MATARAM – Pihak legislatif Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan arahan tegas kepada jajaran direksi baru PT Gerbang NTB Emas (PT GNE) agar tidak tergesa-gesa dalam melakukan diversifikasi usaha. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini diminta untuk memprioritaskan konsolidasi internal dan penguatan kapasitas bisnis inti yang telah dikuasai, terutama pada sektor jasa beton dan produksi paving block, sebelum merambah ke lini bisnis baru. Anggota DPRD Provinsi NTB, H. Sambirang Ahmadi, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa langkah paling strategis bagi PT GNE saat ini adalah melakukan pembenahan internal dan memperkuat fundamental usaha yang sudah ada. Menurutnya, stabilitas dan kapasitas operasional yang solid jauh lebih mendesak daripada ekspansi ke bidang usaha yang belum tentu dikuasai secara mendalam. "Untuk sementara, fokuslah membenahi internal perusahaan. Berikan perhatian penuh dan konsentrasi pada usaha yang sudah dikuasai dan menjadi tulang punggungnya selama ini, yaitu jasa beton dan produksi paving block. Ini adalah prioritas utama," ujar Sambirang saat ditemui di Mataram pada Selasa (2/6). Sambirang menjelaskan bahwa penguatan kapasitas produksi beton dan paving block sangat krusial, terutama menjelang akhir tahun anggaran. Periode ini diperkirakan akan ditandai dengan peningkatan permintaan yang signifikan terhadap material konstruksi, seiring dengan dimulainya berbagai proyek pembangunan fisik yang digalakkan oleh pemerintah daerah maupun pusat. "Proyek-proyek pemerintah cenderung dieksekusi secara masif mulai pertengahan hingga akhir tahun. Jika PT GNE tidak berbenah dan meningkatkan kapasitas usahanya dari sekarang, mereka berisiko kewalahan ketika permintaan memuncak. Di sinilah peran vital BUMD sangat dibutuhkan untuk memastikan pelayanan yang maksimal," jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Lebih lanjut, Sambirang mengingatkan bahwa potensi terjadinya serentak pelaksanaan berbagai proyek pembangunan dapat memicu persaingan ketat antar-kontraktor dalam mendapatkan pasokan material konstruksi. Kelangkaan pasokan di pasar berpotensi menyebabkan lonjakan harga paving block dan beton, yang pada akhirnya dapat membebani anggaran pembangunan daerah. Dalam konteks ini, PT GNE dituntut untuk menjalankan fungsi strategisnya sebagai BUMD. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk mengejar keuntungan semata, tetapi juga harus bertindak sebagai instrumen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pasar, sehingga tidak memberatkan masyarakat. Pentingnya Peningkatan Kapasitas dan Standarisasi Mutu DPRD NTB tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas produksi agar PT GNE mampu melayani kebutuhan proyek di tingkat kabupaten dan kota, tetapi juga sangat menyoroti pentingnya standardisasi mutu produk yang dihasilkan. Sambirang menekankan agar produk-produk PT GNE segera memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). "Selama ini, aspek sertifikasi ini tampaknya belum berjalan maksimal. Standardisasi mutu sangat penting agar perusahaan-perusahaan bonafide tetap tertarik untuk menggunakan produk PT GNE. Tanpa sertifikasi SNI, akan sangat sulit bagi PT GNE untuk bersaing di industri konstruksi modern yang semakin menuntut kualitas terjamin," tambahnya. Pentingnya sertifikasi SNI ini juga berkaitan dengan upaya menjaga daya saing BUMD di tengah persaingan dengan perusahaan swasta yang mungkin telah memiliki standar mutu yang lebih tinggi. Sertifikasi ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap kualitas, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membuka akses ke proyek-proyek yang lebih besar dan prestisius. Momentum Penguatan Ekonomi Lokal di Tengah Ketidakpastian Global Di tengah keterbatasan anggaran daerah dan ketidakpastian situasi ekonomi global yang masih membayangi, DPRD NTB memandang situasi ini justru menjadi momentum bagi PT GNE untuk berperan lebih aktif dalam memperkuat ekonomi lokal. Sebagai lembaga ekonomi plat merah, PT GNE diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil agar tidak tergilas oleh gejolak ekonomi baik di tingkat nasional maupun global. Peran ini dapat diwujudkan melalui berbagai cara, seperti memastikan ketersediaan material konstruksi dengan harga yang stabil, sehingga biaya proyek pembangunan tidak membengkak. Selain itu, PT GNE juga berpotensi menjadi penyerap produk-produk lokal yang terkait dengan industri konstruksi, atau bahkan membuka peluang kemitraan yang saling menguntungkan dengan usaha kecil dan menengah di sektor terkait. Keterlibatan PT GNE dalam menjaga stabilitas harga material konstruksi juga akan berdampak positif pada kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan program-program pembangunan yang telah direncanakan. Kenaikan harga material yang tidak terkendali dapat mengganggu jadwal pelaksanaan proyek dan bahkan memaksa pemerintah untuk melakukan realokasi anggaran. Evaluasi Kinerja Jajaran Direksi Baru Meskipun memberikan catatan kritis yang cukup mendalam, DPRD NTB tetap menunjukkan komitmen untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi jajaran direksi baru PT GNE untuk bekerja dan merealisasikan program pembenahan yang telah mereka susun. "Kami memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada jajaran direksi yang baru untuk membuktikan kinerja mereka. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan nanti, mengingat mereka pun baru saja dilantik dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi serta menjalankan program-programnya," pungkas Sambirang. Pernyataan ini mengindikasikan adanya harapan besar dari pihak legislatif terhadap kepemimpinan baru PT GNE. Pemberian kesempatan ini diharapkan dapat memotivasi direksi baru untuk bekerja keras dan menunjukkan hasil yang nyata dalam memperkuat posisi PT GNE sebagai salah satu pilar ekonomi daerah NTB. Proses evaluasi nantinya diharapkan akan melibatkan berbagai indikator kinerja, baik dari sisi operasional, finansial, maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah. PT GNE sendiri memiliki sejarah panjang dalam mendukung pembangunan di NTB. Didirikan sebagai salah satu BUMD, perusahaan ini memiliki mandat untuk tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan dan produk yang berkualitas serta terjangkau. Fokus pada bisnis inti, penguatan kapasitas, dan standarisasi mutu adalah langkah fundamental yang diharapkan dapat mengantarkan PT GNE menuju era baru yang lebih solid dan berdampak positif bagi Provinsi NTB. Kinerja PT GNE di masa mendatang akan menjadi sorotan penting bagi DPRD NTB dan publik. Keberhasilan dalam membenahi internal dan memperkuat bisnis inti akan menjadi fondasi kuat untuk melangkah ke tahap diversifikasi usaha yang lebih ambisius dan berkelanjutan. Selain itu, kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas harga material konstruksi juga akan menjadi tolok ukur penting dalam menilai kontribusinya terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Post navigation Bank Mandiri Gelar Aksi Donor Darah Serentak di 12 Region, Sambut HUT ke-28 dengan Semangat Berbagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Lombok FTP-2 Siap Sinkronisasi Setelah Sukses Uji Katup Pengaman