PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengukuhkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya di wilayah Timur, melalui program Community Link #JadiBerkelanjutan. Program yang telah berjalan sejak tahun 2022 ini memasuki Musim ke-4 dengan fokus yang lebih tajam pada pemberdayaan UMKM yang dipimpin oleh perempuan dan penyandang disabilitas, memberikan akses pembiayaan tanpa bunga yang didampingi oleh pendampingan intensif. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh, mandiri, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus berkontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Program ini merupakan wujud nyata dari semangat Advancing Customers & Society yang diusung oleh CIMB Niaga, yang berupaya membantu masyarakat dalam mewujudkan aspirasi bisnis mereka sambil memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Melalui kolaborasi erat dengan mitra pelaksana, Berdaya Bareng, program ini telah menunjukkan progres signifikan dalam empat tahun terakhir. Evolusi dan Jangkauan Program Community Link Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, program Community Link telah menjadi motor penggerak pemberdayaan UMKM di berbagai penjuru Indonesia Timur. Jangkauan program ini mencakup wilayah strategis seperti Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar), Toraja, Manado, Samarinda, Balikpapan, hingga Kupang. Hingga kini, program ini telah berhasil menjangkau total 979 pelaku UMKM melalui berbagai sesi pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka. Sebagai wujud dukungan yang lebih konkret, CIMB Niaga juga telah memberikan akses pembiayaan kepada sekitar 150 UMKM yang menunjukkan potensi pertumbuhan dan komitmen kuat. Bantuan pembiayaan ini tidak hanya berupa suntikan modal, tetapi juga disertai dengan pendampingan bisnis yang berkelanjutan, memastikan para pelaku usaha memiliki bekal yang memadai untuk mengembangkan bisnis mereka. Memasuki Musim ke-4 yang dimulai pada tahun 2025, program ini memperluas cakupannya ke beberapa kota baru yang dinilai memiliki potensi ekonomi signifikan, yaitu Banjarmasin, Pontianak, Kendari, dan Lombok. Ekspansi ini mencerminkan keinginan CIMB Niaga untuk terus merangkul lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah, memperluas dampak positif program, dan memperdalam integrasi UMKM ke dalam rantai pasok ekonomi yang lebih luas. Dalam gelombang keempat ini, sebanyak 284 pelaku UMKM telah berpartisipasi dalam pelatihan intensif. Dari jumlah tersebut, 57 UMKM berhasil lolos seleksi untuk menerima pendampingan lanjutan yang mencakup pembiayaan tanpa bunga dan bantuan non-finansial lainnya. Menariknya, sebanyak 12 UMKM penerima manfaat berasal dari Pulau Lombok, menunjukkan potensi besar UMKM di wilayah tersebut. Lombok Menjadi Titik Fokus Baru: Memanfaatkan Potensi Lokal untuk Pertumbuhan Berkelanjutan Pemilihan Lombok sebagai salah satu wilayah prioritas dalam Musim ke-4 program Community Link tidak terlepas dari potensi sumber daya alamnya yang melimpah dan peluang besar dalam pengembangan UMKM berbasis ekonomi berkelanjutan. Keindahan alam dan kekayaan budaya Lombok menawarkan potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi produk dan jasa yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan. CIMB Niaga, melalui program ini, berupaya mendorong para pelaku usaha lokal di Lombok untuk dapat memanfaatkan potensi daerah secara optimal. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pendekatan yang berfokus pada ekonomi berkelanjutan juga sejalan dengan tren global yang semakin mengutamakan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial. Pendampingan Komprehensif: Lebih dari Sekadar Pembiayaan Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menjelaskan bahwa program Community Link dirancang untuk memberikan solusi pemberdayaan yang komprehensif. "Melalui program ini, kami membekali UMKM dengan pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan," ujar Fransiska. Ia menambahkan, "Kami berharap para pelaku UMKM ini tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan dan komunitas sekitarnya." Pendekatan ini tidak hanya berhenti pada pemberian modal. CIMB Niaga menyadari bahwa keberhasilan UMKM sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengelola bisnis, berinovasi, dan beradaptasi dengan dinamika pasar. Oleh karena itu, pendampingan intensif menjadi elemen krusial dalam program ini. Para pelaku usaha mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli bisnis, mentor, dan praktisi yang berpengalaman. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyusunan rencana bisnis yang solid, strategi pemasaran dan penjualan yang efektif, pengelolaan keuangan yang baik, hingga pengembangan produk yang inovatif. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis mereka, seperti pengelolaan limbah, penggunaan sumber daya yang efisien, dan praktik bisnis yang etis. Kriteria Seleksi yang Ketat dan Komitmen Peserta Co-Founder Berdaya Bareng, Pratiwi Hamdhana, menegaskan bahwa komitmen merupakan syarat utama dalam menentukan penerima bantuan dalam program Community Link. "Seluruh peserta diwajibkan mengikuti program dari awal hingga akhir, menyelesaikan setiap tugas yang diberikan, menyusun perubahan model bisnis, merancang strategi pengembangan usaha, hingga melakukan pitching di hadapan tim penilai," jelas Pratiwi. Proses seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan, memiliki potensi besar untuk berkembang, dan menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap bisnis mereka. Tahap pitching di hadapan tim penilai, yang terdiri dari perwakilan CIMB Niaga, Berdaya Bareng, dan para ahli, menjadi momen krusial untuk mempresentasikan ide bisnis, rencana pengembangan, dan visi jangka panjang mereka. "Dari situ kita ases proposal usahanya. Apakah memang mereka layak menerima bantuan, baik finansial maupun nonfinansial. Sehingga terpilihlah 57 orang itu," imbuhnya. Penilaian tidak hanya didasarkan pada potensi pasar, tetapi juga pada kematangan ide bisnis, kemampuan adaptasi, dan potensi dampak sosial serta lingkungan yang dapat dihasilkan oleh usaha tersebut. Fokus pada UMKM Perempuan dan Potensi Keterlibatan Disabilitas Dalam program Community Link Musim ke-4, terdapat penekanan khusus pada pemberdayaan UMKM yang dipimpin oleh perempuan. Data menunjukkan bahwa mayoritas produk yang dikembangkan oleh peserta berasal dari sektor makanan dan kriya. Sektor-sektor ini seringkali menjadi basis utama bagi pelaku usaha perempuan, yang memiliki ketrampilan dan kreativitas tinggi dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual. Sekitar 90 persen dari total peserta program ini adalah pelaku UMKM perempuan. Keberpihakan ini mencerminkan pengakuan CIMB Niaga terhadap peran sentral perempuan dalam perekonomian keluarga dan komunitas, serta upaya untuk memberikan mereka dukungan yang lebih kuat agar dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi. Meskipun di Lombok belum terdapat peserta dari kalangan disabilitas pada Musim ke-4 ini, Pratiwi Hamdhana memastikan bahwa di provinsi lain, kelompok penyandang disabilitas turut dilibatkan secara aktif dalam program ini. CIMB Niaga berkomitmen untuk terus memperluas inklusivitas program agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang seringkali menghadapi hambatan akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi. Mekanisme Pembiayaan dan Dukungan Berkelanjutan Besaran bantuan modal yang diberikan kepada setiap pelaku usaha disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing, berdasarkan hasil asesmen yang mendalam. Untuk tahap awal, bantuan modal umumnya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta. Skema ini dirancang agar pelaku usaha dapat segera memulai atau mengembangkan operasional mereka tanpa terbebani hutang yang besar di awal. Setelah pinjaman pertama berhasil dilunasi tepat waktu, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mengajukan pembiayaan lanjutan dengan nominal yang lebih besar. Fleksibilitas ini memungkinkan UMKM untuk terus bertumbuh dan meningkatkan skala bisnis mereka seiring dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan. "Nominal terbesar yang pernah kami berikan mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta per UMKM," ungkap Pratiwi, menunjukkan potensi dukungan finansial yang terus meningkat bagi UMKM yang menunjukkan performa baik. CIMB Niaga juga memberikan perhatian khusus terhadap proses pengembalian pinjaman. "Kami tetap memonitor pengembaliannya setiap bulan. Ada yang tepat waktu, ada juga yang terlambat. Tidak masalah bagi kami karena kami memahami kondisi mereka. Yang terpenting usahanya tetap berkembang," jelas Pratiwi. Pendekatan yang empatik dan suportif ini bertujuan untuk membangun hubungan kepercayaan jangka panjang antara bank dan pelaku UMKM, serta memastikan bahwa program ini benar-benar menjadi katalisator pertumbuhan yang berkelanjutan. Apresiasi Pemerintah dan Harapan untuk Sinergi yang Lebih Kuat Penanggung Jawab Pusat Layanan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) NTB, Santi Meitasari, memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang diinisiasi oleh CIMB Niaga. Menurutnya, program Community Link #JadiBerkelanjutan memiliki keunggulan karena tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi juga menyediakan dukungan modal usaha hingga pendampingan yang berkelanjutan. "Biasanya program berhenti setelah pelatihan. Tetapi program ini lengkap, mulai dari pendampingan sampai bantuan modal. Paketnya lengkap. Tinggal bagaimana UMKM memanfaatkan kesempatan tersebut," ujar Santi. Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi NTB memiliki tanggung jawab untuk terus mendukung pelaku usaha, mengingat UMKM merupakan salah satu pilar utama penopang ekonomi daerah. Dukungan dari pemerintah daerah melalui PLUT KUMKM NTB juga menjadi krusial dalam memperkuat ekosistem UMKM. Sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga pendukung lainnya diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM di NTB. Fransiska Oei menambahkan, "Ke depan, kami berharap sinergi antara CIMB Niaga, Berdaya Bareng, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga UMKM Indonesia semakin inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas." Implikasi Ekonomi dan Sosial yang Lebih Luas Program Community Link #JadiBerkelanjutan yang digagas oleh CIMB Niaga memiliki implikasi ekonomi dan sosial yang signifikan. Dengan memberdayakan UMKM, terutama yang dipimpin oleh perempuan dan penyandang disabilitas, program ini berkontribusi pada: Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan: Bantuan modal dan pendampingan bisnis memungkinkan UMKM untuk meningkatkan skala produksi, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan para pelaku usaha dan keluarganya. Penciptaan Lapangan Kerja: Pertumbuhan UMKM secara langsung berkorelasi dengan penciptaan lapangan kerja baru, yang sangat penting untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penguatan Ekonomi Lokal: UMKM seringkali menggunakan sumber daya lokal dan melayani pasar domestik, sehingga pertumbuhannya dapat memperkuat struktur ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan pada impor. Pemberdayaan Kelompok Marginal: Fokus pada UMKM perempuan dan penyandang disabilitas adalah langkah progresif untuk mengatasi kesenjangan ekonomi dan sosial, memberikan kesempatan yang lebih setara bagi kelompok yang seringkali terpinggirkan. Promosi Ekonomi Berkelanjutan: Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam model bisnis UMKM, program ini mendorong praktik ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial, yang krusial untuk pembangunan jangka panjang. Inovasi dan Daya Saing: Pendampingan bisnis yang komprehensif mendorong UMKM untuk berinovasi dalam produk, proses, dan pemasaran, sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar domestik maupun internasional. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan fondasi ekonomi nasional. Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur penting dalam upaya Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan terus memperluas jangkauan dan memperdalam dampaknya, CIMB Niaga dan para mitranya berupaya menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kuat dan tangguh untuk menghadapi tantangan masa depan. Post navigation OJK NTB Fokus Kembangkan Kakao 2026 Lewat Program Pengembangan Ekonomi Daerah untuk Dongkrak Kesejahteraan Petani dan Ekonomi Lokal Menaklukkan Keindahan Lombok dengan Aman: Panduan Komprehensif Touring Berkendara yang Wajib Diketahui