Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram (Unram) melalui Algebra & Combinatorics Research Group (ACRG) baru saja menuntaskan agenda pengabdian masyarakat berskala internasional bertajuk Funmath Camp 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada 27 hingga 28 Juni 2026 ini mengambil lokasi di kawasan wisata alam Gunung Jae, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Mengusung misi besar untuk mengubah persepsi negatif siswa terhadap matematika, acara ini melibatkan kolaborasi strategis dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Fokus utama dari inisiatif ini adalah meningkatkan minat dan literasi matematika siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Pulau Lombok melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman atau Experiential Learning.

Penyelenggaraan Funmath Camp 2026 menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi metode pengajaran matematika di tingkat sekolah menengah. Selama ini, matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan kaku. Melalui kerja sama lintas negara ini, FMIPA Unram berupaya menghadirkan wajah matematika yang lebih humanis, interaktif, dan aplikatif. Pemilihan lokasi di luar ruangan (outdoor) seperti Gunung Jae bukan tanpa alasan; suasana alam yang segar diharapkan mampu mereduksi ketegangan kognitif siswa, sehingga mereka lebih terbuka dalam menerima konsep-konsep logika dan perhitungan yang kompleks.

Inovasi Pembelajaran Melalui Metode Experiential Learning

Metode Experiential Learning menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan Funmath Camp 2026. Berbeda dengan pengajaran di dalam kelas yang cenderung satu arah, metode ini menekankan pada siklus pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimentasi aktif. Dalam konteks kamp matematika ini, para peserta tidak diminta untuk menghafal rumus, melainkan diajak untuk menemukan logika di balik rumus tersebut melalui berbagai permainan dan tantangan fisik.

Para peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai SMA di Pulau Lombok dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendorong interaksi sosial dan kerja sama tim. Aktivitas yang dirancang mencakup Funmath Games, di mana konsep matematika dasar diintegrasikan ke dalam kompetisi fisik dan strategi. Selain itu, terdapat sesi Logic Challenge yang menguji kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan teka-teki logika yang memerlukan ketelitian dan ketajaman analisis.

Ketua Algebra & Combinatorics Research Group (ACRG) menyatakan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam setiap sesi adalah indikator keberhasilan utama. Melalui diskusi kelompok dan pemecahan masalah secara kolektif, siswa belajar bahwa matematika bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan alat komunikasi dan alat bantu pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan komunikasi dan kerja sama ini menjadi nilai tambah yang krusial bagi perkembangan karakter siswa di era abad ke-21.

Kolaborasi Internasional dan Pertukaran Pengetahuan

Salah satu aspek yang paling menonjol dari Funmath Camp 2026 adalah dimensi internasionalnya. Kehadiran Dr. Ghazali Semil @ Ismail, seorang akademisi terkemuka dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, memberikan perspektif global bagi para peserta. Dalam sesi materinya, Dr. Ghazali menekankan bahwa matematika adalah bahasa universal yang melampaui batas-batas negara. Beliau memaparkan bagaimana kemampuan berpikir logis yang diasah melalui matematika menjadi fondasi penting bagi kemajuan teknologi dan inovasi di tingkat global.

Funmath Camp 2026 Tingkatkan Minat Belajar Matematika Siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Kolaborasi antara Unram dan UiTM ini tidak hanya berhenti pada tataran seremonial, tetapi mencakup transfer metodologi pengajaran yang telah teruji di Malaysia. Dr. Ghazali membagikan wawasan mengenai pentingnya kolaborasi akademik internasional sejak dini. Beliau memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak hanya bermimpi menjadi ahli di tingkat lokal, tetapi juga berani menatap peluang pendidikan dan karier di kancah internasional. Interaksi langsung dengan narasumber luar negeri ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi dan memperluas cakrawala berpikir mereka.

Bagi FMIPA Universitas Mataram, kemitraan dengan UiTM merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi universitas dalam pemeringkatan internasional serta memperkaya kurikulum pengabdian masyarakat dengan standar global. Kerja sama ini diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk riset bersama di bidang aljabar dan kombinatorika, serta pertukaran mahasiswa atau dosen di masa depan.

Kronologi dan Rangkaian Kegiatan Dua Hari di Gunung Jae

Kegiatan dimulai pada Sabtu pagi, 27 Juni 2026, dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA Unram dan perwakilan dari UiTM. Setelah pembukaan, para peserta langsung diajak masuk ke sesi Ice Breaking untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan antarpeserta dari sekolah yang berbeda. Agenda hari pertama difokuskan pada pengenalan konsep-konsep logika dasar melalui permainan pos (rally games). Di setiap pos, peserta harus menyelesaikan tantangan matematika untuk mendapatkan petunjuk ke pos berikutnya.

Malam harinya, suasana Gunung Jae yang tenang dimanfaatkan untuk sesi diskusi reflektif di sekitar api unggun. Di sini, Dr. Ghazali dan para dosen dari Program Studi Matematika Unram berbagi cerita inspiratif mengenai peran matematika dalam berbagai profesi modern, mulai dari data science hingga teknik dirgantara. Sesi ini bertujuan untuk menanamkan visi jangka panjang kepada siswa mengenai kegunaan ilmu yang mereka pelajari.

Pada hari kedua, Minggu, 28 Juni 2026, intensitas kegiatan meningkat dengan adanya Logic Challenge tingkat lanjut dan sesi team building. Peserta ditantang untuk membangun struktur bangunan atau menyelesaikan teka-teki geometri ruang secara berkelompok. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis agar peserta merasa tertantang namun tetap terhibur.

Sebagai bagian dari prosedur ilmiah dalam kegiatan pengabdian masyarakat, panitia menyelenggarakan pre-test sebelum kegiatan dimulai dan post-test di akhir acara. Data dari evaluasi ini sangat penting untuk mengukur efektivitas program. Hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan pada skor minat belajar matematika siswa. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka kini merasa lebih percaya diri menghadapi pelajaran matematika di sekolah setelah mengikuti kamp ini.

Dampak Terhadap Literasi Matematika di Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, terutama dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Funmath Camp 2026 hadir sebagai respons terhadap tantangan rendahnya minat siswa pada bidang eksakta. Dengan menyasar siswa SMA, program ini berupaya memperkuat fondasi akademik mereka sebelum melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Funmath Camp 2026 Tingkatkan Minat Belajar Matematika Siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Data dari berbagai studi pendidikan menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika berkorelasi positif dengan kemampuan pengambilan keputusan yang logis dan efisien. Dengan membekali siswa Lombok dengan kemampuan berpikir matematis yang menyenangkan, Universitas Mataram berperan aktif dalam mencetak generasi yang lebih analitis. Program ini juga menjadi ajang sosialisasi bagi Program Studi Matematika FMIPA Unram untuk menarik minat siswa-siswa terbaik di daerah agar memilih jalur pendidikan matematika sebagai pilihan karier masa depan mereka.

Selain dampak edukatif, kegiatan ini juga memberikan kontribusi ekonomi dan promosi bagi Desa Wisata Sedau. Penggunaan kawasan Gunung Jae sebagai lokasi kegiatan menunjukkan sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pariwisata lokal (eco-education tourism). Para peserta tidak hanya belajar matematika, tetapi juga diajak untuk mencintai dan menjaga kelestarian alam di lingkungan sekitar mereka.

Analisis Implikasi dan Proyeksi Masa Depan

Keberhasilan Funmath Camp 2026 memberikan sinyal kuat bahwa model pembelajaran luar ruang dan kolaborasi internasional adalah formula yang efektif untuk pendidikan masa kini. Implikasi dari kegiatan ini mencakup beberapa poin krusial. Pertama, adanya pergeseran paradigma bahwa pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi harus melibatkan mitra internasional untuk memberikan dampak yang lebih luas dan kompetitif. Kedua, pentingnya pemanfaatan teknologi dan metode interaktif dalam membedah mata pelajaran yang dianggap sulit.

Secara akademis, Algebra & Combinatorics Research Group (ACRG) Unram telah membuktikan bahwa riset di bidang matematika murni seperti aljabar dapat diturunkan menjadi aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat awam. Hal ini mematahkan mitos bahwa matematika tingkat tinggi hanya relevan di laboratorium atau ruang seminar tertutup.

Ke depan, Funmath Camp diproyeksikan akan menjadi agenda tahunan yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak mitra dari universitas di negara-negara ASEAN lainnya. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat memberikan dukungan lebih lanjut agar model pembelajaran seperti ini dapat diadopsi oleh guru-guru matematika di sekolah-sekolah formal. Dengan demikian, semangat "Matematika itu Menyenangkan" tidak hanya berhenti di Gunung Jae, tetapi beresonansi di seluruh ruang kelas di Pulau Lombok dan sekitarnya.

Penutupan acara ditandai dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta dan penghargaan bagi kelompok terbaik. Antusiasme yang terpancar dari wajah para siswa menjadi bukti bahwa matematika, jika dikemas dengan kreativitas dan kolaborasi yang tepat, mampu menjadi ilmu yang sangat digemari. Funmath Camp 2026 bukan sekadar kamp edukasi, melainkan sebuah gerakan untuk memanusiakan angka dan merayakan logika di tengah alam terbuka.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *