Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) secara resmi memperkuat komitmennya dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan meluncurkan program sosialisasi intensif Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Langkah strategis ini dilakukan dengan menyasar langsung masyarakat di tingkat pedesaan, memastikan bahwa informasi mengenai akses pendidikan tinggi tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau pelosok Kabupaten Lombok Barat.

Pada Senin, 25 Mei 2026, Tim PMB UNIZAR melakukan rangkaian kunjungan lapangan ke sejumlah titik strategis di Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai berbagai program studi, fleksibilitas waktu perkuliahan, serta skema bantuan pembiayaan pendidikan yang tersedia di kampus yang dikenal dengan nilai-nilai Islami tersebut. Pendekatan "jemput bola" ini diambil sebagai respon atas kebutuhan masyarakat pedesaan akan informasi yang valid dan transparan mengenai jenjang pendidikan lanjut bagi lulusan SMA sederajat.

Strategi Jemput Bola di Kecamatan Lingsar dan Narmada

Pelaksanaan sosialisasi dipimpin langsung oleh Ketua Tim PMB UNIZAR, I Putu Septian Adi Prayuda, S.Si., M.S.M. Dalam menjalankan agenda tersebut, beliau didampingi oleh tim promosi yang terdiri dari Asmadi, SP., MP., serta Sukron. Fokus utama dari kunjungan kali ini adalah menjalin komunikasi dua arah dengan pemerintah desa dan warga setempat guna memetakan potensi calon mahasiswa di wilayah tersebut.

Di Kecamatan Lingsar, tim menyambangi lima desa yang memiliki potensi sumber daya manusia cukup besar, yakni Desa Bug-Bug, Desa Peteluan Indah, Desa Saribaye, Desa Lingsar, dan Desa Batu Kumbung. Kelima desa ini dipilih karena letak geografisnya yang dinamis dan memiliki keterkaitan erat dengan pusat ekonomi lokal di Lombok Barat. Setelah menyelesaikan agenda di Lingsar, tim melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Narmada dengan mengunjungi Desa Nyurlembang dan Desa Gerimax Indah.

Kunjungan ini bukan sekadar presentasi satu arah, melainkan bentuk dialog terbuka. Tim UNIZAR mendatangi kantor-kantor desa untuk bertemu dengan para perangkat desa yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan informasi kepada warga. Dengan menggandeng pemerintah desa, diharapkan informasi mengenai PMB UNIZAR dapat didiseminasikan secara lebih luas melalui rapat-rapat dusun maupun pengumuman di komunitas lokal.

Fleksibilitas Akademik: Menjawab Tantangan Ekonomi Masyarakat

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah keberadaan program kuliah kelas pagi dan kelas sore. UNIZAR menyadari bahwa tantangan utama bagi lulusan sekolah menengah di NTB dalam melanjutkan pendidikan adalah faktor ekonomi dan waktu. Banyak pemuda di pedesaan yang harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, sehingga waktu kuliah reguler seringkali menjadi hambatan.

I Putu Septian Adi Prayuda menjelaskan bahwa program kelas sore dirancang khusus sebagai solusi bagi mereka yang sudah bekerja atau memiliki aktivitas di pagi hari. Dengan kurikulum yang tetap terjaga kualitasnya, mahasiswa kelas sore mendapatkan hak akademik yang sama dengan mahasiswa kelas pagi. Fleksibilitas ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah di tingkat perguruan tinggi dan memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk meningkatkan kualifikasi profesional mereka demi jenjang karier yang lebih baik.

Selain itu, keberagaman program studi di UNIZAR yang mencakup bidang kesehatan, hukum, teknik, hingga ekonomi, memberikan pilihan yang luas bagi calon mahasiswa untuk menyesuaikan minat mereka dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Pihak universitas menegaskan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama, baik untuk kelas reguler maupun kelas karyawan.

Program Beasiswa sebagai Instrumen Pemerataan Pendidikan

Sebagai institusi pendidikan yang mengusung misi sosial dan dakwah, UNIZAR juga membawa misi penting terkait bantuan finansial bagi calon mahasiswa yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Dalam pemaparannya di hadapan para tokoh masyarakat desa, I Putu Septian Adi Prayuda merinci dua program beasiswa unggulan yang dapat diakses oleh masyarakat.

Pertama adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Jalur ini merupakan program pemerintah yang difasilitasi oleh UNIZAR untuk memastikan anak-anak bangsa yang memiliki potensi akademik tinggi tidak terhambat oleh biaya. Syarat yang ditekankan adalah calon mahasiswa harus merupakan lulusan SMA atau sederajat yang memiliki bukti pendukung ekonomi lemah, seperti kepemilikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Program Keluarga Harapan (PKH), atau surat keterangan resmi dari Dinas Sosial setempat.

Kedua adalah Beasiswa Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar. Beasiswa internal ini merupakan bentuk apresiasi dan dedikasi yayasan dalam mencetak generasi unggul yang berakhlakul karimah. Program ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di Lombok yang memiliki basis religius yang kuat. Dengan adanya berbagai opsi beasiswa ini, UNIZAR ingin menegaskan bahwa biaya bukan lagi menjadi penghalang utama bagi anak-anak desa untuk meraih gelar sarjana.

