SELONG – Pasar Pringgabaya, salah satu pusat aktivitas ekonomi terpenting di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dilalap si jago merah dalam insiden kebakaran hebat yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026. Api yang diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 19.50 WITA dengan cepat melahap bangunan pasar yang padat, menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. Peristiwa ini tidak hanya melumpuhkan denyut ekonomi lokal, tetapi juga menyisakan keprihatinan mendalam bagi para pedagang dan masyarakat sekitar.

Kronologi Kebakaran yang Mengerikan

Berdasarkan laporan awal yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, titik api pertama kali terdeteksi di salah satu sudut kompleks Pasar Pringgabaya yang berlokasi di Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya. Dugaan kuat dari pihak berwenang menunjuk adanya korsleting listrik sebagai pemicu utama kebakaran. Arus pendek listrik yang terjadi di tengah malam, ketika aktivitas pasar sudah mulai mereda, memungkinkan api untuk menyebar tanpa hambatan di antara bangunan-bangunan yang mayoritas terbuat dari material mudah terbakar.

Api dengan cepat membesar dan menjalar, menciptakan pemandangan mengerikan dengan kobaran api yang membubung tinggi ke langit malam. Asap tebal membumbung, menyelimuti area pasar dan permukiman sekitarnya, memicu kepanikan di antara warga. Sirene mobil pemadam kebakaran meraung-raung di keheningan malam, menandakan dimulainya upaya pemadaman yang penuh tantangan.

Petugas pemadam kebakaran dari berbagai unit bekerja tanpa kenal lelah untuk menjinakkan api. Seluruh armada dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Timur dikerahkan ke lokasi. Tidak hanya itu, dukungan datang dari berbagai instansi terkait, termasuk personel dari Damkarmat Kabupaten Lombok Tengah, Unit SAR Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Mereka berjuang keras melawan kobaran api yang membabi buta, menghadapi kondisi yang berbahaya demi menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan.

Upaya pemadaman berlangsung selama berjam-jam. Pertarungan melawan api yang gigih akhirnya membuahkan hasil. Sekitar dini hari, api berhasil dikendalikan dan pada akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya, menyisakan puing-puing yang menghitam dan bau asap yang masih menyengat di udara.

Korban dan Kerugian Materiil yang Signifikan

Insiden tragis ini tidak hanya menimbulkan kerugian material yang besar, tetapi juga berdampak pada korban jiwa dan luka. Tim medis yang siaga di lokasi kejadian melaporkan adanya satu orang yang pingsan akibat menghirup asap tebal dan kepanikan yang melanda. Lebih memprihatinkan lagi, tiga orang anggota tim penanganan, yang dengan gagah berani berjuang memadamkan api, mengalami luka-luka saat menjalankan tugas mulia mereka. Luka-luka tersebut, meskipun tidak merinci jenisnya, menunjukkan betapa beratnya perjuangan para petugas di lapangan.

Kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan sangat fantastis, mencapai angka Rp 5.000.000.000 (lima miliar rupiah). Angka ini mencakup nilai bangunan pasar yang rusak berat, lapak-lapak pedagang, barang dagangan yang ikut terbakar, hingga potensi hilangnya pendapatan para pedagang dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Pasar Pringgabaya merupakan urat nadi ekonomi bagi ribuan pedagang dan keluarganya, serta menjadi tempat bertemunya para pembeli dari berbagai penjuru daerah. Kehilangan aset dalam jumlah besar ini tentu akan menimbulkan pukulan berat bagi perekonomian masyarakat kecil.

Respons Cepat dan Koordinasi Antar Instansi

Menanggapi bencana non-alam ini, BPBD Provinsi NTB bergerak cepat untuk memantau dan mengoordinasikan upaya penanganan. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Bapak Sadimin, ST., MT, secara aktif memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat bekerja sama secara efektif. Koordinasi erat dilakukan dengan pemerintah tingkat kecamatan dan desa setempat untuk memastikan penyebaran informasi yang akurat dan pendataan dampak bencana berjalan lancar.

Tim SAR dan BPBD setempat tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga melakukan penilaian awal terhadap tingkat kerusakan dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi para korban, terutama para pedagang yang kehilangan mata pencaharian mereka.

Imbauan Kewaspadaan dan Pencegahan Kebakaran

Menyikapi tingginya potensi risiko kebakaran, terutama di musim kemarau atau ketika kondisi cuaca mendukung penyebaran api, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Bapak Sadimin, ST., MT, memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Kami meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun kelalaian manusia," ujar Bapak Sadimin dalam laporan resminya. Beliau menekankan beberapa langkah pencegahan yang krusial:

  • Periksa Instalasi Listrik: Pastikan seluruh instalasi listrik di rumah, tempat usaha, dan fasilitas umum dalam kondisi baik dan aman. Segera perbaiki kabel yang terkelupas atau sambungan yang longgar. Hindari penggunaan peralatan listrik secara berlebihan yang dapat membebani jaringan.
  • Awasi Sumber Api: Jangan pernah meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, termasuk kompor gas, lilin, atau puntung rokok. Pastikan semua sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan ruangan atau rumah.
  • Larangan Pembakaran Sampah Sembarangan: Aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka, terutama saat angin bertiup kencang, sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas. Cari metode pembuangan sampah yang aman dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Laporkan Segera Keadaan Darurat: Jika melihat atau mengalami kejadian kebakaran, jangan panik. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau BPBD setempat melalui nomor darurat yang tersedia. Laporan yang cepat dapat menyelamatkan banyak hal.

Pesan Bapak Sadimin ini merupakan pengingat penting bahwa pencegahan adalah kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana kebakaran. Kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman api.

Dampak Luas dan Dukungan untuk Pemulihan

Kebakaran Pasar Pringgabaya ini menimbulkan dampak yang jauh lebih luas dari sekadar kerugian materiil sesaat. Bagi para pedagang, ini berarti hilangnya sumber penghidupan yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Mereka kini dihadapkan pada tantangan untuk membangun kembali lapak, membeli kembali stok barang dagangan, dan mengembalikan kepercayaan konsumen.

Pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, diharapkan segera merespons dengan program-program bantuan yang konkret. Bantuan tersebut dapat berupa dana stimulan untuk pembangunan kembali fasilitas, pinjaman lunak untuk modal usaha, atau bahkan fasilitasi pasar sementara agar aktivitas ekonomi dapat segera kembali berjalan.

Selain itu, insiden ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem penanggulangan bencana kebakaran di wilayah Lombok Timur. Peningkatan kapasitas petugas pemadam kebakaran, penyediaan peralatan yang memadai, serta program edukasi publik yang berkelanjutan tentang keselamatan kebakaran perlu menjadi prioritas.

Pihak kepolisian juga diharapkan melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan memberikan informasi yang transparan kepada publik.

Meskipun api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan dinyatakan aman, proses pemulihan pasca-kebakaran ini diperkirakan akan memakan waktu dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Solidaritas masyarakat dan kepedulian dari pemerintah akan menjadi faktor penentu keberhasilan pemulihan Pasar Pringgabaya dan kembalinya denyut ekonomi di kawasan tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit namun pentingnya kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan pentingnya menjaga fasilitas publik yang menjadi aset berharga bagi seluruh masyarakat.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *