Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menekankan peran krusial pengusaha muda dalam memperkuat fundamental ekonomi daerah, terutama di tengah kompleksitas tantangan ekonomi global yang kian dinamis. Pernyataan tegas ini disampaikan saat membuka Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI NTB tahun 2026 di Mataram pada Selasa, 12 Mei. Gubernur Iqbal memandang generasi muda sebagai tulang punggung potensial untuk mendorong transformasi ekonomi NTB, sembari menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemajuan ekonomi dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan religiusitas yang kental di masyarakat.

"Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama untuk mewujudkan perubahan tersebut," ujar Gubernur Iqbal, menggarisbawahi perlunya kolaborasi erat antara berbagai elemen pembangunan. Ia juga secara lugas menepis pandangan pesimistis yang kerap muncul mengenai kondisi ekonomi saat ini. Menurutnya, setiap tantangan, sekecil apapun, selalu menyimpan potensi peluang baru yang dapat digali dan dimanfaatkan, khususnya oleh kaum muda yang memiliki energi dan inovasi.

Mendorong Partisipasi Aktif Pengusaha Muda dalam Pembangunan Nasional

Lebih lanjut, Gubernur Iqbal secara eksplisit mengajak para pengusaha muda untuk tidak hanya berperan sebagai penonton pasif dalam setiap proses pembangunan daerah. Ia mendorong mereka untuk secara proaktif terlibat dalam berbagai program strategis yang didukung oleh pendanaan dari pemerintah pusat yang dialokasikan untuk NTB. "Begitu banyak anggaran program yang masuk dari pusat ke NTB sekarang ini. Teman-teman pengusaha muda harus mengambil bagian dari pembangunan itu," serunya, mengindikasikan adanya sumber pendanaan dan proyek signifikan yang siap diakses.

Pernyataan Gubernur ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menggerakkan roda ekonomi melalui berbagai stimulus dan program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta daya saing daerah. Keterlibatan pengusaha muda dalam proyek-proyek berskala besar yang didanai APBN atau APBN-P dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan bisnis mereka, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur dan ekonomi NTB.

Forbisda HIPMI NTB 2026: Jembatan Akses Bisnis dan Wawasan Strategis

Di sisi lain, Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Maulana, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Forbisda 2026 yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Mei, dirancang secara spesifik untuk memberikan ruang bagi pengusaha muda dalam memperluas cakrawala bisnis dan meningkatkan akses mereka terhadap jaringan serta peluang investasi. Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah platform strategis yang menghadirkan berbagai narasumber dan agenda penting.

Salah satu sorotan utama dalam Forbisda tahun ini adalah kehadiran tokoh-tokoh nasional yang memiliki rekam jejak mumpuni di dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan. Di antaranya adalah calon Ketua Umum BPP HIPMI Pusat, Ade Jona Prasetyo, yang kehadirannya diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan mengenai arah organisasi dan strategi pengembangan bisnis di tingkat nasional. Selain itu, agenda sosialisasi mengenai pasar modal yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menjadi bagian integral dari forum, membuka wawasan baru bagi para pengusaha muda mengenai instrumen investasi dan potensi pendanaan melalui pasar modal.

Menghadapi Tantangan Sektor Usaha dan Menemukan Peluang Baru

Ismed Maulana secara transparan mengakui bahwa sejumlah sektor usaha di NTB, terutama sektor transportasi, masih merasakan dampak signifikan dari kenaikan harga minyak dunia dan gejolak ekonomi global. Tekanan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha. Namun, di tengah situasi tersebut, Ismed melihat adanya celah peluang baru yang menjanjikan. Ia menyoroti kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mulai mengintegrasikan sektor riil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam implementasi program-program pemerintah.

Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program pemerintah ini, menurut Ismed, merupakan momentum emas untuk tidak hanya memperkuat struktur ekonomi NTB dari akar rumput, tetapi juga secara simultan meningkatkan kapasitas dan daya saing para pelaku usaha lokal. Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi agen penggerak ekonomi yang berkelanjutan.

Ambisi IPO dan Peningkatan Kapasitas Pengusaha Lokal

Lebih jauh, Ismed Maulana mengungkapkan ambisi besar HIPMI NTB untuk mendorong para pengusaha muda di daerahnya agar mampu bersaing di kancah yang lebih luas. "Kami ingin mendorong pengusaha dari NTB tidak hanya bermain di skala lokal, tapi juga bisa melakukan IPO dan melantai di Bursa Efek Indonesia. Ini mimpi yang harus kita dorong bersama," tegasnya.

Target untuk Go Public atau melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bukanlah sekadar impian kosong. Hal ini mencerminkan visi HIPMI NTB untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif, di mana perusahaan-perusahaan lokal dapat tumbuh menjadi entitas yang kuat, transparan, dan memiliki akses modal yang lebih besar. Mencapai level IPO membutuhkan persiapan matang, termasuk dalam hal tata kelola perusahaan yang baik, laporan keuangan yang akuntabel, serta strategi bisnis yang berkelanjutan.

Latar Belakang dan Konteks Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI NTB

Gubernur Iqbal Dorong Pengusaha Muda NTB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Forbisda HIPMI NTB 2026 ini diselenggarakan pada periode yang krusial bagi perekonomian Indonesia, yang masih beradaptasi dengan perubahan pasca-pandemi dan menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan inflasi, volatilitas harga komoditas, dan perubahan kebijakan perdagangan internasional menjadi tantangan nyata bagi para pelaku usaha. Dalam konteks ini, forum seperti Forbisda menjadi sangat relevan untuk memfasilitasi dialog, berbagi informasi, dan merumuskan strategi adaptasi bagi para pengusaha muda.

HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) sendiri merupakan organisasi yang memiliki peran strategis dalam membina dan mengembangkan potensi kewirausahaan di Indonesia. Di tingkat daerah, BPD HIPMI NTB memiliki mandat untuk memperjuangkan kepentingan pengusaha muda lokal, mendorong iklim investasi yang kondusif, serta menjadi jembatan antara pengusaha dengan pemerintah dan investor.

Kronologi Kegiatan dan Agenda Penting

  • Selasa, 12 Mei 2026 (Hari Pertama):

    • Pembukaan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) HIPMI NTB 2026 oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
    • Pidato Gubernur yang menekankan pentingnya peran pengusaha muda dan sinergi pembangunan.
    • Sesi diskusi dan dialog antara Gubernur, pengurus HIPMI, dan anggota HIPMI NTB.
    • Pengenalan agenda utama forum, termasuk kehadiran calon Ketua Umum BPP HIPMI Pusat dan sosialisasi pasar modal.
    • Sesi pemaparan dari narasumber mengenai tren ekonomi terkini dan peluang bisnis.
  • Rabu, 13 Mei 2026 (Hari Kedua):

    • Sesi sosialisasi mendalam mengenai pasar modal yang diselenggarakan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI).
    • Fokus pada bagaimana pengusaha muda dapat memanfaatkan instrumen pasar modal untuk pendanaan dan pengembangan bisnis.
    • Sesi networking dan business matching antar anggota HIPMI NTB dan calon investor.
    • Pembahasan strategi adaptasi bisnis di tengah tantangan ekonomi global.
    • Penutupan forum dengan rumusan rekomendasi dan langkah strategis ke depan.

Data Pendukung dan Implikasi Ekonomi

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor UMKM masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, termasuk di NTB. Namun, seringkali UMKM menghadapi kendala dalam akses permodalan, teknologi, dan pasar. Program-program pemerintah yang melibatkan UMKM, seperti yang disinggung oleh Ismed Maulana terkait kebijakan Badan Gizi Nasional, berpotensi menyalurkan dana APBN/APBD langsung ke sektor riil, menciptakan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian daerah.

Tantangan kenaikan harga minyak dunia, yang diakui mempengaruhi sektor transportasi, memiliki implikasi luas. Kenaikan biaya logistik dapat meningkatkan harga barang secara keseluruhan, mengurangi daya beli masyarakat, dan menghambat mobilitas bisnis. Oleh karena itu, upaya diversifikasi sumber energi, efisiensi operasional, dan inovasi model bisnis menjadi sangat krusial bagi sektor-sektor yang rentan terhadap fluktuasi harga energi.

Upaya mendorong pengusaha muda untuk melakukan IPO di BEI bukan hanya tentang mengumpulkan modal, tetapi juga tentang profesionalisme. Perusahaan yang siap IPO harus memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), transparansi laporan keuangan, dan manajemen risiko yang efektif. Keberhasilan beberapa perusahaan daerah melakukan IPO di masa lalu dapat menjadi tolok ukur dan motivasi bagi pengusaha muda NTB.

Analisis Implikasi yang Lebih Luas

Pesan Gubernur Iqbal yang menekankan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat adalah fondasi penting untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ketika pengusaha muda didorong untuk berpartisipasi aktif, mereka tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada inovasi sosial dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal.

Keterlibatan dalam program strategis pemerintah pusat membuka peluang bagi pengusaha NTB untuk belajar dari proyek berskala besar, mengadopsi teknologi baru, dan membangun rekam jejak yang kuat. Hal ini dapat menjadi batu loncatan untuk ekspansi bisnis lebih lanjut, baik di tingkat regional maupun nasional.

Di sisi lain, sosialisasi pasar modal oleh BEI adalah langkah proaktif untuk mendemokratisasi akses terhadap pendanaan. Dengan pemahaman yang memadai, pengusaha muda dapat melihat pasar modal bukan sebagai ranah eksklusif bagi perusahaan besar, melainkan sebagai alternatif pendanaan yang potensial untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

Forum seperti Forbisda ini, dengan dukungan dari tokoh-tokoh kunci seperti calon Ketua Umum BPP HIPMI Pusat, memperkuat posisi dan suara pengusaha muda NTB di kancah nasional. Kolaborasi antara BPD HIPMI NTB dan BPP HIPMI diharapkan dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan pengusaha muda di seluruh Indonesia, termasuk di NTB.

Pada akhirnya, keberhasilan dalam mewujudkan visi yang disampaikan oleh Gubernur Iqbal dan Ketua HIPMI NTB akan sangat bergantung pada komitmen berkelanjutan dari semua pihak. Pemerintah daerah perlu terus menciptakan regulasi yang mendukung, memfasilitasi akses, dan memberikan pendampingan. Pengusaha muda dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas, berinovasi, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada dengan penuh tanggung jawab. Sementara masyarakat, melalui partisipasi aktif dan dukungan terhadap produk lokal, turut berperan dalam ekosistem ekonomi yang kuat.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *