PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) telah melaksanakan Apel Siaga Kesiapan Kelistrikan yang krusial dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan ajang GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika. Kegiatan ini menegaskan komitmen PLN untuk menyediakan pasokan listrik yang andal dan tanpa gangguan selama salah satu kejuaraan balap internasional paling bergengsi yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Apel siaga ini dipimpin langsung oleh General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, yang menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam mengantisipasi kebutuhan energi yang tinggi selama event berlangsung. Latar Belakang dan Konteks Event GT World Challenge Asia merupakan seri balap mobil sport yang telah menarik perhatian dunia otomotif. Pemilihan Sirkuit Mandalika sebagai salah satu tuan rumah event ini menandai pengakuan internasional terhadap kualitas sirkuit yang baru saja direvitalisasi dan kemampuannya untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga bertaraf global. Keberhasilan penyelenggaraan event semacam ini tidak hanya bergantung pada aspek teknis balapan itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk pasokan listrik yang stabil dan memadai. Sirkuit Mandalika sendiri merupakan bagian dari proyek pengembangan pariwisata terintegrasi yang digagas oleh pemerintah Indonesia, dengan tujuan menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi utama sport tourism kelas dunia. Keberhasilan event GT World Challenge Asia 2026 akan menjadi tolok ukur penting bagi penyelenggaraan event-event internasional lainnya di masa depan, yang berpotensi mendatangkan devisa negara dan mempromosikan Indonesia di kancah global. Oleh karena itu, PLN UIW NTB mengambil langkah proaktif untuk memitigasi risiko sekecil apapun yang berkaitan dengan pasokan listrik. Kronologi Persiapan dan Apel Siaga Apel Siaga Kesiapan Kelistrikan ini merupakan puncak dari serangkaian persiapan intensif yang telah dilakukan oleh PLN UIW NTB dalam beberapa bulan terakhir. Persiapan ini mencakup audit mendalam terhadap seluruh jaringan kelistrikan yang akan menyuplai kebutuhan energi di Sirkuit Mandalika dan area sekitarnya, pemeliharaan preventif pada gardu induk, trafo, dan kabel distribusi, serta simulasi skenario terburuk untuk menguji respons tim teknis. Puncak dari rangkaian persiapan ini adalah pelaksanaan apel siaga yang dihadiri oleh seluruh personel yang akan terlibat dalam pengamanan kelistrikan. Dalam apel tersebut, General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, secara resmi memberikan instruksi dan menekankan pentingnya setiap tugas yang diemban oleh personel. Arahan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup penekanan pada aspek kedisiplinan, kewaspadaan, dan terutama keselamatan kerja. "PLN UIW NTB berkomitmen penuh untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan GT World Challenge Asia 2026 sebagai bagian dari peran PLN dalam menyukseskan perhelatan ini di Sirkuit Mandalika," ujar Sri Heny Purwanti. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan PLN dalam menjalankan mandatnya sebagai penyedia energi yang fundamental bagi kelancaran acara. Penguatan Sumber Daya Manusia dan Peralatan Pendukung Dalam apel siaga tersebut, PLN UIW NTB mengerahkan total 146 personel yang terdiri dari 116 personel internal PLN dan 30 tenaga alih daya serta mitra kerja. Jumlah personel ini terbilang signifikan dan mencerminkan skala kesiapan yang diperlukan. Seluruh personel disiagakan untuk memastikan pengamanan sistem kelistrikan berjalan optimal di setiap titik penting, mulai dari sumber pasokan hingga titik konsumsi di dalam sirkuit dan fasilitas pendukungnya. Pembagian tugas telah dilakukan secara cermat, memastikan bahwa setiap personel memahami perannya dalam menjaga stabilitas pasokan listrik. Tim-tim khusus dibentuk untuk memantau jaringan, melakukan pemeliharaan darurat jika diperlukan, dan merespons cepat setiap potensi gangguan. Selain penguatan sumber daya manusia, PLN UIW NTB juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung yang canggih. Sebanyak 4 unit mobile UPS (Uninterruptible Power Supply) disiagakan. Peralatan ini sangat vital karena mampu menyediakan daya cadangan seketika jika terjadi gangguan pada pasokan utama, sehingga memastikan peralatan elektronik sensitif di area kritis seperti pusat kontrol balapan, media center, dan sistem pencahayaan tetap beroperasi tanpa henti. Selanjutnya, 3 unit Uninterruptible Gas Backup (UGB) juga menjadi bagian dari kesiapan PLN. UGB ini berfungsi sebagai sumber daya cadangan yang dapat diandalkan dalam jangka waktu tertentu, memberikan fleksibilitas tambahan dalam menjaga kontinuitas pasokan. Ditambah lagi, 5 unit genset dengan kapasitas besar juga telah disiagakan. Genset-genset ini akan menjadi tulang punggung pasokan listrik cadangan utama, memastikan bahwa seluruh aktivitas di sirkuit tetap berjalan meskipun terjadi pemadaman listrik dari sumber utama dalam durasi yang lebih lama. Kombinasi dari personel yang terlatih dan peralatan pendukung yang memadai ini menciptakan sebuah sistem keamanan berlapis yang dirancang untuk meminimalkan risiko gangguan pasokan listrik sekecil mungkin. Fokus Pengamanan pada 8 Venue Prioritas dan Lokasi VVIP Fokus utama pengamanan kelistrikan tertuju pada 8 venue prioritas di dalam area Sirkuit Mandalika. Lokasi-lokasi ini mencakup area balap utama, pit stop, pusat kontrol balapan, media center, area penonton, serta fasilitas pendukung lainnya yang krusial bagi jalannya acara. Setiap lokasi telah dilengkapi dengan sistem pengamanan berlapis, termasuk jalur suplai listrik ganda dan peralatan cadangan yang mudah diakses. Namun, kesiapan PLN UIW NTB tidak hanya terbatas pada area sirkuit itu sendiri. Perhatian khusus juga diberikan pada keandalan kelistrikan di sejumlah lokasi VVIP di sekitar Mandalika. Lokasi-lokasi ini mencakup fasilitas vital yang akan digunakan oleh para tamu kehormatan, pejabat, dan tim peserta. Di antaranya adalah bandara, yang menjadi gerbang kedatangan utama bagi para peserta dan penonton internasional, rumah sakit, untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang tak terputus, serta hotel-hotel VVIP yang menjadi tempat menginap para tamu penting. Pengamanan kelistrikan pada lokasi-lokasi ini memiliki signifikansi tersendiri. Gangguan listrik di bandara, misalnya, dapat menyebabkan penundaan penerbangan dan ketidaknyamanan bagi penumpang. Di rumah sakit, pasokan listrik yang stabil adalah masalah hidup dan mati. Oleh karena itu, PLN UIW NTB memastikan bahwa setiap fasilitas penting ini mendapatkan prioritas tertinggi dalam hal keandalan pasokan listrik. Penekanan pada Keselamatan Kerja Di tengah kesiapan teknis dan logistik, General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, tidak lupa menekankan aspek fundamental yang sama pentingnya: keselamatan kerja. Ia secara tegas mengingatkan seluruh personel yang bertugas mengenai prioritas utama dalam setiap aktivitas. "Utamakan keselamatan dalam setiap aktivitas. Tidak ada prestasi yang lebih besar daripada bisa pulang dengan selamat setelah menjalankan tugas," tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan budaya keselamatan yang tertanam kuat di PLN, di mana kesejahteraan karyawan adalah hal yang tidak dapat ditawar. Lebih lanjut, Sri Heny Purwanti menginstruksikan agar seluruh personel senantiasa disiplin dalam menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap SOP adalah kunci untuk mencegah kecelakaan kerja dan memastikan bahwa setiap tindakan dilakukan dengan cara yang paling aman dan efisien. Selain itu, koordinasi dan kewaspadaan di setiap titik pengamanan juga menjadi poin penting yang disorot. Komunikasi yang lancar antar tim dan kesadaran akan potensi risiko di lingkungan kerja adalah fondasi dari operasi yang aman dan sukses. Dampak dan Implikasi yang Lebih Luas Melalui apel siaga yang komprehensif ini, PLN UIW NTB tidak hanya memastikan kesiapan teknis untuk ajang GT World Challenge Asia 2026, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang komitmennya terhadap pembangunan dan kemajuan daerah. Dukungan kelistrikan yang andal adalah salah satu pilar utama yang menopang kesuksesan penyelenggaraan event berskala internasional. Keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika berpotensi memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi NTB. Sektor pariwisata akan mendapatkan dorongan besar, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, reputasi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia akan semakin terangkat, menarik minat investor dan penyelenggara event di masa depan. Peran PLN UIW NTB dalam memastikan pasokan listrik yang stabil menjadi krusial dalam mewujudkan potensi tersebut. Kesiapan PLN mencerminkan kolaborasi yang erat antara BUMN dan pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antarlembaga dapat menghasilkan dampak positif yang luas. Ke depan, pengalaman dan infrastruktur yang telah disiapkan untuk GT World Challenge Asia 2026 akan menjadi aset berharga bagi PLN UIW NTB dalam menghadapi event-event internasional lainnya yang mungkin akan diselenggarakan di NTB. Komitmen PLN untuk terus menyediakan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat. (rl) Post navigation PLTU Lombok FTP-2 2×50 MW Dekati Penyelesaian, PLN Pastikan Kesiapan Operasi untuk Perkuat Sistem Kelistrikan Pulau Lombok PLN UIW NTB Jamin Keandalan Pasokan Listrik GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika