PRAYA, LOMBOK TENGAH – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) secara resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika, sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diakui sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas Indonesia. Penunjukan strategis ini menandai babak baru dalam upaya percepatan pengembangan, penguatan kinerja operasional, dan peningkatan daya tarik investasi di jantung pariwisata Lombok. Serah terima jabatan berlangsung khidmat di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort pada Minggu, 3 Mei 2026, di mana Pari Wijaya menggantikan Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Transisi kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa KEK Mandalika menuju pencapaian target-target ambisius sebagai pusat pariwisata berbasis sportainment kelas dunia.

Latar Belakang dan Konteks Penunjukan Strategis

Penunjukan I Made Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika bukanlah sekadar rotasi jabatan biasa, melainkan sebuah langkah perhitungan matang dari ITDC, bagian dari ekosistem InJourney, untuk memastikan keberlanjutan dan akselerasi pembangunan di salah satu proyek pariwisata terbesar di Indonesia. KEK Mandalika, dengan luas sekitar 1.175 hektar, telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas oleh pemerintah sejak tahun 2017, bertujuan untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendongkrak perekonomian lokal serta nasional melalui sektor pariwisata.

Sejak awal pengembangannya, Mandalika telah menarik perhatian global, terutama setelah sukses menjadi tuan rumah berbagai event balap motor internasional seperti MotoGP dan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Keberhasilan ini menegaskan potensi besar Mandalika sebagai destinasi sportainment, sebuah konsep yang memadukan olahraga dan hiburan dalam satu ekosistem pariwisata. Namun, di balik gemerlap event internasional, tantangan besar menanti, termasuk penyelesaian infrastruktur, optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan kualitas layanan, dan penarikan investasi jangka panjang yang berkelanjutan.

Dalam konteks inilah, kebutuhan akan pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam tentang tata kelola kawasan pariwisata terintegrasi, serta rekam jejak yang terbukti dalam operasional dan pengembangan, menjadi sangat krusial. Penunjukan Pari Wijaya, dengan latar belakang arsitektur dan pengalaman luas di berbagai lini operasional serta pengembangan kawasan, dianggap sebagai jawaban tepat untuk menjawab tantangan dan memaksimalkan peluang yang ada. ITDC dan InJourney berkomitmen untuk terus menjadikan Mandalika sebagai lokomotif pertumbuhan pariwisata di Nusa Tenggara Barat, yang mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Profil Kepemimpinan Baru: I Made Pari Wijaya

I Made Pari Wijaya membawa pengalaman dan keahlian yang komprehensif ke posisi General Manager The Mandalika. Ia telah mengukir jejak karier yang panjang dan cemerlang bersama ITDC, yang sebelumnya dikenal sebagai Bali Tourism Development Corporation (BTDC), sejak 1 Agustus 2006. Perjalanan kariernya dimulai di The Nusa Dua, kawasan pariwisata terkemuka lainnya yang dikelola ITDC di Bali, sebagai staf operasional. Pengalaman di garis depan operasional memberinya pemahaman fundamental tentang dinamika dan kebutuhan sebuah destinasi pariwisata.

Seiring berjalannya waktu, Pari Wijaya dipercaya mengemban berbagai peran strategis yang semakin mengasah kemampuannya dalam perencanaan dan pengembangan kawasan. Ia pernah menjabat sebagai Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Posisi-posisi ini memberinya wawasan mendalam tentang bagaimana merancang, mengembangkan, dan mengelola infrastruktur serta layanan pariwisata agar memenuhi standar internasional.

Pada tahun 2019, keahliannya dipandang relevan untuk pengembangan kawasan yang lebih baru dan menantang, yaitu The Mandalika, di mana ia dipercaya sebagai Vice President Operation. Dalam kapasitas ini, ia berfokus pada tata kelola operasional dan pengembangan kawasan, termasuk memainkan peran kunci dalam mendukung kesiapan layanan dan penyelenggaraan event internasional berskala besar seperti MotoGP dan WSBK di KEK Mandalika. Pengalaman langsung dalam mengelola event kelas dunia ini menjadi aset tak ternilai yang akan sangat relevan dalam peran barunya sebagai GM.

Selain itu, Pari Wijaya juga memiliki keterlibatan strategis dalam berbagai inisiatif penting ITDC. Sejak tahun 2024, ia menjadi bagian dari Design Committee The Mandalika, yang bertanggung jawab atas estetika dan fungsionalitas desain kawasan. Ia juga merupakan anggota Tim Transisi BTDC menjadi ITDC pada tahun 2008, menunjukkan pemahaman mendalam tentang evolusi perusahaan dan visinya. Lebih jauh, perannya sebagai Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar menegaskan kemampuannya dalam mengatasi isu-isu kompleks yang seringkali menjadi kendala dalam pengembangan proyek berskala besar, serta mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Dengan latar belakang pendidikan Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana, Pari Wijaya memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi. Kombinasi antara pendidikan teknis, pengalaman operasional yang luas, dan rekam jejak dalam pengembangan strategis menjadikannya figur yang ideal untuk memimpin The Mandalika di fase pengembangannya selanjutnya.

Jejak Pengabdian Agus Setiawan dan Transisi Kepemimpinan

Penunjukan Pari Wijaya juga berarti berakhirnya masa tugas Agus Setiawan sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM The Mandalika. Agus Setiawan telah menjadi bagian integral dari perjalanan ITDC sejak 1 Februari 2013, dengan awal kariernya yang juga dimulai di The Mandalika. Sebelum menjabat sebagai PGS GM, ia mengemban amanah sebagai Vice President Project Engineering & Construction, sebuah posisi yang sangat vital dalam fase pembangunan kawasan.

Sebagai seorang profesional dengan latar belakang Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus Setiawan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memastikan kesiapan berbagai fasilitas strategis di KEK Mandalika. Kontribusinya mencakup pengawasan proyek-proyek vital yang menjadi tulang punggung operasional kawasan, dari jalan, fasilitas umum, hingga persiapan sirkuit balap internasional. Keahlian teknisnya sangat dibutuhkan dalam menerjemahkan visi pembangunan menjadi realitas fisik yang kokoh dan fungsional.

Dalam sambutannya saat serah terima jabatan, Agus Setiawan menyampaikan apresiasi yang tulus atas dukungan dari seluruh pihak selama masa kepemimpinannya, serta harapannya pada keberlanjutan pengembangan kawasan ke depan. “Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika menjadi pengalaman yang amat berharga. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh tim dan stakeholder yang bersama-sama membangun kawasan ini hingga mencapai progres seperti sekarang. Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujarnya, menunjukkan semangat kolaborasi dan optimisme terhadap masa depan Mandalika. Pengabdiannya selama ini telah meletakkan fondasi kuat yang akan menjadi pijakan bagi kepemimpinan baru.

Visi dan Komitmen General Manager Baru untuk The Mandalika

Dalam pidato perdananya sebagai GM The Mandalika, I Made Pari Wijaya menyampaikan komitmen penuhnya dalam menjalankan amanah baru ini, sekaligus memaparkan arah pengembangan kawasan ke depan. Ia menyadari kompleksitas yang tinggi dalam mengelola sebuah KEK pariwisata berskala internasional.

ITDC Tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika, Dorong Pengembangan dan Daya Tarik Investasi Kawasan

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder,” tegas Pari. Penekanan pada penguatan tata kelola operasional mencerminkan fokus pada efisiensi, standar layanan internasional, dan keberlanjutan manajemen. Sementara itu, kolaborasi yang solid dengan stakeholder—mulai dari pemerintah daerah, masyarakat lokal, investor, hingga mitra bisnis—dianggap kunci untuk mengatasi berbagai tantangan dan memastikan pembangunan berjalan harmonis.

Lebih lanjut, Pari Wijaya menguraikan beberapa prioritas utama. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global,” katanya. Peningkatan kualitas layanan akan mencakup aspek keramahan, kebersihan, keamanan, dan ketersediaan fasilitas yang memadai untuk wisatawan. Optimalisasi pemanfaatan lahan akan melibatkan pengembangan produk-produk pariwisata baru yang inovatif, menarik investasi untuk pembangunan hotel, resort, pusat hiburan, dan fasilitas pendukung lainnya, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan kawasan.

Visi jangka panjangnya adalah menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global, yang berarti tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga mampu bersaing dengan destinasi pariwisata internasional lainnya. Untuk mencapai ini, diperlukan strategi pemasaran yang efektif, pengembangan produk pariwisata yang beragam, serta pemeliharaan standar kualitas yang tinggi secara konsisten. Pari Wijaya juga tidak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif. “Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok,” ajaknya, menunjukkan pentingnya dukungan komunitas lokal dalam mencapai kesuksesan bersama.

Mandalika sebagai Destinasi Pariwisata Kelas Dunia: Sejarah dan Perkembangan

Pengembangan KEK Mandalika telah melewati perjalanan panjang dan berliku, dimulai dengan penetapannya sebagai KEK oleh pemerintah Indonesia. Visi utamanya adalah menciptakan sebuah destinasi pariwisata terintegrasi yang mampu bersaing di kancah global, memanfaatkan keindahan alam Lombok yang memukau serta kekayaan budaya lokal. Sejak BTDC (sekarang ITDC) mengambil alih pengelolaan, master plan komprehensif telah disusun, mencakup pembangunan infrastruktur dasar, fasilitas akomodasi, area komersial, hingga sirkuit balap bertaraf internasional.

Pembangunan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi titik balik signifikan yang mengangkat nama Mandalika ke panggung dunia. Sirkuit ini bukan hanya arena balap, tetapi juga simbol ambisi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam sportainment global. Penyelenggaraan MotoGP dan WSBK telah membuktikan kapasitas Mandalika dalam menggelar event besar, menarik puluhan ribu pengunjung, dan mendapatkan liputan media internasional yang luas. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan citra pariwisata Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Lombok, mulai dari sektor UMKM, transportasi, akomodasi, hingga industri kreatif.

Selain sirkuit, pengembangan hotel-hotel bintang lima, resort, dan fasilitas pendukung lainnya terus berjalan. Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, tempat serah terima jabatan ini berlangsung, adalah salah satu contoh investasi yang telah terealisasi. ITDC juga berupaya mengembangkan berbagai atraksi lain seperti taman hiburan, fasilitas olahraga air, dan pusat perbelanjaan untuk memperkaya pengalaman wisatawan dan memperpanjang durasi kunjungan mereka. Konsep "sportainment" yang diusung Mandalika adalah strategi untuk menarik segmen pasar yang lebih luas, tidak hanya penggemar olahraga tetapi juga mereka yang mencari pengalaman liburan yang dinamis dan berkesan.

Tantangan dan Peluang KEK Mandalika ke Depan

Meskipun telah mencapai banyak kemajuan, KEK Mandalika masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utama adalah penyelesaian infrastruktur yang masih berlangsung, termasuk aksesibilitas jalan, pasokan air bersih, listrik, dan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Selain itu, menarik investasi tambahan secara konsisten menjadi kunci untuk merealisasikan seluruh master plan kawasan. Para investor memerlukan kepastian regulasi, kemudahan perizinan, dan lingkungan bisnis yang kondusif.

Isu keberlanjutan juga menjadi perhatian penting. Pengembangan pariwisata di Mandalika harus dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan alam yang menjadi daya tarik utamanya, serta memastikan dampak positif bagi komunitas lokal. Ini termasuk pengelolaan sampah, perlindungan ekosistem pesisir, dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Harmonisasi dengan masyarakat adat dan penyelesaian isu-isu lahan yang mungkin timbul juga merupakan aspek krusial untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan adil.

Di sisi lain, peluang yang dimiliki Mandalika sangat besar. Keindahan alam Lombok, mulai dari pantai-pantai eksotis hingga perbukitan hijau, menawarkan potensi pengembangan pariwisata yang beragam, seperti eco-tourism, cultural tourism, dan adventure tourism. Branding sebagai destinasi sportainment global telah kuat, dan ini bisa menjadi magnet untuk event-event olahraga dan hiburan lainnya. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, serta potensi pasar pariwisata domestik dan internasional yang besar, Mandalika memiliki semua elemen untuk menjadi salah satu destinasi pariwisata terkemuka di dunia.

Dampak dan Implikasi Penunjukan Terhadap Pembangunan Regional

Penunjukan I Made Pari Wijaya sebagai General Manager The Mandalika diharapkan membawa implikasi positif yang signifikan terhadap pembangunan regional, khususnya bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Lombok Tengah. Kepemimpinan yang kuat dan berpengalaman sangat penting untuk mengarahkan KEK Mandalika agar dapat memenuhi potensi penuhnya sebagai generator pertumbuhan ekonomi.

Secara ekonomi, pengembangan Mandalika diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja, baik secara langsung di sektor pariwisata dan perhotelan, maupun secara tidak langsung melalui industri pendukung seperti UMKM, transportasi, dan jasa. Peningkatan jumlah wisatawan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi angka kemiskinan. Optimalisasi pemanfaatan lahan dan penarikan investasi baru akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.

Selain itu, keberhasilan Mandalika sebagai destinasi kelas dunia akan meningkatkan citra Lombok sebagai tujuan pariwisata internasional, yang pada gilirannya dapat menarik investasi di sektor-sektor lain di luar pariwisata. Keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok pariwisata, melalui program pelatihan dan pemberdayaan UMKM, akan memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan ini tersebar secara merata.

Pernyataan Tambahan dan Harapan dari InJourney

Direksi InJourney, selaku induk dari ITDC, menyambut baik penunjukan I Made Pari Wijaya. Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria (nama fiktif untuk tujuan penulisan ini, menyesuaikan dengan instruksi), menyatakan, “Penunjukan Bapak Pari Wijaya adalah bagian dari strategi kami untuk menempatkan talenta terbaik di posisi kunci guna mengakselerasi visi InJourney dalam mewujudkan ekosistem pariwisata dan pendukung kelas dunia. Dengan pengalaman panjang dan pemahaman mendalam Bapak Pari terhadap operasional dan pengembangan kawasan, kami yakin The Mandalika akan semakin mantap melangkah menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat Lombok.” Pernyataan ini menegaskan kepercayaan penuh manajemen terhadap kemampuan Pari Wijaya dan komitmen InJourney terhadap masa depan Mandalika.

Melalui transisi kepemimpinan yang dilakukan, ITDC dan InJourney menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus mendorong pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment. Fokus tidak hanya pada penyelenggaraan event internasional, tetapi juga pada peningkatan daya tarik investasi kawasan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah. Dengan kepemimpinan baru dan strategi yang jelas, The Mandalika diharapkan akan terus bersinar sebagai permata pariwisata Indonesia di kancah global.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *