Bima, 4 April 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), melalui PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Tambora, berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Bima dalam menyelenggarakan serangkaian kegiatan lingkungan yang signifikan. Aksi ini difokuskan pada penghijauan dan pengelolaan sampah di kawasan Pantai Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan yang sarat makna ini juga menjadi bagian integral dari rangkaian program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) perusahaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, menunjukkan komitmen PLN tidak hanya pada penyediaan energi, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

Acara puncak yang diselenggarakan di Aula Pondok Wisata Kolo ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting, menandakan sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, turut hadir memberikan dukungan penuh, didampingi oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bima, Camat Asakota, para lurah se-Kecamatan Asakota, serta jajaran manajemen PLN UPK Tambora. Kehadiran para tokoh ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Komitmen Nyata untuk Pesisir yang Lebih Hijau dan Bersih

Sebagai wujud nyata dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan pesisir yang rapuh, kegiatan ini mencakup penanaman 40 pohon dari jenis Tabebuya dan Ketapang Kencana. Pohon-pohon ini ditanam secara strategis di sepanjang kawasan Pantai Kolo, sebuah area yang memiliki potensi wisata namun juga rentan terhadap degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim. Pemilihan kedua jenis pohon ini didasarkan pada daya tahan, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan pesisir, serta nilai estetika yang dapat memperindah lanskap pantai.

Selain aksi penghijauan, PLN juga memberikan perhatian serius pada isu pengelolaan sampah. Dalam upaya mendukung pengurangan sampah sekali pakai dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah, PLN menyerahkan bantuan berupa tempat sampah khusus sampah plastik. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di kawasan wisata Pantai Kolo, yang seringkali menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pengelolaan sampah yang efektif sangat krusial untuk menjaga kebersihan pantai, mencegah pencemaran laut, dan melindungi ekosistem bahari.

PLN: Lebih dari Sekadar Penyedia Listrik, Tetapi Mitra Pembangunan Berkelanjutan

Sri Heny Purwanti, General Manager PLN UIW NTB, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi dari komitmen mendalam PLN dalam mendukung agenda keberlanjutan lingkungan nasional dan global. Ia menekankan pentingnya sinergi yang terus diperkuat dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

"PLN tidak hanya hadir untuk memastikan keandalan pasokan listrik yang vital bagi kehidupan masyarakat dan roda perekonomian, tetapi kami juga memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong praktik-praktik keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi yang terjalin dengan Pemerintah Kota Bima dalam kegiatan ini adalah langkah konkret kami untuk bersama-sama menciptakan kawasan pesisir yang tidak hanya indah, tetapi juga lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang," ujar Sri Heny.

Ia menambahkan bahwa momentum Hari Peduli Sampah Nasional yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan menjadi sebuah refleksi yang sangat penting bagi seluruh insan PLN. Periode ini menjadi pengingat untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan lingkungan dalam setiap aktivitas operasional maupun program-program yang dijalankan oleh perusahaan. Semangat berbagi, kepedulian terhadap sesama, serta kebersihan yang diajarkan dalam nilai-nilai Ramadan sejalan dengan misi PLN untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam bulan Ramadan mengajarkan kita tentang pentingnya kepedulian, kebersihan, dan kebermanfaatan bagi sesama makhluk Tuhan. Kegiatan penghijauan dan pengelolaan sampah ini selaras dengan semangat tersebut, sekaligus menjadi upaya kami untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Bima. Dengan pantai yang bersih dan lingkungan yang asri, sektor pariwisata akan semakin berkembang dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal," tambahnya.

Membangun Budaya Peduli Lingkungan dan Partisipasi Aktif Masyarakat

Manager PLN UPK Tambora, Doddy Rizqi, menjelaskan lebih lanjut mengenai filosofi di balik program ini. Menurutnya, program penghijauan dan pengelolaan sampah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membangun budaya peduli lingkungan yang kuat, tidak hanya di kalangan internal PLN, tetapi juga di seluruh wilayah operasional pembangkit listrik yang dikelola. Selain itu, program ini juga dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir.

Peringati HPSN di Bulan Ramadan, PLN UIW NTB dan Pemkot Bima Hijaukan Pantai Kolo

"Kami percaya bahwa pengelolaan lingkungan yang efektif tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Diperlukan keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui program penghijauan ini, kami ingin menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Penyediaan sarana kebersihan seperti tempat sampah khusus juga diharapkan memudahkan masyarakat dan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung upaya pemilahan sampah dari sumbernya," jelas Doddy.

Dengan adanya upaya penanaman pohon dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah ini, PLN berharap kawasan Pantai Kolo dapat bertransformasi menjadi sebuah ruang publik yang jauh lebih nyaman, asri, dan ramah bagi para wisatawan maupun masyarakat lokal. Diharapkan pula, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan. Kesadaran ini krusial untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut dan menjaga kelestarian alam untuk masa depan.

Langkah Strategis PLN untuk Masa Depan Lingkungan NTB

Komitmen PLN UIW NTB tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Perusahaan terus berupaya untuk memperluas jangkauan kolaborasi dengan berbagai pemerintah daerah dan elemen masyarakat di seluruh Nusa Tenggara Barat. Berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan akan terus digagas dan dilaksanakan, sejalan dengan upaya besar perusahaan untuk mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah NTB.

Transisi energi yang dimaksud mencakup berbagai inisiatif, mulai dari pengembangan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, hingga program-program pelestarian lingkungan seperti yang dilakukan di Pantai Kolo ini. PLN menyadari bahwa masa depan energi yang bersih dan berkelanjutan harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Data Pendukung dan Konteks Latar Belakang

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari di Indonesia. Peringatan ini berawal dari peristiwa besar di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005, di mana sampah yang menumpuk menyebabkan longsoran yang menelan korban jiwa. Sejak saat itu, HPSN menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik dalam pengelolaan sampah.

Kawasan Pantai Kolo di Kota Bima merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang memiliki potensi besar. Namun, seperti banyak kawasan pesisir lainnya di Indonesia, Pantai Kolo menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan sampah, terutama sampah plastik yang dapat mencemari laut dan merusak ekosistem. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa sampah laut masih menjadi isu serius di Indonesia, dengan sebagian besar berasal dari sampah darat yang terbawa aliran sungai ke laut.

Penanaman pohon di wilayah pesisir memiliki manfaat ganda. Selain untuk estetika dan peneduh, akar pohon dapat membantu menahan abrasi pantai dan menyerap karbon dioksida, berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Jenis pohon seperti Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) dikenal memiliki ketahanan terhadap angin dan garam, menjadikannya pilihan yang tepat untuk reklamasi pantai.

Kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam program CSR lingkungan bukan hal baru. Banyak perusahaan BUMN yang memiliki program-program serupa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Implikasi dan Analisis Singkat

Aksi penghijauan dan pengelolaan sampah di Pantai Kolo ini memiliki beberapa implikasi positif yang signifikan:

  1. Peningkatan Kualitas Lingkungan: Penanaman pohon akan memperkaya vegetasi di pantai, mengurangi erosi, dan menciptakan lingkungan yang lebih asri. Penambahan tempat sampah khusus sampah plastik akan mempermudah pengelolaan limbah dan mengurangi potensi pencemaran.
  2. Peningkatan Kesadaran Publik: Kegiatan ini secara langsung meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengunjung tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik. Momentum HPSN dan Ramadan menjadi pengingat yang kuat.
  3. Penguatan Sinergi Antar Lembaga: Kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kota Bima menunjukkan model kemitraan yang efektif antara sektor swasta dan pemerintah dalam menangani isu-isu lingkungan.
  4. Dukungan Terhadap Pariwisata Berkelanjutan: Pantai yang bersih dan hijau akan lebih menarik bagi wisatawan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat melalui sektor pariwisata. Ini sejalan dengan upaya Kota Bima untuk mengembangkan potensi wisatanya secara berkelanjutan.
  5. Kontribusi Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Kegiatan ini selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Kehidupan di Bawah Air).

Dalam jangka panjang, keberhasilan program semacam ini bergantung pada keberlanjutan implementasi dan partisipasi aktif dari masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan, penegakan aturan terkait pengelolaan sampah, serta inovasi dalam pengelolaan limbah akan menjadi kunci untuk menjaga kelestarian Pantai Kolo dan kawasan pesisir lainnya di NTB. PLN, sebagai salah satu pelaku utama dalam pembangunan energi di Indonesia, terus menunjukkan perannya sebagai agen perubahan positif yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *