Persiapan infrastruktur pendukung gelaran akbar Balap Motor Internasional MotoGP Mandalika 2026 masih dihadapkan pada tantangan serius, khususnya terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur utama Bypass Mandalika. Hingga kini, optimalisasi fungsi PJU di jalur vital ini belum sepenuhnya tercapai. Ironisnya, pemasangan dan perbaikan fasilitas penerangan ini terpaksa baru akan digenjot secara intensif hanya tujuh hari sebelum perhelatan akbar dimulai, sebuah strategi yang diambil untuk memitigasi ancaman pencurian kabel PJU yang telah menjadi masalah klasik di kawasan tersebut.

Penundaan pemasangan akhir fasilitas PJU ini bukan tanpa pertimbangan matang. Pemerintah daerah bersama instansi terkait mengambil langkah berisiko ini untuk mengantisipasi maraknya aksi pencurian kabel PJU yang kerap terjadi di kawasan Mandalika. Kekhawatiran utama adalah jika perbaikan lampu terpasang jauh-jauh hari sebelum ajang internasional dimulai, komponen vital dan jaringan kabelnya akan rentan menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan yang tidak bertanggung jawab. Fenomena pencurian kabel PJU ini telah menjadi masalah berulang yang membebani anggaran dan energi ekstra setiap kali Indonesia bersiap menyambut event berskala internasional.

Kendalanya Jelas: Ancaman Vandalisme dan Pencurian Kabel

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ervan Anwar, secara gamblang mengonfirmasi bahwa kendala teknis dan ancaman vandalisme menjadi faktor penentu utama di balik penundaan penanganan PJU hingga mendekati hari pelaksanaan MotoGP. Jadwal pelaksanaan balapan yang dijadwalkan bergulir pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, menuntut kesiapan infrastruktur yang matang.

"Banyak kabel-kabel PJU yang hilang dan dipotong oleh oknum. Karena itu, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menginginkan perbaikan total dilakukan mendekati pelaksanaan MotoGP. Insyaallah seluruhnya selesai dan berfungsi normal sebelum event dimulai," ungkap Ervan Anwar dalam keterangan resminya baru-baru ini. Pernyataan ini mengindikasikan betapa seriusnya ancaman pencurian yang dihadapi, bahkan memaksa pemerintah untuk mengorbankan jadwal ideal demi memastikan fungsi fasilitas tersebut saat dibutuhkan.

Ratusan Titik PJU Padam: Gambaran Realitas di Lapangan

Berdasarkan inventarisasi mendalam di lapangan, situasi terkini menunjukkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Ratusan titik PJU di sepanjang jalur Bypass Mandalika, membentang dari Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL) hingga Bundaran Sengkol, dilaporkan dalam kondisi padam total. Angka ini tentu saja memicu perhatian serius dari berbagai pihak, mengingat vitalnya fungsi penerangan jalan di jalur utama menuju salah satu sirkuit kebanggaan Indonesia ini.

Masalah pencurian kabel PJU bukanlah isu baru bagi NTB. Setiap kali ada event besar yang menarik perhatian internasional, pemerintah daerah dan instansi terkait harus kembali mengeluarkan anggaran dan mengerahkan sumber daya untuk memperbaiki fasilitas penerangan yang telah dirusak. Hal ini tentu saja menjadi sebuah siklus yang merugikan dan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya pencegahan selama ini.

Meskipun demikian, tim teknis tidak tinggal diam. Ervan Anwar menambahkan bahwa sebuah tim khusus telah diterjunkan untuk melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik kerusakan terparah. "Saat ini BPTD telah menurunkan tim ke lapangan guna menyisir dan mengantisipasi banyaknya PJU yang mati," jelasnya. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi masalah dan penentuan prioritas perbaikan.

Jalur Kritis: Bypass Mandalika, Urat Nadi Akses MotoGP

Keberadaan PJU di jalur Bypass Mandalika memegang peranan yang sangat vital dan tidak bisa ditawar. Jalur ini merupakan arteri utama yang menghubungkan Bandara Internasional Lombok dengan Sirkuit Mandalika. Segala lini, mulai dari penonton domestik maupun internasional, para ofisial, hingga para pembalap itu sendiri, akan melintasi jalur ini untuk mencapai lokasi balapan.

Lonjakan volume kendaraan yang signifikan diprediksi akan terjadi selama periode gelaran MotoGP berlangsung. Dalam kondisi seperti ini, penerangan jalan yang memadai menjadi elemen krusial yang tidak hanya menyangkut estetika, tetapi yang terpenting adalah menjamin aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna jalan di malam hari. Tanpa penerangan yang memadai, risiko kecelakaan dan potensi tindak kriminalitas akan meningkat drastis, menciptakan pengalaman negatif bagi para tamu internasional.

Cegah Pencurian Kabel, PJU Bypass Mandalika Dipasang H-7 MotoGP

Inventarisasi PJU: Sebaran dan Kapasitas yang Terdata

Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, pemerintah sebenarnya telah memetakan sebaran Alat Penerangan Jalan (APJ) di berbagai ruas jalan penghubung yang vital untuk menunjang kelancaran akses menuju kawasan strategis Mandalika. Data ini mencakup berbagai aset yang dikelola oleh pemerintah pusat, provinsi, maupun pemerintah daerah.

Berikut adalah rincian sebaran APJ di beberapa ruas jalan utama:

  • Ruas Bundaran Metro – Bundaran Gerung: Terdapat 143 unit APJ, merupakan kolaborasi aset antara Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
  • Ruas Bundaran Gerung – Bundaran Sulin (Perbatasan Lombok Barat – Lombok Tengah): Terpasang 88 unit APJ di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
  • Ruas Bundaran Sulin – Bundaran BIZAM: Terdapat 290 unit APJ yang berada di bawah pengawasan BPTD.
  • Ruas Bypass Mandalika: Ruas ini menjadi suplai penerangan terbanyak dengan total 324 unit APJ yang merupakan aset BPTD, ditambah 196 unit APJ milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
  • Ruas Bundaran BIZAM – Bundaran Mong: Didukung oleh 268 unit APJ milik Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
  • Ruas Bundaran Songgong – Tri Putri: Dilengkapi dengan 72 unit APJ milik Pemerintah Provinsi NTB dan 70 unit APJ milik BPTD.

Meskipun data inventarisasi APJ menunjukkan angka yang cukup signifikan di atas kertas, tingginya jumlah PJU yang padam di lapangan menjelang hari-H pelaksanaan MotoGP menjadi sebuah ironi yang memicu kekhawatiran. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara data kepemilikan aset dengan kondisi fungsionalitasnya di lapangan.

Koordinasi Lintas Sektor Ditingkatkan Jelang Batas Waktu

Menanggapi situasi yang semakin mendesak ini, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) NTB, Lalu Moh. Faozal, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor secara masif dalam sisa waktu yang kian sempit. Ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara berbagai instansi terkait.

"Untuk kelengkapan fasilitas dan infrastruktur pendukung lainnya, kami terus berkoordinasi erat dengan teman-teman ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation). Kita ingin memastikan seluruh perangkat pendukung kelancaran pelaksanaan MotoGP Mandalika benar-benar siap tanpa kendala di hari H," tegas Faozal. Pengecekan lapangan secara menyeluruh akan menjadi agenda utama yang melibatkan BPTD, Dishub NTB, serta pihak pengelola kawasan Mandalika.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat mengatasi berbagai persoalan teknis dan non-teknis yang masih menghambat kesiapan infrastruktur. Fokus utama saat ini adalah memastikan jalur Bypass Mandalika tidak hanya berfungsi secara estetika, tetapi yang terpenting adalah keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat dalam gelaran MotoGP 2026.

Implikasi Jangka Panjang dan Upaya Pencegahan Inovatif

Masalah pencurian kabel PJU yang terus berulang ini bukan hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga mengancam citra Indonesia sebagai tuan rumah event internasional. Perlu ada evaluasi mendalam mengenai efektivitas langkah-langkah pengamanan yang telah diterapkan selama ini.

Beberapa langkah inovatif yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  1. Pemasangan Sistem Pengawasan Terpadu: Mengintegrasikan sistem CCTV dengan teknologi pengenalan gerakan atau suara di sepanjang jalur Bypass, terutama di titik-titik rawan.
  2. Penggunaan Material Kabel yang Lebih Tahan Vandalisme: Meneliti dan mengimplementasikan penggunaan kabel PJU yang dilapisi material khusus yang sulit dipotong atau dirusak.
  3. Peningkatan Patroli Rutin dan Penegakan Hukum yang Tegas: Meningkatkan frekuensi patroli oleh aparat keamanan di jalur-jalur kritis, serta memberikan sanksi hukum yang berat bagi pelaku pencurian untuk menimbulkan efek jera.
  4. Kampanye Kesadaran Publik: Mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga aset publik, termasuk PJU, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menyukseskan event berskala internasional.
  5. Koordinasi dengan Pihak Terkait di Tingkat Desa/Kelurahan: Melibatkan tokoh masyarakat dan aparatur desa/kelurahan dalam upaya pencegahan pencurian dan pelaporan dini terhadap aktivitas mencurigakan.

Dengan menyisakan waktu yang semakin sempit, seluruh pihak terkait dituntut untuk bekerja lebih keras dan cerdas. Sinergi yang kuat, perencanaan yang matang, dan eksekusi yang cepat akan menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah infrastruktur PJU ini, sehingga gelaran MotoGP Mandalika 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan meninggalkan kesan positif bagi dunia. Tantangan ini menjadi momentum untuk tidak hanya menyelesaikan masalah sesaat, tetapi juga merancang solusi jangka panjang yang berkelanjutan demi menjaga kualitas infrastruktur pariwisata Indonesia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *