SELONG – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Selaparang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui pelaksanaan program santunan kepada 56 anak yatim piatu binaan di Desa Teros, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Rasyid ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan materiil, tetapi juga menegaskan peran PLN sebagai agen perubahan sosial yang membawa kehangatan dan kepedulian di tengah masyarakat. Program santunan ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan PLN dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan uluran tangan, kasih sayang, serta dukungan moril untuk tumbuh kembang mereka. Bantuan yang disalurkan menjadi simbol nyata dari "energi kebaikan" yang terus diupayakan PLN untuk disebarkan, melampaui fungsi utamanya dalam menyediakan pasokan listrik yang andal. Kronologi dan Latar Belakang Kegiatan Kegiatan santunan yang diselenggarakan YBM PLN UP3 Selaparang di Desa Teros merupakan hasil dari serangkaian perencanaan dan koordinasi yang matang. Inisiatif ini berakar pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh PLN, yang secara khusus dikelola melalui YBM. YBM PLN sendiri merupakan wadah penghimpun dana dari para pegawai PLN yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Desa Teros, yang terletak di Kabupaten Lombok Timur, dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan identifikasi kebutuhan dan potensi kolaborasi dengan lembaga keagamaan setempat, dalam hal ini Masjid Nurul Rasyid. Pengurus masjid tersebut juga berperan sebagai pengasuh bagi anak-anak yatim piatu yang terdaftar dalam binaan mereka. Pelaksanaan kegiatan santunan ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari agenda rutin YBM PLN di berbagai wilayah operasionalnya. Frekuensi dan skala kegiatan ini disesuaikan dengan ketersediaan dana dan kebutuhan masyarakat. Di tahun 2026 ini, fokus pada pembinaan anak yatim piatu menjadi salah satu prioritas utama, sejalan dengan momentum keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh perusahaan. Secara umum, proses identifikasi anak yatim piatu binaan dilakukan melalui kerjasama dengan tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, maupun organisasi keagamaan di tingkat desa. Setelah data terverifikasi, YBM PLN akan merencanakan bentuk bantuan yang paling sesuai, baik berupa santunan tunai, paket sembako, perlengkapan sekolah, maupun kebutuhan lainnya yang mendesak. Dalam kasus santunan di Desa Teros, bantuan difokuskan pada pemberian santunan materiil yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak tersebut. Pihak Terkait dan Pernyataan Resmi Drs. Jumadil, yang menjabat sebagai Pengurus Masjid Nurul Rasyid sekaligus pengasuh anak yatim di Desa Teros, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian serta kepedulian yang ditunjukkan oleh PLN melalui YBM. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan BUMN seperti PLN dengan masyarakat, terutama dalam upaya memberikan dukungan bagi generasi penerus bangsa. "Kami sangat berterima kasih kepada YBM PLN UP3 Selaparang atas santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka dan keluarga. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin antara masyarakat Desa Teros dan PLN ini dapat terus berlanjut, seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan yang selama ini kami rasakan," ujar Drs. Jumadil. Pernyataan ini menggarisbawahi adanya apresiasi masyarakat terhadap peran ganda PLN, tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial. Manager PLN UP3 Selaparang turut menegaskan kembali peran YBM dalam menyalurkan amanah dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan salah satu bentuk penguatan nilai kemanusiaan di internal perusahaan. "Melalui YBM, kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyalurkan amanah dari para pegawai PLN agar dapat memberikan kebermanfaatan yang nyata. Santunan kepada anak yatim ini adalah refleksi dari komitmen kami bahwa PLN hadir tidak hanya untuk menerangi dengan listrik, tetapi juga untuk menyalakan harapan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat," ungkapnya. Lebih lanjut, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sri Heny Purwanti, turut memberikan pandangan mengenai signifikansi kegiatan semacam ini. Beliau menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan filosofi PLN untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan. "Santunan ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menebarkan manfaat dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kami percaya, kehadiran PLN harus mampu memberikan dampak positif, melalui aksi nyata yang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi sesama. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan serta semakin mempererat hubungan harmonis antara PLN dan masyarakat," tutup Sri Heny Purwanti. Pernyataan ini mempertegas visi PLN untuk menjadi perusahaan yang tidak hanya unggul dalam bisnisnya, tetapi juga menjadi agen pembangunan yang peduli terhadap aspek sosial dan kemanusiaan. Data Pendukung dan Konteks Wilayah Kabupaten Lombok Timur, sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki karakteristik demografis dan sosial yang beragam. Sebagian besar wilayahnya masih mengandalkan sektor pertanian dan perikanan sebagai mata pencaharian utama. Tingkat kesejahteraan masyarakat bervariasi, dan terdapat sejumlah kelompok rentan, termasuk anak-anak yatim piatu, yang membutuhkan perhatian khusus. Program bantuan sosial, termasuk yang digagas oleh YBM PLN, menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah seperti Lombok Timur. Data dari berbagai lembaga sosial menunjukkan bahwa anak-anak yatim piatu seringkali menghadapi tantangan ganda, yaitu kehilangan figur orang tua dan keterbatasan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan memberikan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya. PLN UP3 Selaparang memiliki cakupan wilayah pelayanan yang cukup luas di Pulau Lombok, termasuk di wilayah timur yang mencakup Kabupaten Lombok Timur. Dalam menjalankan operasinya, PLN tidak hanya fokus pada penyediaan dan pendistribusian listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat di wilayah kerjanya. YBM PLN menjadi salah satu kanal utama untuk mewujudkan tanggung jawab tersebut. Penyaluran bantuan melalui YBM sendiri didasarkan pada prinsip syariah, yang menekankan pentingnya berbagi rezeki dan membantu sesama. Dana yang dihimpun berasal dari zakat profesi pegawai muslim PLN. Mekanisme penyaluran biasanya dilakukan secara transparan dan akuntabel, melibatkan tim verifikasi dan monitoring untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Analisis Dampak dan Implikasi Lebih Luas Kegiatan santunan yang dilakukan oleh YBM PLN UP3 Selaparang di Desa Teros, Lombok Timur, memiliki beberapa implikasi positif yang signifikan. Pertama, dampak langsung terhadap kesejahteraan anak yatim piatu. Bantuan materiil yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan sekolah. Hal ini secara tidak langsung dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat dan memberikan mereka kesempatan yang lebih baik untuk fokus pada pendidikan dan tumbuh kembang. Kedua, penguatan hubungan antara PLN dan masyarakat. Melalui program-program sosial seperti ini, PLN tidak hanya dilihat sebagai penyedia layanan publik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli. Hal ini dapat meningkatkan citra positif perusahaan dan membangun kepercayaan yang lebih kuat, yang pada gilirannya dapat mendukung kelancaran operasional dan penerimaan masyarakat terhadap kebijakan perusahaan. Ketiga, penanaman nilai-nilai kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi ajang edukasi dan inspirasi bagi para pegawai PLN untuk terus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, kehadiran PLN dalam kegiatan sosial ini juga dapat menjadi contoh bagi lembaga atau perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keempat, kontribusi terhadap pembangunan sosial berkelanjutan. Program-program TJSL yang dijalankan secara konsisten dan terencana oleh PLN, seperti santunan anak yatim, merupakan bagian dari upaya pembangunan sosial yang berkelanjutan. Dengan membantu kelompok rentan, PLN turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah operasionalnya. Kelima, refleksi semangat kebersamaan dan gotong royong. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. PLN, melalui YBM dan partisipasi para pegawainya, menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian dan keinginan untuk berkontribusi. Semangat kebersamaan ini sangat penting untuk terus dipupuk, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan banyak dukungan. Secara keseluruhan, santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan oleh YBM PLN UP3 Selaparang di Desa Teros, Lombok Timur, adalah contoh nyata dari bagaimana sebuah perusahaan BUMN dapat menjalankan peran sosialnya dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat materiil, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kepedulian yang positif, yang semuanya berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan. (rl/redaksi) Post navigation Bank NTB Syariah Gelar RUPS Tahunan 2025: Laba Terjaga, Komitmen Pembangunan Daerah Diperkuat PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Program Magang dan Beasiswa Daerah 3T di Manggarai