GIRI MENANG – Dalam rangka memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 yang bertajuk "Tentastic: 10 Years of Amazing Journey", sekaligus menyambut Hari Pariwisata Sedunia yang diperingati setiap tanggal 27 September, Aruna Senggigi Resort & Convention menggelar sebuah inisiatif edukatif bertajuk "Aruna Goes to Campus". Acara ini dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram (Unram) pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema penting, "Integrating Destination Management and Hospitality for the SDGs" (Mengintegrasikan Manajemen Destinasi dan Perhotelan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Inisiatif ini dirancang sebagai platform krusial untuk menjembatani dialog dan kolaborasi antara para praktisi industri perhotelan terkemuka dan komunitas akademisi. Fokus utama diskusi adalah untuk mengupas tuntas perkembangan terkini dalam sektor pariwisata, strategi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, serta implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam operasional industri hospitality.

Acara ini menampilkan dua narasumber utama yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidangnya masing-masing. Yeyen Heryawan, S.Tr.Par., M.Par., selaku General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, berbagi wawasan dan pengalamannya langsung dari lapangan. Ia didampingi oleh Ihana Hufla, M.Par., seorang akademisi dan dosen D-III Pariwisata Universitas Mataram, yang juga memberikan perspektif ilmiah. Sesi diskusi dipandu dengan apik oleh Bq. Nikmatul Ulya, dosen D-III Pariwisata Universitas Mataram, yang memastikan alur percakapan berjalan lancar dan informatif bagi seluruh peserta. Kehadiran para pakar ini memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan peluang di industri pariwisata masa kini.

Masa Depan Pariwisata: Kualitas Pertumbuhan dan Peran Generasi Muda

Yeyen Heryawan menekankan pandangannya mengenai arah masa depan industri pariwisata. "Masa depan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak wisatawan yang datang, tetapi juga oleh bagaimana kita menciptakan manfaat dari pertumbuhan tersebut," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya kualitas pariwisata daripada kuantitas semata. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang erat antara dunia pendidikan dan industri menjadi elemen yang sangat vital. "Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab kebutuhan pariwisata ke depan," tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi peran krusial perguruan tinggi dalam membentuk lulusan yang siap pakai dan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja global yang semakin dinamis.

Lebih lanjut, Yeyen Heryawan memaparkan secara rinci bagaimana prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) diintegrasikan ke dalam berbagai aspek operasional dan strategi pengembangan bisnis di Aruna Senggigi Resort & Convention. Penerapan ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari investasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan yang komprehensif, penyediaan kesempatan magang yang berharga bagi mahasiswa, hingga kegiatan berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dengan institusi pendidikan. Upaya-upaya ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDG 8, yang berfokus pada Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Komitmen Aruna Senggigi terhadap pengembangan SDM tidak hanya terbatas pada karyawan internal, tetapi juga meluas ke ekosistem pendidikan tinggi, menciptakan efek domino positif bagi pengembangan talenta pariwisata di NTB.

Komitmen Terhadap Kelestarian Lingkungan dan Budaya Lokal

Selain fokus pada pengembangan manusia, Aruna Senggigi Resort & Convention juga menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap pelestarian aset alam dan budaya yang menjadi kekayaan tak ternilai bagi destinasi Lombok. Upaya ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga identitas unik destinasi serta membangun pariwisata yang bertanggung jawab. Kepedulian khusus diberikan terhadap lingkungan pesisir dan ekosistem laut, yang memiliki keterkaitan erat dengan SDG 14, yaitu Ekosistem Lautan. Tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan ini tidak hanya berkontribusi pada keberlanjutan ekologis, tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan dengan menyajikan keindahan alam yang terjaga.

Yeyen Heryawan menekankan bahwa penerapan SDGs bukanlah konsep yang rumit atau sulit dijangkau, melainkan dapat dimulai dari tindakan-tindakan praktis dalam operasional sehari-hari. "Bagi kami, penerapan SDGs harus dimulai dari hal-hal yang dapat dilakukan dalam operasional sehari-hari. Mulai dari bagaimana kita mengembangkan karyawan dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar, melibatkan masyarakat dan pemasok lokal, hingga menggunakan sumber daya secara lebih bijaksana," jelasnya. Filosofi ini mencerminkan pendekatan yang holistik dan inklusif, di mana keberlanjutan diwujudkan melalui partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mahasiswa, masyarakat sekitar, dan pemasok lokal. Penggunaan sumber daya yang bijaksana, seperti efisiensi energi dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, menjadi bukti nyata komitmen Aruna Senggigi terhadap operasional yang ramah lingkungan.

Konteks Latar Belakang dan Pentingnya Inisiatif "Goes to Campus"

Kegiatan "Aruna Goes to Campus" ini diselenggarakan dalam momentum yang sangat strategis. Perayaan 10th Anniversary Aruna Senggigi Resort & Convention menjadi ajang refleksi perjalanan selama satu dekade dalam industri perhotelan dan pariwisata. Selama sepuluh tahun terakhir, Aruna Senggigi telah berupaya membangun reputasi sebagai salah satu akomodasi terkemuka di Lombok, yang tidak hanya menawarkan layanan berkualitas tinggi, tetapi juga berkomitmen pada praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Aruna Goes to Campus, Dorong Penerapan SDGs Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Perayaan Hari Pariwisata Sedunia, yang jatuh pada 27 September, juga menjadi pengingat global akan peran vital pariwisata dalam perekonomian, sosial, dan budaya suatu negara. Tema Hari Pariwisata Sedunia pada tahun-tahun tertentu seringkali berfokus pada aspek keberlanjutan, inklusivitas, dan inovasi, yang selaras dengan tujuan diadakannya acara ini.

Inisiatif "Goes to Campus" merupakan respons proaktif dari industri terhadap kebutuhan untuk menyelaraskan kurikulum akademis dengan tuntutan industri yang terus berkembang. Di era digital dan persaingan global, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis, pemahaman mendalam tentang tren industri, serta kesadaran akan isu-isu global seperti keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. FEB Unram, sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di NTB, memiliki peran sentral dalam mencetak calon-calon profesional di bidang ekonomi dan bisnis, termasuk yang akan berkontribusi pada sektor pariwisata. Kolaborasi semacam ini memastikan bahwa materi perkuliahan tetap relevan dan lulusannya siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Kronologi Pelaksanaan Acara

  • Sebelum Acara: Aruna Senggigi Resort & Convention merencanakan kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-10 dan Hari Pariwisata Sedunia. Koordinasi intensif dilakukan dengan pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram untuk menentukan jadwal, tema, narasumber, dan detail teknis lainnya. Materi presentasi dan bahan diskusi disiapkan oleh kedua belah pihak.
  • 29 September 2026 (Hari Pelaksanaan):
    • Pagi hari: Mahasiswa FEB Unram berkumpul di lokasi acara.
    • Sesi Pembukaan: Pengantar singkat dari pihak FEB Unram dan Aruna Senggigi Resort & Convention mengenai tujuan dan pentingnya acara.
    • Sesi Narasumber (Yeyen Heryawan): Presentasi mengenai praktik penerapan SDGs di Aruna Senggigi, strategi manajemen destinasi, dan peran industri perhotelan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.
    • Sesi Narasumber (Ihana Hufla): Perspektif akademis mengenai pentingnya riset pariwisata, pengembangan kurikulum yang relevan, dan sinergi antara teori dan praktik.
    • Sesi Diskusi dan Tanya Jawab: Mahasiswa berkesempatan mengajukan pertanyaan dan berinteraksi langsung dengan para narasumber, membahas berbagai isu terkini di industri pariwisata.
    • Penutup: Rangkuman hasil diskusi dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
  • Setelah Acara: Harapannya, interaksi ini akan menumbuhkan minat mahasiswa untuk mendalami bidang pariwisata dan hospitality, serta membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, seperti penelitian bersama atau program magang yang lebih ekstensif.

Data Pendukung dan Relevansi Industri

Industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di kawasan Senggigi dan sekitarnya, terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke NTB dalam beberapa tahun terakhir, sebelum adanya penyesuaian akibat tren global. Sektor ini menjadi salah satu pilar ekonomi daerah, berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan asli daerah, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkait.

Menurut laporan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, implementasi prinsip Sustainable Tourism menjadi semakin penting untuk menjaga daya saing destinasi jangka panjang. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran global akan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas pariwisata. Penerapan SDGs di sektor pariwisata tidak hanya bersifat etis, tetapi juga menjadi strategi bisnis yang cerdas untuk menarik segmen pasar yang semakin peduli lingkungan dan sosial (eco-conscious and socially responsible travelers).

  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Ketersediaan tenaga kerja pariwisata yang terampil dan berpendidikan tinggi adalah kunci. Program seperti pelatihan, sertifikasi, dan kemitraan universitas-industri membantu menjembatani kesenjangan keterampilan.
  • SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Industri pariwisata menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Dengan fokus pada keberlanjutan, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan menjadi lebih inklusif dan merata.
  • SDG 14 (Ekosistem Lautan): Kawasan pesisir seperti Senggigi sangat bergantung pada kesehatan ekosistem laut. Pengelolaan pariwisata yang bertanggung jawab, termasuk upaya konservasi laut dan pengurangan sampah plastik, sangat krusial.

Tanggapan dan Reaksi Pihak Terkait (Potensial)

Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam sumber, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak-pihak yang terlibat.

  • Pihak FEB Unram: Dekan FEB Unram, Prof. Dr. … (nama dekan dapat ditambahkan jika diketahui), kemungkinan besar menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari upaya universitas untuk meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri. Kerjasama semacam ini memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan membuka peluang penelitian kolaboratif.
  • Mahasiswa Peserta: Para mahasiswa yang hadir kemungkinan besar merasakan manfaat langsung dari paparan praktisi industri. Mereka mendapatkan wawasan baru, kesempatan untuk bertanya, dan pandangan yang lebih jelas tentang prospek karir di bidang pariwisata dan perhotelan.
  • Komunitas Pariwisata Lokal: Praktik-praktik keberlanjutan yang dipaparkan oleh Aruna Senggigi berpotensi menginspirasi pelaku pariwisata lainnya di Lombok untuk mengadopsi pendekatan serupa, menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih kuat dan bertanggung jawab secara kolektif.

Dampak dan Implikasi yang Lebih Luas

Inisiatif "Aruna Goes to Campus" ini memiliki implikasi yang signifikan, tidak hanya bagi para peserta langsung, tetapi juga bagi pengembangan sektor pariwisata di NTB secara keseluruhan.

  1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Dengan mempertemukan akademisi dan praktisi, diharapkan kurikulum pendidikan pariwisata dapat terus diperbarui agar relevan dengan tren dan kebutuhan industri terkini. Ini akan menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja dan kompetitif.
  2. Akselerasi Implementasi SDGs: Kolaborasi ini memperkuat kesadaran dan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di kalangan generasi muda, yang kelak akan menjadi pengambil keputusan di industri pariwisata. Praktik terbaik yang dibagikan dapat menjadi model bagi institusi lain.
  3. Penguatan Citra Destinasi: Aruna Senggigi, dengan menyoroti komitmennya pada keberlanjutan, turut berkontribusi pada penguatan citra Lombok sebagai destinasi pariwisata yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
  4. Membangun Jaringan Profesional: Acara ini menjadi platform awal untuk membangun jaringan antara mahasiswa, akademisi, dan profesional industri, yang dapat berujung pada peluang magang, kerja, atau kolaborasi proyek di masa depan.
  5. Inspirasi bagi Pelaku Industri Lain: Keberhasilan dan pendekatan yang diusung oleh Aruna Senggigi dapat menjadi inspirasi bagi hotel, resor, dan pelaku industri pariwisata lainnya di NTB untuk mengadopsi prinsip-prinsip manajemen destinasi dan perhotelan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, "Aruna Goes to Campus" bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah investasi strategis dalam pengembangan talenta, penguatan industri, dan pencapaian pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *