MATARAM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Irnadi Kusuma, menegaskan urgensi penguatan investasi berkelanjutan yang berfokus pada sektor non-tambang. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil dan tidak rentan terhadap fluktuasi industri pertambangan mineral logam. Irnadi Kusuma menyatakan bahwa investasi memegang peranan krusial sebagai instrumen penopang pertumbuhan ekonomi NTB, terutama dalam menghadapi keterbatasan fiskal daerah.

"Investasi adalah salah satu instrumen untuk menjaga pertumbuhan ekonomi NTB di tengah keterbatasan fiskal daerah," ujar Irnadi Kusuma dalam sebuah keterangan resmi yang disampaikan kemarin. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi NTB, menjauh dari ketergantungan yang berlebihan pada satu sektor.

Realisasi Investasi Semester I-2026: Progres dan Tantangan

Hingga paruh pertama tahun 2026, realisasi investasi di NTB menunjukkan capaian yang signifikan. Menurut data yang dipaparkan oleh DPMPTSP NTB, total investasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp33,73 triliun. Angka ini merepresentasikan 51,26 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, yaitu sebesar Rp64 triliun. Progres ini menunjukkan bahwa NTB masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai targetnya, namun, terdapat sejumlah tantangan fundamental yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan potensi investasi lebih lanjut.

Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi kesiapan proyek investasi itu sendiri. Banyak proyek yang diajukan masih memerlukan pembenahan dalam hal studi kelayakan, rencana bisnis, dan aspek teknis lainnya. Selain itu, persoalan lahan dan legalitas masih menjadi hambatan klasik. Proses perizinan yang kompleks, tumpang tindih kepemilikan lahan, serta kepastian hukum atas aset investasi seringkali memperlambat realisasi proyek. Isu krusial lainnya adalah perlunya pembaruan data potensi investasi secara berkala. Data yang usang atau tidak akurat dapat menyesatkan calon investor dan menyebabkan penawaran proyek yang tidak sesuai dengan kondisi pasar atau kebutuhan riil daerah.

"Meski demikian, ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama kesiapan proyek investasi, persoalan lahan dan legalitas, serta perlunya pembaruan data potensi investasi agar proyek yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kondisi terkini," jelas Irnadi Kusuma, menguraikan berbagai kendala yang dihadapi.

Diversifikasi Investasi: Kunci Kemandirian Ekonomi NTB

Dalam menghadapi tantangan tersebut, DPMPTSP NTB tidak hanya berfokus pada pencapaian target kuantitatif realisasi investasi, tetapi juga secara aktif mendorong diversifikasi sektor investasi. Tujuannya jelas: untuk mengurangi ketergantungan NTB pada sektor pertambangan yang bersifat eksploitatif dan rentan terhadap isu lingkungan serta volatilitas harga komoditas global.

"Selain mengejar target realisasi, kita juga mendorong diversifikasi investasi agar NTB tidak terus bergantung pada sektor pertambangan," tegas Irnadi Kusuma. Diversifikasi ini merupakan strategi jangka panjang untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, berdaya tahan, dan inklusif.

DPMPTSP NTB telah mengidentifikasi beberapa sektor potensial yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan melalui investasi non-tambang. Sektor-sektor ini tidak hanya menjanjikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif yang lebih luas terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Sektor-sektor unggulan tersebut meliputi:

  • Energi Terbarukan: Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah seperti panas bumi, angin, dan sinar matahari, NTB memiliki peluang besar untuk menjadi pusat energi terbarukan. Investasi di sektor ini tidak hanya memenuhi kebutuhan energi daerah, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan transisi energi global.
  • Pariwisata: Sektor pariwisata NTB, yang telah dikenal luas melalui destinasi seperti Gili Trawangan, Gunung Rinjani, dan Mandalika, masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Investasi dalam infrastruktur pariwisata, pengembangan amenitas, atraksi baru, serta promosi berkelanjutan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menciptakan lapangan kerja.
  • Ketahanan Pangan: Pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang inovatif dan berkelanjutan dapat meningkatkan ketahanan pangan daerah, menciptakan nilai tambah produk pertanian, dan membuka peluang ekspor. Investasi dalam teknologi pertanian modern, sistem irigasi efisien, dan rantai pasok yang terintegrasi menjadi kunci.
  • Peternakan dan Perikanan: Sektor peternakan dan perikanan, baik air tawar maupun laut, memiliki potensi ekonomi yang signifikan di NTB. Investasi dalam peningkatan kualitas bibit, teknologi budidaya, pengolahan hasil, serta pengembangan pasar dapat mendorong pertumbuhan sektor ini.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, DPMPTSP NTB secara proaktif berupaya memperkuat promosi dan pendampingan investasi pada sektor-sektor potensial tersebut. Ini mencakup penyediaan informasi yang akurat, fasilitasi perizinan, serta upaya membangun jejaring antara calon investor dengan pelaku usaha lokal dan pemerintah daerah.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Investasi Berkualitas

Keberhasilan dalam mendorong investasi non-tambang sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Irnadi Kusuma menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam mewujudkan proyek-proyek investasi yang lebih matang dan siap ditawarkan kepada investor potensial.

"Saya berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah dapat menghasilkan proyek-proyek investasi non-tambang yang semakin matang dan siap ditawarkan kepada investor," harapnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan insentif fiskal dan non-fiskal, penyederhanaan regulasi, hingga pembangunan infrastruktur pendukung yang memadai.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkeadilan. Sementara itu, pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dukungan kebijakan, pendanaan, serta fasilitasi yang diperlukan untuk mempercepat realisasi investasi.

Dampak Luas Investasi Non-Tambang bagi Kesejahteraan Masyarakat

Investasi di sektor non-tambang diproyeksikan akan memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTB. Berbeda dengan sektor pertambangan yang cenderung bersifat ekstraktif dan seringkali menghasilkan dampak lingkungan negatif, investasi pada sektor-sektor seperti pariwisata, energi terbarukan, pertanian, peternakan, dan perikanan memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

"Investasi non tambang bisa memberi dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTB," tandas Irnadi Kusuma. Sektor-sektor ini umumnya lebih padat karya, membutuhkan tenaga kerja lokal, dan mendorong rantai pasok yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pengembangan pariwisata, misalnya, tidak hanya menciptakan lapangan kerja di hotel dan restoran, tetapi juga di sektor kerajinan, kuliner, dan jasa transportasi. Investasi pada energi terbarukan dapat mendorong pengembangan industri pendukung dan pelatihan tenaga kerja terampil.

Lebih lanjut, diversifikasi ekonomi melalui investasi non-tambang juga akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) NTB dalam jangka panjang. Dengan basis ekonomi yang lebih luas dan beragam, NTB akan menjadi daerah yang lebih mandiri secara fiskal dan tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Ke depan, DPMPTSP NTB akan terus berupaya untuk mengidentifikasi, mempromosikan, dan memfasilitasi investasi yang selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, serta memastikan bahwa manfaat investasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat NTB.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *