MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi menunjuk jajaran direksi dan komisaris baru untuk PT Gerbang NTB Emas (GNE), sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) provinsi tersebut. Perombakan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025, yang menandai babak baru bagi perusahaan yang kerap menjadi sorotan publik terkait kinerja dan tata kelola. Penunjukan ini menempatkan Yuyud Indrayudi, ST. MT, sebagai Direktur Utama PT GNE. Ia akan didampingi oleh Sulman, SE. MM, yang dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Keuangan, dan Suhaimi, ST, sebagai Direktur Operasional. Ketiga direksi baru ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan dan pengembangan perusahaan. Sementara itu, jajaran komisaris PT GNE juga mengalami perubahan. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menunjuk Izzuddin Mahili, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTB, sebagai Komisaris Utama. Ia akan didampingi oleh dua anggota komisaris lainnya, yaitu Lalu Aksar Ansori dan Muhammad Ihwan, SH. Kehadiran Muhammad Ihwan, yang sebelumnya dikenal sebagai Ketua Tim Hukum 99 Iqbal-Dinda pada Pilkada NTB, dalam struktur komisaris PT GNE turut memantik perhatian publik. Kronologi Perombakan dan Penetapan Jajaran Baru Proses penunjukan jajaran direksi dan komisaris baru ini bukanlah tanpa tahapan. Sebelumnya, PT GNE telah melalui proses persiapan yang matang, termasuk kewajiban menjalani audit keuangan oleh Inspektorat Provinsi NTB dan Kantor Akuntan Publik (KAP). Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan NTB, Izzuddin Mahili, menjelaskan bahwa audit internal oleh Inspektorat menjadi langkah awal untuk menelusuri berbagai aspek, termasuk dugaan utang perusahaan yang disebut mencapai sekitar Rp22 miliar. "Biasa, laporan keuangan tahunan. Sekarang masih rencana audit Inspektorat, terus KAP," ujar Izzuddin Mahili, merujuk pada proses audit yang sedang berjalan. Setelah audit internal oleh Inspektorat rampung, KAP akan melanjutkan dengan audit tahunan perusahaan. Proses ini penting untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi keuangan dan operasional PT GNE sebelum penetapan direksi definitif dilakukan melalui RUPS. Tahapan selanjutnya melibatkan Panitia Seleksi (Pansel) yang telah menyampaikan hasil calon anggota direksi yang memenuhi syarat kepada Gubernur. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal kemudian melakukan tahapan akhir berupa wawancara, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018. Hasil dari tahapan ini adalah penetapan calon anggota direksi melalui Surat Gubernur, yang kemudian dikukuhkan dalam RUPS. Fokus Utama: Pembenahan Internal dan Evaluasi Bisnis Direktur Utama PT GNE yang baru ditunjuk, Yuyud Indrayudi, menyatakan bahwa jajaran direksi resmi mulai aktif bekerja pada Rabu, 29 April (tahun kejadian yang diasumsikan dari tanggal gambar). Fokus utama pada tahap awal adalah melakukan pembenahan internal secara menyeluruh. Ini mencakup evaluasi tata kelola perusahaan, serta bedah mendalam terhadap keseluruhan proses bisnis yang selama ini dijalankan oleh BUMD tersebut. "Kita disuruh untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja secara umum, baik tata kelola maupun operasionalnya. Di awal ini mungkin lebih ke penyelidikan internal dulu, kemudian kita lihat bisnis prosesnya seperti apa," ujar Yuyud Indrayudi dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Gubernur NTB pada Selasa, 28 April. Yuyud menekankan bahwa arah kebijakan perusahaan ke depan akan mengikuti arahan gubernur, dengan fokus pada dua lini bisnis utama: material konstruksi dan barang konsumsi. Namun, ia menegaskan bahwa direksi baru belum ingin terburu-buru berbicara mengenai langkah strategis jangka panjang sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi internal perusahaan. "Kita belum bisa komen banyak. Nanti kita lihat dulu bagaimana pengelolaannya, proses bisnisnya seperti apa," tuturnya. Evaluasi Menyeluruh dan Potensi Ekspansi Bisnis Manajemen baru PT GNE berencana melakukan evaluasi komprehensif terhadap kondisi operasional dan keuangan perusahaan. Seluruh lini usaha yang selama ini dijalankan akan dikaji ulang. Hal ini termasuk kemungkinan membuka peluang bisnis baru apabila dinilai memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. "Kita perlu review kondisi keuangan maupun operasionalnya. Apakah ada bisnis-bisnis yang akan dikembangkan lagi, nanti kita review semuanya," jelas Yuyud. Dalam tahun pertama kepemimpinannya, Yuyud menegaskan bahwa fokus utama perusahaan akan diarahkan pada konsolidasi internal dan pembenahan total. Setelah pondasi internal kuat, barulah perusahaan ditargetkan mampu tumbuh secara organik dan progresif. "Prinsipnya kita akan konsolidasi internal kemudian targetnya tumbuh organik dan progresif," katanya. Menanggapi sorotan masyarakat terkait dominasi bisnis paving blok PT GNE yang dinilai berpotensi bersinggungan dengan usaha masyarakat kecil, Yuyud memastikan bahwa ruang bisnis perusahaan jauh lebih luas. "Bukan hanya paving blok. Prinsipnya di bisnis material konstruksi. Peluangnya cukup banyak sebenarnya," ujarnya. Meskipun mengakui bahwa saat ini PT GNE masih dominan bergerak di sektor paving blok, perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekspansi bisnis ke sektor lain jika terdapat peluang usaha yang potensial. "Kalau memang ada peluang dan prospeknya bagus, tentu akan kita lanjutkan," tambahnya. Menjawab Stigma dan Memperkuat Tata Kelola Yuyud Indrayudi tidak membantah adanya stigma di masyarakat yang menyebut PT GNE dalam kondisi "sakit". Menurutnya, perusahaan daerah tersebut memang membutuhkan pembenahan besar-besaran, terutama pada aspek operasional, keuangan, sumber daya manusia, serta tata kelola perusahaan. "Yang jelas dari sisi operasi, keuangan maupun SDM itu harus kita perkuat. Termasuk tata kelolanya," katanya. Ia menegaskan bahwa tata kelola perusahaan ke depan harus berjalan sesuai dengan regulasi dan aturan yang berlaku. "Paling tidak tata kelola sesuai aturan yang berlaku. Kita harus patuh terhadap regulasi maupun kebijakan," tegasnya. Isu mengenai tunggakan pajak yang sempat menjadi sorotan publik juga menjadi perhatian serius direksi baru. "Kita harus patuh bayar pajak," ujarnya singkat, menegaskan komitmen terhadap kepatuhan fiskal. Terkait rencana ekspansi bisnis lebih lanjut atau kemungkinan penambahan penyertaan modal, Yuyud masih menunggu hasil evaluasi internal sebelum mengambil keputusan. "Kita belum bisa komentar. Masih perlu review lebih lanjut kondisinya," katanya. Lebih lanjut, Yuyud mengakui bahwa perombakan struktur organisasi hingga level bawah sangat memungkinkan dilakukan apabila dianggap perlu demi memperbaiki performa perusahaan. "Kalau itu membuat perusahaan jadi lebih bagus, saya pikir tidak masalah. Sangat memungkinkan dilakukan," ujarnya. Ketika ditanya mengenai kondisi kas perusahaan dan kebutuhan modal tambahan, Yuyud mengaku belum mengetahui kondisi detail perusahaan karena baru saja resmi ditetapkan. "Saya belum tahu kondisinya karena baru hari ini. Makanya kita perlu lihat dulu bisnis prosesnya seperti apa," ujarnya. Profil Direksi Baru: Profesional Berpengalaman Gubernur NTB telah memilih tiga direksi baru PT GNE dengan latar belakang profesional yang beragam dan dinilai memiliki kompetensi untuk membawa perubahan positif. Yuyud Indrayudi, ST. MT, sebagai Direktur Utama, dikenal memiliki pengalaman panjang di industri pertambangan dan pengembangan masyarakat. Rekam jejaknya meliputi penugasan di perusahaan-perusahaan besar seperti PT Newmont Nusa Tenggara, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, hingga PT Sumbawa Timur Mining. Dengan latar belakang pendidikan multidisipliner di bidang teknik, ekonomi, dan perencanaan wilayah, Yuyud dinilai memiliki perspektif komprehensif untuk memimpin transformasi PT GNE menjadi perusahaan yang lebih progresif dan berdaya saing. Sulman, SE. MM, Direktur Keuangan, adalah seorang profesional perbankan dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri keuangan. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis di PT Bank KB Indonesia, dan saat ini menjabat sebagai Branch Manager di PT Bank Mega Syariah. Pengalamannya di sektor keuangan diharapkan dapat memperkuat manajemen keuangan PT GNE. Sementara itu, Suhaimi, ST, Direktur Operasional, memiliki pengalaman di sektor teknologi global dan energi, termasuk kiprahnya bersama Pepperl+Fuchs dan Karpowership Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman sebagai Electrical dan Maintenance Manager di industri pertambangan. Dengan latar belakang ini, Suhaimi diharapkan mampu memperkuat sistem operasional PT GNE agar lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Tanggapan dan Implikasi Lebih Luas Penunjukan jajaran direksi dan komisaris baru ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi PT GNE. Fokus pada pembenahan internal, evaluasi bisnis, dan penguatan tata kelola perusahaan menjadi kunci utama dalam upaya meningkatkan kinerja dan profitabilitas BUMD ini. Peran PT GNE sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah NTB sangatlah vital. Dengan manajemen yang lebih profesional dan terarah, perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah, baik melalui pengembangan sektor material konstruksi, barang konsumsi, maupun potensi bisnis lainnya yang belum tergarap. Namun, tantangan yang dihadapi PT GNE tidaklah ringan. Stigma negatif yang melekat, dugaan utang yang signifikan, serta isu tata kelola yang perlu dibenahi, semuanya akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi direksi dan komisaris baru. Keberhasilan mereka tidak hanya akan ditentukan oleh kemampuan eksekusi program, tetapi juga oleh transparansi dan akuntabilitas dalam setiap langkah yang diambil. Di sisi lain, sorotan publik dan potensi dukungan dari DPRD NTB agar PT GNE turut mendukung program nasional pemerintahan Presiden Prabowo, menunjukkan adanya harapan besar terhadap peran BUMD ini. Direksi baru perlu mempertimbangkan bagaimana PT GNE dapat berkontribusi dalam skala yang lebih luas, sambil tetap fokus pada tujuan utamanya sebagai penggerak ekonomi lokal NTB. Meskipun Muhammad Ihwan, salah satu anggota komisaris, memilih menghindari media ketika dikonfirmasi, penunjukan dirinya beserta anggota komisaris lainnya akan terus menjadi perhatian publik. Keberadaan mereka diharapkan dapat memberikan masukan strategis dan pengawasan yang efektif demi tercapainya tujuan perusahaan. Secara keseluruhan, perombakan direksi PT GNE menandai dimulainya periode konsolidasi dan transformasi. Keberhasilan upaya ini akan menjadi indikator penting bagi arah pembangunan ekonomi NTB di masa mendatang. Post navigation Ribuan Jemaah Haji NTB Berangkat ke Tanah Suci dengan Kelancaran Operasional di Hari Keenam, Satu Jemaah Tunda Keberangkatan Akibat Kondisi Kesehatan Peluang Dapur Program Makan Bergizi Gratis di NTB Dibuka Kembali dengan Syarat Ketat, Fokus pada Sanitasi dan Pengelolaan Limbah