DOMPU – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Inspektur Jenderal Polisi Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB beserta jajaran Pejabat Utama Polda NTB, telah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) strategis ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Dompu pada Rabu, 3 Juni 2026. Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah manifestasi komitmen pimpinan Polri dalam memperkuat pembinaan organisasi, meningkatkan profesionalisme personel, serta mempererat sinergi antara pimpinan dan seluruh jajaran kepolisian di wilayah NTB, khususnya di Kabupaten Dompu yang memiliki dinamika sosial dan keamanan yang khas. Konteks dan Latar Belakang Kunjungan Kerja Kapolda NTB Kunjungan kerja Kapolda NTB ke wilayah hukumnya merupakan bagian integral dari strategi kepemimpinan Polri untuk memastikan bahwa visi dan misi institusi, terutama dalam kerangka program "Presisi" (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan), dapat terimplementasi secara efektif hingga ke tingkat satuan kewilayahan. Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja dikenal sebagai sosok pemimpin yang mengedepankan pendekatan humanis namun tegas dalam penegakan hukum dan disiplin. Prioritas utamanya meliputi peningkatan kapasitas personel, penguatan integritas, serta optimalisasi pelayanan publik yang prima kepada masyarakat. Kabupaten Dompu, dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi pariwisata yang besar, sekaligus dihadapkan pada sejumlah tantangan keamanan seperti isu peredaran narkoba, konflik sosial komunal, hingga potensi gangguan keamanan terkait pengelolaan sumber daya. Oleh karena itu, kehadiran langsung Kapolda di Dompu menjadi sangat krusial untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi permasalahan, dan memberikan arahan strategis yang relevan dengan kondisi lokal. Pembinaan personel secara langsung diharapkan mampu membangkitkan semangat dan motivasi, sekaligus menjadi sarana komunikasi dua arah antara pimpinan dan bawahan. Sambutan Hangat dan Simbolis di Gerbang Dompu Setibanya rombongan Kapolda NTB di Mapolres Dompu, suasana khidmat namun meriah menyelimuti area penyambutan. Jajar kehormatan dari personel Polres Dompu yang berbaris rapi menjadi simbol penghormatan tertinggi kepada pimpinan tertinggi kepolisian di tingkat provinsi. Tak hanya itu, kekayaan budaya lokal Dompu turut dipersembahkan melalui berbagai atraksi kesenian adat yang memukau. Kesenian seperti Tari Wura Bongi Monca atau atraksi bela diri tradisional yang kental dengan nilai-nilai kepahlawanan lokal kemungkinan besar menjadi bagian dari penyambutan tersebut, menunjukkan keramahan dan kebanggaan masyarakat Dompu terhadap warisan leluhur mereka. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Polisi Cilik binaan Polres Dompu. Dengan seragam mini dan gerakan yang lugas, para Polisi Cilik ini tidak hanya menghibur, tetapi juga merefleksikan upaya dini Polri dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepatuhan hukum kepada generasi muda. Penampilan mereka menjadi simbol regenerasi dan harapan akan masa depan institusi Polri yang lebih baik, sekaligus menunjukkan kedekatan Polri dengan anak-anak dan keluarga. Sambutan hangat ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi representasi kuatnya dukungan masyarakat Dompu terhadap institusi Polri dan harapan akan terciptanya keamanan serta ketertiban yang berkelanjutan. Arah Strategis Kapolda: Pilar Profesionalisme dan Pelayanan Publik Dalam sesi pengarahan kepada seluruh personel Polres Dompu, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menyampaikan pesan-pesan kunci yang menjadi landasan bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugasnya. Beliau secara tegas menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme di setiap lini tugas, mulai dari penegakan hukum, pelayanan masyarakat, hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Profesionalisme ini mencakup pemahaman mendalam terhadap peraturan perundang-undangan, penguasaan taktik dan teknik kepolisian modern, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika sosial yang terus berkembang. Selain profesionalisme, integritas menjadi pondasi utama yang tidak bisa ditawar. Kapolda mengingatkan bahwa integritas adalah cerminan dari etika dan moral yang harus dijunjung tinggi oleh setiap anggota Polri, demi menjaga kepercayaan