DOMPU – PT Sumbawa Timur Mining (STM) menegaskan kembali dedikasinya terhadap kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal dengan menyelenggarakan kegiatan penanaman 250 bibit pohon alpukat di Dusun Nangadoro, Desa Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif strategis ini, yang bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), merupakan bagian integral dari program penghijauan berkelanjutan perusahaan, bahkan di tengah tahapan eksplorasi pertambangan tembaga yang dikenal sebagai Proyek Hu’u. Acara yang melibatkan kolaborasi erat antara pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan warga setempat ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan manifestasi nyata dari komitmen STM untuk menciptakan keseimbangan ekologis dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi komunitas di sekitar area operasionalnya.

Peran Strategis Penanaman Pohon dalam Peringatan HMPI

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, yang secara nasional diperingati setiap tanggal 28 November, merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik akan urgensi pelestarian hutan dan lingkungan. PT Sumbawa Timur Mining memilih tanggal ini untuk menggarisbawahi relevansi kegiatan mereka dengan agenda nasional. Penanaman 250 bibit alpukat ini bukan hanya sekadar penambahan tutupan hijau, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam keberlanjutan ekosistem dan ekonomi lokal. Alpukat dipilih secara spesifik karena selain memiliki nilai ekologis yang tinggi dalam menyerap karbon dioksida, menahan erosi tanah, dan menjaga ketersediaan air tanah, buahnya juga memiliki nilai jual ekonomi yang signifikan. Harapannya, dalam beberapa tahun ke depan, pohon-pohon ini akan mulai berbuah dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat Dusun Nangadoro, Desa Hu’u.

Kegiatan penanaman pohon ini dihadiri oleh berbagai pihak, menunjukkan dukungan lintas sektoral terhadap upaya pelestarian lingkungan. Pejabat dari tingkat kecamatan dan desa setempat hadir untuk memberikan legitimasi dan dukungan moral. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB juga turut serta, menggarisbawahi sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dari pihak STM, Manajer Community Relations, Ulya Defretes, Principal Government Relations, Zulaikha, serta tim Sustainability perusahaan, hadir langsung memimpin kegiatan, berinteraksi dengan warga, dan menjelaskan visi di balik inisiatif ini. Kehadiran mereka secara langsung menegaskan bahwa program ini adalah prioritas manajemen puncak perusahaan, bukan hanya sekadar program CSR formalitas.

Visi Berkelanjutan: Lebih dari Sekadar Seremoni

Ulya Defretes, Manajer Community Relations PT STM, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini melampaui makna seremoni tahunan. "Kegiatan ini diharapkan memberi keseimbangan hidup, karena pohon menahan air, erosi, menjaga kelestarian lingkungan, dan berkontribusi baik bagi alam sekitar. Khusus tanaman alpukat, dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa mendatang," ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi STM yang terintegrasi, di mana pelestarian lingkungan tidak dipisahkan dari kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Keseimbangan ini menjadi fondasi utama dalam setiap program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.

Penanaman pohon di area sekitar kerja STM, khususnya di Dusun Nangadoro, memiliki signifikansi ganda. Pertama, secara langsung berkontribusi pada rehabilitasi lahan dan peningkatan kualitas lingkungan di sekitar proyek pertambangan. Kedua, melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses ini menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. Ini adalah pendekatan partisipatif yang efektif untuk memastikan keberlanjutan program jangka panjang.

Reklamasi Lahan dan Pengelolaan Lingkungan Terintegrasi

Komitmen STM terhadap lingkungan tidak hanya berhenti pada penanaman pohon. Dalam Laporan Keberlanjutan perusahaan terkini, tercatat bahwa STM telah berhasil mereklamasi 11,51 hektare lahan sepanjang tahun 2024. Angka ini merupakan pencapaian yang luar biasa, melampaui target tahunan sebesar 43,3 persen. Reklamasi lahan adalah proses krusial dalam industri pertambangan untuk mengembalikan fungsi ekologis dan produktivitas lahan pasca-eksplorasi atau pasca-penambangan. Keberhasilan STM dalam melampaui target ini menunjukkan efisiensi dan keseriusan perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Upaya reklamasi terus berlanjut ke area-area yang telah selesai digunakan untuk keperluan eksplorasi pertambangan tembaga Proyek Hu’u. Perencanaan dan proses reklamasi ini senantiasa dilaporkan secara berkala oleh STM kepada pemerintah, memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan, mulai dari penataan kembali topografi, stabilisasi tanah, hingga penanaman vegetasi yang sesuai dengan ekosistem lokal. STM berupaya menggunakan spesies tanaman asli dan pionir yang mampu mempercepat proses suksesi alami, memulihkan keanekaragaman hayati, dan menciptakan ekosistem yang mandiri.

Untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, STM juga mengoperasikan sebuah nurseri (pembibitan) seluas 0,44 hektare. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 30.000 bibit tanaman, menjadikannya sumber utama untuk kegiatan penghijauan dan reklamasi perusahaan. Bibit-bibit yang dihasilkan didominasi oleh tanaman pionir, yaitu spesies yang mampu tumbuh cepat di lahan yang terganggu dan membantu mempersiapkan kondisi tanah untuk pertumbuhan komunitas tanaman lokal yang lebih kompleks. Keunggulan nurseri ini juga terletak pada penggunaan energi terbarukan yang berasal dari panel surya. Pemanfaatan energi bersih ini merupakan wujud nyata komitmen STM terhadap pengurangan emisi karbon dan mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim, sekaligus menunjukkan inovasi dalam praktik keberlanjutan di sektor pertambangan.

Hari Menanam Pohon Indonesia, PT STM Bersama Warga Hu’u Tanam Ratusan Bibit Pohon

Dukungan Pemerintah dan Partisipasi Komunitas

Camat Hu’u, Muhammad Iswan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan penghijauan yang diinisiasi oleh STM. "Menanam pohon sama dengan menjaga bumi. Akar pohon akan mencegah terjadinya bencana alam. Mari kita tanam pohon ini untuk menjaga dan melestarikan alam kita," ujarnya. Pernyataan Camat Iswan mencerminkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama di wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan degradasi lahan. Dukungan pemerintah daerah sangat krusial bagi keberhasilan program CSR perusahaan, karena menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kolaborasi dan implementasi kebijakan yang pro-lingkungan.

Selain aktivitas penanaman pohon rutin, STM juga proaktif dalam mengadakan pembagian bibit secara berkala kepada warga. Program ini bertujuan untuk memperluas tutupan hijau tidak hanya di area operasional perusahaan tetapi juga di area strategis lainnya, termasuk kebun-kebun pribadi dan permukiman warga. Dengan demikian, manfaat penghijauan dapat dirasakan secara lebih luas oleh komunitas. Inisiatif semacam ini tidak hanya menambah jumlah pohon, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan mereka sendiri.

Standardisasi Global dan Pemantauan Lingkungan Independen

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap praktik pengelolaan lingkungan terbaik, STM secara berkala melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan-hutan di sekitar area eksplorasinya. Pemantauan ini tidak dilakukan secara internal saja, melainkan melibatkan pihak independen dan terakreditasi. Keterlibatan pihak ketiga ini menjamin objektivitas, akuntabilitas, dan kredibilitas data pemantauan. Hal ini dilakukan guna mendukung program manajemen lingkungan yang terstandardisasi secara global.

Salah satu bukti nyata dari komitmen ini adalah perolehan sertifikasi ISO 14001:2015 oleh STM. ISO 14001:2015 adalah standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan (SML) yang menetapkan persyaratan bagi organisasi untuk mengelola tanggung jawab lingkungan mereka secara sistematis. Fakta bahwa STM telah memperoleh sertifikasi ini, meskipun belum memasuki tahapan produksi penuh, merupakan indikasi kuat dari pendekatan proaktif dan visioner perusahaan terhadap lingkungan. Ini menunjukkan bahwa STM telah membangun kerangka kerja yang kuat untuk mengidentifikasi, mengelola, dan memitigasi dampak lingkungan sejak dini, jauh sebelum potensi dampak yang lebih besar terjadi di fase produksi. Sertifikasi ini juga menjadi jaminan bagi para pemangku kepentingan bahwa STM beroperasi dengan standar lingkungan yang diakui secara internasional.

Meluaskan Dampak Melalui Kampanye Digital

Di era digital saat ini, penyebaran informasi dan peningkatan kesadaran dapat dilakukan melalui berbagai platform. Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ini, tim Sustainability STM juga mengajak karyawan dan mitra kerja untuk berpartisipasi dalam Twibbon Challenge. Kampanye digital ini mengusung tagar #NationalTreePlantingDay2025 dan #MadaJagaPohonMadaJagaBumi. "Mada" yang berarti "kita" dalam bahasa lokal, menekankan pentingnya partisipasi kolektif masyarakat Dompu dalam menjaga lingkungan. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap upaya pelestarian lingkungan melalui ranah digital, menjangkau audiens yang lebih luas, dan mendorong lebih banyak individu untuk terlibat dalam aksi nyata maupun dukungan moral terhadap inisiatif penghijauan. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana STM tidak hanya berfokus pada aksi fisik, tetapi juga pada pembangunan kesadaran dan budaya peduli lingkungan di kalangan internal maupun eksternal.

Implikasi Jangka Panjang dan Harapan Masa Depan

Inisiatif penanaman pohon alpukat oleh PT Sumbawa Timur Mining di Dusun Nangadoro memiliki implikasi jangka panjang yang positif. Secara ekologis, penanaman ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, penyerapan karbon dioksida, pencegahan erosi tanah, dan peningkatan keanekaragaman hayati lokal. Secara ekonomi, pohon alpukat yang akan berbuah di masa depan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat setempat, mendukung kemandirian ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada satu sektor saja. Secara sosial, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat akan memperkuat ikatan komunitas dan membangun kepercayaan, yang esensial untuk keberlanjutan proyek pertambangan jangka panjang.

Komitmen STM terhadap keberlanjutan, yang tercermin dalam program penghijauan, reklamasi lahan, pengoperasian nurseri bertenaga surya, hingga sertifikasi ISO 14001:2015, menunjukkan bahwa perusahaan ini bertekad untuk menjadi pelopor dalam praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Melalui pendekatan yang holistik dan partisipatif, STM tidak hanya berupaya meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas eksplorasinya, tetapi juga secara aktif berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya. Ini adalah langkah maju yang signifikan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Dompu dan Nusa Tenggara Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *