Tanjung, Lombok Utara – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya para perempuan, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Inisiatif ini semakin menguat dalam momentum peringatan Hari Kartini, yang menekankan peran krusial perempuan dalam pembangunan bangsa. Program unggulan yang dilaksanakan adalah "Srikandi Women Support Women," yang secara khusus ditujukan untuk kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara. Program ini merupakan bagian integral dari upaya PLN UIW NTB dalam memperkuat kapasitas dan peran perempuan, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga untuk menumbuhkan kemandirian usaha. Perusahaan listrik negara ini memandang perempuan sebagai pilar strategis yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian, baik di tingkat keluarga maupun komunitas. Pelaksanaan program ini berfokus pada wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung, sebuah area yang diharapkan dapat merasakan dampak positif secara langsung dan berkelanjutan. Kronologi Pelaksanaan Program Srikandi Women Support Women Inisiatif "Srikandi Women Support Women" di Desa Medana telah melalui beberapa tahapan krusial untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutannya. Proses dimulai dengan identifikasi dan seleksi kelompok UMKM perempuan yang berpotensi dan membutuhkan dukungan. Pemilihan Desa Medana sebagai lokasi program didasarkan pada potensi ekonomi lokal dan kebutuhan pemberdayaan yang teridentifikasi. Pelaksanaan program ini dilakukan secara kolaboratif dengan kelompok perempuan Desa Medana yang tergabung dalam "Klub Baca Perempuan." Organisasi lokal ini memiliki peran vital dalam menjembatani komunikasi antara PLN dan para peserta. Ketua kelompok, Nursida Syam, memegang peranan kunci sebagai penanggung jawab pendampingan peserta di tingkat desa. Tugasnya mencakup memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan manfaat maksimal dari program, mulai dari pelatihan hingga penyaluran bantuan, serta memantau perkembangan usaha mereka untuk menjamin keberlanjutan program jangka panjang. Program ini dirancang dengan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek penting dalam pengembangan UMKM. Tahap awal adalah pemberian bantuan peralatan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Sebanyak 15 unit UMKM perempuan mendapatkan bantuan ini, yang menjadi modal awal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk mereka. Selanjutnya, pelatihan kewirausahaan dilaksanakan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam mengelola usaha. Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan ini, yang mencakup berbagai materi mulai dari manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga inovasi produk. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk pola pikir kewirausahaan yang kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar. Selain pelatihan langsung, program ini juga mengintegrasikan sosialisasi ketenagalistrikan. Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran para pelaku UMKM tentang pentingnya penggunaan listrik yang aman, efisien, dan produktif. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi listrik untuk meningkatkan produktivitas usaha. Tahap krusial lainnya adalah pendampingan pengembangan usaha berbasis pemanfaatan listrik produktif. Pendampingan ini bersifat berkelanjutan, di mana tim PLN UIW NTB bersama dengan perwakilan Klub Baca Perempuan secara rutin memberikan bimbingan dan konsultasi kepada para pelaku UMKM. Pendekatan terintegrasi ini memastikan bahwa penguatan kapasitas usaha berjalan dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan sarana, peningkatan keterampilan, hingga pengembangan strategi bisnis. Dampak Nyata Terhadap Peningkatan Pendapatan dan Penciptaan Lapangan Kerja Program "Srikandi Women Support Women" telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi para penerima manfaat. Berdasarkan laporan dari para pelaku UMKM, terjadi peningkatan pendapatan yang substansial, terutama di sektor kuliner. Omzet beberapa usaha kuliner dilaporkan meningkat hingga mencapai 100 hingga 200 persen setelah menerima dukungan peralatan dan pelatihan. Peningkatan ini tidak hanya berasal dari peningkatan volume produksi, tetapi juga dari perbaikan kualitas produk yang membuat daya saing mereka meningkat. Lebih dari sekadar peningkatan omzet, program ini juga berhasil mendorong lahirnya 15 UMKM baru di Desa Medana. Kehadiran UMKM baru ini menjadi bukti bahwa program PLN berhasil menumbuhkan semangat kewirausahaan dan memberikan peluang bagi lebih banyak perempuan untuk berwirausaha. Selain itu, pertumbuhan UMKM ini juga secara langsung membuka sekitar 60 peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Penciptaan lapangan kerja ini berkontribusi pada peningkatan taraf hidup dan perputaran ekonomi di tingkat desa, menciptakan efek domino positif yang meluas. Perkembangan positif ini turut memperkuat perputaran ekonomi desa secara keseluruhan. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, konsumsi lokal juga cenderung meningkat, yang pada gilirannya memberikan manfaat bagi berbagai sektor lain di desa. Kesejahteraan masyarakat Desa Medana secara bertahap mengalami peningkatan berkat inisiatif pemberdayaan ini. Apresiasi dan Komitmen PLN untuk Pembangunan Berkelanjutan Ketua Klub Baca Perempuan Desa Medana, Nursida Syam, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan yang diberikan oleh PLN UIW NTB. Beliau menyatakan bahwa program ini telah membuka peluang baru yang sebelumnya sulit dijangkau oleh para perempuan di desanya. Bantuan yang diberikan, baik berupa peralatan maupun pelatihan, memungkinkan para ibu rumah tangga untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka secara mandiri, tanpa harus bergantung pada sumber pendapatan lain yang mungkin terbatas. "Kami sangat bersyukur atas perhatian dan dukungan PLN UIW NTB. Program Srikandi Women Support Women ini benar-benar memberikan harapan baru bagi kami para perempuan. Dengan adanya bantuan peralatan dan pelatihan yang memadai, kami merasa lebih percaya diri untuk memulai dan mengembangkan usaha kami. Ini bukan hanya tentang peningkatan pendapatan, tetapi juga tentang pemberdayaan diri kami sebagai perempuan," ujar Nursida Syam dalam salah satu sesi pendampingan. Pernyataan ini diperkuat oleh General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, yang menegaskan bahwa program TJSL PLN memang dirancang untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. "Momentum Hari Kartini menjadi pengingat yang sangat penting bagi kita semua akan peran strategis perempuan dalam setiap aspek pembangunan. Melalui program Srikandi Women Support Women ini, kami ingin secara konkret memperkuat kapasitas perempuan agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi. Pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, tetapi juga kunci penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," ujar Sri Heny Purwanti. Beliau menambahkan bahwa PLN UIW NTB akan terus berupaya untuk menghadirkan program-program pemberdayaan yang adaptif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak positif yang terukur. Inovasi dan fleksibilitas dalam perancangan program menjadi prioritas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang dinamis. "PLN memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal di seluruh wilayah operasional kami. Kami percaya bahwa dengan memberdayakan masyarakat, termasuk kaum perempuan, kita dapat memperkuat kontribusi mereka sebagai penggerak utama ekonomi di Nusa Tenggara Barat. Program ini hanyalah salah satu wujud dari komitmen kami yang lebih luas untuk menciptakan energi yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat," tutup Sri Heny. Analisis Dampak dan Implikasi Lebih Luas Program "Srikandi Women Support Women" yang diinisiasi oleh PLN UIW NTB di Desa Medana memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi besar pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, terutama yang berfokus pada perempuan. Implementasi program ini dapat dianalisis dari beberapa perspektif: Pemberdayaan Ekonomi Inklusif: Program ini secara langsung mengatasi kesenjangan ekonomi dengan memberikan akses sumber daya dan pengetahuan kepada kelompok yang seringkali terpinggirkan, yaitu perempuan pelaku UMKM. Dengan fokus pada listrik produktif, program ini juga menghubungkan kebutuhan dasar energi dengan peningkatan aktivitas ekonomi produktif. Peningkatan Kualitas Hidup: Peningkatan pendapatan keluarga secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas hidup, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan gizi yang lebih baik bagi anak-anak. Kemandirian ekonomi perempuan juga dapat meningkatkan posisi tawar mereka dalam keluarga dan masyarakat. Penguatan Ketahanan Ekonomi Lokal: UMKM adalah tulang punggung ekonomi di banyak daerah, termasuk di pedesaan. Dengan memperkuat UMKM, program ini berkontribusi pada stabilitas dan ketahanan ekonomi lokal. Diversifikasi usaha dan penciptaan lapangan kerja baru mengurangi ketergantungan pada sektor tunggal dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat. Model Pemberdayaan yang Dapat Direplikasi: Keberhasilan program ini di Desa Medana dapat menjadi model yang inspiratif dan dapat direplikasi di daerah lain yang memiliki karakteristik serupa. Pendekatan kolaboratif antara perusahaan, pemerintah daerah, dan komunitas lokal terbukti efektif dalam mencapai tujuan pemberdayaan. Peran Strategis BUMN dalam Pembangunan: Program TJSL PLN ini menunjukkan peran strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung agenda pembangunan nasional, tidak hanya melalui penyediaan layanan dasar, tetapi juga melalui kontribusi aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pengurangan kemiskinan. Keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk konsistensi pendampingan, kemampuan UMKM untuk beradaptasi dengan dinamika pasar, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait. Namun, fondasi yang telah diletakkan oleh PLN UIW NTB melalui program "Srikandi Women Support Women" memberikan prospek yang cerah bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi perempuan di Nusa Tenggara Barat. Post navigation Pertamina Pastikan Ketersediaan Avtur 2.795 KL untuk Kelancaran Penerbangan Haji Embarkasi Lombok 2026