MATARAM – DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Nusa Tenggara Barat (NTB), bersama seluruh Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR-BPRS) di wilayahnya, sukses menggelar perayaan Hari BPR-BPRS Nasional pada Minggu (24/5) di Teras Udayana, Taman Udayana, Kota Mataram. Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, pejabat daerah, serta perwakilan regulator keuangan, ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran vital BPR-BPRS dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Perayaan ini berlangsung meriah dan penuh makna, diawali dengan kegiatan senam sehat yang diikuti antusias oleh ratusan peserta. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan adanya hiburan rakyat yang menampilkan talenta lokal, serta puncak acara berupa pengundian doorprize yang memberikan kejutan menarik bagi para hadirin. Kehadiran berbagai pejabat daerah, termasuk Wali Kota Mataram, yang secara resmi membuka acara, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, menunjukkan sinergi dan dukungan yang kuat terhadap sektor BPR-BPRS. Momen keakraban ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pejabat, tamu undangan, dan perwakilan BPR-BPRS yang hadir, mengabadikan kebersamaan dalam mendukung kemajuan ekonomi NTB.

Yanuar Alfan, Ketua DPD Perbarindo NTB, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari BPR-BPRS Nasional ini merupakan wujud konkret dari komitmen berkelanjutan lembaga keuangan ini untuk terus hadir melayani dan mendukung masyarakat. "Perayaan ini menjadi bukti komitmen BPR-BPRS untuk terus hadir mendukung masyarakat dan menjadi bagian dari #nextgenindonesia," tegasnya, menggarisbawahi semangat inovasi dan adaptasi BPR-BPRS di era digital dan tantangan ekonomi global.

Ia menjelaskan bahwa Hari BPR-BPRS Nasional secara nasional diperingati setiap tanggal 21 Mei. Namun, untuk tahun ini, perayaan di NTB diselenggarakan serentak pada tanggal 24 Mei. Penyesuaian jadwal ini dilakukan karena tanggal 21 Mei bertepatan dengan hari kerja, sehingga dipilih akhir pekan agar lebih banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi. Puncak perayaan Hari BPR-BPRS Nasional tingkat nasional sendiri dijadwalkan akan diselenggarakan di Bandung pada tanggal 31 Mei mendatang.

Yanuar Alfan menambahkan bahwa penyelenggaraan acara di ruang publik seperti Teras Udayana ini memiliki tujuan ganda. Selain mempererat silaturahmi antarlembaga keuangan BPR-BPRS dan masyarakat, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan literasi keuangan. "Kalau sebelumnya kegiatan lebih banyak bersifat internal, kali ini kami sengaja menggelarnya di ruang terbuka agar bisa melibatkan masyarakat luas. Ini juga bagian dari edukasi dan literasi keuangan, agar masyarakat lebih mengenal produk BPR-BPRS, termasuk pembiayaan beragun emas dan kredit UMKM," jelasnya. Tujuannya adalah agar masyarakat, terutama pelaku UMKM, lebih memahami dan memanfaatkan produk serta layanan yang ditawarkan BPR-BPRS untuk pengembangan usaha mereka.

Saat ini, NTB memiliki sebanyak 20 unit BPR-BPRS yang terdiri dari 17 BPR konvensional dan 3 BPR syariah. Keberadaan lembaga-lembaga ini sangat krusial dalam menyediakan akses permodalan yang lebih terjangkau dan mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama yang berada di luar jangkauan bank umum. Produk-produk seperti pembiayaan beragun emas dan kredit UMKM menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan sektor riil dan menciptakan lapangan kerja baru.

Peran Strategis BPR-BPRS dalam Stabilitas Ekonomi Daerah

Perwakilan OJK NTB, Mohammad Isro Alfajri, dalam kesempatannya menekankan betapa pentingnya peran BPR-BPRS dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia mengapresiasi laju pertumbuhan ekonomi NTB yang tercatat mencapai 13,6 persen secara tahunan pada triwulan I tahun ini, angka yang melampaui rata-rata nasional. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah tingkat inflasi yang masih relatif tinggi, yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Karena itu, BPR-BPRS harus tetap tangguh dan sehat dalam menghadapi ketidakpastian global. Peran mereka sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah," ujar Alfajri. Ia menekankan bahwa BPR-BPRS sebagai garda terdepan dalam melayani segmen mikro dan kecil, memiliki peran strategis dalam menyalurkan likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.

Untuk memastikan BPR-BPRS dapat terus menjalankan fungsinya secara optimal, OJK terus berkomitmen untuk mendorong penguatan kelembagaan melalui berbagai langkah strategis. Salah satu fokus utama adalah mendorong proses merger dan konsolidasi antar BPR-BPRS. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum yang telah ditetapkan oleh regulator, sekaligus meningkatkan kapasitas, efisiensi operasional, serta kualitas tata kelola dan layanan. Penguatan modal ini penting agar BPR-BPRS memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Rayakan Hari BPR-BPRS Nasional di Teras Udayana, Perbarindo NTB Libatkan Masyarakat dan UMKM

"Kami berkomitmen mendukung BPR-BPRS agar semakin kuat dan mampu menjadi fondasi dalam pembangunan ekonomi NTB yang inklusif menuju NTB makmur dan mendunia," tegas Alfajri. Komitmen OJK ini mencerminkan visi jangka panjang untuk menjadikan sektor keuangan, termasuk BPR-BPRS, sebagai pilar utama dalam mencapai kemakmuran daerah yang merata dan berkelanjutan.

Antusiasme Masyarakat, Bukti Kehadiran BPR-BPRS Semakin Dirasakan

Kegiatan perayaan Hari BPR-BPRS Nasional di Teras Udayana tidak hanya dihadiri oleh para pejabat dan pelaku industri keuangan, tetapi juga oleh ratusan masyarakat umum. Antusiasme yang tinggi dari masyarakat, terlihat dari banyaknya partisipan dalam senam sehat, keterlibatan dalam sesi interaktif, hingga keberuntungan yang diraih dari undian doorprize, menjadi bukti nyata bahwa kehadiran BPR-BPRS semakin dirasakan dan diterima oleh masyarakat.

Keberhasilan acara ini menunjukkan bahwa BPR-BPRS tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga keuangan semata, melainkan sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi daerah. Dengan kemudahan akses, produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta pelayanan yang lebih personal, BPR-BPRS mampu membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah.

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, peran BPR-BPRS menjadi semakin vital. Mereka menjadi penyeimbang dalam ekosistem keuangan, memastikan bahwa segmen masyarakat yang paling membutuhkan akses permodalan tetap terlayani. Dengan terus memperkuat jalinan komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat, serta didukung oleh regulasi yang kondusif dari OJK, BPR-BPRS di NTB diharapkan akan terus bertumbuh menjadi lebih kuat, sehat, dan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi terwujudnya NTB yang makmur dan mendunia.

Data pendukung menunjukkan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 90% tenaga kerja. Namun, akses UMKM terhadap pembiayaan formal masih menjadi tantangan. Di sinilah peran BPR-BPRS menjadi sangat krusial. Dengan fokus melayani segmen ini, BPR-BPRS mampu membuka peluang ekonomi bagi jutaan pelaku usaha di seluruh Indonesia, termasuk di NTB.

Sebagai contoh, program pembiayaan beragun emas yang ditawarkan oleh beberapa BPR-BPRS memberikan alternatif solusi pendanaan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat yang memiliki aset emas. Sementara itu, kredit UMKM dengan suku bunga yang kompetitif dan persyaratan yang lebih fleksibel membantu para pengusaha kecil untuk mengembangkan usahanya, mulai dari membeli bahan baku, memperluas kapasitas produksi, hingga meningkatkan kualitas produk.

Dampak dari penguatan BPR-BPRS tidak hanya dirasakan oleh para pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat luas. Peningkatan aktivitas ekonomi UMKM akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Selain itu, BPR-BPRS syariah juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang memiliki preferensi terhadap prinsip-prinsip syariah dalam bertransaksi keuangan.

Melalui berbagai kegiatan seperti perayaan Hari BPR-BPRS Nasional ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan dan manfaat BPR-BPRS akan semakin meningkat. Sinergi antara BPR-BPRS, masyarakat, pemerintah daerah, dan regulator seperti OJK akan menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem keuangan yang kuat dan inklusif, yang pada akhirnya akan menopang terwujudnya NTB yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Perayaan Hari BPR-BPRS Nasional di Mataram ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dan optimisme dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan fondasi yang semakin kuat dan komitmen yang terus diperbarui, BPR-BPRS di NTB siap berperan lebih besar lagi dalam membangun masa depan ekonomi daerah yang lebih cerah. (rl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *