Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merayakan satu tahun kepemimpinan Drs. H. Muhammad Kamli dengan capaian kinerja yang patut diapresiasi. Per Sabtu, 18 Juli 2026, Baznas Lotim berhasil mengumpulkan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp24 miliar. Angka ini melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 yang ditetapkan sebesar Rp20 miliar, menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode kepengurusan sebelumnya yang mengumpulkan Rp17 miliar. Meskipun demikian, target Rakornas 2025 sebesar Rp31 miliar masih menjadi target ambisius yang diyakini dapat tercapai pada akhir Desember 2027. Sejarah dan Perkembangan Baznas Lombok Timur Perjalanan Baznas Lombok Timur dalam mengelola dana umat memiliki sejarah panjang yang berakar dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Sasak. Pembentukan Baznas sebagai lembaga resmi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian zakat secara profesional, akuntabel, dan transparan. Di Lombok Timur, Baznas hadir sebagai garda terdepan dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembinaan rohani dan sosial keagamaan. Kepemimpinan baru yang dipimpin oleh Drs. H. Muhammad Kamli sejak tahun 2025 membawa angin segar bagi Baznas Lotim. Dengan tim yang solid terdiri dari lima pimpinan komisioner, Baznas Lotim berupaya mentransformasi cara kerja dan memperluas jangkauan programnya. Kelima pimpinan komisioner tersebut adalah: Ketua, Drs. H. Muhammad Kamli; Wakil Ketua I (Bidang Pengumpulan), H. Mujoko, SE; Wakil Ketua II (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), Dr. H.M. Hamidi, ST., M.Pd; Wakil Ketua III (Bidang Keuangan dan Pelaporan), Dr. Sirajun Nasihin, M.Pd.I; dan Wakil Ketua IV (Bidang SDM dan Administrasi), Dr. Asbullah Muslim, M.Pd.I. Soliditas dan sinergi antar pimpinan ini menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Visi dan Misi Menuju Lombok Timur SMART Dalam menjalankan amanah mengelola dana umat, Baznas Lotim mengusung visi "Mewujudkan Baznas Lombok Timur yang Santun, Mapan, Amanah, Responsif, dan Transparan". Visi ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen yang terintegrasi dengan arah kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Lombok Timur di bawah kepemimpinan Bupati H. Hairul Warisin dan Wakil Bupati HM. Edwin Hadiwijaya. Jargon "Lombok Timur SMART" (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan) menjadi payung besar yang membimbing seluruh program dan kegiatan Baznas. Sejahtera: Mengedepankan program-program yang secara langsung meningkatkan kesejahteraan mustahiq (penerima zakat) melalui pemberdayaan ekonomi, bantuan modal usaha, dan program-program berkelanjutan. Maju: Mendorong inovasi dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat, memanfaatkan teknologi informasi, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Adil: Memastikan distribusi zakat dilakukan secara merata dan tepat sasaran, menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan tanpa diskriminasi. Religius: Memperkuat aspek spiritualitas dan keagamaan masyarakat melalui program-program dakwah, pendidikan agama, dan pembinaan moral. Transparan: Menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat, mulai dari proses pengumpulan hingga penyaluran, serta memberikan laporan yang jelas kepada publik. Program Unggulan Baznas Lotim dan Penyaluran Dana Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, Baznas Lotim mengimplementasikan lima program unggulan yang mengacu pada Peraturan Baznas Nomor 3 Tahun 2018. Dalam kurun waktu satu tahun pertama kepengurusan, total dana ZIS-DSKL yang berhasil disalurkan mencapai Rp24.327.000.000. Dana ini disalurkan kepada total 29.658 penerima manfaat, baik secara perorangan maupun lembaga. Rincian penyaluran dana berdasarkan program unggulan adalah sebagai berikut: Program Tanggap Peduli Sesama (TPS) Program ini merupakan pilar utama Baznas Lotim dalam bidang kemanusiaan. Melalui TPS, Baznas menyalurkan bantuan untuk berbagai keperluan mendesak, seperti bencana alam, musibah, dan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu. Program ini menyerap dana terbesar, yaitu sebesar Rp6,3 miliar, dan menjangkau 19.524 penerima manfaat. Besarnya alokasi dana untuk program ini menunjukkan prioritas Baznas dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat. Dana ini digunakan untuk berbagai bentuk bantuan, mulai dari bantuan pangan, perbaikan rumah pasca bencana, hingga dukungan biaya hidup bagi keluarga yang terdampak musibah. Program Lombok Timur Religius (LTR) Fokus program ini adalah penguatan aspek keagamaan dan dakwah di masyarakat. Alokasi dana sebesar Rp4,4 miliar disalurkan kepada 2.302 lembaga, termasuk majelis taklim, pondok pesantren, masjid, dan rumah tahfidz. Program LTR bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama, moralitas, dan akhlak masyarakat, serta mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang positif. Bantuan yang diberikan dapat berupa dukungan operasional lembaga, pengadaan sarana ibadah, atau penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Program Mustahiq Mandiri Sejahtera (MMS) Bidang ekonomi menjadi sasaran program MMS. Baznas Lotim berkomitmen untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahiq melalui pemberian bantuan modal usaha, baik untuk perorangan maupun kelompok usaha. Program ini menyalurkan dana sebesar Rp2,5 miliar kepada 1.383 penerima manfaat. Bantuan modal usaha ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil, menciptakan lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat. Baznas juga memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para penerima manfaat agar usaha mereka dapat berkembang dan berkelanjutan. Program Sehat Bersama Baznas (SBBL) Kesehatan adalah aset berharga. Program SBBL didedikasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan biaya pengobatan. Dengan alokasi dana sebesar Rp2,0 miliar, program ini telah menjangkau 2.483 penerima manfaat. Bantuan yang diberikan meliputi biaya rawat inap, biaya operasi, pembelian obat-obatan, dan program kesehatan preventif lainnya. Program ini menjadi jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin yang rentan terhadap penyakit dan kesulitan ekonomi akibat biaya kesehatan. Program Generasi Cerdas Amanah (GCA) Investasi pada sumber daya manusia merupakan kunci kemajuan masa depan. Program GCA berfokus pada bidang pendidikan dengan memberikan bantuan dana pendidikan dan insentif bagi guru honorer. Sebesar Rp1,5 miliar telah didistribusikan kepada 3.648 penerima manfaat, meliputi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, santri, serta para guru honorer yang memiliki dedikasi tinggi. Program ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberikan apresiasi bagi para pendidik. Peningkatan Pengumpulan ZIS-DSKL: Faktor Pendorong dan Tantangan Kenaikan drastis dalam pengumpulan ZIS-DSKL sebesar Rp24 miliar ini tidak terlepas dari berbagai upaya strategis yang dilakukan oleh Baznas Lotim di bawah kepemimpinan Drs. H. Muhammad Kamli. Beberapa faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan ini antara lain: Optimalisasi Potensi Muzakki: Baznas Lotim terus berupaya memperluas basis muzakki (pembayar zakat) dengan menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya zakat. Program jemput zakat, kemitraan dengan perusahaan dan instansi pemerintah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pembayaran zakat menjadi strategi yang efektif. Peningkatan Kepercayaan Masyarakat: Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana zakat menjadi prioritas utama. Laporan keuangan yang jelas, publikasi program-program yang telah dijalankan, serta penyaluran zakat yang tepat sasaran telah berhasil membangun kepercayaan masyarakat. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam berbagai kegiatan Baznas juga menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah, yang semakin memperkuat citra positif Baznas. Sinergi dengan Pemerintah Daerah: Hubungan yang harmonis dan sinergis dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjadi pondasi kuat bagi Baznas Lotim. Dukungan kebijakan, fasilitasi program, dan kolaborasi dalam berbagai kegiatan telah membantu Baznas dalam menjalankan fungsinya secara optimal. Jargon "Lombok Timur SMART" yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati selaras dengan visi Baznas, menciptakan kerangka kerja yang kohesif. Penguatan Tim dan Sumber Daya Manusia: Soliditas tim komisioner dan profesionalisme para amil (petugas zakat) menjadi faktor internal yang krusial. Pelatihan berkelanjutan, peningkatan kompetensi, dan penguatan etos kerja menjadi agenda penting untuk memastikan pelayanan terbaik bagi muzakki dan mustahiq. Inovasi Program: Pengembangan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan prinsip syariah terus dilakukan. Diversifikasi program, mulai dari pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga dakwah, memungkinkan Baznas untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat dan memberikan solusi yang komprehensif. Meskipun capaian ini sangat membanggakan, Baznas Lotim juga menghadapi tantangan, terutama dalam mencapai target Rakornas 2025 sebesar Rp31 miliar. Tantangan tersebut meliputi: Fluktuasi Ekonomi: Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat mempengaruhi kemampuan muzakki dalam menunaikan zakat. Kesadaran Zakat: Masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memahami kewajiban dan manfaat zakat, sehingga sosialisasi dan edukasi perlu terus digencarkan. Persaingan dengan Lembaga Amil Zakat Lain: Munculnya berbagai lembaga amil zakat lain memerlukan Baznas untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan program agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Distribusi yang Tepat Sasaran: Memastikan bahwa setiap rupiah zakat tersalurkan kepada mustahiq yang benar-benar berhak dan memberikan dampak yang signifikan memerlukan sistem pendataan dan verifikasi yang kuat. Dampak dan Implikasi yang Lebih Luas Kinerja positif Baznas Lombok Timur tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para penerima manfaat, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas bagi pembangunan daerah. Pengentasan Kemiskinan: Melalui program-program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial, Baznas Lotim berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur. Peningkatan Kualitas Hidup: Bantuan di bidang kesehatan dan pendidikan secara langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan generasi yang lebih sehat dan berpendidikan. Penguatan Keagamaan dan Moral: Program dakwah dan pembinaan keagamaan turut memperkuat nilai-nilai agama dan moralitas di masyarakat, menciptakan tatanan sosial yang lebih harmonis dan religius. Citra Positif Daerah: Kinerja Baznas yang baik mencerminkan tata kelola pemerintahan yang baik dan kepedulian sosial yang tinggi, sehingga turut meningkatkan citra positif Kabupaten Lombok Timur di kancah nasional. Inspirasi Bagi Daerah Lain: Keberhasilan Baznas Lotim dalam mengelola dana umat telah menarik perhatian daerah lain. Tercatat beberapa pengurus Baznas dari luar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melakukan studi banding ke Lombok Timur untuk mempelajari skema pengumpulan dan manajemen pendistribusian zakat. Hal ini menunjukkan bahwa Baznas Lotim telah menjadi model atau contoh yang baik dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Prospek ke Depan Dengan optimisme yang tinggi, Ketua Baznas Lotim, H. Muhammad Kamli, menyatakan keyakinannya bahwa target Rakornas 2025 sebesar Rp31 miliar dapat tercapai pada akhir tahun 2027. Keyakinan ini didasarkan pada tren positif pengumpulan zakat dan peningkatan kepercayaan masyarakat yang terus berlanjut. Baznas Lotim berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme, dan memperluas jangkauan programnya agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat Lombok Timur. Upaya-upaya strategis, seperti pemanfaatan teknologi digital, penguatan kemitraan, dan pengembangan program yang lebih inklusif, akan terus menjadi prioritas untuk mencapai tujuan besar tersebut. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Baznas Lombok Timur optimis dapat mewujudkan Lombok Timur yang lebih sejahtera, mandiri, dan berakhlak mulia. Post navigation Sopir Taksi Bluebird Diduga Dianiaya Oknum Travel di KEK Mandalika Saat Bertugas Wakil Bupati Lombok Barat Ambil Alih Tugas Bupati Pasca Penahanan oleh KPK