Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, menyambut gembira pencapaian Kota Mataram yang berhasil masuk dalam jajaran 10 besar kota paling maju di Indonesia berdasarkan indeks daya saing daerah tahun 2025. Prestasi ini, menurutnya, merupakan momentum penting sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah kota untuk terus menjaga arah pembangunan agar tetap selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat Kota Mataram atas kontribusi aktif mereka yang dinilai menjadi faktor krusial di balik keberhasilan ini. "Kami sangat menghargai dukungan warga. Tanpa peran aktif masyarakat, capaian ini tidak akan mudah diraih," ujar Wali Kota Mohan Roliskana pada Selasa, 29 April 2026, saat dikonfirmasi mengenai predikat bergengsi tersebut. Predikat kota paling maju ini dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setelah melalui serangkaian penilaian komprehensif terhadap daya saing daerah. BRIN menggunakan empat indikator utama dalam mengukur daya saing, yaitu tingkat investasi, kemampuan inovasi, kualitas pelayanan publik, dan produktivitas. Berdasarkan hasil evaluasi BRIN, Kota Mataram berhasil menempatkan dirinya di antara kota-kota terdepan di Indonesia dalam hal daya saing. Analisis Mendalam Indeks Daya Saing Daerah 2025 Pencapaian Kota Mataram dalam indeks daya saing daerah 2025 bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari berbagai upaya pembangunan yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan. Indeks daya saing daerah merupakan salah satu tolok ukur penting yang mencerminkan kesehatan ekonomi dan efektivitas tata kelola pemerintahan suatu daerah. Investasi: Peningkatan iklim investasi di Mataram menjadi salah satu pilar utama. Berbagai insentif dan kemudahan perizinan telah diupayakan pemerintah kota untuk menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan investasi ini secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah. Data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan tren positif investasi di sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa di Kota Mataram dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi: Kemampuan berinovasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks. Pemerintah Kota Mataram telah mendorong berbagai program inovasi di sektor pelayanan publik, teknologi informasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Inisiatif seperti pengembangan smart city dan platform digital untuk layanan masyarakat merupakan contoh nyata komitmen Mataram dalam mengadopsi teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Pelayanan Publik: Kualitas pelayanan publik yang prima menjadi indikator penting dalam menilai kemajuan suatu kota. Mataram terus berupaya meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan, perizinan, kesehatan, dan pendidikan. Berbagai terobosan telah dilakukan, termasuk digitalisasi layanan dan pembentukan unit layanan terpadu untuk mempermudah akses masyarakat. Produktivitas: Peningkatan produktivitas di berbagai sektor ekonomi, mulai dari UMKM hingga industri pariwisata, turut berkontribusi pada daya saing Mataram. Pemerintah kota terus mendorong peningkatan kualitas produk lokal, pengembangan kapasitas pelaku usaha, dan fasilitasi akses pasar. Momentum Pembangunan, Tanggung Jawab Baru Wali Kota Mohan Roliskana menegaskan bahwa status sebagai kota maju tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga membawa konsekuensi dan tanggung jawab yang lebih besar. "Ke depan, kami harus memastikan pembangunan tetap seimbang dan persoalan yang ada bisa dibenahi secara bertahap," ungkapnya. Keseimbangan pembangunan ini mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pemerintah kota harus mampu mengelola pertumbuhan yang pesat tanpa mengabaikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satu tantangan terbesar yang diantisipasi adalah potensi peningkatan jumlah penduduk akibat daya tarik Mataram sebagai kota maju. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat memicu berbagai persoalan sosial dan lingkungan. "Pertambahan penduduk hampir selalu diikuti peningkatan volume sampah. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi perhatian utama kami saat ini," tegas Wali Kota Mohan Roliskana. Menyikapi hal ini, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk mengantisipasi dampak pertumbuhan penduduk melalui kebijakan fiskal yang terukur dan program-program yang tepat sasaran. Strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif, mulai dari pengurangan sumber, pemilahan, hingga pengolahan akhir, menjadi prioritas. Selain itu, pengembangan infrastruktur perkotaan, penyediaan ruang terbuka hijau, dan peningkatan kualitas layanan publik juga akan terus digalakkan untuk menampung pertumbuhan populasi. Perbaikan Sektor Ketenagakerjaan: Penurunan Angka Pengangguran Terbuka Selain capaian dalam indeks daya saing, Kota Mataram juga mencatat kemajuan signifikan di sektor ketenagakerjaan. Kota ini berhasil menempatkan diri di tiga besar daerah dengan angka pengangguran terbuka (TPT) terendah di Indonesia. Data terbaru menunjukkan penurunan TPT dari 11.400 jiwa atau 4,85 persen pada tahun 2024 menjadi 11.000 jiwa atau 4,80 persen pada tahun 2025. "Kami menargetkan angka itu bisa ditekan lagi hingga sekitar 10.400 jiwa dalam beberapa tahun ke depan," jelas Wali Kota Mohan Roliskana. Penurunan angka pengangguran ini merupakan hasil dari berbagai program penciptaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, dan fasilitasi kewirausahaan yang digencarkan oleh pemerintah kota. Tingginya daya tarik Mataram sebagai kota tujuan pencari kerja juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi angka pengangguran. Banyak individu dari daerah lain yang berdatangan ke Mataram karena melihat peluang kerja yang cukup terbuka. Fenomena ini menunjukkan bahwa Mataram masih menjadi magnet bagi para pencari kerja, namun juga menjadi tantangan tersendiri dalam menyediakan lapangan kerja yang memadai bagi semua. Strategi Jangka Panjang dan Kolaborasi dengan Masyarakat Untuk menjaga momentum positif ini dan mengatasi tantangan yang ada, Pemerintah Kota Mataram terus merumuskan strategi jangka panjang. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi akan terus ditingkatkan. Sektor ekonomi kreatif dan pariwisata akan terus dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan. Wali Kota Mohan Roliskana juga menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan kota. "Kami berharap warga semakin peduli dan ikut merawat kota ini. Transformasi yang terjadi saat ini adalah bagian penting dari perjalanan sejarah Mataram," tutupnya. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh warga, Kota Mataram optimis dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, berdaya saing, dan nyaman bagi seluruh penghuninya. Sejarah pembangunan Mataram saat ini sedang ditorehkan, dan peran serta setiap individu sangat krusial dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat ini. Konteks Latar Belakang: Perjalanan Pembangunan Mataram Pencapaian Kota Mataram dalam beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari visi dan misi pembangunan yang telah dicanangkan. Sejak dipimpin oleh Wali Kota H Mohan Roliskana, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan ekonomi lokal. Berbagai program unggulan telah diluncurkan, seperti revitalisasi kawasan perkotaan, pengembangan destinasi wisata, dan pemberdayaan UMKM. Sebelumnya, Mataram telah beberapa kali mendapatkan pengakuan atas kinerjanya di tingkat nasional. Pada tahun 2023, misalnya, Mataram dinobatkan sebagai salah satu kota dengan tingkat kepuasan masyarakat tertinggi terhadap pelayanan publik. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan terus membuahkan hasil positif. Indeks Daya Saing Daerah yang dirilis oleh BRIN menjadi indikator yang lebih holistik, mencakup berbagai aspek fundamental pembangunan. Keberhasilan masuk 10 besar kota paling maju menunjukkan bahwa Mataram telah berhasil melakukan lompatan signifikan dalam berbagai dimensi pembangunan. Implikasi dan Proyeksi ke Depan Masuknya Kota Mataram dalam 10 besar kota paling maju di Indonesia akan membawa berbagai implikasi positif, di antaranya: Peningkatan Citra dan Reputasi: Predikat ini akan meningkatkan citra dan reputasi Kota Mataram di mata investor, wisatawan, dan calon penduduk. Hal ini dapat mendorong arus investasi yang lebih besar dan pertumbuhan sektor pariwisata. Akses Pendanaan Lebih Mudah: Kota yang memiliki daya saing tinggi cenderung lebih mudah mendapatkan akses pendanaan dari pemerintah pusat maupun lembaga keuangan internasional untuk membiayai proyek-proyek pembangunan. Peningkatan Kualitas Hidup Penduduk: Dengan pembangunan yang terus berjalan, diharapkan kualitas hidup seluruh penduduk Mataram akan semakin meningkat, mulai dari akses terhadap layanan dasar hingga peluang ekonomi. Namun, tantangan tetap ada. Peningkatan jumlah penduduk yang diprediksi akan menyertai status kota maju ini memerlukan perencanaan tata ruang yang matang, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan kebijakan kependudukan yang adaptif. Isu-isu seperti kemacetan, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah harus menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Mataram perlu terus melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas kebijakan dan program yang dijalankan. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat sipil, akan menjadi kunci untuk merumuskan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pembangunan di masa depan. Secara keseluruhan, pencapaian Kota Mataram merupakan bukti nyata dari kerja keras dan komitmen seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk membawa Mataram menuju masa depan yang lebih gemilang, berdaya saing, dan berkelanjutan. Post navigation Tarif Masuk Wisatawan Mancanegara ke Tiga Gili Lombok Utara Naik 150 Persen, Revisi Perda Menuju Penguatan PAD Tim SAR Berhasil Evakuasi Jenazah Rozi Herliawan, Korban Hilang di Air Terjun Tiu Bombong