Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) secara resmi memperluas jangkauan strategisnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui rangkaian sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Tahun Akademik 2026–2027. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menyasar institusi kepolisian, di mana Tim PMB UNIZAR hadir secara langsung di Aula Rupatama Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk mempererat hubungan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sekaligus memberikan peluang bagi personel kepolisian untuk meningkatkan kompetensi akademik mereka di tengah tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi.

Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sedikitnya 30 perwakilan dari berbagai satuan kerja (satker) di lingkungan Polda NTB. Kehadiran para personel ini mencerminkan antusiasme institusi kepolisian terhadap pengembangan kapasitas intelektual anggotanya. Delegasi UNIZAR dipimpin langsung oleh Ketua Tim PMB sekaligus Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni UNIZAR, I Putu Septian Adi Prayuda, S.Si., M.S.M. Ia didampingi oleh sejumlah personel inti tim promosi, antara lain Asmadi, SP., MP., Baiq Sonia Toin, S.Ak., M.Ak., dan Sukron, yang secara komprehensif memaparkan profil universitas serta berbagai kemudahan yang ditawarkan bagi calon mahasiswa dari kalangan praktisi dan abdi negara.

Kolaborasi Strategis untuk Peningkatan Mutu SDM Polri

Kegiatan sosialisasi ini dibuka dengan sambutan dari pihak Polda NTB yang diwakili oleh Kasubag Seleksi Bagdalpers Biro SDM Polda NTB, Gusti Putu Subadra, SH. Dalam penyampaiannya, Gusti memberikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif UNIZAR yang proaktif mendatangi instansi pemerintah dan kepolisian. Menurutnya, akses informasi pendidikan yang jelas dan terperinci sangat dibutuhkan oleh personel Polri, terutama bagi mereka yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan studi namun terkendala oleh kesibukan kedinasan.

Gusti Putu Subadra menekankan bahwa selama ini, kontribusi UNIZAR dalam mencetak lulusan yang berkualitas sudah dirasakan secara nyata di lingkungan Polda NTB. Banyak anggota kepolisian maupun keluarga besar Polri yang merupakan alumni dari kampus tersebut dan telah menunjukkan performa kerja serta integritas yang baik. Kepercayaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun ini menjadi landasan kuat mengapa UNIZAR tetap menjadi pilihan utama bagi personel Polda NTB untuk menempuh pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang Strata 1 (S1).

Pendidikan tinggi bagi anggota kepolisian bukan sekadar urusan meraih gelar akademik di belakang nama. Di lingkungan Polri, peningkatan kualifikasi pendidikan formal merupakan salah satu variabel penting dalam sistem penilaian kinerja dan pengembangan karier. Personel yang memiliki gelar sarjana seringkali mendapatkan poin tambahan dalam seleksi pendidikan pengembangan spesialisasi, kenaikan pangkat, maupun penempatan jabatan strategis. Oleh karena itu, kehadiran tim UNIZAR dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap visi Polri dalam mewujudkan SDM yang unggul dan kompetitif di era transformasi digital.

Visi Kepemimpinan dan Relevansi Pendidikan di Era Modern

Dalam pemaparannya di hadapan puluhan personel polisi, I Putu Septian Adi Prayuda menggarisbawahi bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang melampaui batas-batas teknis pekerjaan. Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum di masa depan akan semakin kompleks, mulai dari isu kejahatan siber hingga dinamika sosial yang memerlukan pendekatan humanis dan analitis. Di sinilah peran pendidikan tinggi masuk sebagai instrumen untuk menajamkan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan.

Septian menekankan filosofi bahwa karier yang hebat memang membutuhkan pengalaman lapangan yang luas, namun kepemimpinan yang besar memerlukan landasan pendidikan yang kokoh. Menurutnya, pengalaman lapangan akan menjadi jauh lebih kuat dan efektif ketika dipadukan dengan teori-teori akademik yang relevan. Masyarakat modern saat ini tidak hanya menaruh hormat pada pangkat yang disandang seorang polisi, tetapi juga pada cara mereka berkomunikasi, berargumen secara logis, serta kemampuan mereka dalam membangun kepercayaan publik melalui kecerdasan intelektual dan emosional.

Lebih lanjut, UNIZAR memposisikan dirinya sebagai mitra bagi para pekerja profesional. Septian menyadari bahwa kekhawatiran terbesar bagi personel kepolisian untuk kuliah adalah masalah waktu dan fleksibilitas. Oleh karena itu, UNIZAR telah merancang sistem perkuliahan yang adaptif tanpa mengurangi kualitas akademik. Hal ini mencakup jadwal yang lebih fleksibel, dosen-dosen yang memiliki pemahaman mendalam terhadap karakteristik mahasiswa pekerja, serta lingkungan kampus yang inklusif dan suportif.

Menjawab Tantangan Akademik dan Aksesibilitas Finansial

Sesi diskusi dalam sosialisasi tersebut berlangsung interaktif dengan munculnya berbagai pertanyaan kritis dari peserta. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah kekhawatiran mengenai persyaratan akademik tertentu, seperti tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language), yang seringkali dianggap sebagai hambatan besar bagi calon mahasiswa yang sudah lama meninggalkan bangku sekolah. Menanggapi hal ini, tim PMB UNIZAR memberikan klarifikasi bahwa universitas lebih mengedepankan proses pertumbuhan mahasiswa daripada sekadar hasil instan di awal.

UNIZAR berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif bagi setiap mahasiswa, termasuk dalam peningkatan kemampuan bahasa Inggris. Pendekatan yang digunakan adalah edukasi bertahap, sehingga mahasiswa dari berbagai latar belakang kemampuan awal dapat mengikuti standar akademik yang ditetapkan secara nyaman. Pesan utamanya adalah bahwa kemauan untuk berkembang jauh lebih penting daripada rasa takut terhadap hambatan teknis.

Selain aspek akademik, masalah biaya juga menjadi topik hangat dalam diskusi. Pihak UNIZAR menjelaskan bahwa mereka menerapkan kebijakan biaya pendidikan yang realistis dan terjangkau bagi masyarakat NTB. Untuk meringankan beban finansial mahasiswa, UNIZAR menyediakan sistem pembayaran yang dapat diangsur secara bertahap. Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan bahwa tidak ada personel kepolisian yang mengurungkan niat kuliah hanya karena kendala biaya di awal semester. Transparansi biaya ini disambut positif oleh para peserta yang hadir, karena memberikan kepastian dalam perencanaan keuangan pribadi mereka.

Keragaman Program Studi dan Kurikulum Berbasis Luaran (OBE)

Sebagai universitas yang terus berkembang, UNIZAR menawarkan beragam pilihan program studi yang relevan dengan kebutuhan institusi kepolisian maupun sektor publik lainnya. Beberapa program studi yang diperkenalkan meliputi:

  • Ilmu Hukum: Menjadi pilihan favorit bagi personel polisi untuk memperdalam pemahaman mengenai regulasi, hukum pidana, perdata, dan tata negara.
  • Manajemen Bisnis Syariah, Akuntansi, dan Ekonomi Pembangunan: Memberikan bekal manajerial dan analisis ekonomi yang penting bagi pengelolaan administrasi di satker terkait.
  • Teknik Sipil dan Ilmu Komputer: Mendukung kebutuhan teknis dalam pembangunan infrastruktur serta transformasi digital di tubuh Polri.
  • Agribisnis, Agroekoteknologi, dan Biologi: Menawarkan wawasan mengenai ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam.
  • Pendidikan Dokter: Program unggulan yang terus mencetak tenaga medis profesional di wilayah NTB.

Seluruh program studi di UNIZAR saat ini telah mengadopsi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi nyata yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Dengan pendekatan OBE, proses pembelajaran difokuskan pada apa yang mampu dilakukan oleh mahasiswa setelah lulus, sehingga relevansi antara dunia kampus dan dunia profesi tetap terjaga erat.

Implikasi dan Harapan Jangka Panjang bagi Daerah

Langkah UNIZAR melakukan sosialisasi ke Polda NTB bukan sekadar strategi pemasaran untuk menjaring mahasiswa baru, melainkan bagian dari misi besar untuk meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Dengan semakin banyaknya aparat penegak hukum yang menempuh pendidikan tinggi, diharapkan kualitas pelayanan publik di sektor keamanan dan ketertiban masyarakat akan semakin meningkat. Sinergi antara akademisi dan praktisi hukum merupakan kunci dalam menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan berperadaban tinggi.

Secara lebih luas, kolaborasi ini memberikan sinyal positif bagi iklim pendidikan di NTB. UNIZAR membuktikan bahwa universitas swasta mampu menjadi pilar pendukung bagi institusi negara dalam mencetak kader-kader pemimpin masa depan. Keberagaman dan toleransi yang dijunjung tinggi oleh UNIZAR juga sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang dipegang teguh oleh Polri, menciptakan harmoni dalam proses belajar mengajar.

Di akhir sesi, Gusti Putu Subadra meminta agar seluruh perwakilan satker yang hadir dapat meneruskan informasi berharga ini kepada rekan-rekan sejawat di unit kerja masing-masing. Ia berharap momentum ini dapat memicu gelombang semangat belajar di kalangan personel Polda NTB untuk Tahun Akademik 2026–2027. Dengan dukungan penuh dari institusi dan kemudahan yang diberikan oleh UNIZAR, diharapkan persentase personel Polri yang menyandang gelar sarjana di NTB akan terus meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan materi informasi PMB secara simbolis. Melalui inisiatif ini, Universitas Islam Al-Azhar kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan pengembangan SDM di berbagai lapisan masyarakat dan instansi strategis negara. Suksesnya acara di Polda NTB ini menjadi awal dari rangkaian safari sosialisasi UNIZAR ke berbagai instansi lainnya di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat dalam upaya mewujudkan visi pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi semua.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *