Geopark Rinjani Lombok kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional dengan berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Prestasi ini ditandai dengan perolehan Green Card UNESCO untuk kedua kalinya, sebuah pengakuan global atas pengelolaan kawasan yang dinilai sangat baik dan berkelanjutan. Capaian ini menegaskan konsistensi dan kualitas tata kelola Geopark Rinjani-Lombok dalam mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara harmonis. Penyerahan sertifikat Green Card UNESCO yang bergengsi ini dilangsungkan di Paris pada tanggal 27 April. Meskipun pihak pengelola Geopark Rinjani-Lombok belum dapat hadir secara langsung, perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris bertindak mewakili untuk menerima penghargaan tersebut. General Manager Geopark Rinjani-Lombok, Qwadru Putro Wicaksono, mengkonfirmasi penerimaan undangan dan penyerahan sertifikat ini di Mataram pada Rabu (29/4). "Beberapa minggu yang lalu kita sudah terima undangan untuk menerima sertifikat Green Card Geopark Rinjani. Jadi tanggal 27 diserahkan langsung di Paris, cuman belum bisa kita hadir langsung untuk menerima sertifikat itu," ujar Qwadru. Perolehan Green Card kedua ini merupakan bukti nyata bahwa Geopark Rinjani-Lombok telah berhasil melewati proses evaluasi ketat yang dilakukan oleh UNESCO. Status Green Card merupakan tingkatan tertinggi dalam penilaian UNESCO Global Geopark, menunjukkan bahwa sebuah geopark tidak hanya memiliki nilai geologi yang luar biasa, tetapi juga mampu menerapkan praktik pengelolaan yang berkelanjutan, melibatkan komunitas lokal secara aktif, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial yang nyata bagi masyarakat sekitarnya. Meskipun demikian, keberhasilan mempertahankan Green Card tidak berarti tanpa catatan. UNESCO memberikan sejumlah rekomendasi penting yang harus menjadi perhatian serius bagi pengelola Geopark Rinjani-Lombok dalam empat tahun ke depan. Terdapat lima rekomendasi utama yang wajib diselesaikan agar status Green Card dapat kembali dipertahankan pada proses revalidasi berikutnya yang dijadwalkan setelah tahun 2029. "Itu yang akan jadi perhatian kita untuk empat tahun ke depan. Rekomendasi-rekomendasi itu harus kita selesaikan agar pada periode berikutnya kita bisa mendapatkan Green Card lagi," tegas Qwadru. Salah satu rekomendasi kunci yang ditekankan oleh UNESCO adalah peningkatan keterlibatan masyarakat dalam seluruh aspek pengembangan kawasan geopark, termasuk dalam upaya konservasi lingkungan. Qwadru menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. Ia menjelaskan bahwa keberadaan geopark tidak hanya bertujuan untuk menjaga warisan bumi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Oleh karena itu, setiap geosite yang ada di dalam kawasan Geopark Rinjani-Lombok diharapkan memiliki program pemberdayaan ekonomi yang konkret, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan geopark. Prinsip dasar dari sebuah geopark adalah tiga pilar utama: menjaga dan melestarikan warisan geologi yang unik, melindungi keanekaragaman hayati yang kaya, serta melestarikan keragaman budaya lokal yang khas. Ketiga pilar ini harus saling bersinergi dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. "Itu yang paling penting sebenarnya," ujar Qwadru, menegaskan prioritas pada aspek manfaat bagi masyarakat. Menindaklanjuti rekomendasi UNESCO, pengelola Geopark Rinjani-Lombok akan menjadikan seluruh catatan dan masukan tersebut sebagai fokus utama. Berbagai target yang ditetapkan dalam empat tahun mendatang, termasuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis geopark, akan diupayakan semaksimal mungkin. "Semua yang kita maksimalkan, lima rekomendasi itu akan kita selesaikan dalam empat tahun ke depan. Kemudian pemberdayaan ekonomi juga akan kita perkuat lagi," jelasnya. Secara resmi, Geopark Rinjani-Lombok telah mencatatkan sejarah dua kali berturut-turut mempertahankan status Green Card UNESCO. Hal ini menempatkannya secara kokoh di bawah naungan UNESCO Global Geopark dan mengukuhkan pengakuannya sebagai kawasan geopark berstandar internasional. Perbandingan dengan Geopark Lain di Indonesia Keberhasilan Geopark Rinjani-Lombok dalam mempertahankan status Green Card ini juga menarik untuk dibandingkan dengan perkembangan geopark lain di Indonesia. Sebelumnya, beberapa geopark di Indonesia sempat menerima Yellow Card, yang menandakan masih ada beberapa area yang perlu ditingkatkan. Salah satu contohnya adalah Geopark Toba. Namun, dengan upaya perbaikan yang berkelanjutan, Geopark Toba kini juga telah berhasil meraih Green Card. Di sisi lain, Geopark Belitung, yang juga pernah meraih Green Card, saat ini tengah menjalani proses revalidasi untuk mempertahankan statusnya. "Untuk Geopark Rinjani, ini merupakan revalidasi kedua dan kita berhasil mempertahankan status Green Card tersebut. Insyaallah ke depan juga akan terus kita pertahankan," ungkap Qwadru dengan optimisme. Validasi Global dan Peningkatan Pengelolaan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, atau yang akrab disapa Aka, memberikan pandangannya mengenai pencapaian ini. Ia menilai bahwa mempertahankan status Green Card UNESCO justru merupakan tantangan yang lebih berat dibandingkan saat pertama kali memperolehnya. Menurutnya, status ini membutuhkan konsistensi yang tinggi dan peningkatan kualitas pengelolaan secara berkelanjutan. "Capaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi validasi global bahwa pengelolaan Geopark Rinjani-Lombok telah berjalan pada standar internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Aka. Ia juga menambahkan bahwa Geopark Rinjani-Lombok kini tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata semata. Kawasan ini telah berkembang menjadi ruang edukasi yang berharga, laboratorium alam yang kaya, hingga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berbasis pada kearifan lokal. Aka menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat. "Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, pengelola, masyarakat, hingga komunitas yang bersama-sama menjaga dan mengembangkan kawasan ini secara berkelanjutan," tegasnya. Langkah Strategis ke Depan Menyikapi tantangan dan peluang yang ada, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan Geopark Rinjani-Lombok melalui serangkaian langkah strategis. Upaya ini mencakup peningkatan konservasi yang berbasis pada partisipasi masyarakat, penguatan literasi geologi di kalangan masyarakat dan pelajar, pengembangan ekonomi lokal yang lebih inovatif, serta integrasi mitigasi bencana dalam seluruh aspek pengelolaan kawasan geopark. Selain itu, promosi Geopark Rinjani-Lombok di tingkat internasional akan terus digalakkan untuk meningkatkan daya saing pariwisata NTB di kancah global. Tujuannya adalah agar Geopark Rinjani-Lombok tidak hanya mampu bertahan, tetapi terus berkembang menjadi ikon dunia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat posisi NTB di panggung internasional. "Kami ingin Geopark Rinjani-Lombok tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang menjadi ikon dunia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat posisi NTB di tingkat global," pungkas Aka. Konteks dan Latar Belakang Pengakuan UNESCO Pengakuan UNESCO Global Geopark diberikan kepada kawasan yang memiliki nilai geologi yang luar biasa, baik dari segi keunikan maupun kelangkaannya, serta memiliki lanskap yang indah dan memiliki makna ilmiah, budaya, dan sejarah yang penting. Namun, lebih dari sekadar nilai geologi, UNESCO juga menekankan pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan, yang melibatkan konservasi warisan alam dan budaya, pendidikan geologi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Status Green Card, yang berhasil dipertahankan oleh Geopark Rinjani-Lombok, merupakan pencapaian tertinggi yang menandakan bahwa pengelolaan kawasan tersebut telah memenuhi standar tertinggi UNESCO Global Geopark. Proses revalidasi dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa standar tersebut terus terjaga dan ditingkatkan. Geopark Rinjani-Lombok sendiri mencakup wilayah yang sangat luas di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan Gunung Rinjani sebagai ikon utamanya. Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati, memiliki nilai budaya Sasak yang kuat, serta formasi geologi yang unik, termasuk kaldera dan danau kawah Segara Anak. Keberadaan situs-situs geologi, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya ini menjadi modal utama dalam pengembangan geopark yang holistik. Perjalanan Menuju Pengakuan Internasional Proses menuju pengakuan UNESCO Global Geopark bukanlah hal yang instan. Geopark Rinjani-Lombok telah melalui berbagai tahapan persiapan dan usulan, termasuk pemetaan geologi, identifikasi nilai-nilai budaya dan hayati, serta penyusunan rencana pengelolaan yang komprehensif. Pengakuan awal sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2018 menjadi tonggak sejarah penting. Periode pertama setelah mendapatkan status UNESCO Global Geopark biasanya difokuskan pada penguatan fondasi pengelolaan dan implementasi program-program yang telah direncanakan. Proses revalidasi yang kemudian dilanjutkan dengan perolehan Green Card kedua kali ini menunjukkan bahwa Geopark Rinjani-Lombok telah berhasil melakukan peningkatan kualitas yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu pilar krusial dalam konsep UNESCO Global Geopark. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Rinjani, status geopark ini membuka berbagai peluang ekonomi baru. Mulai dari pengembangan usaha pariwisata berbasis masyarakat, seperti penyediaan akomodasi homestay, pemandu wisata lokal yang profesional, hingga pengembangan produk-produk ekonomi kreatif yang bernilai tambah, yang mengacu pada kekayaan alam dan budaya setempat. Selain itu, aspek edukasi geologi juga menjadi penting. Para pendidik, peneliti, dan siswa dapat memanfaatkan kawasan ini sebagai laboratorium alam untuk mempelajari lebih dalam mengenai proses geologi bumi, keanekaragaman hayati, dan ekosistem yang unik. Hal ini juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan. Keberhasilan mempertahankan Green Card ini diharapkan dapat semakin meningkatkan citra Geopark Rinjani-Lombok di mata dunia, menarik lebih banyak kunjungan wisatawan berkualitas, serta memperkuat komitmen semua pihak untuk menjaga kelestarian kawasan ini demi generasi mendatang. Post navigation Fahri dari Lombok Tengah Meraih Podium Tertinggi di Semarapura Criterium 2026, Siap Taklukkan Porprov NTB Pemerintah Provinsi NTB Buka Suara atas Tekanan Publik dalam Kasus Dugaan Gratifikasi DPRD, Tegaskan Independensi Peradilan