Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Nusa Tenggara Barat dengan menggelar prosesi wisuda ke-63 bagi 997 lulusan. Acara yang berlangsung khidmat selama dua hari, yakni pada tanggal 16 hingga 17 September 2026, bertempat di Auditorium H. Anwar Ikraman ini, tidak hanya menjadi seremoni kelulusan biasa, tetapi juga menjadi momentum strategis bagi universitas untuk memaparkan pencapaian internasionalisasi dan penguatan kualitas akademik menuju visi global tahun 2028. Wisuda periode ini mencakup lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Program Pascasarjana, Profesi, Sarjana, hingga Diploma. Dari total 997 wisudawan yang dikukuhkan, tercatat sebanyak 226 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude atau lulus dengan pujian. Keberhasilan ini mencerminkan peningkatan kualitas proses belajar mengajar di lingkungan UMMAT yang semakin kompetitif. Dengan tambahan lulusan baru ini, total alumni yang telah dilahirkan oleh Universitas Muhammadiyah Mataram kini mencapai angka signifikan, yakni 29.011 orang, yang tersebar di berbagai sektor pekerjaan baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Peningkatan Standar Akademik dan Akreditasi Unggul Dalam pidato laporannya, Rektor UMMAT, Dr. H. Abdul Wahab, M.A., menekankan bahwa universitas terus melakukan akselerasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu indikator keberhasilan tersebut adalah raihan akreditasi pada program studi yang ada. Saat ini, dari total 38 program studi yang dikelola oleh UMMAT, sembilan di antaranya telah berhasil meraih peringkat akreditasi "Unggul". Capaian ini menempatkan UMMAT sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan jumlah program studi berakreditasi tertinggi di wilayah LLDIKTI VIII. Peningkatan status akreditasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti nyata pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi yang meliputi kualitas dosen, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, sarana prasarana yang memadai, serta hasil riset yang berdampak luas. Selain itu, UMMAT kini didukung oleh lima Guru Besar (Profesor) yang terus aktif memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat. Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu memacu semangat riset di kalangan dosen muda dan mahasiswa. Guna menjawab tantangan dunia kerja yang semakin menuntut bukti kompetensi nyata, UMMAT juga telah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melalui LSP ini, para lulusan UMMAT tidak hanya membawa ijazah akademik saat lulus, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga meningkatkan daya tawar mereka di pasar kerja global. Langkah Strategis Internasionalisasi Kampus Salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan wisuda ke-63 ini adalah semakin kuatnya napas internasionalisasi di lingkungan kampus. UMMAT secara aktif mulai membuka diri bagi mahasiswa asing sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang multikultural dan inklusif. Pada Tahun Akademik 2025/2026, UMMAT secara resmi menyambut 21 mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Sudan, Nigeria, Yaman, dan Ghana. Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di UMMAT mulai diakui di kancah global. Langkah ini juga sejalan dengan peta jalan (roadmap) universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang Islami, mandiri, unggul, dan berdaya saing di kawasan global pada tahun 2028. Program internasionalisasi ini tidak hanya terbatas pada penerimaan mahasiswa asing, tetapi juga mencakup pertukaran pelajar, kolaborasi riset internasional, dan partisipasi aktif dosen dalam forum-forum ilmiah tingkat dunia. Rektor Abdul Wahab menyatakan bahwa interaksi antara mahasiswa lokal dan internasional di dalam kampus akan menciptakan atmosfer akademik yang lebih dinamis. Hal ini memaksa seluruh elemen universitas, termasuk staf administrasi dan dosen, untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing dan memperluas wawasan global mereka. Penghargaan bagi Mahasiswa Berprestasi dan Inspiratif Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mahasiswa, UMMAT memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah wisudawan yang menunjukkan prestasi luar biasa di berbagai bidang. Penghargaan ini dibagi ke dalam beberapa kategori yang mencerminkan nilai-nilai utama universitas. Pada hari pertama wisuda, Rabu (16/9), penghargaan diberikan kepada: Herlina Irani Fahmi (S1 Farmasi): Meraih penghargaan kategori Kiprah Prestasi Internasional dan Kompetensi Global. Herlina dinilai berhasil membawa nama UMMAT di ajang internasional melalui kompetensi bidang farmasi yang dimilikinya. Sabrina Tria Yunita (S1 Kebidanan): Menerima penghargaan kategori Riset dan Karya Ilmiah atas dedikasinya dalam menghasilkan penelitian yang inovatif dan relevan bagi dunia kesehatan. Suratih Syahrir (S1 Farmasi): Mendapatkan penghargaan kategori Inovasi Teknologi Kreatif, berkat kemampuannya menciptakan solusi teknologi dalam bidang kefarmasian. Tauhid (Program Pascasarjana): Dinobatkan sebagai Mahasiswa Inspiratif atas ketekunan dan semangatnya dalam menempuh pendidikan tinggi di usia dewasa, memberikan teladan bahwa belajar tidak mengenal batasan usia. Pada hari kedua, Kamis (17/9), apresiasi serupa diberikan kepada: Wafik Aziza (Komunikasi Penyiaran Islam): Meraih penghargaan kategori Kiprah Prestasi Internasional dan Kompetensi Global melalui kontribusinya di bidang komunikasi media. Indra Purnawirawan (S1 Teknik Pertanian): Menerima penghargaan kategori Pengabdian kepada Masyarakat atas proyek-proyek inovasi pertanian yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani lokal. Alfian Rahaman Hadi (FKIP): Mendapatkan penghargaan kategori Riset dan Karya Ilmiah atas kontribusi pemikiran dalam dunia pendidikan. Metilda Peti (FISIPOL): Dinobatkan sebagai Mahasiswa Inspiratif yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial. Pemberian penghargaan ini merupakan bagian dari upaya UMMAT untuk menanamkan budaya prestasi di lingkungan kampus. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengejar nilai akademik yang tinggi di atas kertas, tetapi juga aktif berkontribusi melalui inovasi, riset, dan pengabdian nyata kepada masyarakat luas. Pesan Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Alumni Acara wisuda ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah dan pemerintah. Dr. Hendro Widodo, S.Pd.I., M.Pd., yang mewakili Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kemajuan pesat yang dicapai UMMAT. Ia menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi Muhammadiyah untuk terus menjaga keseimbangan antara penguasaan sains-teknologi dan penanaman nilai-nilai karakter islami. Turut hadir pula perwakilan dari LLDIKTI Wilayah VIII, Kopertais Wilayah XIV Bali Nusra, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, serta Badan Pembina Harian (BPH) UMMAT. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan dukungan penuh terhadap arah kebijakan pengembangan universitas ke depan. Dalam pesan penutupnya kepada para wisudawan, Rektor Abdul Wahab mengingatkan bahwa gelar akademik yang diraih hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan gerbang awal menuju dunia nyata yang penuh tantangan. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan orang yang pintar secara intelektual, tetapi juga orang yang memiliki integritas moral dan keberanian untuk membuat perubahan positif. "Wisuda bukan akhir perjalanan, tapi awal mengukir langkah gemilang. Saya berharap para alumni mampu membawa ilmu pengetahuan sekaligus nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan bermasyarakat. Jadilah agen perubahan yang mampu beradaptasi dengan dunia profesional yang cepat berubah, melahirkan inovasi, serta memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara," tegas Dr. Abdul Wahab di hadapan ribuan tamu undangan. Analisis dan Implikasi Luas bagi Pendidikan di NTB Kesuksesan UMMAT dalam mengukuhkan hampir seribu lulusan dengan standar kualitas yang terus meningkat memiliki implikasi signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu provinsi yang sedang berkembang pesat di sektor pariwisata, pertanian, dan industri kreatif, NTB membutuhkan pasokan tenaga kerja terdidik yang memiliki sertifikasi kompetensi resmi. Keberadaan LSP yang tersertifikasi BNSP di UMMAT menjadi kunci penting dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri (link and match). Dengan demikian, angka pengangguran terdidik diharapkan dapat ditekan karena lulusan telah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Selain itu, langkah berani UMMAT dalam melakukan internasionalisasi dengan menerima mahasiswa dari benua Afrika dan Timur Tengah memberikan sinyal kuat bahwa Mataram kini mulai diperhitungkan sebagai destinasi pendidikan internasional. Hal ini tidak hanya berdampak pada reputasi kampus, tetapi juga pada ekonomi lokal dan peningkatan citra daerah sebagai pusat pendidikan yang ramah dan kompetitif di tingkat regional. Seiring dengan visi 2028, tantangan UMMAT ke depan adalah mempertahankan konsistensi kualitas di tengah disrupsi teknologi digital. Transformasi menuju kampus digital dan penguatan jejaring alumni yang kini hampir menyentuh angka 30.000 orang akan menjadi modal sosial yang sangat besar bagi universitas untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Wisuda ke-63 ini menjadi bukti bahwa Universitas Muhammadiyah Mataram terus berbenah dan bergerak maju. Di bawah kepemimpinan Dr. Abdul Wahab, UMMAT tidak hanya sekadar mencetak lulusan, tetapi sedang membangun fondasi bagi generasi masa depan yang siap bersaing secara global dengan tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual yang kuat. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam sejarah panjang UMMAT untuk terus menebar manfaat bagi umat dan semesta. Post navigation Inovasi Bioamelioran Universitas Mataram Transformasi Lahan Pasiran Lombok Utara Menjadi Sentra Produksi Jagung Ketan Berkelanjutan Mahasiswa Baru UNDIKMA Disulut Semangat Bela Negara