UNIZAR Gencarkan Sosialisasi PMB Hingga Desa-Desa di Lombok Barat, Kenalkan Kelas Pagi, Kelas Sore dan Program Beasiswa

Respon Positif dan Apresiasi dari Pemerintah Desa

Kehadiran tim UNIZAR mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari para pimpinan desa. Di Desa Nyurlembang, Kepala Desa Lukman Nul Hakim menyatakan bahwa edukasi langsung dari pihak universitas sangat dibutuhkan oleh warganya. Menurutnya, selama ini banyak orang tua di desa yang merasa ragu untuk menguliahkan anaknya karena ketidaktahuan mengenai prosedur pendaftaran dan rincian biaya.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran UNIZAR di desa kami. Informasi seperti ini sangat penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan penjelasan langsung, warga menjadi lebih paham bahwa kuliah itu mungkin dilakukan, bahkan dengan skema beasiswa," ujar Lukman Nul Hakim.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Gerimax Indah, Amal Suhardi, menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dalam meningkatkan literasi pendidikan. Ia berharap kunjungan ini dapat memicu motivasi para pemuda desa untuk tidak cepat puas dengan ijazah SMA dan mulai merencanakan masa depan melalui jalur akademik.

Dukungan juga datang dari level perangkat desa lainnya. Sekretaris Desa Bug-Bug, H. Bahrain, dan Sekretaris Desa Peteluan Indah, Waridin, memberikan kesaksian bahwa warga seringkali menanyakan tentang peluang kuliah yang tidak mengganggu pekerjaan. "Kami merasa senang dengan kedatangan tim dari UNIZAR. Banyak masyarakat yang akhirnya mengetahui bahwa ada program kuliah pagi dan sore yang dapat disesuaikan dengan aktivitas kerja maupun kondisi ekonomi masyarakat," tutur Waridin.

Analisis: Signifikansi Sosialisasi Berbasis Komunitas

Langkah UNIZAR melakukan sosialisasi ke desa-desa di Lombok Barat memiliki implikasi yang lebih luas daripada sekadar pemenuhan kuota mahasiswa baru. Secara sosiologis, tindakan ini merupakan upaya dekonstruksi terhadap menara gading universitas. Dengan turun langsung ke desa, perguruan tinggi menunjukkan keberpihakannya pada masyarakat akar rumput.

Data menunjukkan bahwa angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia masih menghadapi tantangan disparitas antara wilayah urban dan rural. Di Nusa Tenggara Barat, meskipun pertumbuhan institusi pendidikan cukup pesat, tantangan geografis dan akses informasi masih menjadi kendala. Strategi UNIZAR yang mendatangi desa-desa di Lingsar dan Narmada—dua wilayah yang menjadi penyangga penting bagi Kabupaten Lombok Barat—adalah langkah taktis untuk memperkecil celah informasi tersebut.

Kecamatan Lingsar dan Narmada dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, terutama di sektor pertanian dan pariwisata. Dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan tinggi, diharapkan para lulusan UNIZAR nantinya dapat kembali ke desa mereka untuk membangun dan mengelola potensi lokal dengan ilmu pengetahuan yang modern. Hal ini menciptakan siklus pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari ruang kelas universitas hingga ke implementasi di tingkat desa.

Menuju Indonesia Emas 2045 dari Desa

Kegiatan sosialisasi PMB UNIZAR untuk Tahun Akademik 2026/2027 ini juga sejalan dengan visi besar nasional menuju Indonesia Emas 2045. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). UNIZAR, melalui pendekatan yang inklusif, mencoba mengambil peran dalam memastikan bahwa pemuda-pemudi di Lombok Barat memiliki daya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan agama.

Komitmen UNIZAR untuk terus menyisir desa-desa lainnya di wilayah NTB menunjukkan bahwa universitas ini memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan transparansi informasi mengenai beasiswa KIP dan program yayasan, UNIZAR memberikan harapan nyata bagi keluarga prasejahtera bahwa mobilitas vertikal melalui pendidikan adalah hal yang sangat mungkin dicapai.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pada masa pendaftaran mendatang, terjadi peningkatan signifikan jumlah pendaftar dari wilayah pedesaan. UNIZAR tidak hanya menawarkan bangku kuliah, tetapi menawarkan masa depan yang lebih terarah bagi generasi muda NTB. Dengan sinergi yang kuat antara universitas, pemerintah desa, dan masyarakat, visi untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, mandiri, dan religius dapat terwujud secara nyata.

Perjalanan tim PMB UNIZAR di Lombok Barat menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi harus bersifat inklusif. Pendekatan personal, penjelasan yang detail mengenai biaya dan waktu, serta keterbukaan terhadap kondisi ekonomi calon mahasiswa adalah kunci keberhasilan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. UNIZAR telah memulai langkah tersebut, dan dampaknya diharapkan akan terasa dalam beberapa tahun ke depan saat para mahasiswa dari desa-desa di Lingsar dan Narmada ini lulus dan mulai berkontribusi bagi kemajuan daerahnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *