penurunan Beban Pencemaran Non-B3: Upaya untuk mengurangi dampak pencemaran dari limbah non-B3 terhadap lingkungan, seperti air dan tanah. Inovasi Sosial: Program-program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, pengembangan ekonomi lokal, dan penciptaan lapangan kerja. Local Hero Inspiratif: Penghargaan bagi individu atau kelompok yang menunjukkan kepemimpinan dan inspirasi dalam menggerakkan inisiatif keberlanjutan di tingkat lokal. Implikasi dan Dampak Luas dari Prestasi Ini Pencapaian 69 penghargaan di ENSIA 2026 oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memiliki implikasi yang signifikan dan multidimensional. Pertama, ini menjadi bukti konkret bahwa perusahaan energi terbesar di Indonesia ini tidak hanya berfokus pada penyediaan energi yang andal, tetapi juga sangat serius dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek operasionalnya. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik dan pemangku kepentingan terhadap komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi pada pembangunan sosial. Kedua, penghargaan ini menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain, baik di sektor energi maupun sektor industri lainnya, untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar praktik bisnis berkelanjutan mereka. ENSIA 2026 menjadi tolok ukur yang jelas mengenai apa yang dapat dicapai melalui kolaborasi, dedikasi, dan penerapan teknologi yang tepat guna. Ketiga, dari sisi sosial, program-program inovasi yang telah diakui oleh ENSIA 2026 kemungkinan besar telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ini bisa berupa peningkatan kualitas lingkungan hidup, penciptaan lapangan kerja, pengembangan keterampilan, atau peningkatan kesejahteraan ekonomi. Pengakuan ini juga akan mendorong Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk terus memperluas jangkauan dan kedalaman dampak positif yang mereka berikan. Keempat, di tengah transisi energi global dan meningkatnya kesadaran akan isu perubahan iklim, prestasi ini menempatkan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus sebagai pemain kunci dalam upaya mewujudkan ekonomi hijau dan rendah karbon di Indonesia. Inovasi dalam efisiensi energi, penurunan emisi, dan pengelolaan limbah menjadi sangat relevan dalam konteks ini. Prospek Masa Depan: Menuju Keberlanjutan yang Lebih Jauh Dengan fondasi yang kuat dan rekam jejak yang terbukti di ajang-ajang bergengsi seperti ENSIA, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus tampaknya siap untuk terus mendorong batas-batas inovasi keberlanjutan. Tantangan ke depan tentu akan semakin kompleks, terutama dalam menghadapi isu-isu perubahan iklim yang semakin mendesak dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab. Namun, semangat kolaborasi yang ditekankan oleh Area Manager Ahad Rahedi, ditambah dengan dukungan dari regulator dan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, memberikan optimisme bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan terus menjadi garda terdepan dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia. Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan sebuah tonggak penting yang memotivasi untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi. Post navigation PLN UIW NTB Resmikan Centralized Command Center untuk Transformasi Pengelolaan Sistem Kelistrikan Berbasis Teknologi