publik dan kehormatan institusi. Lebih lanjut, Kapolda menggarisbawahi kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai indikator keberhasilan Polri. "Kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," tegasnya. Pesan ini relevan dengan kondisi Dompu, di mana Polri diharapkan menjadi garda terdepan dalam merespons aduan, menengahi konflik, dan proaktif dalam pencegahan tindak kejahatan. Beliau juga mendorong personel untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis, responsif, dan transparan dalam setiap interaksi dengan warga, sejalan dengan prinsip-prinsip Polri yang dekat dengan rakyat. Arahan ini bukan hanya sekadar instruksi, melainkan sebuah dorongan moral dan profesional untuk membentuk citra Polri yang modern, berintegritas, dan dicintai masyarakat. Agenda Sosial: Membangun Empati dan Kesejahteraan Di tengah padatnya agenda pembinaan, Kapolda NTB beserta rombongan juga meluangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial. Penyerahan bantuan sosial kepada warakawuri (janda purnawirawan Polri atau istri anggota Polri yang gugur dalam tugas) serta masyarakat penerima manfaat di Dompu menjadi salah satu agenda penting yang menunjukkan dimensi kepedulian sosial Polri. Warakawuri merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Polri yang telah memberikan pengabdian terbaik. Bantuan ini menjadi bentuk apresiasi dan perhatian institusi terhadap mereka yang telah berkorban demi negara. Sementara itu, bantuan kepada masyarakat penerima manfaat, yang kemungkinan besar mencakup kelompok rentan atau warga kurang mampu, merupakan wujud nyata dari peran Polri sebagai pengayom dan pelayan masyarakat di luar tugas-tugas penegakan hukum. Kegiatan ini secara tidak langsung memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, menunjukkan bahwa institusi ini tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sosial. Ketua Bhayangkari Daerah NTB, yang turut mendampingi Kapolda, memiliki peran signifikan dalam mengkoordinasikan kegiatan sosial ini. Bhayangkari secara tradisional aktif dalam kegiatan kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan, melengkapi upaya Polri dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis. Bakti sosial semacam ini juga menjadi momentum bagi personel Polri untuk lebih memahami kondisi riil masyarakat, menumbuhkan empati, dan memperkuat ikatan kekeluargaan dalam lingkungan internal Polri. Komitmen Lingkungan: Polri Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan Kepedulian terhadap lingkungan hidup menjadi isu krusial di era modern, dan Polri NTB menunjukkan komitmennya melalui gerakan penanaman pohon rindang di lingkungan Mapolres Dompu. Kapolda NTB bersama jajaran secara langsung terlibat dalam kegiatan ini, menanam sejumlah pohon yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis jangka panjang. Aksi ini merupakan wujud dukungan Polri terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan program-program pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Penanaman pohon di lingkungan markas kepolisian memiliki beberapa implikasi positif. Pertama, secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, penyerapan karbon dioksida, dan penciptaan lingkungan yang lebih hijau dan asri. Kedua, kegiatan ini menjadi edukasi bagi seluruh personel dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Ketiga, lingkungan kerja yang hijau dan nyaman dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mental personel. Gerakan "Polri Hijau" ini tidak hanya berhenti pada penanaman pohon, tetapi diharapkan menjadi inspirasi bagi unit-unit kepolisian lainnya dan masyarakat luas untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam. Dompu, dengan potensi alamnya, sangat membutuhkan upaya konservasi seperti ini untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian maupun pariwisata. Pakta Integritas: Benteng Anti-Narkoba dan Disiplin Internal Salah satu agenda krusial dalam kunjungan kerja tersebut adalah penandatanganan pakta integritas oleh seluruh personel Polri di Polres Dompu. Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah deklarasi komitmen moral dan profesional yang kuat dari setiap anggota Polri untuk mencegah dan memerangi penyalahgunaan narkoba, menekan pelanggaran disiplin, serta menjaga profesionalisme dan kehormatan institusi. Isu narkoba, baik di kalangan masyarakat maupun potensi keterlibatan oknum aparat, merupakan ancaman serius yang dapat merusak sendi-sendi bangsa dan kredibilitas institusi penegak hukum. Pakta integritas ini menegaskan posisi Polri yang tidak akan toleran terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba, baik di internal maupun eksternal. Selain itu, pakta ini juga menjadi instrumen untuk memperkuat kedisiplinan dan kepatuhan terhadap Kode Etik Profesi Polri. Pelanggaran disiplin, sekecil apa pun, dapat mencoreng citra Polri di mata masyarakat. Oleh karena itu, komitmen untuk menjaga etika, moral, dan standar profesionalisme menjadi sangat vital. Dengan menandatangani pakta ini, setiap personel berjanji untuk menjalankan tugas sesuai prosedur, tidak menyalahgunakan wewenang, serta melaporkan setiap pelanggaran yang terjadi. Ini adalah langkah proaktif Polri dalam melakukan pembenahan internal, memastikan bahwa setiap anggota adalah teladan dalam penegakan hukum dan menjaga integritas institusi. Penegakan pakta integritas ini diharapkan akan menciptakan lingkungan kerja yang bersih, akuntabel, dan berintegritas tinggi di Polres Dompu. Tanggapan dan Harapan dari Berbagai Pihak Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid SIK, menjelaskan bahwa kunjungan kerja Kapolda merupakan bagian fundamental dari fungsi pembinaan pimpinan. "Ini adalah sarana mempererat komunikasi dengan satuan kewilayahan di jajaran Polda NTB, memastikan setiap unit memahami arah kebijakan pimpinan dan mendapatkan dukungan yang diperlukan," ujarnya. Beliau menambahkan, berbagai kegiatan dalam kunjungan ini, mulai dari bakti sosial, penandatanganan pakta integritas, hingga penyampaian arahan strategis, dirancang untuk meningkatkan kinerja Polri secara menyeluruh. Kapolres Dompu, dalam kesempatan terpisah, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kunjungan Kapolda. "Kehadiran Bapak Kapolda secara langsung di tengah-tengah personel kami adalah sebuah kehormatan dan suntikan motivasi yang luar biasa," katanya. "Arahan dan bimbingan yang diberikan akan kami jadikan pedoman utama dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di Kabupaten Dompu. Kami berkomitmen untuk mewujudkan setiap pesan Bapak Kapolda demi pelayanan terbaik bagi warga." Sementara itu, salah satu perwakilan masyarakat yang menerima bantuan sosial menyampaikan apresiasinya. "Kami sangat bersyukur atas kepedulian Bapak Kapolda dan jajaran Polri. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, dan ini menunjukkan bahwa polisi tidak hanya bertugas menindak, tetapi juga peduli dengan kesulitan rakyat," ujarnya dengan haru. Dari sisi Bhayangkari, Ketua Bhayangkari Cabang Dompu turut menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Kapolda, khususnya dalam aspek sosial dan kemanusiaan, seraya menegaskan komitmen untuk terus mendampingi dan mendukung tugas suami serta keluarga besar Polri. Implikasi Jangka Panjang dan Proyeksi Kinerja Melalui kunjungan kerja ini, Polda NTB berharap kinerja personel Polres Dompu akan semakin optimal. Peningkatan profesionalisme, integritas, dan disiplin yang ditekankan oleh Kapolda diharapkan dapat termanifestasi dalam kualitas pelayanan publik yang lebih baik, respons yang cepat terhadap laporan masyarakat, serta penegakan hukum yang adil dan transparan. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, yang merupakan modal sosial tak ternilai dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk menguatkan sinergi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah di Dompu. Dengan terciptanya komunikasi yang efektif dan kolaborasi yang solid, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Dompu diharapkan akan tetap aman dan kondusif. Ini bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun komunitas yang berdaya, aman, dan sejahtera. Komitmen terhadap lingkungan melalui penanaman pohon juga merefleksikan visi Polri yang holistik, tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan hidup. Secara keseluruhan, kunjungan kerja Kapolda NTB ke Dompu adalah langkah strategis yang komprehensif, menandai komitmen kuat Polri untuk terus berbenah, melayani, dan melindungi masyarakat dengan sepenuh hati. Post navigation Polres Dompu Pastikan Transparan Dalam Menangani Kasus Dugaan Pencabulan di Manggalewa Transformasi Ekonomi Kaki Tambora: Tebu Bangkitkan Kesejahteraan Beringin Jaya, Dompu, di Tengah Tantangan Infrastruktur dan Dukungan Pemerintah