SELONG – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai pilar utama untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Komitmen ini dipertegas melalui serangkaian kegiatan, termasuk Safety Briefing daring yang diselenggarakan oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Selaparang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan personel pelaksana pekerjaan, yang merupakan bagian integral dari upaya membangun budaya kerja yang selamat, disiplin, dan profesional di seluruh lini organisasi. Penguatan Budaya Keselamatan Sebagai Fondasi Operasional Safety Briefing yang dilaksanakan sebelum setiap aktivitas operasional dimulai merupakan agenda rutin yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran ( awareness ) seluruh elemen organisasi terhadap aspek-aspek krusial dalam keselamatan kerja. Dalam sesi briefing tersebut, para peserta menerima penguatan materi mengenai prosedur K3 yang ketat, evaluasi mendalam terhadap setiap tahapan pekerjaan, identifikasi potensi risiko yang mungkin timbul, serta penerapan langkah-langkah mitigasi yang efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan, sekecil apapun, dilaksanakan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku dan tanpa kompromi. Sebagai sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur kelistrikan yang bersifat strategis dan vital bagi kehidupan masyarakat, PLN menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi dalam setiap lini proses bisnisnya. Penerapan budaya " Safety First " bukan sekadar slogan, melainkan telah terintegrasi dalam transformasi operasional perusahaan. Hal ini sejalan dengan target ambisius perusahaan untuk mencapai " zero accident " atau nihil kecelakaan kerja, sekaligus memastikan kontinuitas dan keandalan jaringan distribusi listrik yang menjangkau seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Semangat Kemerdekaan dalam Disiplin Kerja dan Keselamatan Manager PLN UP3 Selaparang menekankan bahwa momentum peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat berharga bagi seluruh insan PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan kualitas ini tidak dapat dipisahkan dari budaya kerja yang secara konsisten mengedepankan keselamatan sebagai nilai utama. Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus diwujudkan dalam bentuk disiplin yang tinggi dalam menjalankan setiap prosedur kerja, kepatuhan yang mutlak terhadap standar K3, serta komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja. Dengan penguatan budaya keselamatan ini, PLN UIW NTB meyakini bahwa kualitas pelayanan kepada pelanggan akan mengalami peningkatan yang signifikan. Setiap pekerjaan yang dilaksanakan dengan standar keselamatan yang tinggi tidak hanya berfungsi untuk melindungi para pekerja dari potensi bahaya, tetapi juga secara langsung mendukung terjaminnya kontinuitas pasokan listrik yang andal. Pasokan listrik yang andal ini sangat krusial bagi berbagai sektor, mulai dari kebutuhan rumah tangga, operasional bisnis, hingga kelancaran industri dan layanan publik, yang semuanya merupakan penggerak vital bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Barat. Strategi Komprehensif Penguatan Budaya K3 PLN UIW NTB secara konsisten mendorong dan memfasilitasi seluruh unit kerja di bawahnya untuk mengintegrasikan aspek keselamatan ke dalam setiap aktivitas operasional sehari-hari. Penguatan budaya K3 ini tidak hanya terbatas pada pelaksanaan safety briefing rutin, tetapi juga mencakup serangkaian program komprehensif yang dirancang untuk menciptakan ekosistem kerja yang aman dan berkelanjutan. Program-program tersebut meliputi: Inspeksi Rutin: Pelaksanaan inspeksi berkala terhadap seluruh peralatan kerja, infrastruktur, dan area operasional untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Pembinaan Personel: Program pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan bagi seluruh personel, baik pegawai tetap maupun tenaga alih daya, untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan praktik K3. Evaluasi Pekerjaan: Mekanisme evaluasi yang ketat terhadap setiap rencana dan pelaksanaan pekerjaan, termasuk analisis risiko pra-pekerjaan (pre-work risk assessment) dan tinjauan pasca-pekerjaan (post-work review) untuk pembelajaran berkelanjutan. Peningkatan Kompetensi Pekerja: Investasi dalam pengembangan kompetensi pekerja melalui berbagai program pelatihan teknis dan non-teknis yang relevan dengan aspek keselamatan. Sosialisasi dan Kampanye: Kampanye internal dan eksternal yang gencar untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya K3 di seluruh lapisan masyarakat yang dilayani. Upaya-upaya ini merupakan bagian integral dari strategi PLN dalam membangun budaya keselamatan yang benar-benar tertanam kuat di seluruh lini organisasi, dari tingkat manajemen hingga lini terdepan. Visi Jangka Panjang: Keandalan Listrik Berbasis Keselamatan General Manager PT PLN (Persero) UIW Nusa Tenggara Barat, Yondri Zulfadli, menegaskan kembali visi perusahaan dalam hal ini. Ia menyatakan bahwa semangat kemerdekaan seharusnya menjadi sumber energi positif bagi seluruh insan PLN untuk senantiasa memberikan kinerja terbaik. Kinerja terbaik ini harus selalu didasari oleh menjadikan keselamatan sebagai budaya yang tidak dapat ditawar atau dikompromikan. "Keselamatan adalah fondasi utama dalam setiap upaya kita menghadirkan layanan kelistrikan yang andal kepada masyarakat," ujar Yondri Zulfadli. "Melalui penguatan budaya K3 yang terintegrasi di seluruh unit kerja, kami memastikan bahwa setiap insan PLN bekerja dengan standar profesionalisme dan disiplin yang tinggi, serta berorientasi penuh pada pencapaian target zero accident. Dengan semangat HUT ke-81 Republik Indonesia ini, PLN UIW NTB kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik yang aman dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa keandalan pasokan listrik bukan hanya masalah teknis semata, melainkan juga sangat bergantung pada sumber daya manusia yang bekerja dengan aman dan terlindungi. Investasi dalam budaya K3 merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan imbal hasil berupa peningkatan efisiensi operasional, penurunan risiko kecelakaan kerja yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan non-finansial, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap PLN sebagai penyedia layanan kelistrikan yang bertanggung jawab. Lebih jauh, penguatan budaya K3 ini sejalan dengan mandat pemerintah dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat di seluruh sektor industri. Dengan memprioritaskan keselamatan, PLN UIW NTB tidak hanya memenuhi kewajibannya sebagai badan usaha milik negara, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional. Dampak dan Implikasi Lebih Luas Implikasi dari penguatan budaya K3 di PLN UIW NTB meluas melampaui internal perusahaan. Pasokan listrik yang stabil dan andal, yang dimungkinkan oleh operasional yang aman, menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor-sektor krusial seperti pariwisata, UMKM, industri manufaktur, serta layanan kesehatan dan pendidikan, sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang tidak terputus. Gangguan pasokan listrik, yang seringkali berakar dari kegagalan operasional akibat kelalaian keselamatan, dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan dan menghambat kemajuan daerah. Oleh karena itu, komitmen PLN UIW NTB terhadap K3 bukan hanya sekadar urusan internal perusahaan, melainkan merupakan kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dengan memastikan bahwa setiap pekerja PLN kembali ke rumah dengan selamat setiap harinya, perusahaan ini turut membangun masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Semangat peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum yang tepat untuk merenungkan kembali pentingnya menjaga aset terpenting, yaitu sumber daya manusia, demi tercapainya layanan publik yang prima dan pembangunan bangsa yang berkesinambungan. Post navigation Idemitsu bLU cRU Yamaha Sunday Race 2026 Rayakan Satu Dekade Pembinaan Balap Nasional di Sirkuit Mandalika Holiday Resort Lombok Perkuat Komitmen Pariwisata Berkelanjutan Melalui Ekonomi Sirkular dan Pertanian Organik