SELONG – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung dunia pendidikan dan mempererat hubungan sosial kemasyarakatan. Sinergi kedua organisasi ini terwujud melalui kunjungan ke Yayasan Pondok Pesantren Azzainiyah Al-Majidiyah NW di Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan yang dikemas dalam tajuk JMSI NTB dan INTI NTB Goes to Pesantren 2026 ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan literasi, tetapi juga menjadi wadah berbagi yang bermakna.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, didampingi Sekretaris Sukri Aruman, disambut hangat oleh pengurus yayasan. Dari INTI NTB, turut hadir Ketua Harian S. Widjanarko dan Sekretaris H. Rudi Hidayat, beserta sejumlah pengurus inti kedua organisasi. Kehadiran mereka turut didukung oleh Ketua dan Sekretaris Pengurus Cabang (Pengcab) JMSI Lombok Timur, Suardi Mustaan dan Suhaedi Muktar, yang semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Misi Silaturahmi, Literasi, dan Berbagi: Aksi Nyata Kemanusiaan

Dalam kunjungan tersebut, JMSI NTB dan INTI NTB secara simbolis menyerahkan bantuan berupa 75 pasang sandal atau alas kaki yang diperuntukkan khusus bagi para santri. Bantuan ini diserahkan langsung kepada Ketua Yayasan Azzainiyah Al-Majidiyah, Drs. H. Syaifullah, serta beberapa perwakilan santri yang hadir. Penyerahan ini merupakan wujud nyata dari misi sosial yang diemban oleh kedua organisasi, yaitu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan pesantren.

H. Boy Mashudi dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan sosial yang digagas oleh JMSI NTB bekerja sama dengan INTI NTB bukanlah kali pertama dilakukan. "Misi kita adalah silaturahmi, literasi, dan berbagi. Intinya, kita mencoba hadir memberikan manfaat dan memperkenalkan keberadaan lembaga kepada kalangan pengasuh pesantren dan santri," ujar Boy Mashudi. Ia menekankan pentingnya peran media siber dalam menyebarkan informasi positif dan mendukung perkembangan pendidikan, sejalan dengan fungsi utama JMSI sebagai asosiasi pemilik media siber.

Sekretaris INTI NTB, H. Rudi Hidayat, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh pengurus Yayasan Azzainiyah Al-Majidiyah. Ia menyoroti bahwa nilai utama dari kunjungan ini adalah penguatan tali silaturahmi dan kebersamaan yang melintasi berbagai latar belakang. "Kedatangan kami ke ponpes ini tidak ada muatan politiknya, tapi semata-mata untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan meski tak seberapa nilainya," tegas Rudi Hidayat, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina JMSI NTB.

Rudi Hidayat menambahkan bahwa kehadiran JMSI NTB dan INTI NTB juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan jajaran pengurus kedua organisasi yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan di daerah. Kolaborasi yang terjalin antara JMSI NTB dan INTI NTB ini menjadi bukti bahwa organisasi tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan semata, tetapi juga hadir melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah, terutama dalam sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Peran Serta Lembaga Pendidikan Pesantren dalam Pembangunan Nasional

Pondok pesantren, seperti Yayasan Azzainiyah Al-Majidiyah NW Kotaraja, memegang peranan krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia. Sejak lama, pesantren telah menjadi pusat penyebaran ilmu agama dan moral, serta turut berkontribusi dalam mencetak generasi bangsa yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. Keberadaan pesantren tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga seringkali menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui program-program pendidikan formal dan non-formal yang mereka selenggarakan.

Di NTB, khususnya, keberadaan pondok pesantren menjadi bagian integral dari lanskap pendidikan dan budaya. Berbagai pondok pesantren terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan mereka, baik dari segi kurikulum, fasilitas, maupun pengembangan sumber daya pengajar. Namun, seperti lembaga pendidikan lainnya, pesantren juga kerap menghadapi tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun material. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil dan media, menjadi sangat vital.

Kunjungan JMSI NTB dan INTI NTB ke Ponpes Azzainiyah Al-Majidiyah NW Kotaraja ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya peran pesantren dalam pembangunan bangsa. Pemberian bantuan, meskipun sederhana, dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kenyamanan dan kelancaran aktivitas para santri. Sandal atau alas kaki, misalnya, adalah kebutuhan dasar yang seringkali terabaikan, namun sangat penting untuk menunjang kegiatan sehari-hari santri, baik di dalam maupun di luar lingkungan pondok.

Kronologi Kunjungan dan Penyerahan Bantuan

Peristiwa ini diawali dengan perencanaan kolaborasi antara JMSI NTB dan INTI NTB yang memiliki visi yang sama dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Setelah koordinasi awal, dipilih Yayasan Pondok Pesantren Azzainiyah Al-Majidiyah NW Kotaraja sebagai lokasi kunjungan, mengingat reputasinya dan kebutuhan yang mungkin ada di sana.

Pada Kamis, 4 Juni 2026, rombongan perwakilan dari JMSI NTB dan INTI NTB tiba di lokasi pesantren sekitar pukul 10.00 WITA. Mereka disambut dengan hangat oleh Ketua Yayasan, Drs. H. Syaifullah, beserta jajaran pengurus dan beberapa perwakilan santri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan seremonial penerimaan dan sambutan. Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, dan Ketua Harian INTI NTB, S. Widjanarko, menyampaikan tujuan kunjungan dan komitmen kedua organisasi.

Puncak acara adalah penyerahan bantuan secara simbolis berupa 75 pasang sandal. Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua Yayasan, Drs. H. Syaifullah, dan disaksikan oleh para santri serta pengurus kedua belah pihak.

Perkuat Kepedulian Pendidikan, JMSI NTB-INTI NTB Serahkan Bantuan ke Ponpes di Lombok Timur

Setelah sesi penyerahan bantuan, suasana semakin akrab. S. Widjanarko, Ketua Harian INTI NTB, memberikan motivasi kepada para santri dan tenaga pendidik. Beliau menyampaikan kedekatannya dengan dunia pesantren, bahkan hafal dengan mars NW, yang disambut meriah oleh hadirin. Widjanarko kembali menegaskan bahwa kehadiran INTI NTB semata-mata untuk misi sosial dan kemanusiaan, dan menyambut baik kolaborasi dengan JMSI NTB.

Untuk menambah keceriaan, Widjanarko menghibur hadirin dengan membawakan lagu qasidah berjudul "Jilbab Putih", yang mendapatkan respons antusias dari para santri, pengajar, dan pengurus yayasan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan harapan agar silaturahmi serta kerja sama antara JMSI NTB, INTI NTB, dan Ponpes Azzainiyah Al-Majidiyah NW dapat terus berlanjut di masa mendatang. Kunjungan ini berakhir sekitar pukul 12.30 WITA.

Tanggapan Resmi dan Harapan ke Depan

Ketua Yayasan Azzainiyah Al-Majidiyah NW Kotaraja, Drs. H. Syaifullah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kunjungan serta bantuan yang diberikan. "Kami senang dan bahagia atas kedatangan JMSI NTB dan INTI NTB. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan bantuannya," ujar Syaifullah. Ia menilai bahwa hubungan baik yang telah terjalin selama ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi profesi dan kemasyarakatan, sangat penting dalam membantu pengembangan lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren.

Syaifullah juga mengungkapkan harapan agar komunikasi dan kerja sama dengan JMSI NTB maupun INTI NTB dapat terus berlanjut di masa mendatang melalui berbagai program yang bermanfaat bagi para santri dan dunia pendidikan secara umum. Harapan ini mencerminkan kebutuhan berkelanjutan akan kolaborasi dalam upaya memajukan sektor pendidikan di Lombok Timur.

H. Rudi Hidayat, Sekretaris INTI NTB, menambahkan bahwa kolaborasi antara JMSI NTB dan INTI NTB ini merupakan wujud nyata dari kepedulian terhadap pendidikan. Ia menekankan pentingnya sinergi antar elemen bangsa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, terutama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara itu, H. Boy Mashudi, Ketua JMSI NTB, melihat kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial media. "Kami sebagai representasi media siber merasa perlu untuk berkontribusi dalam kegiatan yang positif. Pendidikan adalah salah satu pilar penting kemajuan suatu bangsa, dan pesantren memiliki peran strategis dalam hal ini," kata Boy Mashudi. Ia berharap melalui kegiatan seperti ini, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan peran pesantren dapat terus meningkat.

Dampak dan Implikasi yang Lebih Luas

Kunjungan dan pemberian bantuan oleh JMSI NTB dan INTI NTB ke Ponpes Azzainiyah Al-Majidiyah NW Kotaraja ini memiliki beberapa dampak dan implikasi positif yang signifikan.

Pertama, Penguatan Silaturahmi Lintas Komunitas. Kegiatan ini berhasil menjembatani hubungan antara komunitas media, organisasi Tionghoa-Indonesia, dan lembaga pendidikan pesantren. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang didasarkan pada niat baik dan tujuan mulia dapat terwujud, melampaui perbedaan latar belakang.

Kedua, Dukungan Konkret terhadap Pendidikan. Pemberian bantuan berupa alas kaki, meskipun terlihat sederhana, memiliki nilai praktis yang besar bagi santri. Ini meringankan beban orang tua santri dan memberikan semangat tambahan bagi para siswa dalam menempuh pendidikan mereka.

Ketiga, Promosi Peran Pesantren. Melalui liputan media yang dilakukan oleh JMSI, peran dan kontribusi pesantren dalam mencerdaskan bangsa dapat lebih terekspos kepada publik. Hal ini berpotensi meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama ini.

Keempat, Model Kolaborasi Sosial. Sinergi antara JMSI NTB dan INTI NTB dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk menjalin kemitraan dalam menjalankan program-program sosial dan kemanusiaan. Kolaborasi semacam ini dapat menggabungkan sumber daya dan keahlian dari berbagai pihak untuk menghasilkan dampak yang lebih besar.

Kelima, Penguatan Literasi dan Kesadaran Publik. Gagasan "JMSI NTB dan INTI NTB Goes to Pesantren 2026" juga menyertakan unsur literasi. Melalui interaksi dan dialog, diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan dan wawasan antara pengurus organisasi dan civitas pesantren, yang pada akhirnya dapat meningkatkan literasi di kedua belah pihak.

Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan kolaborasi berbagai elemen. Diharapkan, momentum ini dapat menjadi pemicu bagi kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang, yang terus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pengembangan generasi muda di Nusa Tenggara Barat.

Secara keseluruhan, aksi yang dilakukan oleh JMSI NTB dan INTI NTB ini tidak hanya sekadar pemberian bantuan materi, tetapi lebih dari itu, merupakan investasi sosial dan kemanusiaan yang berpotensi menciptakan dampak jangka panjang bagi kemajuan pendidikan dan keharmonisan sosial di wilayah NTB.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *