Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digagas oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di tahun 2025 kembali menunjukkan buah manisnya. Kali ini, beneficiaries program yang berlokasi di Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di wilayah Ring 1 pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 berkapasitas 10 MW, merasakan langsung dampak positifnya melalui keberhasilan panen raya komoditas hortikultura. Kelompok Tani Wela Sita Werek, yang beranggotakan para srikandi desa, pada Rabu (8/7) lalu, kembali melaksanakan panen massal hasil budidaya mereka, menandai pencapaian signifikan dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat yang difasilitasi oleh PLN UIP Nusra.

Panen kali ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga bukti nyata efektivitas program pendampingan yang telah berjalan. Sebanyak 700 tanaman pakcoy berhasil dipanen dan langsung terserap pasar dengan harga jual yang menguntungkan, yakni Rp3.000 per tanaman. Keberhasilan ini merupakan lanjutan dari capaian sebelumnya, di mana kelompok tani ini juga telah sukses memanen komoditas lain seperti fanbox dan tomat, yang semuanya merupakan bagian dari pengembangan budidaya hortikultura yang digalakkan oleh PLN UIP Nusra. Program yang telah digulirkan sejak tahun 2023 ini terus diperkuat dengan pendampingan intensif pada tahun 2025, yang menurut para petani, telah membawa perubahan fundamental terhadap kondisi ekonomi mereka.

Kronologi dan Perkembangan Program Pemberdayaan

Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini bermula pada tahun 2023, ketika PLN UIP Nusra mengidentifikasi potensi besar di Desa Wewo, sebuah wilayah yang secara geografis berdekatan dengan proyek strategis nasional PLTP Ulumbu Unit 5. Menyadari bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, PLN UIP Nusra merancang program TJSL yang berfokus pada pengembangan sektor pertanian, khususnya budidaya hortikultura.

Tahun 2023 menjadi tahun awal implementasi, di mana fokus utama adalah pada pengenalan teknik budidaya yang modern dan efisien, serta penyediaan sarana produksi awal. Kelompok Tani Wela Sita Werek, yang terdiri dari perempuan-perempuan tangguh di Desa Wewo, menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program ini. Mereka diberikan pelatihan dan pendampingan intensif mengenai berbagai aspek pertanian, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman yang tepat, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama dan penyakit yang efektif.

Memasuki tahun 2024, program ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Lahan-lahan yang sebelumnya mungkin kurang dimanfaatkan, mulai diubah menjadi lahan produktif yang menghasilkan. Para petani mulai menguasai berbagai teknik budidaya dan mampu mengaplikasikannya secara mandiri. Panen perdana komoditas seperti tomat dan fanbox menjadi bukti awal keberhasilan program ini.

Puncak dari penguatan program terjadi pada tahun 2025. Dengan dukungan penuh dari PLN UIP Nusra, Kelompok Tani Wela Sita Werek tidak hanya meningkatkan volume produksi, tetapi juga memperluas varietas tanaman yang dibudidayakan. Panen raya pakcoy pada Juli 2025 ini adalah manifestasi dari kerja keras dan pendampingan berkelanjutan yang telah diberikan.

Kunci Keberhasilan: Pendampingan Holistik dan Berkelanjutan

Ketua Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu, Evodia Alut, mengungkapkan rasa syukurnya atas program yang dijalankan oleh PLN UIP Nusra. "Program ini terus berjalan dan manfaatnya sangat kami rasakan. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini menjadi produktif. Hasil panen kami juga sudah memiliki pembeli, termasuk masyarakat Desa Wewo," ujar Evodia dengan nada bangga.

Lebih lanjut, Evodia menekankan bahwa keberhasilan kelompoknya tidak semata-mata karena bantuan sarana produksi, melainkan lebih krusial lagi adalah pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan. Pendampingan ini mencakup seluruh siklus pertanian, mulai dari proses pembibitan yang cermat, penerapan teknik budidaya yang optimal, perawatan tanaman yang konsisten, strategi pengendalian hama yang ramah lingkungan, hingga yang paling penting, upaya pemasaran hasil panen. Keterlibatan PLN dalam memfasilitasi akses pasar telah memastikan bahwa hasil kerja keras para petani tidak sia-sia dan dapat memberikan keuntungan ekonomi yang nyata.

Seorang anggota kelompok tani, Mama Kris (64), turut merasakan perubahan positif dalam pola bertaninya. Ia menuturkan bahwa penerapan teknologi pertanian sederhana, seperti penggunaan mulsa, telah membawa efisiensi yang signifikan. "Penggunaan mulsa membantu mengurangi pertumbuhan gulma sehingga biaya perawatan kebun menjadi lebih rendah dibandingkan metode yang digunakan sebelumnya," jelas Mama Kris. Pengalaman Mama Kris menggambarkan bagaimana program ini tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang membuat praktik bertani menjadi lebih efisien dan hemat biaya.

Dampak Ekonomi Nyata dan Pengukuran Keberhasilan

Keberhasilan panen yang kembali dirasakan oleh masyarakat Desa Wewo menjadi indikator kuat bahwa program TJSL yang dijalankan oleh PLN UIP Nusra mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan. Manager Perizinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bobby Robson, menegaskan hal ini. "Hasil panen ini menjadi salah satu indikator bahwa program pemberdayaan yang kami jalankan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Bobby.

Lebih jauh, Bobby mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini juga diperkuat oleh hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI) pada tahun 2025. Angka SROI yang mencapai 1,5 menunjukkan bahwa setiap Rp1 yang diinvestasikan oleh PLN melalui program ini mampu menghasilkan nilai manfaat sosial sebesar Rp1,5 bagi masyarakat. Angka ini merupakan bukti kuantitatif dari efektivitas program dalam menciptakan nilai tambah bagi komunitas. "Capaian tersebut mendorong kami untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tambah Bobby.

Komitmen PLN untuk Pembangunan Berkelanjutan

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, seperti PLTP Ulumbu Unit 5, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 (10 MW) tidak hanya bertujuan menghadirkan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan memperoleh manfaat nyata dari kehadiran proyek," kata RDW Manurung.

Ia menambahkan bahwa melalui program TJSL, PLN berkomitmen untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat yang berbasis pada potensi lokal. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan energi bersih yang tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan lingkungan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat tumbuh selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program hortikultura di Desa Wewo ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen PLN UIP Nusra dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar proyek-proyek strategis ketenagalistrikan yang sedang dikembangkan. Dengan adanya pendampingan yang konsisten dan berkesinambungan, PLN berharap agar semakin banyak lahan yang dapat dioptimalkan menjadi lahan produktif, pendapatan masyarakat terus meningkat, dan manfaat dari pembangunan energi bersih dapat dirasakan secara luas oleh seluruh masyarakat di sekitar wilayah pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5. Keberhasilan Kelompok Tani Wela Sita Werek ini menjadi inspirasi dan model bagi pengembangan program serupa di wilayah lain yang menjadi area operasional PLN.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *