MATARAM – Bank Dinar Ashri kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan menyalurkan hewan kurban dalam jumlah signifikan pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026. Sebanyak 25 ekor sapi jenis limosin, dengan total nilai mencapai Rp1 miliar, telah disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya yang menyalurkan 23 ekor sapi dengan nilai sekitar Rp700 juta.

Peningkatan alokasi hewan kurban ini, menurut Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, merupakan cerminan dari pertumbuhan positif laba perusahaan serta wujud nyata dari komitmen para pemegang saham untuk mengalokasikan sebagian keuntungan demi kemaslahatan masyarakat. "Tahun ini jumlah hewan kurban yang dipotong sebanyak 25 ekor sapi limosin dengan nilai Rp1 miliar. Terdapat kenaikan dari tahun lalu sebanyak 23 ekor senilai Rp700 juta," ujar Mustaen saat acara penyerahan simbolis hewan kurban kepada Direktur MIM Foundation, M Romi Saefuddin, yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026.

Mustaen menjelaskan bahwa kebijakan perusahaan mengalokasikan sepuluh persen dari laba bersih untuk program CSR, termasuk kegiatan penyaluran hewan kurban. Dana CSR ini secara konsisten diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama di wilayah operasional bank. Ia menekankan filosofi bahwa semakin besar keuntungan yang berhasil diraih oleh Bank Dinar, maka semakin besar pula potensi manfaat sosial yang dapat disalurkan. "Semakin besar masyarakat ikut menjadi nasabah Bank Dinar, maka semakin besar juga manfaatnya kepada masyarakat. Keuntungan yang didapatkan dikembalikan lagi kepada masyarakat," tegas Mustaen.

Harapan besar disampaikan oleh Mustaen agar masyarakat NTB terus memanfaatkan berbagai layanan keuangan yang ditawarkan oleh Bank Dinar, baik dalam bentuk pembiayaan, produk tabungan, maupun layanan perbankan lainnya. Diharapkan, peningkatan jumlah nasabah dan pertumbuhan bisnis perusahaan akan secara simultan berdampak positif pada perluasan jangkauan program sosial yang dapat diberikan kepada masyarakat. Dengan demikian, sinergi antara pertumbuhan ekonomi perusahaan dan kesejahteraan sosial masyarakat dapat terus terjalin erat.

Kronologi Penyaluran Hewan Kurban

Proses persiapan dan penyaluran hewan kurban ini telah melalui tahapan yang matang. Dimulai dari perencanaan anggaran yang disesuaikan dengan proyeksi laba perusahaan, dilanjutkan dengan identifikasi kebutuhan dan kriteria hewan kurban yang ideal. Pemilihan sapi limosin sebagai jenis hewan kurban didasarkan pada kualitas dagingnya yang melimpah dan ukuran yang besar, sehingga diharapkan dapat mencukupi kebutuhan lebih banyak penerima.

Pada tahap pengadaan, MIM Foundation, sebagai mitra penyaluran, berperan penting dalam melakukan seleksi dan pembelian sapi langsung dari peternak lokal di Pulau Lombok. Hal ini tidak hanya memastikan kualitas hewan, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi langsung kepada para peternak di daerah tersebut.

Acara penyerahan simbolis yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, menandai dimulainya tahapan akhir dari rangkaian kegiatan ini. Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, secara langsung menyerahkan 25 ekor sapi limosin kepada Direktur MIM Foundation, M Romi Saefuddin. Momen ini menjadi penanda kesiapan Bank Dinar untuk berbagi kebahagiaan Idul Adha kepada masyarakat.

Data Pendukung dan Kualitas Hewan Kurban

Keistimewaan program kurban tahun ini tidak hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada kualitas sapi yang dipilih. Direktur MIM Foundation, Romi Saefuddin, mengungkapkan bahwa seluruh sapi limosin untuk program kurban tahun ini dibeli langsung dari peternak lokal di Pulau Lombok. Upaya ini menjadi bukti dukungan Bank Dinar terhadap sektor peternakan domestik.

Salah satu sapi yang dibeli memiliki bobot fantastis, mencapai 950 kilogram. Sapi istimewa ini berasal dari seorang peternak di Gerung, Lombok Barat, dan memiliki rekam jejak yang membanggakan. Sapi tersebut diketahui pernah meraih juara ketiga dalam sebuah kontes sapi presiden, menunjukkan kualitas unggul dan postur tubuh yang prima. Selain itu, terdapat pula sapi-sapi lain dengan berat rata-rata sekitar 800 kilogram yang berasal dari berbagai wilayah di Lombok, termasuk Lombok Utara dan Lombok Tengah. "Alhamdulillah, kami bisa membeli sapi paling berat untuk hewan kurban Bank Dinar tahun ini," ujar Romi dengan bangga.

Pemilihan sapi limosin dengan bobot yang besar ini secara matematis dapat menghasilkan jumlah daging yang lebih banyak, sehingga memungkinkan distribusi kepada lebih banyak penerima manfaat. Kualitas sapi yang baik juga memastikan daging kurban yang sehat dan layak konsumsi, sejalan dengan prinsip syariat Islam dalam berkurban.

Bank Dinar Siapkan 25 Sapi Limosin untuk Kurban Idul Adha 1447 H

Jangkauan Distribusi dan Penerima Manfaat

Rencana distribusi daging kurban telah disusun secara cermat oleh MIM Foundation untuk memastikan penyaluran yang merata dan tepat sasaran. Diperkirakan, total daging kurban dari 25 ekor sapi limosin ini akan didistribusikan kepada sekitar 17.500 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah di NTB.

Penerima manfaat yang menjadi prioritas dalam program ini mencakup berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan. Sasaran distribusi meliputi panti asuhan, panti sosial, rumah singgah, marbot masjid, takmir masjid, kaum mualaf, serta masyarakat kurang mampu secara umum. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Bank Dinar Ashri tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas penerima manfaat, yaitu mereka yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.

Proses pemotongan hewan kurban dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari kedua Hari Raya Idul Adha. Hal ini sesuai dengan anjuran syariat Islam yang memperbolehkan pemotongan hewan kurban hingga hari tasyrik. Setelah pemotongan selesai, daging akan segera didistribusikan langsung kepada para penerima yang namanya telah terdaftar dalam daftar nominatif yang telah disusun sebelumnya. Pendataan yang teliti ini bertujuan untuk menghindari tumpang tindih penerimaan dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.

Konteks Latar Belakang dan Signifikansi CSR

Program penyaluran hewan kurban yang dilakukan oleh Bank Dinar Ashri setiap tahunnya merupakan bagian integral dari strategi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Di Indonesia, praktik filantropi dan berbagi melalui kegiatan keagamaan seperti Idul Adha telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat. Bank Dinar Ashri, sebagai salah satu lembaga keuangan yang beroperasi di NTB, melihat kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat sekaligus mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam praktik bisnis.

Keterlibatan dalam penyaluran hewan kurban ini juga mencerminkan upaya bank untuk membangun citra positif dan kepercayaan di mata publik. Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, program CSR yang terencana dan berdampak nyata dapat menjadi pembeda yang signifikan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi karyawan bank mengenai pentingnya kepedulian sosial dan empati terhadap sesama.

Pertumbuhan ekonomi di NTB, meskipun terus menunjukkan kemajuan, masih menyisakan sejumlah tantangan, terutama dalam hal pemerataan kesejahteraan. Program-program seperti yang dijalankan oleh Bank Dinar Ashri ini secara langsung berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan di momen-momen penting seperti Idul Adha. Dengan menyalurkan daging kurban, bank membantu memastikan bahwa masyarakat yang kurang mampu juga dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan hari raya.

Tanggapan dan Implikasi Lebih Luas

Penyerahan simbolis hewan kurban ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga menjadi ajang komunikasi antara pihak bank, mitra penyalur, dan potensi penerima manfaat. Pernyataan Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, yang menekankan hubungan antara keuntungan perusahaan dan manfaat sosial, memberikan gambaran transparan mengenai alokasi dana CSR. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan oleh nasabah pada akhirnya juga akan kembali memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

MIM Foundation, sebagai pelaksana teknis di lapangan, memiliki peran krusial dalam memastikan kelancaran seluruh proses, mulai dari pengadaan hingga distribusi. Pengalaman dan jaringan yang dimiliki oleh yayasan ini menjadi jaminan bahwa hewan kurban akan disalurkan dengan profesional dan sesuai dengan amanah yang diberikan. Kemitraan strategis seperti ini sangat vital bagi efektivitas program CSR.

Dampak dari kegiatan ini melampaui sekadar pembagian daging. Bagi para peternak lokal, penjualan sapi kepada bank memberikan tambahan pendapatan yang signifikan, mendukung perekonomian mereka. Bagi penerima manfaat, daging kurban menjadi sumber protein penting yang dapat meningkatkan kualitas gizi keluarga, terutama bagi mereka yang mungkin kesulitan mengakses daging secara rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar sesama, memperkuat ikatan sosial di masyarakat NTB.

Implikasi jangka panjang dari program ini juga dapat dirasakan dalam peningkatan loyalitas nasabah dan kepercayaan publik terhadap Bank Dinar Ashri. Ketika sebuah lembaga keuangan menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat, hal ini akan mendorong lebih banyak individu dan keluarga untuk menggunakan produk dan layanan mereka. Sinergi positif ini diharapkan dapat terus berlanjut, menciptakan siklus kebaikan yang berkelanjutan antara dunia perbankan dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan program ini juga dapat menjadi inspirasi bagi lembaga keuangan lain untuk meningkatkan skala dan kualitas program CSR mereka di masa mendatang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *