MATARAM – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah strategis dalam memperkuat komitmennya untuk mengakselerasi transisi energi dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan "Rapat Awal Menuju Emisi Nol Bersih Nusa Tenggara Barat 2050 atau Lebih Cepat," sebuah kolaborasi antara Pemerintah Daerah Provinsi NTB dengan Institute for Essential Services Reform (IESR), yang dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini menandai fase awal penting dalam membangun sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, PT PLN (Persero), dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan strategi percepatan transisi energi yang efektif di NTB. Rapat yang bertempat di Mataram ini dihadiri oleh Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, beserta perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah, akademisi terkemuka, pelaku usaha di sektor energi, organisasi masyarakat sipil, serta para pemangku kepentingan lainnya yang memiliki peran krusial dalam sektor energi. Pertemuan ini dirancang untuk menjadi platform inisiasi dialog konstruktif dan pertukaran pandangan yang mendalam mengenai program-program strategis yang dapat diimplementasikan guna mewujudkan NTB sebagai provinsi yang mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, atau bahkan lebih cepat dari target tersebut. Latar Belakang dan Konteks Strategis Pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 merupakan salah satu komitmen utama Indonesia dalam perjanjian Paris. Untuk mencapai ambisi tersebut, berbagai upaya percepatan transisi energi dari sumber fosil ke energi terbarukan terus digalakkan di seluruh penjuru nusantara. Provinsi NTB, dengan kekayaan sumber daya alamnya, memiliki potensi besar untuk berkontribusi signifikan dalam agenda nasional ini. Keberadaan sumber daya energi terbarukan yang melimpah, seperti panas bumi, tenaga surya, dan potensi angin, menjadikan NTB sebagai lokus strategis untuk pengembangan energi bersih. Lebih lanjut, NTB bersama dengan Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan bagian dari kawasan Bali-Nusa Tenggara yang memiliki potensi pengembangan energi terbarukan yang luar biasa. Pengembangan sistem energi yang terintegrasi di kawasan ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi regional, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia. Oleh karena itu, inisiatif untuk merumuskan strategi percepatan transisi energi di NTB memiliki implikasi yang lebih luas bagi pengembangan energi di tingkat regional. Rangkaian Kegiatan dan Agenda Utama Kegiatan "Rapat Awal Menuju Emisi Nol Bersih Nusa Tenggara Barat 2050 atau Lebih Cepat" yang diselenggarakan pada 4 Juni 2026, menjadi tonggak penting dalam rangkaian upaya Provinsi NTB menuju NZE. Rapat ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Provinsi NTB dan Institute for Essential Services Reform (IESR), sebuah lembaga riset dan advokasi yang memiliki rekam jejak panjang dalam isu energi berkelanjutan dan kebijakan energi di Indonesia. Agenda utama dalam rapat tersebut meliputi: Pembukaan dan Sambutan: Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, memberikan arahan strategis mengenai pentingnya transisi energi bagi pembangunan berkelanjutan NTB dan kontribusinya terhadap target NZE nasional. Presentasi Kebijakan dan Potensi Energi Terbarukan: Para ahli dari IESR memaparkan analisis mendalam mengenai potensi energi terbarukan di NTB, tantangan yang dihadapi, serta rekomendasi kebijakan untuk mengakselerasi pemanfaatannya. Peran PLN dalam Transisi Energi: Perwakilan PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mempresentasikan perkembangan terkini mengenai bauran energi di NTB, termasuk capaian pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan rencana strategis PLN untuk mendukung agenda transisi energi. Diskusi Kelompok dan Sesi Panel: Peserta dibagi dalam kelompok diskusi untuk membahas isu-isu spesifik, seperti pengembangan infrastruktur energi terbarukan, model bisnis yang inovatif, kebijakan insentif, dan peran masyarakat dalam transisi energi. Sesi panel menghadirkan para pemangku kepentingan untuk berbagi perspektif dan mencari solusi kolaboratif. Perumusan Langkah Strategis Awal: Rapat ini bertujuan untuk menginisiasi perumusan langkah-langkah konkret dan peta jalan awal menuju NZE di NTB. Ini mencakup identifikasi prioritas program, pembentukan gugus tugas, dan mekanisme monitoring serta evaluasi. Data Pendukung dan Capaian Terkini Dalam forum tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat memberikan gambaran mengenai kemajuan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan di NTB. Data yang disampaikan menunjukkan bahwa hingga saat ini, bauran energi pembangkit yang berbasis EBT di NTB telah mencapai angka 5,15 persen. Angka ini setara dengan kapasitas terpasang sebesar 37,60 megawatt (MW) dari total kapasitas pembangkit yang beroperasi di provinsi tersebut. Meskipun capaian ini merupakan langkah positif, angka tersebut masih menunjukkan ruang yang luas untuk peningkatan signifikan. Potensi energi terbarukan di NTB, seperti panas bumi yang diperkirakan mencapai ratusan MW, tenaga surya dengan radiasi matahari yang tinggi sepanjang tahun, serta potensi angin, masih sangat mungkin untuk dikembangkan lebih lanjut. General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung agenda transisi energi nasional. "PLN berkomitmen untuk terus mendukung agenda transisi energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan energi bersih yang disesuaikan dengan potensi spesifik masing-masing daerah," ujar Sri Heny Purwanti. Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, dan masyarakat merupakan faktor kunci yang sangat penting dalam upaya percepatan pencapaian target dekarbonisasi sektor energi di NTB. Pengembangan Super Grid Regional sebagai Agenda Strategis Salah satu agenda strategis yang mendapatkan perhatian khusus dalam pertemuan ini adalah pengembangan super grid regional. Konsep ini sangat relevan mengingat NTB memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah, yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga untuk mendukung pasokan energi di kawasan yang lebih luas, termasuk Bali dan NTT. Pengembangan super grid regional diharapkan dapat memperkuat integrasi energi bersih di seluruh wilayah tersebut, meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta membuka peluang baru untuk pengembangan investasi di sektor energi terbarukan. Pembangunan super grid akan memungkinkan transfer energi terbarukan dari daerah yang memiliki surplus produksi ke daerah yang membutuhkan, sehingga memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk menciptakan sistem energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan resilien di Indonesia bagian timur. Tanggapan dan Pernyataan Pihak Terkait Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target NZE. Beliau menyatakan, "Komitmen kami untuk mempercepat transisi energi dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission nasional terus kami perkuat. Kegiatan ini adalah langkah awal yang krusial untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan strategi yang efektif dan terukur." Sri Heny Purwanti, General Manager PLN UIW NTB, menyambut baik inisiatif kolaboratif ini. "PLN menyambut baik inisiatif kolaboratif yang digagas Pemerintah Provinsi NTB bersama IESR dalam menyusun langkah-langkah strategis menuju Emisi Nol Bersih 2050 atau lebih cepat. Saat ini, bauran energi pembangkit berbasis EBT di NTB telah mencapai 5,15 persen atau sebesar 37,60 MW. Ke depan, PLN siap mendukung pengembangan energi terbarukan yang andal, berkelanjutan, serta terintegrasi dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah," tuturnya. Perwakilan dari IESR juga menyampaikan apresiasi terhadap proaktivitas Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong agenda transisi energi. Mereka menekankan bahwa NTB memiliki modalitas yang kuat untuk menjadi pemimpin dalam transisi energi di Indonesia, mengingat potensi sumber daya alamnya yang besar dan komitmen pemerintah daerah yang kuat. Implikasi dan Dampak Jangka Panjang Percepatan transisi energi di NTB menuju NZE 2050 atau lebih cepat memiliki implikasi yang sangat positif, baik bagi daerah maupun secara nasional. Beberapa dampak yang diharapkan antara lain: Peningkatan Kualitas Lingkungan: Pengurangan emisi gas rumah kaca akan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, perbaikan kualitas udara, dan pelestarian lingkungan hidup di NTB. Kemandirian Energi: Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan lokal akan mengurangi ketergantungan NTB pada pasokan energi dari luar daerah, sehingga meningkatkan ketahanan energi regional. Pertumbuhan Ekonomi Hijau: Pengembangan sektor energi terbarukan akan menciptakan lapangan kerja baru, mendorong inovasi teknologi, dan menarik investasi hijau, yang pada gilirannya akan menggerakkan perekonomian daerah secara berkelanjutan. Peningkatan Keandalan Pasokan Listrik: Integrasi energi terbarukan melalui sistem seperti super grid regional akan meningkatkan stabilitas dan keandalan pasokan listrik, yang sangat krusial bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan Posisi Indonesia di Kancah Global: Keberhasilan NTB dalam mencapai target NZE akan menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam komitmennya terhadap aksi iklim global. Melalui forum ini, PLN UIW NTB optimis bahwa sinergi lintas sektor yang terjalin akan semakin mempercepat terwujudnya ekosistem energi bersih yang tangguh dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. Dengan potensi sumber daya energi terbarukan yang melimpah dan dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan, NTB memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi transisi energi yang sukses di Indonesia, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian target Net Zero Emission nasional. Post navigation PLN Nusa Daya UP Nusra Jalin Kemitraan Strategis dengan SMKN 2 dan SMKN 3 Mataram untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Unggul